
"Siapa Bos yang dimaksud oleh para preman itu ?" tanya Emir kepada dirinya sendiri di dalam hati
"Kak, Kakak nggak kenapa-kenapa kan Kak ?" tanya Pinkan kepada Emir dengan rasa khawatir
"Nggak apa-apa dek" jawab Emir kepada Pinkan
"Tapi kok kakak bingung gitu kelihatannya?" tanya Chika kepada Emir
"Iya, dek, tadi barusan kakak nggak sengaja mendengar obrolan salah satu dari preman itu, ia berbicara dengan bosnya, yang jadi pertanyaan di benak kakak, siapa Bosnya itu ? dan Kenapa ia ingin menyakiti kita ?" tanya Emir kepada adik-adiknya dengan penasaran
"Berarti mereka orang suruhan Kak" jawab Chika kepada Emir
"Iya, betul Kak, ucap Pinkan kepada Emir dan Chika
"Atau, jangan-jangan masih orang yang sama juga" ucap Pinkan mencurigai Siska teman-temannya
"Berprasangka boleh, tapi kita nggak boleh bertindak tanpa adanya bukti, dan kita harus hati-hati" ucap Emir kepada adik-adiknya
"Iya, Kak, betul sekarang kita istirahat dulu, tapi sebelum itu jangan lupa obati luka kita dulu" ucap Chika kepada Emir
"Yuk" kata Pinkan kepada Emir dan Chika secara serentak
Beberapa jam kemudian, Beno dan teman-temannya tiba di rumah Riris atau Mama Siska.
"Dasar tidak berguna !!! Masa kalian kalah dengan perempuan !!!" ucap Riris sambil menampar Beno dan teman-temannya
"Aduh, sakit Bos !!!" ucap Beno kepada Riris
"Rasain kalian !!! Dasar bodoh !!!" ucap Riris kepada Beno dan teman-temannya
__ADS_1
"Mereka bukan perempuan biasa bos, mereka juga termasuk perempuan kuat dalam berkelahi bos" ucap Erik kepada Riris
"Saya tidak terima alasan apapun dari kalian !!! yang jelas kalian gagal, ngerti !!! ucap Riris kepada Erik dan teman-temannya dengan suara keras
Tak Berapa lama kemudian, Yudi memperlihatkan hasil potretan Emir kepada Riris, ternyata secara diam-diam Yudi berhasil mendokumentasikan Emir dan Erik, dengan posisi saling berdekatan, seakan-akan di dalam foto tersebut Erik memeluk Emir dan Emir menatap Erik.
"Tunggu dulu Bos, ada yang mau saya perlihatkan sama bos" ucap Yudi kepada Riris
"Apa !!!" tanya Riris dengan emosi kepada Erik
"Bos lihat foto yang ada di ponsel saya ini, ini bisa kita pergunakan bos untuk memfitnah Emir, seakan-akan Emir dan Erik berpelukan tanpa paksaan" ucap Yudi kepada Riris
Lalu tiba-tiba timbulah ide cermelang di benak Riris
"Kamu betul Yud, ini bisa saya manfaatkan untuk menghancurkan karir Emir dan kuliahnya Emir" ucap Riris kepada Yudi
"Yah, saya akui ide kamu cemerlang, lalu setelah itu kita buat konten tentang hubungan mereka ini, setelah itu kita viralkan, secara tak langsung Emir hancur berkeping-keping" ucap Riris kepada Yudi dan teman-temannya
"Iya, betul bos" ucap Yudi kepada Riris
"Tolong kamu selesaikan ini, dan soal bayaran saya kurangi separuh, akibat kecerobohan kalian, jika udah selesai baru saya kasih tambahan uang lagi" ucap Riris kepada teman-temannya
"Bos apa uang nya gak bisa ditambah lagi ?" tanya Beno kepada Riris
Lalu tiba-tiba Riris memukul Beno dengan emosi.
"Uang, uang, uang, lagi, ini aja kerja kamu ceroboh" ucap Riris dengan suara keras
"Maaf, iya bos" ucap Beno terbata-bata kepada Riris
__ADS_1
"Jika tugas yang ini masih gagal juga, awas kalian !!!" ucap Riris dengan suara keras sambil menunjuk dan memperingati anak buahnya
"Siap, bos" ucap ketiga anak buah Riris kepada Riris
Setelah satu hari kemudian, Beno dan teman-temannya berhasil memodifikasi hasil jepretan dari kamera handphonenya, dan memberikan bukti palsu itu kepada Riris, sehingga menimbulkan fitnah yang tajam tentang Emir.
"Nih bos, fotonya udah jadi" ucap Beno kepada Riris
"Wow, kerja kalian sangat bagus" ucap Riris kepada Beno dan teman-temannya
"Ini bayaran untuk kalian, tapi ini belum seberapa, setelah kalian selesai menyebarkan berita palsu ini di media sosial, sehingga viral di mana-mana, maka kalian akan mendapatkan bayaran jauh lebih tinggi dari pada sebelumnya, mengerti !!!" ucap Riris kepada anak buahnya
"Oke, siap bos, dengan senang hati kami pasti melaksanakan tugas dari bos dengan sungguh-sungguh" ucap Erik kepada Riris
"Bagus, lanjutkan tugas kalian selanjutnya" ucap Riris kepada anak buahnya
"Siap, bos" ucap Yudi secara serempak kepada Riris
Tak lama kemudian Beno dengan teman-temannya berhasil menyebarkan berita palsu, lalu memberikan fitnah yang tajam tentang Emir, mereka bertiga secara bergantian memberikan berita yang tidak benar setiap harinya, dengan memakai kostum jubah hitam yang dilengkapi dengan topeng hitam.
"Halo, guys, selamat pagi, di sini gue mau memaparkan berita viral yang up to date dan no hoax, yaitu tentang seorang gadis yang sok suci dan munafik, eeet tapi tunggu dulu, kalau dipikir-pikir pantaskah dia dibilang seorang gadis, sedangkan perilakunya seperti ini" ujar Beno dengan memaparkan foto Emir dan Erik, terlihat secara berpelukan mesra setelah dimodifikasi
"Atau jangan-jangan mengaku gadis, tapi dia sudah tidak perawan lagi, Ooooh menyedihkan sekali, coba lihat guys, kalau dilihat-lihat dari tampangnya ni cewek lugu dan polos banget, tapi asal lo tau ya guys, tingkah dia yang asli tidak sesuai dengan ekspektasi yang ada di wajahnya, hahaha" ujar Beno dengan memfitnah Emir
"Gue dengar kabar dari orang-orang, kalau ni cewek lagi menjalankan bisnis MLM kecantikan, gue kasih saran ya guys, jangan mau beli produk kecantikan sama dia, wajahnya aja menipu, jadi secara tak langsung pasti dia juga suka menipu customernya" ucap Beno dengan menyudutkan Emir
"Nah, gue ada lagi nih foto-fotonya yang lain, wow, memanfaatkan wajah polosnya, supaya bisnisnya lancar, tapi sebenarnya ya guys, beginilah sikap aslinya, murahan, suka nempel sana sini situ dengan cowok-cowok, jangan-jangan nih cewek berani jual dirinya, supaya bisnisnya lancar, hati-hati guys sama perempuan seperti ini" ucap dengan meyakinkan netizen
Hal yang sama dilakukan oleh Erik dan Yudi selama beberapa hari berturut-turut, bahkan mereka berhasil untuk menghasut netizen, sehingga penjualan produk Emir menjadi menurun, dan Emir pun terkejut melihat video yang sudah tersebar di media sosial, membahas tentang fitnah yang sedang mencekam dirinya, namun apapun yang dialami oleh Emir, dia tetap berpegang teguh pada prinsipnya, dan tidak pernah goyah dalam berbuat kebaikan, ia selalu percaya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang selalu melindunginya, pada setiap langkah yang ia ambil dan ia jalani.
__ADS_1