Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM

Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM
BAB 118 Bekerja Di Pabrik Gula Sambil Mengembangkan Bisnis Kecantikan


__ADS_3

Seiring berjalannya waktu, tibalah saatnya Emir bekerja di pabrik gula, sembari Emir sambil bekerja di pabrik gula, ia meluangkan waktu untuk memberikan hadiah gratis produk kecantikan kepada rekan-rekan yang ada di pabrik gula, berkat usaha keyakinan dan doa yang selama ini dijalankan oleh Emir untuk mengelola bisnis kecantikan.


"Alhamdulillahirobbilalamin bisnis Aku berjalan dengan lancar, dan saatnya aku kasih produk gratis ini kepada mbak-mbak yang bekerja di sini" ucap Emir kepada dirinya sendiri, sambil berkata di dalam hatinya


Emir pun bersiap-siap dan bergegas memberikan produk kecantikan tersebut kepada rekan kerja yang sama dengan dirinya.


"Wah, makasih Emir semoga sukses selalu ya Mir, lipstiknya cantik loh" ucap salah satu rekan kerja perempuan kepada Emir


"Makasih, Mbak, atas doanya" jawab Emir dengan tersenyum, kepada salah satu rekan kerja perempuan yang ada di pabrik gula


"Mir, bagi tipsnya dong, supaya kita bisa sukses juga kayak kamu" ucap Mbak Elin kepada Emir


"Mbak, bisa gabung kok jadi member, biar nanti Emir ajarkan sampai bisa, gimana mbak ?" tanya Emir kepada Mbak Elin


"Boleh juga tuh Mir, Nanti kamu coba kirim tutorialnya ya sama Mbak, biar Mbak pelajari" ucap Mbak Elin kepada Emir dengan serius


"Siap mbak, dengan senang hati, nanti Emir kirim melalui WhatsApp Mbak ya" jawab Emir kepada Mbak Elin dengan tersenyum


"Oke, Mir, Oh ya Mir, padahal bisnis kamu udah lumayan sukses, tapi kok kamu masih mau bekerja di pabrik ini ?" tanya Mbak Elin kepada Emir dengan serius


"Karena pabrik ini begitu terkesan buat Emir Mbak, sebelum Emir bisa menjalankan bisnis ini, walnya Emir mengais rezeki dari hasil pabrik ini, lalu menjadi tukang cuci laundry, pokoknya sangat berkesan deh buat Emir" jawab Emir kepada Mbak Elin dengan rendah hati


"Saya salut sama kamu Mir, kamu benar-benar rendah hati" ucap Mbak Elin kepada Emir dengan penuh haru

__ADS_1


"Nggak kok Mbak, biasa aja kali, Lagian kita harus dituntut rendah hati, dan nggak boleh sombong ntar Allah marah loh" ucap Emir kepada Mbak Elin dengan tersenyum


"Oh ya, Mir, kalau gitu kita lanjut kerja lagi yuk" ucap Mbak Elin kepada Emir, dengan mengajak Emir kembali lagi Untuk menggarap gula


"Ayo, Mbak" jawab Emir kepada Mbak Elin dengan tersenyum


Tak Berapa lama kemudian, tibalah saatnya waktu istirahat di pabrik gula, sembari Emir sedang duduk di suatu kantin yang ada di pabrik, sambil meminum teh, tiba-tiba Emir kepikiran untuk membuka media sosialnya, dan mencek perkembangan orderan produk.


"Alhamdulillahirobbilalamin, terima kasih banyak ya Allah atas kemudahan yang telah kau berikan, Alhamdulillah jumlah orderan pada hari ini, terima kasih yang tak terhingga untukmu ya Allah, penguasa langit dan bumi, pemilik alam semesta, dan kekuatanmu tiada tertandingi" ucap Emir di dalam hatinya, dengan bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, atas bertambahnya orderan produk kecantikan yang sudah ia iklankan di media sosial


Tak lama kemudian Najwa menelpon Emir secara video call.


"Assalamualaikum, Besti" ucap Emir dengan penuh bahagia menjawab telepon dari Najwa


"Mir, Alhamdulillah berkat saran dari Lo, orderan produk kecantikan gue makin bertambah, yah walaupun belum sesenior Lo, hehehe" ucap Najwa kepada Emir dengan bersyukur kepada Allah lalu merayu Emir


"Alhamdulillah, Naj, gue yakin Lo pasti bisa" jawab Emir kepada Najwa, dengan memberikan semangat


"Mir, Lo jangan bosen ya bimbing gue, suatu saat nanti gue pasti ingin sharing lagi sama Lo, tentang bisnis ini" ucap Najwa kepada Emir dengan tersenyum dan percaya kepada Emir


"Iya, Naj, Insya Allah, bukan Lo aja, tapi gue juga butuh sharing juga sama Lo Besti, ibaratnya kita saling bertukar pikiran, dan saling diskusi satu sama lain, dan nggak lupa juga buat saling support" ucap Emir kepada Najwa dengan tersenyum, lalu memberikan semangat kepada Najwa


"Iya, Mir, Makasih banyak ya, oh ya besti, gue nggak bisa lama-lama teleponan sama Lo, habis ini gue mau bantuin mama" ucap Najwa kepada Emir dengan berterima kasih kepada Emir

__ADS_1


"Iya, bestie, sama-sama, gue juga nggak bisa lama-lama, bentar lagi gue juga mau kerja, gue tutup dulu ya teleponnya, Assalamualaikum" ucap Emir kepada Najwa memberikan salam, sebelum menutup teleponnya


"Waalaikumsalam" jawab Najwa kepada Emir menjawab salam dari Emir, sebelum menutup telepon dari Emir


Tak lama kemudian, Mbak Ena mendekati Emir


"Hai, Mir" ucap Mbak Ena menyapa Emir


"Hai, Mbak" jawab Emir menyahut salam dari Mbak Ena


"Mir, tadi malam Mbak lihat postingan iklan kamu di media sosial, nah Mbak juga kepikiran nih buat pasang iklan juga di media sosial, tapi sebelum itu mbak mau konsultasi dulu sama Emir, kira-kira ada tambahan nggak buat postingan Mbak ini ?" tanya Mbak Ena kepada Emir dengan memperlihatkan konten iklan, sebelum dipublikasikan di media sosial


"Kalau menurut Emir ya mbak, konten Mbak ini bagus, tetapi terlalu banyak produk yang Mbak Tampilkan di sini, saran Emir coba Mbak fokus untuk 3 produk aja, tetapi diberi penjelasan yang lebih jelas, contoh Mbak Fokus aja sama promosi lipstik, bedak, sama Foundation, nanti di dalam video tersebut, Mbak menjelaskan tentang lipstik, bedak, sama foundation, secara jelas, sambil memperlihatkan kepada para netizen lipstik, bedak, dan foundationnya, gitu mbak" jawab Emir kepada mbak Ena dengan jelas


"Oh gitu, Mir, iya juga ya, jadi para netizen yang melihat iklan dari Mbak nggak membingungkan, dan nggak membosankan juga ya, makasih ya Mir sarannya, Nah jadi timbul ide nih di pikiran mbak sekarang, hehehe" ucap Mbak Ena kepada Emir, dengan mengucapkan terima kasih


"Sama-sama Mbak, yang semangat ya Mbak" jawab Emir kepada mbak Ena dengan tersenyum


"Mir, Mbak kagum sama kamu, kamu tidak takut untuk memberikan kritik dan saran serta ilmu yang lainnya kepada yang lain, maksud Mbak kamu nggak takut tersaingi, kebanyakan orang-orang zaman sekarang takut tersaingi, tapi kalau kamu nggak sama sekali" ucap Mbak Ena kepada Emir, sembari ia kagum dengan sifat rendah hati, dan tulus ikhlas yang ada di dalam diri Emir


"Justru kalau kita pelit ilmu itu akan menyulitkan diri kita sendiri, berarti kita nggak percaya sama Allah, Allah itu maha kaya Mbak, dan rezeki itu tidak akan tertukar" jawab Emir kepada mbak Ena dengan tersenyum, lalu memuji Allah Subhanahu Wa Ta'ala dari Lubuk hatinya yang paling dalam


"Kamu bener Mir, Makasih ya udah memberikan pencerahan kepada para downline kamu, kalau gitu kita lanjut bekerja yuk" ucap Mbak Ena kepada Emir, dengan mengucapkan terima kasih, lalu mengajak Emir bekerja kembali

__ADS_1


"Iya, Mbak, sama-sama, Ayo Mbak" jawab Emir kepada mbak Ena dengan tersenyum


__ADS_2