
Malam sudah berganti dengan pagi hari, saatnya Najwa, Andre, dan Alex sarapan pagi di rumah Emir, lalu dihidangkan oleh Emir, dan adik-adiknya kepada Najwa, Andre, dan Alex.
"Guys sebelum pergi ke kampus, makan dulu ya, gue barusan udah bikin nasi goreng, pagi-pagi setelah salat subuh" ucap Emir kepada Andre, Alex, dan Najwa
"Ya ampun, Mir, kok Lo repot-repot sih, kan masih sakit" ucap Najwa kepada Emir, dengan penuh rasa khawatir
"Gue udah mendingan kok Naj, tuh nasi gorengnya udah siap, gugue ambil dulu ya" ucap Emir kepada Najwa dengan santai
"Ya udah, gue bantuin dulu ya" jawab Najwa kepada Emir
"Eeettt, gak usah Kak, ada Pinkan dan Kak Chika yang selalu siap bantuin Kak Emir, kakak Najwa duduk aja, temani pangeran tampan kak Najwa, hahaha" ucap Chika kepada Najwa, dengan tersenyum dan bercanda
"Hmmmmm, Chika udah pintar ngerayu kakak ya" ucap Najwa kepada Chika dengan bercanda
Tak lama kemudian, Emir, Chika, dan Pinkan menghidangkan nasi goreng, dan teh hangat, kepada Alex, Najwa, dan Andre, sebelum mereka berangkat ke kampus.
"Waduh, kok kayaknya, serasa istri gue ya Yang nyiapin sarapan pagi" ucap Andre dengan merayu Emir di pagi hari, sembari Emir sedang menghidangkan nasi goreng, dan teh hangat kepadanya
"Hmmmm, mulai merayu, masih pagi nih Ndre, hahaha" ucap Emir kepada Andre, dengan tersenyum, dan tertawa mendengar rayuan dari Andre
"Oh ya guys, tugas penelitian kita kan sudah siap, dan Emir sudah mulai membaik, nanti tiba di kampus, saatnya gue cari tahu kebenaran, dan mencari bukti tentang Fani, yang udah mendorong Emir dari tangga" ucap Najwa kepada Andre, dan Alex dengan serius
__ADS_1
"Bukan Lo aja Naj, terutama gue dan Alex atau kita bertiga, akan mencari bukti yang tajam tentang si Fani nenek sihir itu" ucap Andre kepada Alex, dan Najwa, dengan menaruh rasa kesal, dan sakit hati kepada Fani
"Kak, Apapun yang terjadi, jika Kakak butuh bantuan, Chika dan Pinkan juga siap kok" jawab jika kepada Andre dengan serius
"Tenang aja, kita selalu bersama" jawab Alex kepada Andre, Najwa, Chika, dan Pinkan dengan serius
Tak Berapa lama kemudian, Najwa, Andre, dan Alex, beserta dengan Chika, dan Pinkan, mereka sudah selesai sarapan bersama, tak lama kemudian, mereka semua pergi ke kampus dan ke sekolah untuk menuntut ilmu, Setelah beberapa jam kemudian, Andre, Alex, dan Najwa, sudah tiba di kampus, walaupun mereka bertiga berhadapan dengan Fani dan teman-temannya, Najwa, Andre, dan Alex, tetap pura-pura tidak tahu, atas perbuatan Fani pada Emir di depan Fani dan teman-temannya.
"Naj, itu Fani dan teman-temannya" ucap Alex kepada Najwa, dengan memberitahu keberadaan Fani dan teman-temannya, sembari mereka sedang berjalan menuju ke dalam ruang perkuliahan
"Biarkan saja dulu Lex, kita tenang saja dulu" jawab Najwa Kepada Alex
"Iya, Guys, kita belaga gak tau aja, padahal sebenarnya kita tahu, apa yang mereka lakukan kepada Emir, tetapi untuk mencari bukti kita harus sabar, dan menahan kemarahan demi mendapatkan bukti yang kuat" ucap Andre kepada Alex, dan Najwa, dengan serius, dan menaruh rasa kesal kepada Fani, dan teman-temannya
Kemudian setelah itu, Andre, Alex, dan Najwa, bergegas untuk masuk ke dalam ruang perkuliahan, karena perkuliahan dengan Bu Lia akan segera dimulai.
"Baiklah, Ananda sekalian, Apakah tugas penelitian Anda semuanya udah selesai ? Silakan dikumpul menurut kelompok masing-masing" ucap Bu Lia kepada seluruh mahasiswa
Tak lama kemudian, seluruh mahasiswa mengumpulkan tugas penelitiannya, Begitu juga dengan Alex, Najwa, dan Andre, mereka mengumpulkan tugas penelitian yang sudah mereka kerjakan di rumah Emir, Fani, dan teman-temannya merasa kesal kepada Najwa, Andre, dan Alex, ternyata mereka bisa mengerjakan tugas penelitiannya dengan baik, dan dikumpulkan tepat pada waktunya.
"Sialan, Kok bisa ya ? bukannya kalau Emir sakit, Najwa, Andre, dan Alex, sibuk dengan Emir ?" tanya Fani kepada teman-temannya, dengan menaruh rasa sakit hati, dan dendam kepada Najwa dan teman-temannya
__ADS_1
"Iya, ya, Kok bisa ya ?" tanya Qhira kepada Fani
"Mereka selalu menang dalam hal apapun" ucap Eli kepada Fani, dan teman-temannya
"Iya, Guys, kita selalu kalah menghadapi mereka" ucap Qhira kepada teman-temannya, dengan menaruh rasa sakit hati, dan dendam kepada Emir dan Najwa
Setelah 2 jam kemudian perkuliahan dengan Bu Lia telah selesai, waktunya Najwa, Andre, dan Alex, mencari bukti kejahatan Fani dan teman-temannya, yang sudah mencelakai Emir, dan terjatuh dari tangga, secara diam-diam, Najwa, Andre, dan Alex, mengikuti Fani dan teman-temannya, dengan cara berpencar.
"Oke, guys, siap" ucap Najwa kepada Andre dan Alex
"Oke, siap" jawab Andre dan Alex, secara serentak kepada Najwa
Najwa, Andre, dan Alex, selalu menyiapkan handphonenya, dan merekam Apapun yang terjadi.
"Guys, walaupun kita gagal untuk menghancurkan penelitian Emir dan teman-temannya, setidaknya kita berhasil membuat Emir cedera, hahaha" ucap Emir kepada Eli, Qhira, dan Siska, dengan tertawa terbahak-bahak
"Ge salut sama lo Fan, dengan ligatnya Lo mendorong Emir dari tangga, ngomong-ngomong Emir melihat Lo gak waktu itu ?" tanya Siska kepada Fani dengan serius
"Kayaknya nggak deh, lagian kalau memang iya dia melihat gue terus dia mau apa ? gue nggak takut kok sama gadis kampung rakyat jelata itu" ucapan Fani kepada Siska, dengan menaruh rasa dendam kepada Emir
"Iya, sekarang udah saatnya Emir kita kasih pelajaran, dulu Lo Sis, yang kasih pelajaran kepada Najwa, hingga Najwa diracuni, sekarang giliran lo Fan memberikan pelajaran kepada Emir, sehingga dia cedera, hahaha" ucap Qhira kepada Fani, dan Siska, dengan gembira melihat keadaan Emir, yang sedang lemah dan cedera akibat ulah dari Fani
__ADS_1
"Oke, Guys, kalian atau kita boleh Happy terlebih dahulu, dengan penderitaan yang sedang dialami oleh Emir, tapi ingat, pikirkan lagi kejahatan selanjutnya buat Emir, dan teman-temannya, supaya mereka bisa jera dan tunduk sama kita, seperti mahasiswa lainnya, hahaha" ucap Eli kepada Fani, Qhira, dan Siska, dengan menaruh dendam kepada Emir, Najwa, Andre, dan Alex
Sembari Siska dan teman-temannya sedang berbincang-bincang, tentang kejahatan yang sudah ia lakukan kepada Emir, sehingga membuat Emir menjadi cedera, di waktu yang sama, Najwa mengirim bukti rekaman yang sudah ia rekam, tentang kejahatan Fani dan teman-temannya, lalu langsung ia kirimkan kepada Emir, Chika, dan Pinkan, hal yang sama dilakukan oleh Alex, dan Andre, mereka dengan ligatnya mengirimkan file bukti kejahatan Fani tersebut, kepada Emir, Chika, dan Pinkan