Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM

Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM
BAB 165 Bertengkar Kemudian Polisi Datang


__ADS_3

"Kurang ajar, berani-beraninya kamu menampar saya !!!" teriak Riris kepada Reva dengan emosi


"Kamu yang kurang ajar, dasar wanita jahat !!!seharusnya kamu berkaca kalau berbicara, betapa rendahnya diri kamu !!! apa kamu pikir dengan cara kamu menghancurkan perusahaan saya, kamu terlihat terhormat, justru tidak, tapi malah sebaliknya, diri kamu jauh lebih rendah dari pada wanita murahan !!!" teriak Reva kepada Riris dengan emosi


"Kamu !!!" teriak Riris kepada Reva, dengan Mengayunkan tangannya, untuk menampar Reva


Tiba-tiba Reva menangkis tangan Riris, dan menampar Riris, dengan kedua kalinya sangat keras


"Aduh, aw, sakit !!!" teriak Riris memegang pipinya, setelah ditampar oleh Reva kedua kali


Tiba-tiba Siska datang, lalu ia melawan Reva dengan penuh amarah, tetapi Andre dan Emir selalu mendampingi Reva.


"Kurang ajar !!! beraninya kamu menampar Mama saya !!! dasar wanita tua tidak tahu diri !!!" teriak Siska kepada Reva, dengan emosi sambil menunjuk ke arah Reva


"Lo dan Nyokap Lo yang kurang ajar !!!" teriak Andre kepada Siska dengan emosi


"Diam Lo !!!" teriak Siska kepada Andre dengan emosi, sembari tangannya menunjuk ke arah Andri


Kemudian setelah itu, Siska mengayunkan tangannya untuk menampar Reva, karena ia tidak terima Reva menampar Riris, tiba-tiba setelah itu tangan Siska di tangkis oleh Andre, kemudian setelah itu tangan Siska digenggam erat oleh Andre, sehingga Siska merasa kesakitan.


"Mau apa Lo !!! Lo Mau nampar nyokap gue, gue nggak segan-segan ya Sis buat nyakitin Lo !!! Lo sentuh nyokap gue sedikit aja, mampus Lo !!!" ucap Andre kepada Siska dengan emosi, sembari ia sedang menggenggam tangan Siska dengan erat


"Jaga mulut Lo, justru Lo dan nyokap Lo yang nggak tahu diri, makanya nyokap gue berani kasar sama nyokap Lo !!!" teriak Andre kepada Siska dengan membela Reva


"Aduh, sakit, Andre lepasin tangan gue !!!" ucap Siska kepada Andre, dengan merasa kesakitan setelah pergelangan tangannya digenggam erat oleh Andre


"Nyokap Lo emang pantas mendapatkan tamparan itu dari tanpa Reva !!!" ucap Emir kepada Siska dengan tegas

__ADS_1


"Diam kamu !!! dan nggak usah ikut campur !!!" teriak Riris kepada Emir dengan emosi


Tiba-tiba Reva Mengayunkan tangannya, lalu menampar Riris ketiga kalinya dengan keras


"Aduh !!!" teriak Riris merasa kesakitan, setelah ditampar oleh Reva


"Saya peringatkan sama kamu !!! berani kamu menyakiti Emir, kamu akan berhadapan dengan saya, Riris !!! dan saya akan melakukan hal yang lebih keras dari pada ini, jika kamu berani macam-macam kepada Emir !!!" ucap Reva kepada Riris, dengan memberikan perlindungan kepada Emir dari kejahatan Reva


Tak lama kemudian mobil polisi datang menghampiri rumah Riris.


"Ma, polisi datang" ucap Andre kepada Reva, sembari ia berdiri di samping Siska


Tiba-tiba Reva dan Andre menggenggam erat pergelangan tangan Riris dan Siska, dari belakang.


"Mau ke mana Lo !!! Lo di sini aja sampai polisi menangkap Lo !!!" ucap Andre kepada Siska dengan tegas, sembari ia memegang kedua pergelangan tangan Siska dari belakang dengan keras


"Aduh, aw, sakit !!!" teriak Siska kepada Andre, dengan merasa kesakitan, setelah kedua pergelangan tangannya digenggam erat oleh Andre


"Aduh, aw, sakit !!!" teriak Riris kepada Reva, sembari iya merasa kesakitan, setelah kedua pergelangan tangannya digenggam erat oleh Reva


"Rasa sakit yang kalian rasakan, tidak sebanding dengan perbuatan jahat yang kalian lakukan kepada perusahaan saya, dan juga kepada Emir, Andre, Alex, dan Najwa, kamu ingat satu hal yang Riris, Andre, Alex, Emir dan Najwa, mereka berempat adalah anak-anak saya !!! jika kamu berani menyentuh anak-anak saya !!! maka rasa sakit yang kamu rasakan lebih dari ini !!!" ucap Reva kepada Riris dengan tegas


Tak lama kemudian Polisi datang bersama dengan Indra.


"Maaf, Bu, kedatangan kami ke sini mau menangkap saudari Riris dan saudari Siska" ucap polisi kepada Reva, sembari ia mau menangkap Riris dan Siska


"Tangkap saja mereka berdua, Pak, lalu berikan hukuman yang setimpal untuk mereka berdua" ucap Reva kepada polisi, sembari ia merasa kesal terhadap perbuatan Riris dan Siska

__ADS_1


"Pa, Arman di mana ?" tanya Reva kepada Indra dengan serius


"Arman sudah ditahan di kantor polisi, barusan Papa dengan polisi yang sudah mendatangi perusahaan Arman, kemudian kita langsung menangkap beliau" ucap Indra kepada Reva dengan jelas, sembari ia berdiri di samping polisi


"Syukurlah ketiga penjahat ini sudah ada di tangan polisi" ucap Reva kepada Indra di hadapan polisi Emir dan Andre


Tak lama kemudian setelah itu polisi dan Indra membawa Riris dengan Siska ke kantor polisi.


"Lepaskan saya Pak, jangan tangkap saya dan anak saya !!!" teriak Riris kepada polisi, sembari tangannya dibergol oleh Polisi


"Pak, jangan tangkap saya !!!" teriak Siska kepada polisi, sembari tangannya dibergol oleh Polisi


"Awas kamu, Reva, saya akan balas kamu !!!" teriak Riris kepada Reva dengan emosi


"Awas juga, kalau kamu macam-macam dengan anak-anak saya, dengan suami saya, dan juga saya, saya tidak akan pernah bosan dan tidak akan segan-segan menjebloskan kamu ke penjara, untuk kesekian kalinya !!!" ucap Reva dengan tegas kepada Riris, sembari tangannya menunjuk ke arah Riris


"Tangkap saja kedua perempuan jahat ini, Pak, dan jangan dikasih ampun" sambung Andre kepada polisi, dengan emosi kepada Riris dan Siska


"Tunggu dulu, Pak, jika Bapak mau menangkap saya dan kedua orang tua saya, masih ada lagi yang seharusnya Bapak tangkap, yaitu Fani, Eli, Qhira, beserta dengan kedua orang tua mereka, karena yang terlibat di dalam masalah ini bukan saya dan kedua orang tua saya saja, tetapi mereka bersama dengan kedua orang tua mereka" ucap Siska kepada polisi dengan jelas


"Baiklah, kalau begitu, tetapi kalian kita amankan dulu di kantor polisi, dan pernyataan kalian segera kami tindak lanjuti" ucap polisi kepada Siska dengan jelas


Setelah beberapa jam kemudian, Siska dan Riris sudah ditahan di kantor polisi, tak lama kemudian setelah itu Andre dan Emir berkumpul di suatu Cafe, bersama Alex dan Najwa, untuk melepaskan penat mereka masing-masing, dan bercerita satu sama lain tentang kejadian pada hari ini.


"Alhamdulillah, syukurlah para penjahat itu tertangkap juga" ucap Najwa kepada Andre dan Emir sambil menghela nafasnya


"Iya, Andre, akhirnya tuh para biang kerok ketangkap juga, gue nggak bisa bayangin betapa marahnya tante Reva sama tante Riris, sampai ditampar berkali-kali kayak gitu" ucap Alex kepada Andre, dengan geram melihat tingkah Riris

__ADS_1


"Iya, Lex, gue sama Emir geram banget sama tingkah mereka, sebenarnya gue nggak mau kasar sama cewek, tapi terpaksa gue harus kasar sama Siska, ya gue mana rela kalau Siska nyakitin nyokap gue, setelah apa yang dilakukan oleh Siska sama nyokap lo dulu, yaitu sama tante Asih" ucap Andre kepada Alex, dengan geram melihat tingkah Siska


"Bedanya kalau gue nggak melihat kejadian secara langsung, tapi untung aja ada Najwa, dikasih pelajaran habis-habisan sama Najwa, untuk melindungi nyokap gue" sambung Alex kepada Andre


__ADS_2