Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM

Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM
BAB 126 Berencana Menghancurkan Bisnis Yang Sedang Di Bangun


__ADS_3

"Guys, lebih baik kita kabur dari sini, mending kita atur siasat yang lainnya" ucap Siska berbisik kepada Fani, Eli, dan Qhira


Tak lama kemudian, Eli, Qhira, Fani, dan Siska berhasil kabur dari hadapan Emir, Najwa, Andre, Alex, dan satpam mereka berlari terbirit-birit.


"Guys, mereka lariiii" teriak Najwa kepada Andre, Alex, Emir, dan Pak satpam, ketika melihat Fani, Eli, Qhira dan Siska lari dari harapannya


"Ya sudah biarkan saja, setidaknya kita berhasil membuat mereka pergi dari kampus" ucap Emir kepada Najwa dengan jelas


"Oke, kalau gitu yuk kita pulang" ucap Andre kepada Emir, Najwa, dan Alex


"Wah, malah kabur mereka" ucap Pak satpam kepada Emir, Andre, Alex, dan Najwa


"Ya sudah nggak apa-apa kok pak, terima kasih ya Pak atas kerjasamanya, kalau gitu kita pulang dulu ya pak" ucap Andre kepada Pak satpam dengan berpamitan pulang


"Baiklah sama-sama" jawab Pak satpam kepada Andre


Sembari Emir, Najwa, Andre, dan Alex, pulang ke rumah mereka masing-masing, Siska, Fani, Eli, dan Qhira mengatur siasat di sebuah Cafe, sehingga munculah ide di benak Siska, untuk menghancurkan bisnis yang sedang dikelola oleh Emir.


"Guys, gue ada ide buat hancurin bisnis Emir" ucap Siska kepada Fani, Eli, dan Qhira, dengan serius sembari mereka sedang duduk di sebuah Cafe


"Ntar gagal lagi ide Lo, ntar apes lagi yang kita terima" jawab Qhira kepada Siska dengan merasa lelah


"Lo jangan putus asa dong Qhir, mana tahu ide gue yang satu ini memang manjur, dan bisa menghancurkan bisnis Emir" jawab Siska kepada Qhira dengan serius


"Kira-kira rencana Lo Apa Sis ?" tanya Eli kepada Siska dengan penasaran


"Gue bakal minta tolong sama bokap gue, untuk menghancurkan bisnis Emir" ucap Siska kepada Eli

__ADS_1


"Apa hubungannya bisnis bokap Lo sama bisnisnya Emir ?" tanya Fani kepada Siska dengan serius


"Lo masih ingat nggak, kalau Emir, Najwa, Andre, dan Alex, pernah ke Bali untuk membantu kerjasama bisnis kedua orang tua Andre ?" tanya Siska kepada teman-temannya


"Iya emang kenapa ?" tanya Fani kepada Siska dengan serius


"Bisnis bokap gue sama bokap Andre sama-sama bisnis properti, rata-rata rekan kerja yang ikut ke Bali mereka semua adalah partner kerja atau teman baik bokap gue, dan Pastinya lah bokap gue bisa bantuin apa yang gue inginkan, supaya antara bisnis properti dengan bisnis kecantikan bisa diputuskan hubungannya, dan imbas buruknya pasti bikin Emir hancur" ucap Siska kepada teman-temannya, dengan menaruh dendam kepada Emir


"Yakin Lo Sis sama ide Lo ?" tanya Eli kepada Siska dengan meragukan ide dari Siska


"Kenapa ? Lo nggak suka dengan ide gue ?" tanya Siska kepada Eli dengan kesal


"Bukan gitu, maksud gue, gue nggak mau aja kita apes lagi" jawab Eli kepada Siska, dengan merasa trauma untuk masuk ke dalam jeruji besi


"Gue yakin kok, ide ini bakal berhasil" jawab Siska kepada Eli dengan serius


"Yang lain gimana ?":tanya Siska kepada Fani dan Eli


"Ya udah, kalau gitu gue ikut deh" jawab Fani kepada Siska, dengan menyetujui ide dari Siska


"Gue juga ikut" jawab Eli kepada Siska, dengan menyetujui ide dari Siska


"Oke, berarti udah fix ya, nanti gue bakal bicarain hal ini sama papa" ucap Siska kepada teman-temannya dengan santai


Kemudian setelah itu, Siska dan teman-temannya beranjak pergi dari kafe tersebut, Lalu melangkahkan kaki mereka masing-masing untuk pulang ke rumah, tak berapa lama kemudian, Siska tiba di rumah, kebetulan pada waktu itu kedua orang tuanya sedang bersantai di depan TV, Siska pun langsung menghampiri kedua orang tuanya, lalu berbincang-bincang tentang rencana kejahatannya kepada Emir.


"Pa, Siska bisa minta waktunya nggak sebentar ?" tanya Siska kepada Arman

__ADS_1


"Iya, sayang, ada apa ? bicara aja" jawab Arman kepada Siska dengan santai


"Papa tahu kan, kalau Siska jengkel sekali sama Emir, barusan Siska sama teman-teman Siska diusir sama Emir, Najwa, Andre, dan Alex, dari kampus, lalu Siska sama Fani ditampar sama Emir dan Najwa, padahal tujuan Siska pergi ke kampus kan baik Pa, mana tahu ada peluang untuk Siska untuk lanjut kuliah lagi" ucap Siska kepada Arman dengan menceritakan kejadian yang ada di kampus


"Apa kamu diusir dan ditampar sama Emir dan Najwa di kampus ?" tanya Riris kepada Siska dengan emosi kepada Emir dan Najwa


"Iya, Ma" jawab Siska kepada Riris


Anak itu benar-benar kurang ajar, mama benci sama Emir dan Najwa pa, gara-gara dia mama pernah masuk penjara, walaupun itu hanya sebentar, tapi mama tidak akan pernah lupa atas apa yang udah dilakukan oleh Emir kepada Mama, ini gak bisa dibiarkan pa, kita harus balas Emir" ucap Riris kepada Arman dengan menaruh dendam dan sakit hati kepada Emir


"Jadi rencana kamu selanjutnya Apa Sis ?" tanya Arman kepada Siska dengan serius


"Siska minta tolong sama papa, buat hancurin bisnis yang sedang dibangun sama Emir, Emir pernah berkecimpung menolong bisnis properti bokap Andre, sehingga antara bisnis properti dengan kecantikan bisa bekerja sama hingga saat sekarang ini, dan Siska harap Papa bisa menjatuhkan image Emir di depan para bisnis dan pengusaha yang lainnya, apapun itu lakukan itu demi Siska Pa" ucap Siska kepada Arman, dengan menaruh dendam kepada Emir, dan berencana untuk menghancurkan bisnis yang sedang dibangun oleh Emir


"Baiklah, nanti Papa coba untuk menghubungi rekan-rekan kerja Papa yang ada di properti, Papa coba atur siasat dulu dengan mereka, Semoga aja mereka bisa diajak kerjasama untuk menghancurkan bisnis Emir" ucap Arman kepada Siska, dengan serius dan menaruh rasa dendam kepada Emir


"Mama bersumpah Pa, tidak akan membiarkan hidup Emir tenang"ucap Riris kepada Arman, dengan menaruh rasa sakit hati yang mendalam kepada Emir


"Papa juga bersumpah, tidak akan membiarkan Emir hidup dengan tenang, setelah apa yang udah dia lakukan sama Mama dan Siska" ucap Arman kepada Riris dengan serius


Tiba-tiba Riris mendekati Siska dan mengelus kepala Siska.


"Kamu yang sabar ya sayang, Mama tahu apa yang sudah kamu rasakan, Mama ngerti atas kebencian kamu kepada Emir, Mama sama Papa selalu ada untuk kamu" ucap Riris kepada Siska, dengan penuh kasih sayang, lalu Berencana untuk menghancurkan Emir dan Najwa


"Iya, Ma, Siska udah nggak sabar untuk melihat kehancuran Emir dan Najwa" ucap Siska kepada Riris, dengan menaruh rasa dendam yang mendalam kepada Emir dan Najwa


"Iya, sayang, sabar ya" ucap Arman kepada Siska dengan mengelus kepala Siska

__ADS_1


Riris dan Arman berhasil meyakinkan Siska, dan membuat hati Siska menjadi tenang, tak lama kemudian, setelah itu Arman mencoba untuk menghubungi dan berbicara dengan pengusaha yang lainnya.


__ADS_2