
"Bagus kerja kalian, ini yang saya harapkan, baiklah ini bayaran kalian untuk sementara, nanti saya akan panggil kalian jika ada pekerjaan baru buat kalian, dan saya pastikan kalau kalian berhasil, ada pekerjaan berikutnya, saya akan membayar lebih dari ini" ucap Arman kepada ketiga anak buahnya dengan sombong
"Wah, makasih bos, tenang saja bos, kita siap untuk dipanggil bekerja" ucap Rizo kepada Arman dengan senang hati menerima uang dari Arman
"Kalau begitu, kalian bisa keluar dari ruangan saya" ucap Arman kepada ketiga anak buahnya
"Oke, bos, kita permisi dulu" sambung Regi kepada Arman
"Mereka bisa melaksanakan tugasnya dengan baik, makanya Ma cari anak buah itu yang gesit dan tangkas, nggak seperti anak buah mama, selalu saja kalah dan gak bisa diandalkan" ucap Arman dengan menyindir Riris
"Kok Papa malah nyalahin Mama sih, Papa bikin kesel ah" ucap Riris kepada Arman dengan kesal
"Oke, oke, ya sudah sebentar lagi Papa mau meeting, kemudian kita tunggu aja kabar selanjutnya dari ketiga anak buah Papa"ucap Arman kepada Riris dengan santai
Waktu pun terus berjalan, tak lama kemudian Andre datang ke kantor Papanya, tiba-tiba setelah tiba di ruangan Indra, Andre melihat Papanya tertidur di meja, lalu suasana ruangan Indra terlihat berantakan.
"Papa, bangun" ucap Andre kepada Indra, sembari ia berdiri di samping Indra, lalu membangunkan Indra
"Kenapa Papa nggak bangun ? Apa yang terjadi sama Papa ? kenapa ruangan berantakan sekali ?" ucap Andre kepada dirinya sendiri, sembari ia sedang melihat Papanya tertidur di meja, dan melihat ruangan berantakan
Kemudian setelah itu, Andre mengoleskan minyak angin di hidung Indra, kemudian Indra terbangun dan sadar.
"Papa kenapa kok tertidur begini ? dan ruangan Papa berantakan loh ?" tanya Andre kepada Indra dengan serius
"Papa juga nggak tahu, Ndre, tiba-tiba Papa tertidur, dan ruangan berantakan, ya Allah, file-file dan surat-surat" ucap Indra kepada Andre, sembari ia terkejut dengan ruangan yang berantakan di sekitar file dan surat
__ADS_1
Tak lama kemudian Indra dan Andre mendekati lemari yang berantakan, lalu memeriksa file-file dan surat kerjasama bisnis, yang sebentar lagi akan diluncurkan dengan kerjasama kontrak perusahaan lainnya.
"Kenapa Pa ?" tanya Andre kepada Indra dengan serius
"Papa, mau cari surat-surat kerjasama bisnis kita, Ndre" jawab Indra kepada Andre, dengan panik mencari surat-surat yang berantakan
"Ini dia suratnya, tapi kok suratnya beda, nggak sama kayak kemarin" ucap Indra kepada Andre dengan penasaran
"Coba Andre lihat Pa" ucap Andre kepada Indra, dengan melihat surat palsu yang ditaruh oleh anak buah Arman
"Ini suratnya palsu Pa, lalu data-data yang ini juga palsu, lihat tanda tangannya juga beda, dan stempelnya juga beda, jangan-jangan ada yang masuk menyusup ke dalam perusahaan ini, untuk menyabotase file data bisnis kita dan surat-surat yang asli" ucap Andre kepada Indra dengan berasumsi buruk
"Astaghfirullahaladzim" jawab Indra kepada Andre sambil ia menghela nafasnya
Tak Berapa lama kemudian, Andre tiba di ruang CCTV, lalu ia melihat ruangan CCTV berantakan dan kamera perekam CCTV hancur, kemudian ia membangunkan karyawan yang bertugas di dalam ruang CCTV
"Mas, mas, bangun, mas, bangun" ucap Andre kepada karyawan yang tertidur di dalam ruang CCTV, dengan membangunkan karyawan tersebut
"Astaghfirullahaladzim" ucap para karyawan yang bertugas di dalam ruang CCTV, mereka terkejut melihat kamera yang sudah rusak dan berantakan
"Kenapa ini bisa terjadi ? apa yang terjadi sebenarnya ?" ucap Andre kepada karyawan yang bertugas di dalam ruang CCTV, dengan panik
"Maaf, Mas, kita nggak tahu apa-apa, tiba-tiba kita tertidur di sini" ucap karyawan yang bertugas di dalam ruang CCTV kepada Andre, dengan terkejut melihat ruangan berantakan
"Wah, ada yang gak beres nih" ucap Andre dengan panik
__ADS_1
Lalu tiba-tiba Andre kepikiran untuk melihat rekaman kamera tersembunyi selain CCTV, yang ada di dalam perusahaan kedua orang tuanya, tak lama kemudian, Andre bergegas pergi ke lantai bawah, dan memeriksa rekaman kamera tersembunyi yang ada di perusahaan kedua orang tuanya.
"Mas, Permisi, sebentar saya mau memeriksa sesuatu" ucap Andre kepada salah satu karyawan, yang menjaga kamera tersembunyi di ruangan paling bawah
Setelah 1 jam kemudian, Andre berhasil menemukan rekaman seseorang yang masuk ke dalam ruangan Papanya, lalu iya memperbesar gambar, sehingga terlihat jelas video Rizo, anak buah Arman yang menyabotase file data dan mengambil surat-surat asli, lalu kemudian setelah itu Andre memindahkan bukti rekaman tersebut ke dalam ponselnya, dan mengamankan ponselnya dengan baik.
"Akhirnya, ketemu juga siapa dalang dibalik ini semua, gue yakin ini pasti orang suruhan, tapi belum pasti siapa dia sebenarnya" ucap Andre sambil berkata di dalam hatinya, sembari dia menyimpan rekaman tersebut di dalam ponselnya
"Oke, Mas, makasih ya Mas, saya keluar dulu" ucap Andre kepada salah satu karyawan yang menjaga kamera tersembunyi di sana
Tak Berapa lama kemudian, Andre menyusul indra ke dalam ruangannya, lalu memberitahu Indra tentang orang yang menyabotase data file properti dan mengambil surat asli.
"Pa, Andre ada menemukan bukti, bahwa ada yang menyelinap masuk ke dalam ruangan Papa, kemudian masuk ke dalam ruang CCTV, sehingga ruangan berantakan, kita kehilangan file asli dan surat asli, ini dia orangnya" ucap Andre kepada Indra, sembari ia mengeluarkan ponselnya, lalu memperlihatkan bukti rekaman kepada Indra
"Apa tujuan orang ini ingin menghancurkan kita ? Papa nggak kenal sama orang ini ?" tanya Indra kepada Andre dengan serius
"Bisa jadi dia orang suruhan Pa, tapi kita belum bisa membuktikan, kalau dia orang suruhan siapa" jawab Andre kepada Indra dengan berasumsi buruk
"Kamu benar, Ndre, tapi Papa benar-benar tidak tahu siapa dalang di balik ini semua ?" tanya Indra kepada Andre dengan panik
"Besok Papa akan mengadakan meeting dengan perusahaan besar lainnya, dengan memakai file dan surat-surat penting tersebut untuk kerjasama, jika dokumen itu nggak ada, pasti kerjasama kita gagal dan kita kalah tender, kemungkinan besar mereka semua akan kecewa dengan Papa, dan Papa dianggap tidak profesional, Ndre" ucap Indra kepada Andre dengan panik
"Andre, mengerti apa yang Papa rasakan, tapi untuk sementara kita pulang dulu ya Pa, nanti kita pikirkan hal ini bersama dengan mama" jawab Andre kepada Indra sambil menenangkan Indra
"Ya sudah, kalau begitu mari kita pulang" ucap Indra kepada Andre, sembari ia berdiri lalu meninggalkan ruangannya, dan bergegas pulang ke rumah
__ADS_1