Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM

Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM
BAB 92 Berbagi Tugas Meneliti Bisnis Di Klinik


__ADS_3

"Chika, Pinkan, dugaan kalian benar, yang mendorong Emir dari tangga adalah Fani, ia bekerja sama dengan teman-temannya, untuk mencelakai Emir" ucap Najwa kepada Chika dan Pinkan


"Benar-benar keterlaluan si Fani, Awas lihat aja dia" ucap Chika kepada Najwa sambil menaruh rasa kesal kepada Fani dan, teman-temannya


"Suatu saat Fani bakal dapat pelajaran dari Pinkan dan Kak Chika" ucap Pinkan kepada Chika dan Najwa


"Ngomong-ngomong, kakak tahu dari mana jika Fani pelakunya ?" tanya Chika kepada Najwa dengan serius


"Emir sendiri yang mengatakan kepada kita semua, ketika Emir terjatuh dari tangga, tak sengaja Emir melihat Fani" jawab Najwa kepada Chika dan Pinkan, dengan tenang


"Awas Lo Fani" ucap Pinkan kepada Chika dan Najwa, dengan menaruh rasa kesal kepada Fani


Chika, Pinkan, Kakak mengerti sekali apa yang kalian rasakan, tetapi untuk saat sekarang ini, kita fokus menjaga keadaan Emir sampai Emir pulih, baru setelah itu kita pikirkan,.bagaimana cara menyikapi Fani dan teman-temannya, Ingat kalian tidak sendirian, Kakak, Alex, dan Andre, selalu ada buat kalian dan Emir" ucap Najwa kepada Chika dan Pinkan, dengan menenangkan kedua adik-adik Emir tersebut


"Kakak minta tolong sama kalian, untuk sementara ini kalian handle dulu ya, bisnis MLM Emir, nanti kita bergantian aja nginap di klinik dan dirumah nanti menemani Emir" ucap Najwa kepada Chika, dan Pinkan, dengan tenang


"Iya, Kak, terima kasih ya kak bantuannya" ucap Chika kepada Najwa, dengan mengucapkan terima kasih


"Sama-sama Chika, Pinkan, justru Kakak senang bisa membantu kalian dan Emir" jawab Najwa kepada Chika, dan Pinkan


Tak Berapa lama kemudian, Najwa, Chika, dan Pinkan, datang menghampiri Emir, Andre, dan Alex, lalu mereka bersama membagi tugas, untuk melaksanakan penelitian tentang bisnis dan menjaga Emir.


"Oh ya Naj, sekarang kita bagi kelompok aja ya, dan saling kerjasama juga buat bantuin Emir" ucap Andre kepada Najwa

__ADS_1


"Setuju" jawab Najwa dan Alex secara serentak


"Tadi kata dokter, untuk satu hari ini Emir dirawat di klinik ini dulu, dan besok baru udah bisa pulang, dan barusan gue sama Alex udah berbincang-bincang, gimana untuk hari ini, gue sama Alex aja dulu yang mengerjakan tugas penelitian, besok ketika keadaan Emir sedikit mulai membaik, baru kita mengerjakan tugas penelitian ini di rumah Emir lagi, gimana ?" tanya Andre kepada Emir Najwa dan Alex


"Oke, nggak apa-apa, gue setuju" jawab Alex kepada Andre dengan santai


"Gue juga setuju Ndre, tapi ada syaratnya buat Emir"ucap Najwa kepada Emir dengan tersenyum


"Apa syaratnya buat gue Naj ?" tanya Emir dengan penasaran dalam kondisi lemah


"Besok ketika kita mau mengerjakan tugas di rumah Lo, Lo nggak boleh terlalu sibuk, dan nggak boleh banyak gerak, Lo bisa berpikiran dengan santai, biar nanti gue sama Andre, Alex yang bekerja dalam mengerjakan tugas penelitian ini, nanti Lo ngerjain yang ringan-ringan aja, dan nggak usah terlalu dipikirin, ingat Lo nggak sendiri, gue nggak mau Lo kenapa-kenapa lagi Mir" ucap Najwa kepada Emir, dengan senang hati membantu Emir


"Iya, Naj, makasih banyak ya bantuannya, Makasih ya Andre, Alex, kalau nggak ada kalian, siapa yang bakal bantuin gue, makasih juga ya jika Chika, Pinkan, Kalian juga selalu bantuin kakak" ucap Emir kepada Najwa, Andre, Alex, Chika, dan Pinkan, dengan kondisi yang sedang melemah


"Sama-sama bestie, gue kan sahabat Lo, Lo udah kayak saudara kandung gue sendiri, gue sayang sama Lo Mir" ucap Najwa kepada Emir, dengan penuh kasih sayang


"Iya, Kak, Kakak nggak usah banyak pikiran ya" jawab Pinkan kepada Emir, dengan lemah lembut


"Iya, Mir, kita kan sahabat" jawab Alex kepada Emir dengan santai


"Iya, Mir, sekarang gue jadi sahabat Lo, dan selalu ada buat Lo, dan suatu saat nanti, gue nggak mau lagi jadi sahabat Lo, gue ingin suatu saat nanti jadi suami Lo, yang selalu ada untuk melindungi Lo, hehehe" ucap Andre kepada Emir, dengan merayu Emir


"Cie cie cie" jawab Chika dan Pinkan, sambil menertawakan Emir dan Andre

__ADS_1


"Duuuuh, Mulai kumat nih si Andre penyakitnya, ingat Ndre ada anak di bawah umur di sini, hahaha" ucap Alex kepada Andre dengan bercanda


"Ih kak Alex, apaan sih, Pinkan sama Kak Chika kan udah gede" jawab Pinkan kepada Alex dengan manja


"Iya, nih kak Alex, ada-ada aja" sambung Chika kepada Alex, dengan bercanda


"Oke, kalau gitu udah fix ya, untuk sementara ini, gue sama Emir nggak ngerjain tugas penelitian,ndan sekarang gue fokus untuk jagain Emir, bergantian sama Chika dan Pinkan" ucap Najwa kepada Andre dan Alex


"Iya, Naj, nanti gue sama Andre bakal tempur berdua, untuk ngerjain tugas penelitian bisnis" jawab Alex kepada Najwa, dengan santai


"Kalau gitu, gue sama Alex balik dulu ya Mir, Naj, kita mau kerjain tugas penelitian dulu, nanti kalau ada apa-apa sama Emir, Lo hubungi gue ya Naj" ucap Alex kepada Emir dan Najwa, dengan lembut


"Tenang aja kak Andre, kita bakal jagain permaisurinya kak Andre kok dengan baik" ucap Chika kepada Andre sambil bercanda


"Hahaha" Najwa, Andre, Alex, Chika, dan Pinkan, tertawa bersama


"Oke, kita balik dulu ya, Assalamualaikum" ucap Alex memberikan salam kepada Emir, Najwa, Chika, dan Pinkan, sebelum pergi


"Waalaikumsalam" jawab Najwa, Emir, Chika, dan Pinkan, secara serentak menjawab salam dari Alex


Tak berapa lama kemudian, Andre, dan Alex, beranjak pergi, dan melangkahkan kakinya untuk keluar dari klinik, lalu kemudian mereka langsung pergi ke rumah Andre, untuk mengerjakan tugas penelitian yang sudah diperintahkan oleh dosen, Andre dan Alex mengerjakan tugas penelitian, dengan tekun dan seksama.


"Akhirnya, kita sampai juga di rumah Ndre, Oh ya sebelum kita ngerjain tugas, kita salat bareng dulu yuk, sambil doakan Emir, supaya cepat pulih" ucap Alex kepada Andre, dengan mengajak Andre, untuk melakukan salat zuhur berjamaah

__ADS_1


"Iya, Lex, kasihan permaisuri gue, didorong dari tangga oleh Fani, lihat aja gue pasti memberikan pelajaran yang berharga buat Fani, yang tidak akan pernah ia lupakan" ucap Andre kepada Alex, dengan menaruh rasa kesal dan sakit hati, kepada Fani atas perbuatan Fani, yang tidak senonoh dan sangat keterlaluan


Ternyata di balik Andre berbincang-bincang dengan Alex, tentang kejadian yang dialami oleh Emir, tanpa disengaja Reva mendengar semua percakapan, antara Andre dan Alex, tak lama kemudian, Reva menghampiri Andre dan Alex.


__ADS_2