
Sembari mereka berempat berbincang-bincang, tak lama kemudian Andre dan teman-temannya sudah tiba di rumah.
"Alhamdulillah, Aakhirnya sampai juga di rumah" ucap Emir kepada Andre, Alex, dan Najwa, sembari ia sudah turun dari mobil
"Yuk, guys, silakan masuk, kita makan dulu ya" ucap Andre kepada Emir, Najwa, dan Alex, sembari ia menyuruh teman-temannya masuk ke dalam rumah
Tak lama kemudian Emir, Najwa, Andre, dan Alex, bertemu dengan Indra dan Reva, lalu mereka berempat menyalami tangan kedua orang tua Andre dengan sopan.
"Eeee, di sini ada Emir, Alex, Najwa" ucap Reva kepada Emir Alex dan Najwa menyapa mereka bertiga dengan senang hati
"Tante, apa kabar ?" tanya Emir kepada Reva, sembari ia menyalami tangan Reva dengan sopan
"Alhamdulillah, baik sayang" jawab Reva kepada Emir dengan lembut
"Om, apa kabar ?" tanya Emir kepada Indra, sembari ia menyalami tangan Indra dengan sopan
"Alhamdulillah, baik nak" jawab Indra kepada Emir dengan lembut
Hal yang sama dilakukan oleh Alex dan Najwa, mereka menyalami tangan Reva dan Indra dengan sopan.
Tak lama kemudian setelah itu Andre, Emir, Alex, Najwa, Indra, dan Reva, mereka duduk di meja makan, sembari menunggu asisten rumah tangga menghidangkan makanan di meja makan, kemudian setelah itu Andre menceritakan tentang Emir, Najwa, dan Alex, dan Pinkan, yang sudah bersedia membantu dirinya dalam menyelesaikan masalah perusahaan kedua orang tuanya.
"Emir, makasih ya nak, ini yang kedua kalinya kamu berinisiatif untuk membantu Om dan Andre" ucap Indra kepada Emir, dengan mengucapkan terima kasih
__ADS_1
"Alex, Najwa, terima kasih kalian selalu mendampingi Andre dengan sepenuh hati, Andre sangat beruntung mempunyai sahabat seperti kalian bertiga" ucap Indra kepada Alex, Najwa, dan Emir, dengan penuh haru
"Tante, nggak tahu jika kalian bertiga nggak ada, lalu apa yang akan kita lakukan dalam menyelesaikan masalah ini, tante sangat berterima kasih kepada kalian bertiga yang selalu ada buat Andre, terutama kamu Emir, terima kasih banyak ya sayang" ucap Reva kepada Alex, Najwa, dan Emir, dengan penuh Haru
"Sama-sama, Om, Tante, tidak usah merasa malu kepada Emir, karena Emir sudah menganggap Om Indra dan tante Reva, seperti kedua orang tua Emir sendiri, Emir nggak mau terjadi sesuatu sama Om dan Tante" ucap Emir kepada Indra dan Reva, dengan rendah hati dan penuh kasih sayang
"Iya Om, Tante, benar apa yang dikatakan Emir, anggap saja kita semua yang ada di sini satu keluarga, Insya Allah jika kita bersama, kita kuat" ucap Najwa kepada Indra dan Reva, dengan sopan santun
"Om dan Tante, nggak usah sungkan apalagi dengan Alex, Alex sahabat Andre sejak dari kecil, yang pastinya Alex nggak bakal tinggal diam, jika terjadi sesuatu yang buruk kepada Andre, Om, dan juga tante" sambung Alex kepada Indra dan Reva dengan bijaksana
Tak lama kemudian, tiba-tiba terbesitlah ide di benak Emir untuk mencari solusi yang lain, tentang masalah yang terjadi di perusahaan kedua orang tua Andre.
"Oh ya, Om, kira-kira dengan masalah yang terjadi, ada solusi yang lain nggak dalam menyelesaikan kerjasama bisnis, dengan pengusaha yang lainnya" tanya Emir kepada Indra dengan serius
"Begini, Om, Tante, maaf sebelumnya tiba-tiba terbesit di benak Emir sebuah ide, untuk mencari solusi lain dalam masalah ini" ucap Emir kepada Indra dan Reva, untuk memberikan saran
"Boleh, Emir, kira-kira idenya apa ?" tanya Reva kepada Emir dengan serius
"Bagaimana kita tambahkan saja antara bisnis properti dengan bisnis kecantikan, merger dengan bisnis template, yang sedang dikelola oleh Alex, kalau menurut Emir secara pribadi, jika kita gabungkan antara kedua bisnis yang sedang merger ini, ditambahkan dengan bisnis template, maka kolaborasi bisnis ini akan jauh lebih menarik, ditambah lagi karya template dari Alex sangat kekinian sekali, jadi antara bisnis kecantikan dengan properti bisa memakai harga yang terjangkau, ditambah dengan hiasan template yang bisa meyakinkan konsumen dan para klien, untuk kerjasama kedua bisnis tersebut" jawab Emir kepada Reva dan Indra, menjelaskan dengan jelas di hadapan Andre Alex dan Najwa
"Maaf ya, Mir, sebelumnya, jujur gue katakan bisnis template yang sedang gue kelola saat sekarang ini, masih dikatakan kategori standar menurut gue" jawab Alex kepada Emir dengan merendah diri
"Itu kan menurut Lo Lex, yang menilai sebuah karya kita itu adalah orang lain, di mata Lo sendiri template Lo masih standar, belum tentu di mata orang lain karya template Lo dalam kategori standar, bahkan melebihi dari standar, kita coba dulu Lex, mana tahu template Lo banyak diminati di kalangan konsumen, dan klien perusahaan" jawab Emir kepada Alex dengan bijaksana
__ADS_1
"Tapi kalau Tante lihat, template Alex banyak yang menarik kok, viewers Alex juga banyak menyukainya, Maaf ya Lex, Tante sering baca komentar para netizen di media sosial kamu, hehehe" ucap Reva kepada Alex dengan tersenyum manis
Tak lama kemudian, Andre mendekati Indra, lalu membuka ponselnya, kemudian memperlihatkan template karya Alex kepada Indra.
"Papa, lihat nih, template karya Alex" ucap Andre kepada Indra, dengan memperlihatkan template karya Alex kepada Indra
"Wah, lumayan bagus juga kreasimu, Lex, benar apa yang dikatakan Emir, kita coba dulu ya Lex, mana tahu ide Emir berhasil" ucap Indra kepada Alex, dengan mengagumi karya template Alex
"Iya, Lex, Lo nggak usah minder dulu, percaya diri itu wajib loh, hargai karya Lo dan hargai juga imajinasi yang Lo punya, untuk menciptakan template ini" sambung Najwa kepada Alex, dengan memberi support kepada Alex
"Iya Om, Tante, nanti Najwa akan membantu Emir, untuk memberikan MOU kepada para upline senior kecantikan yang ada di kota Jakarta ini" ucap Najwa kepada Indra dan Reva, sembari ia meminum air putih yang ada di depannya
"Oke Om, Tante, kalau begitu Om tenang saja, biar nanti Alex yang membantu Andre untuk menyusun rencana kerjasama, antara properti dengan template, kalau bidang kecantikan sudah ada Emir dan Najwa" sambung Alex kepada dan Reva, ingin membantu perusahaan kedua orang tua Andre
"Terima kasih ya anak-anak, berikan contoh kepada anak-anak muda yang lainnya, bahwa bisnis di negara kita bisa sukses, dengan cara yang baik dan sehat, tanpa adanya kejahatan dan korban nyawa melayang" sahut Reva kepada Andre, Emir, Alex, dan Najwa, dengan penuh haru
"Sama-sama, Tante" jawab Alex, Najwa, dan Emir, dengan serentak
"Oh ya, Emir, kira-kira setelah tamat SMA, Pinkan mau kuliah atau bagaimana ?" tanya Reva kepada Emir, dengan serius tentang Pinkan
"Rencananya Pinkan ingin ambil jurusan hukum, sejak dari kecil Pinkan punya cita-cita jadi pengacara" jawab Emir kepada Reva dengan tenang
"Oh, pantes dia Bisa memecahkan sesuatu dengan bijaksana, tante doakan semoga cita-cita Pinkan tercapai" ucap Reva kepada Emir dengan mendoakan Pinkan
__ADS_1
"Amin, ya Allah" jawab Andre, Alex, Emir, dan Najwa, secara serentak mengaminkan doa dari Reva untuk pintar