Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM

Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM
BAB 166 Hari Wisuda Sudah Tiba Dan Penjahat Berhasil Ditangkap


__ADS_3

"Oh ya, Lex, tante Asih gimana kabarnya ?" tanya Najwa kepada Alex, dengan tersenyum menanyakan kabar Ibu Alex


"Alhamdulillah, Mama sehat" jawab Alex kepada Najwa dengan tersenyum


"Ngomong-ngomong, kita besok wisuda ya ?" tanya Alex kepada Andre dan Najwa dengan serius


"Oh iya, besok kita wisuda" sambung Emir kepada Alex dan Najwa


"Nggak nyangka ya guys, perasaan baru kemarin aja gue masuk ke kampus, kenalan sama kalian, eh, ternyata udah mau wisuda saja" jawab Andre kepada Emir, Alex, dan Najwa


Seiring berjalannya waktu, tibalah saatnya Emir, Andre, Alex, dan Najwa wisuda, seluruh wisudawan wisudawati, Bapak Ibu dosen, serta pimpinan kampus yang dilengkapi dengan seluruh mahasiswa yang hadir di acara wisuda, Sudah menduduki kursi masing-masing.


Tiba-tiba Andre dan Emir datang, kemudian berjalan secara serentak menuju untuk duduk ke acara wisuda, kemudian setelah itu kedatangan Andre dan Emir disambut oleh Alex dan Najwa, kebetulan Alex dan Najwa sudah duduk di kursi yang disediakan ada acara wisuda.


"Bestiiii" ucap Najwa kepada Emir, sembari mereka berdua berpelukan, dengan penuh bahagia menyambut hari wisuda mereka


"Ya Allah, Besti, Lo cantik banget" ucap Najwa kepada Emir, sembari ia terkesima dengan kecantikan Emir


"Lo bener Naj, Emir sangat cantik sekali, dari tadi gue nggak berhenti pandang Emir" ucap Andre kepada Najwa, sembari matanya selalu memandang kecantikan Emir


"Lo juga cantik kok Najwa" ucap Emir ke kanan Najwa dengan tersenyum


"Oh, pasti dong, Mir, secara gitu, Najwa adalah bidadari kesayangan gue"sambung Alex kepada Emir, sembari ia sedang merayu Najwa


"Mir, sesuai janji gue, setelah wisuda, gue ingin melamar Lo, jadi istri gue" ucap Andre kepada Emir dengan serius

__ADS_1


"Lo pasti nyontek planning gue ke depan, untuk melamar juga kan, Ndre ?" tanya Alex kepada Andre, dengan bercanda untuk mencairkan suasana


"Apaan sih, Lex, gak ngerti gue, emang Lo mau melamar apa ?" tanya Andre kepada Alex, dengan kebingungan sembari mengeluarkan raut wajah yang lucu


"Rencananya habis wisuda ini, gue mau lamar Najwa, kok tiba-tiba Lo mau lamar Emir juga, awas jangan sampai acara pernikahan kita di hari yang sama, gue pites Lo, hahaha" ucap Alex kepada Andre dengan tertawa bahagia


"Ya nggak mungkin sama lah, ada-ada aja Lo" sambung Andre kepada Alex, sembari mereka berempat duduk berdekatan


Ngomong melamar Nanti aja, sekarang kita hadapi dulu acara wisuda, ada-ada aja kalian" ucap Najwa kepada Andre dan Alex, dengan menggeleng-gelengkan kepalanya


"Emang tante Asih udah merestui Lo sama Najwa ?" ucap Andre kepada Alex dengan serius


"Ya udah dong, justru setiap hari nyokap gue tanya kabar Najwa melulu sama gue" ucap Alex kepada Andre dengan suasana yang cair


"Lo pikir, tante Reva sama om Indra aja, yang udah kasih restu, nyokap gue juga udah" jawab Alex kepada Andre, dengan suasana yang cair penuh canda tawa


"Itulah hasil juara 1 2 dan 3 para wisudawan dan wisudawati, selanjutnya juara umum jatuh kepada Emir Fuadillah, telah berhasil mendapatkan predikat dengan pujian, atau cumlaude" ucap pembawa acara dengan mengumumkan bahwa, Emir adalah juara umum di kampus dengan predikat tertinggi di antara para wisudawan dan wisudawati


"Selamat, Besti" ucap Najwa kepada Emir, sembari ia memeluk Emir dengan penuh bahagia


Tak lama kemudia, Emir melangkahkan kakinya untuk pergi ke atas panggung, untuk mengambil Piala serta penghargaan yang lainnya, sembari Emir ke depan tiba-tiba Andre dan Alex berbisik-bisik.


"Gue yakin, habis ini Lo makin cinta sama Emir" ucap Alex kepada Andre dengan menatap Andre


"Iya, Lex, gue cinta banget sama Emir, gue nggak mau kehilangan Emir, apapun akan gue lakukan untuk membuat Emir bahagia" jawab Andre kepada Alex, dengan serius sembari berbisik-bisik

__ADS_1


"Gue ngerti, apa yang Lo rasain, tapi ingat, Lo tetap optimis dan jangan lupa minta restu sama yang maha kuasa" ucap Alex kepada Andre, dengan memberi support Untuk sahabatnya


Setelah beberapa jam kemudian, acara wisuda sudah usai, saatnya Andre, Alex, dan Najwa, bersiap-siap untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.


Sembari mereka di dalam perjalanan, tiba-tiba Andre mendapatkan telepon dari polisi, bahwa Fani, Eli, Qhira, beserta dengan kedua orang tua mereka masing-masing, berhasil ditangkap oleh Polisi.


"Baiklah, pak, saya segera ke sana" jawab Andre kepada polisi, sembari mereka sedang berbincang-bincang melalui telepon


"Kenapa, Ndre ?" tanya Emir kepada Andre dengan serius


"Barusan gue dapat kabar dari polisi, bahwa Fani, Eli, Qhira, dan kedua orang tua mereka masing-masing, sudah berhasil ditangkap oleh Polisi" jawab Andre kepada Emir, dengan jelas di hadapan Alex dan Najwa


"Alhamdulillah, akhirnya para nenek lampir biang Kerok itu tertangkap juga" ucap Alex kepada Andre, Emir, dan Najwa, sembari ia merasa senang, karena Fani, Eli, dan Qhira, dengan kedua orang tua mereka masing-masing tertangkap oleh Polisi


"Alhamdulillah, syukur deh, akhirnya para perusuh itu tertangkap juga" sambung Najwa kepada Alex, Andre, dan Emir, sembari ia sedang menghela nafasnya


Kemudian setelah itu, Andre berhenti di suatu tempat, lalu ia menelpon kedua orang tuanya, untuk memberitahu bahwa Fani, Eli, Qhira dan kedua orang tua mereka masing-masing, sudah ditangkap oleh Polisi.


"Alhamdulillah, akhirnya mereka tertangkap juga, oke, Ndre, Papa sama Mama akan segera ke kantor polisi, kita semua memberi kesaksian tentang mereka" ucap Indra kepada Andre, sembari ia sedang duduk di dalam ruangannya


Tiba-tiba Reva mendekati Indra, lalu bertanya dengan serius kepada Indra.


"Kenapa, Pa ?" tanya Reva kepada Indra


"Papa, dapat telepon dari Andre, Ma, Alhamdulillah para penjahat seperti Fani, Eli, Qhira, beserta dengan kedua orang tua mereka masing-masing, sudah tertangkap oleh Polisi" jawab Indra kepada Reva, dengan jelas sembari ia duduk di samping Reva

__ADS_1


"Alhamdulillah, akhirnya mereka tertangkap juga, kalau begitu, yuk, Pa kita ke kantor Polisi, untuk memberi kesaksian" ucap Reva kepada Indra, sembari ia berdiri untuk mengajak Indra pergi ke kantor polisi


Setelah satu jam kemudian Andre, Alex, Emir, dan Najwa, sudah tiba di kantor polisi, hal yang sama dilakukan oleh Indra dan Reva, mereka berdua juga sudah tiba di kantor polisi, tibalah saatnya mereka semua memberi kesaksian, berdasarkan bukti-bukti yang valid, tentang kejahatan mereka masing-masing, maka polisi menjatuhkan hukuman yang setimpal untuk Fani, Eli, Qhira dan Siska, beserta kedua orang tua mereka masing-masing.


__ADS_2