Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM

Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM
BAB 112 Pengacara Mundur Dan Mobil Di Tabrak


__ADS_3

"Semoga aja ya Ndre, Bapak pengacara tersebut mengalah, dan tidak memberanikan dirinya untuk terjun dalam dunia kejahatan tante Riris dan Siska" ucap Emir kepada Andre dengan tenang


"Iya, Mir, semoga aja ya jawab Andre kepada Emir dengan tenang


"Oh ya Mir, kita makan dulu yuk di cafe, gue laper" ucap Andre kepada Emir, dengan mengajak Emir makan di suatu Cafe


"Oke, yuk kita berhenti di cafe" ucap Emir kepada Andre


Sembari Andre dan Emir makan bersama di cafe, tiba-tiba Bapak Ardian menghubungi Andre


"Kriiiing" HP Andre berbunyi


"Assalamualaikum" ucap Andre kepada bapak Ardian, dengan memberikan salam setelah mengangkat telepon dari bapak Ardian


"Waalaikumsalam" jawab Bapak Adrian dengan menjawab salam dari Andre


"Maaf, ini dengan siapa ?" tanya Andre dengan mengangkat nomor baru di handphone ya


"Saya bapak Ardian, setelah saya pikir-pikir, saya mundur dalam menangani kasus Siska dan teman-temannya, terima kasih ya Andre, sudah menyadarkan saya" ucap Bapak Ardian kepada Andre dengan penuh penyesalan


"Alhamdulillah, akhirnya Bapak sadar juga, terima kasih ya Pak atas kerjasamanya, saya sangat menghargai keputusan bapak, Akhirnya bapak juga bisa berpikiran jernih" jawab Andre kepada bapak Ardian dengan lega


"Iya, Andre, terima kasih banyak atas saran yang sudah kamu berikan kepada saya, dan saya juga sudah mengembalikan uang ini kepada ibu Riris, ya walaupun beliau marah kepada saya, tetapi apa boleh buat, saya teringat dengan ucapan kamu, untuk bisa menjadi pengacara yang amanah, dan menjadi contoh yang baik, untuk negara kita" jawab bapak Ardian kepada Andre, dengan serius dan rendah hati


"Saya minta maaf Yang sebesar-besarnya ya Andre, sampaikan permintaan maaf saya kepada Emir" ucap Bapak Ardian kepada Andre, dengan meminta maaf kepada Andre dan Emir


"Iya, bapak, sama-sama, nanti saya akan menyampaikan permintaan maaf Bapak kepada Emir, terima kasih banyak ya pak kerjasamanya, saya tutup dulu teleponnya, Assalamualaikum" ucap Andre kepada bapak Ardian, dengan memberikan salam, sebelum menutup telepon dari bapak Ardian


"Waalaikumsalam" jawab Bapak Ardian kepada Andre, dengan menjawab salam dari Andri


Kemudian setelah itu, Andre menyampaikan kabar gembira tersebut kepada Emir.


"Alhamdulillah, akhirnya Bapak pengacara tersebut dikasih Hidayah juga ya Ndre sama Allah" ucap Emir kepada Andre, dengan bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala

__ADS_1


"Iya, Mir, gue bersyukur banget kepada Allah, yang sudah mempermudahkan urusan kita" jawab Andre kepada Emir, dengan bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala


Sembari Emir dan Andre berbincang-bincang, tiba-tiba Emir mendapat telepon dari Najwa.


"Kriiingg" HP Emir berbunyi


"Assalamualaikum, Naj" ucap Emir memberikan salam, setelah mengangkat telepon dari Najwa


"Waalaikumsalam, Mir" jawab Najwa kepada Emir, dengan gugup


"Kenapa, Naj, kok Lo kayak gemetaran gitu ngomongnya ?" tanya Emir dengan khawatir kepada Najwa


"Mir, gue sama Alex mengalami kecelakaan, tadi mobil Alex Ditabrak sama Yudi dan teman-temannya" ucap Najwa kepada Emir dengan cemas


"Apaaaa, sekarang Lo ada di mana ?" tanya Emir kepada Najwa dengan rasa khawatir


"Oke, Lo nggak usah khawatir, gue sama Alex nggak apa-apa kok, gue share sekarang ya lokasi nya" ucap Najwa kepada Emir membuka ponselnya, lalu share lokasi tempat kejadian kecelakaan


"Najwa dan Alex mengalami kecelakaan, dan mobil mereka ditabrak oleh Beno dan teman-temannya, Ayo kita segera ke sana Ndre" ucap Emir kepada Andre, dengan khawatir kepada Najwa dan Alex


"Astaghfirullahaladzim, Ayo kita segera ke sana Mir" ucap Andre kepada Emir, dengan terkejut mendengar kabar yang sedang menimpa Alex dan Najwa


"Ayo, Ndre" jawab Emir kepada Andre, dengan beranjak dari tempat duduknya, lalu melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam mobil


Kemudian setelah berapa lama kemudian, Andre dan Emir tiba di lokasi tujuan yang di-share oleh Najwa.


"Najwaaa" teriak Emir memanggil Najwa, dengan bergegas keluar dari mobil Andre


"Lex, Lo Nggak apa-apa kan ?" tanya Andre kepada Alex dengan mendekati Alex


"Nggak apa-apa Ndre" jawab Alex kepada Andre dengan santai


"Lo Nggak apa-apa kan ?" tanya Emir kepada Najwa dengan rasa khawatir

__ADS_1


"Gue nggak apa-apa Mir" jawab Najwa kepada Emir dengan santai


Andre dan Emir terkejut melihat keadaan mobil Andre, yang sudah ditabrak oleh Beno dan teman-temannya.


"Terus Beno dan teman-temannya ke mana ?" tanya Emir kepada Alex dan Najwa


"Mereka berhasil kabur Mir" jawab Alex kepada Emir, dengan merasa kesal kepada Beno dan teman-temannya


"Gue tahu sekarang Beno dan teman-temannya ada di mana, pasti dia ada di rumah tante Farah" jawab Emir kepada Alex, Najwa, dan Andre, dengan menebak keberadaan Beno dan teman-temannya


"Kok Lo bisa tahu Mir ?" tanya Najwa kepada Emir dengan penasaran


"Gue cuma nebak aja Naj, dan firasat gue mengatakan kalau Beno dan teman-temannya pergi ke tempat tante Farah, karena sekarang tante Riris dia lagi sibuk dengan pengacara, tapi kalau masalah tante Riris kita nggak usah pikirkan lagi, karena pengacara tersebut udah mengalah" jawab Emir kepada Najwa dengan tenang


"Gimana kalau gitu kita susul aja Beno dan teman-temannya ke tempat tante Farah, Mana tahu di sana kita mendapat bukti lagi, tentang kejahatan yang akan mereka perbuat, karena tadi gue sama Najwa belum sempat mencari bukti tentang kejahatan yang akan direncanakan oleh tante Farah, keburu sama Beno dan teman-temannya menabrak mobil kita" ucap Alex kepada Emir, Andre, dan Najwa


"Oke, kalau gitu kita ke tempat tante Farah dulu" ucap Andre kepada Emir, Alex, dan Najwa, dengan bergegas menuju ke rumah Farah, dan membuktikan firasat dari Emir


Beberapa jam kemudian, Najwa, Alex, Emir, dan Andre, telah tiba di rumah Farah, dengan keberadaan mobil yang agak tersembunyi di sekitar rumah Farah, tetapi sebelum itu Emir, Najwa, Andre, dan Alex, membawa mobil Alex ke Bengal terlebih dahulu, setelah tiba didepan rumah Farah, lalu kemudian Najwa Alex, Andre, dan Emir, melihat keberadaan mobil Beno yang berdiri di depan rumah Farah.


"Bener juga apa kata Lo Mir, itu mobil Beno yang menabrak mobil Alex Tadi" ucap Najwa kepada Emir


"Ayo, Guys, kita turun, tapi kita mencar ya" ucap Andre kepada Najwa, Alex, dan Emir, dengan berhati-hati mengintai Beno, Yudi, Erik, dan Farah


Emir, Najwa, Andre, dan Alex, melangkahkan kaki mereka secara perlahan, dan berhati-hati, tak lama kemudian, Emir, Najwa, Andre, dan Alex, mengeluarkan handphone mereka, lalu merekam semua pembicaraan Erik, Beno, Yudi, dan Farah.


"Kita sudah menjalankan tugas dengan baik bos" ucap Beno kepada Farah


"Iya, Bos kita udah menabrak mobil Alex dan Najwa, sepertinya mereka terluka" ucap Erik kepada Farah


"Mobil mereka lumayan hancur Bos, ini buktinya" ucap Yudi kepada Farah dengan memperlihatkan mobil Alex yang setengah hancur


"Bagus Saya suka dengan pekerjaan kalian" ucap Farah kepada Beno dan teman-temannya

__ADS_1


__ADS_2