Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM

Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM
BAB 159 Gagal Kerjasama Dengan Perusahaan Lainnya


__ADS_3

Setelah beberapa jam kemudian, Indra dan Andre sudah tiba di rumah, kebetulan di depan rumah ada Reva yang duduk santai di kursi yang sudah disediakan.


"Lah, kok tiba-tiba wajah Papa dan Andre murung ?" tanya Reva kepada Indra dan Andre, dengan serius sembari ia sedang berdiri di depan rumah


"Entahlah, Ma" jawab Indra kepada Reva dengan menghela nafas


"Ya sudah, Papa sama Andre masuk dulu ya, Mama siapkan makanan dulu dan air hangat untuk Papa mandi" ucap Reva kepada Indra dan Andre, dengan mempersilahkan masuk, tak lupa untuk mengingatkan bersih-bersih diri


Setelah beberapa menit kemudian Indra, Reva, dan Andre, duduk bersantai di depan televisi, lalu Indra dan Andre menceritakan kejadian yang terjadi pada hari ini di kantor.


"Astaghfirullahaladzim, kok bisa ini terjadi ya Pa ?" tanya Reva kepada Indra, dengan terkejut mendengar kabar yang terjadi pada hari ini di kantor


"Papa juga nggak tahu Ma" tetapi Andre sudah ada mendapatkan satu bukti pelaku, yang sudah mengambil dokumen dan menghancurkan kamera CCTV yang ada di kantor kita" jawab Indra kepada Reva, dengan tenang sambil minum teh hangat


"Lantas, gimana caranya Pa besok kita presentasi di depan para klien ?" tanya Reva kepada Indra dengan panik


"Untuk sementara terpaksa kita tunda dulu Ma, dan kita memohon maaf yang sebesar-besarnya, atas kejadian yang telah menimpa kita" jawab Indra kepada Reva dengan keadaan cemas


"Mama khawatir saja Pa, mereka semua kecewa sama kita, lalu membatalkan rencana kerjasama kita, dengan rekan-rekan yang lainnya" jawab Reva kepada Indra dengan cemas


"Mama jadi penasaran kenapa orang ini begitu antusias ingin menghancurkan kita ?" tanya Reva kepada Indra dan Andre dengan serius


"Andrea yakin Ma, mereka adalah orang suruhan, tetapi untuk sementara kita belum mengetahui siapa dalang dibalik ini semua, Mama dan Papa tenang aja, Insya Allah Andre akan cari siapa dalangnya di balik ini semua, besok Mama dan Papa fokus saja sama rekan-rekan pengusaha yang lainnya" jawab Andre kepada Indra dan Reva, dengan menenangkan kedua orang tuanya

__ADS_1


"Lalu apa yang akan kamu lakukan, Ndre, untuk mencari siapa dalang di balik ini semua ?" tanya Reva kepada Andre dengan serius


"Mama tenang aja, biar nanti Andre pikirkan bagaimana caranya, Andre mohon doa dari Mama dan Papa, supaya Andre dilancarkan dalam mencari bukti-bukti tentang apa yang terjadi di Perusahaan kita" ucap Andre kepada kedua orang tuanya, dengan lembut dan bijaksana


"Ma, Pa, sekarang waktunya kita istirahat, ingat jangan terlalu stres memikirkan hal ini, Insya Allah ada jalan keluarnya, Andre yakin Allah tidak akan membiarkan kita terlalu larut dalam masalah, Andre nggak mau Mama dan Papa sakit memikirkan ini" ucap Andre kepada kedua orang tuanya, dengan menenangkan pikiran, agar tidak stres dalam menghadapi masalah


"Iya, Ndre, tapi Papa juga nggak mau kamu sakit dalam menyelesaikan masalah ini" sambung Indra kepada Andre, dengan kawatir kepada Andre


"Insya Allah, nggak akan terjadi apa-apa sama andre Pa, Andre janji sama Mama dan Papa" jawab Andre kepada Indra dengan tenang


Seiring berjalannya waktu, tibalah saatnya Indra dan Reva berhadapan dengan rekan kerja pengusaha yang lainnya, lalu menceritakan semua kejadian dan memohon maaf atas kejadian yang tak terduga ini, kepada seluruh rekan kerja pengusaha yang lainnya, tapi di balik itu anak buah Arman merekam semua kejadian itu lalu mengirimkan rekaman itu kepada Arman.


"Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya Pak, atas kejadian ini, maaf file dokumen dan surat-surat yang asli juga hilang dibawa oleh penjahat itu" ucap Indra dengan meminta maaf kepada salah satu rekan pengusaha


"Saya tidak terima alasan apapun, yang jelas saya sangat kecewa dengan anda, maaf saya tidak bisa melanjutkan kerjasama kita, terpaksa saya membatalkan kerjasama antar perusahaan" ucap salah satu seorang rekan pengusaha kepada Reva dan Indra dengan emosi


Tak lama kemudian, para rekan kerja pengusaha yang lainnya keluar dari perusahaan Reva dan Indra, kemudian setelah itu ketiga anak buah Arman bergegas untuk pergi ke kantor Arman, lalu kemudian mereka memberikan laporan kepada Arman.


Tak lama kemudian rizo Regi dan Anton langsung menghampiri Arman ke dalam ruangannya kebetulan Riris ada di dekat Arman.


"Bagus, ini yang saya harapkan dari kalian, ini baru anak buah saya" ucap Arman kepada ketiga anak buahnya


"Ini bayaran untuk kalian" ucap Arman kepada ketiga anak buahnya, sembari ia memberikan uang kepada anak buahnya

__ADS_1


"Wah, makasih bos, tenang saja bos, jika ada uang pasti lancar" ucap Anton kepada Arman, dengan bahagia menerima uang dari Arman


"Bagus, saya salut dengan kalian" sambung Riris kepada ketiga anak buah Arman


"Mama yakin Pa, secara perlahan Andre, Emir, Najwa, dan juga Alex, hancur secara berkeping-keping, apalagi Reva dia pasti menyalahkan Emir dengan Kejadian ini, kemudian terjadilah percekcokan di antara mereka" ucap Riris kepada Arman dengan menaruh rasa dendam yang mendalam, kepada Andre Emir Alex dan Najwa


"Mama lihat kan, anak buah pilihan papa, Makanya, Mama seharusnya belajar dari Papa untuk mencari anak buah, lihat anak buah Mama, Yudi, Beno, dan Erik, mereka nggak ada gunanya sama sekali" ucap Arman kepada Riris, dengan merendahkan ketiga anak buah Riris


"Papa apa-apaan sih, kok jadi nyalahin Mama, kok malah merendahkan Mama" ucap Riris kepada Arman dengan ketuk


"Papa nggak ada merendahkan Mama" sambung Arman kepada Riris dengan santai


"Jika Papa merendahkan ketiga anak buah Mama, berarti Papa merendahkan Mama, dan juga Papa beranggapan kalau Mama tidak becus mencari anak buah, hati-hati loh dengan omongannya" ucap Riris kepada Arman dengan kesal kepada Arman


"Oke, oke, sayang Papa minta maaf, bukan begitu maksud Papa" ucap Arman kepada Riris dengan merayu Riris


"Oke, apapun itu, yang jelas kita sudah berhasil menghancurkan image Indra dan Reva di depan pengusaha yang lainnya, hal ini patut kita rayakan Pa" ucap Riris kepada Arman, dengan bahagia melihat kehancuran Indra dan Reva


"Oke, nanti kita makan malam bersama" sambung Arman kepada Reva dengan tersenyum manis


"Keesokan harinya, Andre menelpon Emir, ia berencana untuk menceritakan ini semua kepada Emir, lalu ia juga minta pendapat dari Emir, tanpa disengaja Chika dan Pinkan mendengarkan cerita Andre kepada Emi


" Kriiingg" HP Emir berbunyi

__ADS_1


"Assalamualaikum, Mir" ucap Andre memberikan salam kepada Emir, setelah Emir mengangkat video call


"Waalaikumsalam, Ndre" jawab Emir membalas salam dari Andre


__ADS_2