
"Apaaaa, Emir jatuh dari tangga dan didorong oleh Fani" ucap Reva kepada Andre dan Alex, dengan terkejut mendengar kabar, bahwa Emir terjatuh dari tangga
"Iya, Ma" jawab Andre kepada Reva dengan gugup
"Kurang ajar Si Fani, mama tidak terima, Emir diperlakukan seperti ini Ndre, Mama akan balas dan tuntut Fani dengan teman-temannya" ucap Reva kepada Andre, dengan emosi kepada Fani
"Iya, Ma, Mama tenang dulu, Andre mengerti Mama sayang sama Emir, dan mama tidak terima Emir diperlakukan seperti ini, tetapi Emir berpesan sama Andre, Alex, dan Najwa, kalau kita menyelesaikan masalah ini dengan tenang, untuk sementara ini Andre, Alex, Najwa, beserta dengan adik-adik Emir, lebih fokus dulu untuk kesembuhan dan pulihnya Emir, Nanti baru kita selesaikan dengan Fani" ucap Andre kepada Reva, sambil menenangkan Reva
"Sekarang Emir di mana Andre ? dan keadaannya bagaimana ? tanya Reva kepada Andre, dengan panik dan khawatir kepada Emir
"Sekarang Emir dirawat di klinik dekat kampus Andre Ma, untuk saat sekarang ini keadaannya udah mulai membaik, Kemungkinan besok pulang" jawab Andre kepada Reva dengan tenang
"Ndre, Alex, Mama minta tolong ya, jika nanti mama ada waktu, mama mau jenguk Emir nanti" ucap Reva kepada Andre dan Alex
"Iya, tante, tante tenang aja, dan gak usah panik, lebih baik sekarang kita laksanakan salat zuhur berjamaah, yuk sambil mendoakan Emir" ucap Alex kepada Andre dan Reva, dengan mengajak salat zuhur berjamaah
Tak lama kemudian, Alex, Reva, dan Andre, mengambil wudhu dan melaksanakan salat zuhur berjamaah, sembari Alex, Reva, dan Andre melaksanakan salat zuhur berjamaah, tiba-tiba Emir menelpon Ena, dan memberitahu Ena untuk tidak bekerja di pabrik hari ini, lalu Emir meminta tolong kepada Najwa, untuk memberikan surat izin sakit kepada administrasi di pabrik gula.
"Assalamualaikum, mbak" ucap Emir memberikan salam kepada Ena
"Waalaikumsalam, iya Mir, Ada apa Mir ?" jawab Ena menjawab salam dari Emir lalu bertanya kepada Emir
"Mbak, Emir mengalami kecelakaan, jatuh dari tangga, sekarang Emir dirawat di klinik yang berada di dekat kampus Emir, nanti Emir minta tolong kepada Najwa, dan Mbak Ena, untuk memberitahu atasan, dengan kondisi yang sedang Emir jalani, nanti surat izinnya diantar oleh Najwa, Emir minta tolong ya mbak" ucap Emir kepada Ena, dengan meminta tolong menerima surat izin, dan mengantarkan kepada atasan di pabrik gula
"Astaghfirullahaladzim, Kenapa ini bisa terjadi ? Dan sekarang keadaan lo gimana Mir ?" tanya Ena kepada Emir dengan panik, dan khawatir dengan kondisi Emir
"Alhamdulillah, sekarang keadaan Emir udah mendingan Mbak, Mbak nggak usah khawatir" jawab Emir kepada Ena dengan santai
__ADS_1
"Ya udah, mbak bakal bantuin Lo Mir, tenang aja ya, nanti Mbak akan Kasih saran yang logis kepada atasan Mir, cepat pulih ya" ucap Ena kepada Emir, dengan rasa prihatin, dan bersedia membantu Emir, lalu mendoakan Emir supaya cepat pulih
"Iya, Mbak, terima kasih banyak atas bantuannya ya mbak" ucap Emir kepada Ena, dengan mengucapkan terima kasih
"Sama-sama Mir" jawab Ena kepada Emir
"Kalau begitu, Emir tutup dulu ya Mbak teleponnya, Assalamualaikum" ucap Emir kepada Ena, dengan memberikan salam sebelum menutup telepon
"Waalaikumsalam" jawab Ena kepada Emir, dengan membalas salam dari Emir
Tak berapa lama kemudian, Najwa bersiap-siap dan bergegas untuk pergi ke pabrik gula, lalu kemudian setelah itu memberikan surat kepada mbak Ena.
"Oke, Besti, gue pergi ke pabrik dulu ya, nanti surat ini gue kasih kepada mbak Ena, dan melapor kepada administrasi di pabrik gula, dengan keadaan Lo dan kondisi Lo pada saat sekarang ini" ucap Najwa kepada Emir, dengan beranjak dari kursi tempat duduknya
"Iya, Besti, Lo hati-hati di jalan ya" jawab Emir kepada Najwa, sambil berbaring di tempat tidur
Chika, Pinkan, Kakak pamit dulu ya, pergi ke pabrik gula, nanti kakak balik lagi ke sini" ucap Najwa kepada Chika dan Pinkan, berpamitan, sebelum ia pergi ke pabrik gula
"Assalamualaikum" ucap Najwa memberikan salam, sebelum Beranjak Pergi dari klinik
"Waalaikumsalam" jawab jika Pinkan dan Emir, secara serentak menjawab salam dari Najwa
Tak Berapa lama kemudian, Najwa sudah sampai di pabrik gula, lalu kemudian Najwa langsung bertemu dengan mbak Ena di pabrik gula
"Mbak Ena" teriak Najwa menyapa Mbak Ena dari jarak jauh
"Iya, Najwa" jawab Mbak Ena kepada Najwa
__ADS_1
Kemudian setelah itu, Najwa menghampiri Ena, dan memberikan surat izin tersebut kepada Ena.
"Mbak, ini surat izin Emir Mbak" ucap Najwa kepada Ena dengan santai
"Iya, Najwa Kok bisa ya Naj, ini terjadi sama Emir ?" tanya Mbak Ema kepada Najwa
"Mbak masih ingat nggak, kejadian waktu di perusahaan bokap Andre, yaitu kerjasama antara properti dan kecantikan, semua pengusaha dan rekan kerja ada di sana, Lalu tiba-tiba Fani dan teman-temannya yang jahat itu, menyerang saya dan Emir" ucap Najwa dan bertanya kepada mbak Ena
"Iya, Naj, Mbak masih ingat, walaupun mbak hanya mengikuti meeting hanya sebentar, Lalu kenapa ?" tanya Mbak Ena kepada Najwa
"Fani dan teman-temannya lah pelakunya Mbak, sehingga Emir terjatuh dari tangga, dan sekarang dirawat di klinik dekat kampus" jawab Najwa kepada Ena dengan menghela nafas
"Astaghfirullahaladzim, Teganya mereka melakukan hal seperti itu, mereka benar-benar jahat" ucap Ena kepada Najwa, dengan merasa kesal, kepada Fani dan teman-temannya
"Naj, semoga Emir cepat pulih, sekarang yuk kita ke administrasi, untuk memberikan laporan testing kondisi Emir, bahwasanya Emir sekarang sakit dan mengalami kecelakaan" ucap Mbak Ena kepada Najwa, dengan mengajak Najwa ke ruang administrasi
"Iya, mbak, Makasih banyak ya Mbak, atas doanya" ucap Najwa kepada Ena dengan mengucapkan terima kasih
"Sama-sama Naj, yuk buruan kita ke ruang administrasi" jawab Mbak Ena kepada Najwa, dengan mengajak Najwa memberikan laporan ke dalam ruang administrasi
"Iya, mbak" jawab Najwa kepada mbak Ena, dengan melangkahkan kaki mereka berdua, untuk menuju ke ruang administrasi
Tak Berapa lama kemudian, Najwa dan Mbak Ena, memberikan laporan yang terjadi kepada Emir pada hari ini, lalu laporan tersebut diterima oleh ruang administrasi, dan Emir diberikan istirahat untuk sementara, tak berapa lama kemudian, Najwa berpamitan kepada Ena untuk pulang.
"Makasih ya Mbak, atas bantuannya" ucap Najwa kepada mbak Ena, dengan mengucapkan terima kasih
"Sama-sama Najwa Mbak senang kok bisa bantu Emir" jawab Ena kepada Najwa dengan santai
__ADS_1
"Kalau gitu, Najwa pulang dulu ya mbak, karena nanti Najwa juga bersiap-siap gantian untuk menemani Emir di klinik, dengan adik-adik Emir" ucap Najwa kepada Ena, dengan berpamitan pulang
"Iya, Naj, hati-hati di jalan ya" jawab Ena kepada Najwa