
Malam sudah tiba, waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 WIB, Riris dan Arman sudah tiba di suatu cafe, tak lama kemudian Intan, Erni, Farah, sudah tiba di cafe bersama dengan suami mereka.
"Hai, Jeng, Riris" ucap Farah kepada Riris, sambil berjabat tangan, dan sambil cium pipi kanan, cium pipi kiri
"Perkenalkan, jeng, ini suami saya" ucap Riris kepada Farah dan teman-temannya
"Hai, Saya, Arman" ucap Arman kepada suami Erni, Farah, dan Intan
"Oke, Jeng, mari silakan duduk" ucap Riris kepada teman-temannya.
Setelah beberapa jam kemudian, mereka berbincang-bincang, tak lama kemudian mereka sudah mengambil keputusan, untuk membebaskan anak-anak mereka dari penjara.
"Jadi kita sudah sepakat ya jeng, untuk membebaskan anak-anak kita besok, dengan pengacara yang sudah kita tentukan" ucap Riris kepada teman-temannya
"Iya, Jeng, Saya rasa prosesnya nggak bakalan lama kok, lagian si Najwa itu kan nggak mati, dan sekarang sehat walafiat aja kan" ucap Farah kepada Riris
"Iya, betul jeng, saya greget banget sama Si Emir dan gadis yang bernama Najwa itu, mereka itu terlalu berlebihan" Ucap Intan kepada Riris
"Yah, begitulah kira-kira, dasar gadis kampung, apa-apa dibesar-besarkan" ucap Efni kepada Riris
"Iya, jeng, ya udah tenang aja sebentar lagi tuh si Emir bisnisnya akan kolaps, Saya rasa sebentar lagi pasti juga bakalan ditegur sama dekan di kampus" ucap Riris kepada teman-temannya
"Ya sudah, kalau begitu sampai di sini dulu ya jeng, pertemuan kita pada hari ini, kita siapkan tenaga untuk membebaskan anak-anak kita besok" ucap Riris kepada teman-temannya
"Kalau gitu, yuk kita pulang dulu" ucap Intan kepada teman-temannya
"Yuk, jeng" ucap Efni kepada teman-temannya
Tak Berapa lama kemudian, Riris dan teman-temannya beserta suaminya, pulang ke rumah masing-masing, setiba di rumah mereka langsung beristirahat, dan mempersiapkan diri untuk membebaskan Siska dan teman-temannya.
Malam sudah berganti dengan pagi, seperti biasanya Emir sudah tiba di kampus, perkuliahan segera dimulai, setelah perkuliahan selesai, Emir dapat panggilan dari dekan, terkait dengan hal berita hoax yang sedang menimpa dirinya, tak lama kemudian, satpam menyampaikan pesan dekan kepada Emir untuk menemuinya di ruangan.
"Tok tok tok" Pak satpam mengetuk pintu ruang perkuliahan
__ADS_1
Tiba-tiba Emir menoleh ke arah Pak satpam
"Emir, Kamu dipanggil oleh dekan" ucap satpam kepada Emir
"Ada apa ya Pak ?" tanya Emir kepada satpam
"Saya juga nggak tahu, yang jelas kamu sekarang ditunggu oleh dekan di ruangannya" ucap satpam kepada Emir
"Iya, Pak, terima kasih ya Pak" jawab Emir kepada Pak satpam
Tak lama kemudian, Emir bergegas menuju ke ruang dekan, setiba di ruang dekan Emir langsung menemui dekan, dan mengetuk pintu ruangannya.
"Tok tok tok" Emir mengetuk pintu ruangan dekan
"Assalamualaikum" Emir mengucap salam setelah mengetuk pintu
"Waalaikumsalam, silakan masuk Emir" jawab Pak dekan kepada Emir
"Emir Fuadillah, Saya perhatikan berita viral tentang kamu semakin menjadi-jadi, kenapa kamu diam saja ?" tanya Pak dekan kepada Emir
"Iya, Pak, Mohon maaf sebelumnya, dibalik saya diam, Saya sedang mencari bukti, bahwa saya tidak bersalah dan saya juga mencari dalang di balik ini semua, jujur saya katakan Saya tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan oleh orang berjubah hitam, yang ada di media sosial ini Pak" jawab Emir kepada Pak dekan dengan jelas
"Apa sekarang ada bukti yang bisa kamu perlihatkan kepada saya, kalau diri kamu tidak bersalah ? apa kamu bisa membuktikannya sekarang ?" tanya Pak dekan kepada Emir
"Maaf, Pak, untuk sementara ini Emir belum bisa memperlihatkan bukti apa-apa kepada bapak, tetapi Emir mohon, bapak memberikan Emir kesempatan untuk mengumpulkan bukti yang sudah valid dan lengkap, yang nanti akan Emir Perlihatkan kepada bapak, dan klarifikasi juga di seluruh media sosial, bahwasanya Emir tidak bersalah, dan tidak pernah melakukan apa yang sudah dituduhkan oleh orang yang berjubah hitam ini" jawab Emir kepada Pak dekan dengan jelas
"Terus terang saya katakan kepada kamu, untuk sementara ini, karena kamu belum bisa memperlihatkan bukti apa-apa kepada saya, Saya sangat kecewa kepada kamu, baiklah saya akan memberikan kamu kesempatan, tetapi jika suatu saat kamu terbukti bersalah, maka kamu akan dikeluarkan dari kampus ini !!!" ucap dekan kepada Emir dengan tegas
"Iya, Pak, Emir mengerti, terima kasih Pak atas kesempatan yang sudah bapak berikan kepada Emir" ucap Emir kepada Pak dekan
"Baiklah, kalau begitu kamu bisa keluar dari ruangan saya sekarang" ucap pak dekan kepada Emir
"Iya, Pak terima kasih, Emir pamit keluar dulu ya Pak, Assalamualaikum" ucap Emir kepada Pak dekan sambil berdiri dan menuju keluar ruangan
__ADS_1
"Waalaikumsalam" jawab pak dekan kepada Emir
Tak berapa lama kemudian, Emir sampai di ruangan perkuliahan dan bertemu dengan Najwa.
"Besti, Lo habis dipanggil ya sama Pak dekan ?" tanya Najwa kepada Emir sambil duduk di ruang perkuliahan
"Iya, Naj" jawab Emir kepada Najwa
"Terus Pak dekan bilang apa sama Lo ?" tanya Najwa kepada Emir
"Ya dia mau kasih gue kesempatan untuk membuktikan, kalau gue bersalah atau enggaknya, dan jika gue terbukti bersalah dan gue akan dikeluarkan dari kampus ini" jawab Emir kepada Najwa
"Oh, berarti ancamannya sama ya, sama direktur Lo yang di pabrik" ucap Najwa kepada Emir
"Iya, Naj" jawab Emir kepada Najwa
"Tenang aja Mir, gue selalu ada buat Lo, dan gue akan bantuin Lo untuk ngebuktiin, kalau Lo nggak bersalah, Lo pernah bilang kan sama gue, kalau kita nggak salah, kenapa kita harus takut" ucap Najwa kepada Emir dengan serius
"Iya, Naj Lo benar, makasih ya Lo selalu ada buat gue" ucap Emir kepada Najwa
"Sama-sama, kita sahabat dan juga udah kayak saudara kandung" jawab Najwa kepada Emir
Kemudian setelah itu perkuliahan dimulai, Setelah beberapa jam perkuliahan usai, Najwa dan Emir berjalan menuju ke luar kampus dan sambil berbincang-bincang.
"Oh ya, Mir, gue dengar-dengar Siska dan teman-temannya bakalan dibebasin loh sama orang tuanya hari ini, dengan jaminan" ucap Najwa kepada Emir
"Gue heran aja Naj, kenapa ya orang tua mereka selalu mendukung kejahatan yang udah dilakukan sama anak-anaknya, dan seharusnya anak-anaknya udah pantas dihukum loh, kalau kejadian seperti ini terus berlanjut, yang ada masa depan mereka rusak" ucap Emir kepada Najwa
"Lo benar juga Mir, tapi Lo tenang aja kita nggak bakalan tinggal diam, kalau kita diinjak-injak dan diperlakukan semena-mena, kita memang bukan orang kaya Mir, tapi kita juga punya harga diri, dan kita juga punya sikap dalam mengambil tindakan "ucap Najwa kepada Emir dengan bijaksana
"Gue setuju sama Lo Besti" jawab Emir kepada Najwa
Dalam waktu bersamaan Riris dan teman-temannya sudah tiba di kantor polisi, lalu mereka sudah bertemu dengan Siska, Fani, Eli, dan Qhira, setelah beberapa jam kemudian, Siska dan teman-temannya bebas dari penjara, kemudian mereka langsung pulang ke rumah mereka masing-masing.
__ADS_1