
Seiring berjalannya waktu, lalu beriringan dengan berjalannya bisnis yang dimulai sejak dari nol, maka tibalah saatnya Emir membeli motor baru untuk adik-adiknya walaupun baru satu motor, tetapi Emir dan adik-adiknya tetap bersyukur atas apa yang sudah ia raih selama ini.
"Makasih ya Kak udah beli motor buat Chika dan Pinkan, Chika senang banget" ucap Chika berterima kasih, kepada Emir karena sudah membelikan motor
"Iya, kak, nanti kita bisa gantian, setidaknya kita punya satu kendaraan dulu" ucap Pinkan kepada Emir, dengan bersyukur lalu merendahkan diri
"Maaf ya adik-adik, Kakak cuma bisa beli motor satu, nanti kalau Kakak ada rezeki, Insya Allah Kakak beli motor lagi, jadi secara perlahan motor kita ada 3, hehehe, amin" ucap Emir kepada adik-adiknya dengan tersenyum
"Nggak apa-apa kok Kak, ini aja kita udah bersyukur sekali" jawab Chika kepada Emir, dengan penuh rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala
"Iya, Kak, kita harus bersyukur, banyak orang yang lebih susah daripada kita, tetapi kita harus yakin dibalik kesusahan Insya Allah ada kemudahan, amin" ucap Pinkan dengan penuh rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala
"Kakak bangga punya adik-adik seperti kalian, kalian selalu bersyukur dan tidak mudah menyerah untuk menggapai cita-cita, tetap semangat ya adik-adik" ucap Emir kepada Chika dan Pinkan dengan memberi semangat kepada adik-adiknya
"Oh ya, Chik, gimana dengan Kuliah kamu ?" tanya Emir kepada Chika dengan serius
"Alhamdulillah lancar Kak, lagi diselimuti dengan tugas-tugas yang beragam, hahaha" jawab Chika kepada Emir dengan tersenyum manis
"Biasa, Kak, Kita disuruh belajar tentang perpaduan resep makanan dan minuman, tak lepas dari kuliner" ucap Chika kepada Emir, sembari mereka sedang duduk sampai di meja makan
"Kak, Chika memang cocok Kak, jadi chef" ucap Pinkan kepada Emir, dengan memuji jika
"Dek, habis tamat SMA kira-kira kamu pengen ambil jurusan apa dalam kuliah ?" tanya Chika kepada Pinkan dengan serius
__ADS_1
"Jujur aja Kak, Pinkan ingin jadi pengacara, tujuan Pinkan ingin jadi pengacara, supaya bisa melindungi kaum-kaum yang lemah dari kejahatan, tetapi di balik Pinkan jadi pengacara, Pinkan ada bisnis sampingan kayak Kak Emir ini, nanti sambil kuliah Pinkan ingin belajar sama Kak Emir, Nah mana tahu nanti klien Pinkan itu dia orang miskin, nggak punya duit, tetapi ia butuh perlindungan dan pembelaan, jadi Pinkan bisa mengangkat kasusnya secara gratis, ikhlas karena Allah Ta'ala, tetapi dibalik itu Pinkan juga ada penghasilan tersendiri dari hasil bisnis kecantikan, hehehe" ucap Pinkan kepada Chika dan Emir, dengan penuh haru ingin membantu kaum yang lemah
"Subhanallah, Mulia banget cita-citamu Dek" ucap ember kepada Pinkan dengan penuh haru
"Calon pengacara dan pebisnis yang sukses, jika niatmu tulus untuk membantu kaum yang lemah, ketika kamu ingin jadi pengacara, Insya Allah diijabah oleh Allah subhanahu wa ta'ala, ingat jangan lupa berdoa dan berusaha" ucap kita memberi nasehat kepada dirimu
"Amin ya Allah, itu pasti Kak, karena Pinkan nggak bisa hidup tanpa Allah Subhanahu Wa Ta'ala" jawab Pinkan kepada Chika, dengan merendahkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala
"Apapun yang kita kerjakan, di manapun kita berada, Allah selalu yang utama di hati ini, oke adik-adik" ucap Emir kepada adik-adiknya, sembari ia sedang menasehati dengan hati yang damai
"Oh ya, kak, besok coba aja kakak pakai motornya ke kampus" ucap Chika kepada Emir
"Nggak, Dek, kakak beli motor buat kalian, jadi kalian bisa bergantian, jangan lupa pakai buat kebutuhan kalian" ucap Emir kepada adik-adiknya, dengan penuh ikhlas membelikan motor untuk kedua adik perempuannya
"Ya udah, kalau gitu kita pakai buat kerja aja ya Kak" ucap Chika kepada Emir
"Iya, kak, lagian kalau untuk dibawa ke sekolah rempong juga, dibawa ke kampus nanti ada yang jahilin juga" ucap Pinkan kepada Emir dan Chika dengan serius
"Iya, setuju" sahut Chika kepada Pinkan, dengan menyetujui pendapat dari Pinkan
"Yang penting kalian hati-hati dalam mengendarai motor" ucap Emir kepada kedua adik perempuannya
"Iya, Kak" jawab Chika dan Pinkan kepada Emir dengan lembut
__ADS_1
"Oh ya, Kak, tiba-tiba Chika kepikiran juga untuk belajar bisnis sama Kak Emir, kira-kira boleh nggak Kak, Chika jadi member kecantikan kakak ?" tanya Chika kepada Emir dengan serius
"Boleh, Dek, ngomong-ngomong kok tiba-tiba Chika punya pikiran belajar bisnis sama kakak ?" tanya Emir kepada Jika dengan serius
"Chika jadi ingat sama kata-kata Pinkan, iya ingin jadi pengacara untuk membantu kaum yang lemah, tetapi ia juga ingin memiliki bisnis sampingan seperti kakak, hal yang sama juga terbesit di benak Chika kak, mana tahu suatu saat nanti Chika bisa membantu fakir miskin, untuk menyumbangkan makanan, tetapi dibalik itu Chika juga ada bisnis sampingan untuk memenuhi kebutuhan Chika, hehehe" ucap Chika kepada Emir dengan tersenyum
"Iya, dek, kakak ngerti apa maksud kamu, oke nanti kakak coba daftarkan kamu untuk jadi member kecantikan, nah jika ada waktu luang nanti kita belajar, oke" ucap Emir kepada Chika, dengan mensupport adik-adiknya
"Makasih, Kak" ucap Chika kepada Emir sembari ia tersenyum manis
"Kalau buat Pinkan, belajar dulu ya dek, karena udah kelas 3,dan sebentar lagi mau ujian akhir juga, jadi belajar bisnisnya setelah kamu kuliah aja, oke" ucap Emir kepada Pinkan, dengan memberikan semangat kepada Pinkan
"Iya, Kakak, sip deh Kakak" jawab Pinkan kepada Emir dengan semangat
"Makasih ya, Chika, Pinkan, kalian selalu dengar kata-kata kakak" ucap Emir kepada adik-adiknya dengan lemah lembut
"Kakak itu ibaratnya adalah ibu kedua Chika dan Pinkan, semenjak Ayah dan Ibu sudah tiada, kakak yang jadi tulang punggung keluarga, kasih sayang Kakak kepada Chika dan Pinkan, sama layaknya seperti ibu kandung kepada anaknya, jadi udah sepantasnya kita dengar kata-kata kakak" ucap Chika kepada Emir dengan penuh haru
"Iya, betul Kak, Kakak memiliki dua bahu, di bahu kanan sebagai seorang ibu, lalu di bahu kiri sebagai seorang ayah, untuk kita berdua" ucap Pinkan kepada Emir, dengan tersenyum sambil berlinang air mata
"Wah, jadi baper nih dek, Hahaha" ucap Emir kepada kedua adiknya, sembari mereka sedang tertawa bersama
"Hahaha" Emir, Chika, dan Pinkan, tertawa bersama
__ADS_1
"Ya sudah, waktunya kita istirahat, besok kita lanjut untuk aktivitas kita masing-masing" ucap Emir kepada Chika dan Pinkan, sembari ia menyuruh adiknya untuk beristirahat
"Siap, kakak" ucap Chika dan Pinkan secara serentak