
Tiba-tiba Riris menelpon 3 orang suruhannya, yaitu Yudi, Erik, dan Beno, dengan cara video call dalam waktu yang bersamaan.
"Saya, perintahkan kalian untuk melecehkan gadis yang bernama Emir, dan fotonya sudah saya kirimkan melalui WhatsApp Kalian bertiga, salah satu di antara kalian mendokumentasikannya, lalu kirim kepada saya, mengerti" ucap Riris kepada Beno Yudi dan Erik.
"Oke, bos" ucap Yudi, Erik, dan Beno kepada Riris
"Oh ya, Bos, Bos Bisa kirimkan nggak alamat lengkap cewek ini, biar nanti kita bisa gampang menyelidikinya" ucap Yudi kepada Riris
"Oke, baiklah" jawab Riris kepada Yudi
"Saya harap, kalian bisa bekerja dengan baik tanpa gagal, dan jika kalian bisa bekerja dengan baik, saya akan bayar kalian dengan mahal" ucap Riris kepada Yudi, Erik, dan Beno
"Oke, Bos, siap" ucap Erik kepada Riris
"Oke, bos, nanti siang kita mulai bertindak" ucap Beno kepada Riris
"Bagus" jawab Riris kepada Erik, Beno, dan Yudi
"Oke, saya tutup dulu teleponnya, karena saya ada urusan yang lain" ucap Riris kepada ketiga anak buahnya
"Oke, bos" jawab anak buah Riris
Siang pun mulai datang, saatnya Emir pulang ke rumahnya, tapi sebelum pulang ke rumah, Emir mampir dulu ke tempat laundry Bude Iin, dan mengantarkan cucian laundry pulang ke rumahnya, setelah itu Emir bersiap-siap dan bergegas untuk bekerja di pabrik, dan Emir pun merasakan Firasat bahwa dari tadi, ada orang yang mengikutinya, tetapi Emir berusaha positif thinking dan cuek kepada orang yang sudah mengikutinya.
"Kok perasaan gue nggak enak ya, seakan-akan dari tadi kayak ada orang yang ngikutin gue, tapi pas gue tengok ke belakang kiri dan kanan dan depan gak ada orang" ucap Emir kepada dirinya sendiri
"Kalau begitu gue harus lebih hati-hati nih" jawab Emir kepada dirinya sendiri
Tiba-tiba Yudi, Beno dan, Erik merencanakan sesuatu dan terus mengintai Emir, sampai pulang dari pabrik, lalu setelah itu baru melaksanakan misinya untuk melecehkan Emir.
"Woi, bro, kita tunggu cewek itu sampai dia pulang dari pabrik, baru kita lecehkan dia" ucap Beno kepada teman-temannya
"Kenapa harus ditunggu nanti sih Ben, kelamaan, sekarang aja, gue udah gak sabar nih, nyentuh tu cewek" ucap Yudi kepada Beno dengan tidak sabar ingin melecehkan Emir
"Yah dasar lo selalu ngulur-ngulur waktu, Lo liat tu cewek, cantik tau gak" ucap Erik kepada Beno dengan protes
"Kalian berdua itu memang goblok ya, gak pernah pinter sama sekali, seharusnya Lo berdua mikir, kalau kita bertindak sekarang, yang ada semua orang bakalan curiga sama kita, termasuk tuh satpam gendut yang ada di sana, dan kita pasti digebukin, sama-sama goblok !!!" ucap Beno kepada teman-temannya dengan emosi
__ADS_1
"Yah, Lo santai aja kali ngomongnya" ucap Yudi kepada Beno
"Sudah, sudah, kalian jangan ribut, kalau kalian ribut, misi kita tidak akan berjalan, Oke, kita ikutin apa kata Lo" ucap Erik kepada Beno
"Oke, sip" jawab Beno kepada Erik
Beberapa jam kemudian, Emir telah usai bekerja di pabrik, dan sudah waktunya Emir pulang, sembari di perjalanan, Emir diikuti oleh Erik, Beno dan Yudi, ketika Emir berjalan di tempat yang sunyi, tiba-tiba Yudi dan teman-temannya muncul dan mengganggu Emir.
"Hai, cantik, sini yuk, ikut sama kita" ucap Yudi sambil merayu Emir
"Kalian, siapa ? jangan ganggu gue" ucap Emir dengan tegas, kepada Yudi dan teman-temannya
"Ayo, manis, ikut dengan kita" ujar Beno kepada Emir, sambil membelai dagu Emir
"Halo, sayang, sini" ucap Erik kepada Emir
Tiba-tiba Emir menampar Beno karena sudah berani menyentuh dagunya.
"Jangan kurang ajar ya kalian sama gue !!! pergi kalian dari sini !!! atau enggak gue akan teriak !!!" ucap Emir kepada Beno dan teman-temannya dengan nada keras
"Hahaha, teriak aja manis" ucap Yudi kepada Emir sambil mengolok-olok Emir
"Berani-beraninya ya Lo nampar gue, sini Lo !!!" ucap Beno kepada Emir dengan suara keras
"Aw, aw, aw, aduh" ucap Emir dengan kesakitan
Lalu tiba-tiba Emir menggigit tangan Beno dengan kuat dan mencoba untuk melarikan diri.
"Aaawww" teriak Beno dengan merasa kesakitan
Lalu tiba-tiba Yudi, dan, Erik dengan sigapnya berlari dengan cepat dan ada di depan Emir, Kemudian Yudi menggenggam erat kedua pergelangan tangan Emir, sehingga Emir kesakitan.
"Eh, sini Lo !!! cewek kurang ajar" ucap Yudi kepada Emir dengan kasar
"Lo yang kurang ajar !!! Lepasin Gue !!! ucap Emir dengan suara keras kepada Yudi
"Sini Lo !!!" ucap Yudi dengan suara keras kepada Emir
__ADS_1
"Aduh, Aw, Aw, aduh, aduh" teriak Emir dengan kesakitan
Emir berusaha melawan Yudi dan teman-temannya, lalu tiba-tiba Emir menendang ******** Yudi sekuat tenaga.
"Aw, aw, aw, aw" ucap Yudi dengan kesakitan
Setelah itu Emir mencoba melawan Erik dengan melakukan hal yang sama kepada Yudi, tetapi kaki Emir di tangkis oleh Yudi, lalu Emir terjatuh dan terhempas ke tanah.
"Aduh, aduh" teriak Emir merasa kesakitan
"Sini Lo !!! kita ingin menikmati tubuh Lo" Ucap Erik kepada Emir
Lalu tiba-tiba kaki kanan Emir menendang kepala Erik, dan setelah itu menendang wajah Erik dengan sekuat tenaga, sehingga Erik pun terjatuh.
"Aduh, sialan tuh cewek !!! ucap Erik kepada teman-temannya, sembari ia juga jatuh dan terhempas ke tanah
Kemudian Emir berusaha untuk merangkak, iya belum sanggup berdiri dan berusaha sekuat tenaga untuk melarikan diri dari Erik dan teman-temannya, tak lama kemudian, setelah itu Beno, Erik, dan Yudi berhasil kembali mendekati Emir.
"Ayo, mau pergi ke mana Lo, Lo nggak bakalan bisa kabur lagi" ucap Yudi kepada Emir
Lalu tiba-tiba Emir menggenggam tanah dan menyiramnya ke mata Beno, Yudi, dan Erik, setelah itu Emir berusaha berdiri lalu berlari, sehingga berhasil kabur dari mereka bertiga.
"Aduh, perih mata gue !!!" ucap Yudi dan teman-temannya
"Sialan, ternyata kuat juga tuh cewek" ucap Yudi kepada teman-temannya
"Aduh, gimana nih bro ? pasti bos marah besar sama kita" ucap Erik kepada teman-temannya
"Ya, pastilah" ucap Erik kepada teman-temannya
"Otak Lo berdua jangan pendek dong, pasti tuh cewek pulang ke rumahnya, nah kita kan udah tahu rumah tuh cewek, kita susul aja ke sana, apalagi mereka semua cewek gak ada yang cowok, gue yakin mereka nggak bakalan sanggup lawan kita, dan kita bisa menyelesaikan misi kita dengan baik, Ayo let's go bro" ucap Beno kepada teman-temannya
"Iya, Lo Bener Ben"ucap Yudi kepada Beno
" Kalau gitu ayo, tunggu apa lagi" ucap Beno kepada teman-temannya
Emir berlari terbirit-birit dengan sekuat tenaga dengan keadaan tangan dan kaki yang sedang kesakitan, tak berapa lama kemudian Emir tiba di rumah dan mengetuk pintu rumah sekencang mungkin.
__ADS_1
"Chika, Pinkan, Ayo buruan dek buka pintunya" ucap Emir sambil menggedor pintu
Tiba-tiba Chika membuka pintu, lalu setelah itu, Emir masuk ke dalam rumahnya dan mengunci semua pintu, serta jendela dengan rapat dalam keadaan cemas.