
"Ya kalau ngungkapin perasaan kan, nggak mungkin main-main Naj" ucap Alex kepada Najwa dengan serius
"Iya bener juga sih Lex" jawab Najwa kepada Alex dengan gugup
"Lo belum jawab pertanyaan gue Naj" ucap Alex kepada Najwa dengan serius
"Jadi Lo butuh jawabannya ssekarang? " Najwa berbalik bertanya kepada Alex
"Iya, Naj" jawab Alex kepada Najwa
"Jujur Lex, gue sebenarnya juga cinta sama Lo, tapi untuk saat sekarang ini, gue nggak mau terlalu larut dalam percintaan, karena gue fokus menggapai cita-cita gue terlebih dahulu, tetapi alangkah baiknya jika Lo sama gue saling kompak bersama satu sama lain, Dalam menggapai cita-cita, kita saling ssupport, aling mencintai, saling menyayangi, dan hubungan yang kita jalani bisa sehat" jawab Najwa kepada Andre dengan serius
"Makasih ya Naj, Lo udah cinta sama gue aja, gue udah merasa senang banget, Lo mau kan taarufan sama gue ?" tanya Alex kepada Najwa dengan serius
"Kalau masalah taarufan, gue nggak mau jawab sekarang, Gue ingin jawab hal ini setelah meeting dengan klien selesai, gimana ?" tanya Najwa kepada Alex dengan serius
"Oke, Naj, Makasih ya" ucap Alex kepada Najwa dengan mengucapkan terima kasih
"Sama-sama Lex" jawab Najwa kepada Alex
Hal yang sama dilakukan oleh Andre kepada Emir, tetapi Andre mengungkapkan perasaannya kepada Emir, dengan secara langsung pada malam itu juga, di suatu cafe yang ada di dalam hotel tersebut.
"Mir, gue minta maaf sebelumnya, tapi gue ingin jujur sama Lo, dan ingin bertanya juga sama Lo" ucap Andre kepada Emir dengan gugup
"Jujur apa Ndre ?" tanya Emir dengan penasaran
"Gue sebenarnya cinta sama Lo Mir, gue sayang sama Lo, dan gue nggak mau kehilangan Lo, gue serius Mir, nggak bercanda" ucap Andre kepada Emir dengan penuh cinta
"Gue, boleh bertanya nggak satu hal sama Lo ?" tanya Andre kepada Emir dengan serius
__ADS_1
"Iya boleh" jawab Emir kepada Andre
"Lo cinta nggak sama gue ?" tanya Andre kepada Emir dengan serius
"Apa pertanyaan itu mesti gue jawab sekarang ?" jawab Emir kepada Andre dengan serius
"Iya Mir, tapi apapun itu jawaban Lo, Gue terima dan gue juga nggak akan maksa Lo buat mencintai gue" ucap Andre kepada Emir dengan serius
"Oke, gue bakal jujur sama Lo, jujur ya Ndre, gue juga cinta sama Lo, tapi gue untuk saat sekarang ini lebih fokus untuk mengejar cita-cita, dan lebih fokus cari uang untuk memenuhi kebutuhan adik-adik gue Ndre, tapi di saat Gue Ingin menggapai cita-cita, gue dengan senang hati, kalau Lo mau berjuang dengan menggapai cita-cita, bersama gue untuk menjadi pebisnis, atau owner yang handal suatu saat nanti" jawab Emir dengan gugup kepada Andre
"Lo mau nggak taarufan dengan gue ? kalau kita taarufan, kita juga terhindar dari fitnah, zina, dan perbuatan terlarang lainnya, gue mencintai Lo dengan sungguh-sungguh, dan nggak mau berpacaran seperti layaknya zaman kekinian, karena gue sadar Lo belum jadi istri gue, jadi kita Ingin menggapai cita-cita kita bersama, dan menyelesaikan kuliah secara bersama dengan cara taaruf, dan saling memberi support satu sama lain, dan saling mengingatkan ibadah satu sama lain, gimana Menurut lo Mir ?" tanya Andre kepada Emir dengan serius
"Kalau masalah taarufan, gue nggak mau jawab sekarang, nanti aja setelah meeting dengan klien selesai, gue janji akan jawab dengan Sejujurnya, Lo bisa sabar kan, menunggu jawaban dari gue ?" tanya Emir kepada Andre dengan lembut
"Oke Mir, it's oke, gue hargai keputusan dari Lo, dan gue akan menunggu jawaban dari Lo"jawab Andre kepada Emir dengan penuh cinta
sembari Emir, dan Andre sedang berbincang-bincang, hal yang tak disangka terjadi, ternyata kedua orang tua Andre mengikuti Andre dan Emir, lalu menguping antara pembicaraan Andre dengan Emir, sehingga Indra dan Reva mendengar semua percakapan Andre dan Emir, namun sebelum Indra dan Reva berbalik untuk menuju ke kamar hotel, tiba-tiba Indra menginjak kaki Reva, sehingga Reva berteriak kesakitan dan Andre dengan Emir melihat, lalu menyadari Indra dan Reva sedang menguping pembicaraannya.
"Iya ma, kita doakan saja ya" jawab Indra kepada Reva sambil berbisik-bisik, supaya tidak terdengar oleh Andre dan Emir
"Aduh, aw !!!" teriak Reva ketika kakinya diinjak oleh Indra tanpa disengaja
Tiba-tiba Andre dan Emir terkejut dan memergoki kedua orang tuanya sedang menguping pembicaraannya dengan Emir.
"Mama, Papa" ucap Andre menyapa kedua orang tuanya dengan terkejut
"Kok Mama dan Papa bisa di sini ?" tanya Andre kepada kedua orang tuanya dengan terkejut
"Anu Ndre, Mama sama Papa ingin ngopi" ucap Reva kepada Andre dengan gugup
__ADS_1
"Iya, kalau mau ngopi resepsionisnya di sana Mama, bukan di sini" ucap Andre kepada mamanya dengan heran
"Iya, ndre" jawab Reva kepada Andre dengan gugup
"Ya udah, papa ajak mama ke sana dulu ya ndre, ngopi bareng" ucap Indra kepada Andre dengan gugup dan pipi yang merah
"Tnggu dulu Ma, pa, Papa, Mama nguping pembicaraan Andre dan Emir ? ayo" tanya Andre kepada kedua orang tuanya dengan tersenyum
"Nggak kok Ndre, nggak nggak kita nggak nguping" jawab Reva kepada Andre dengan gugup
"Iya kok Ndre, kita Nggak nguping, pembicaraan kamu ngungkapin perasaan" jawab Indra kepada Andre, dengan hampir keceplosan kepada Andre
Lalu tiba-tiba Reva mencubit pinggang Indra, sehingga Indra merasa kesakitan di bagian pinggangnya, setelah dicubit oleh Reva
"Papa, apa-apaan sih" ucap Reva kepada Indra dengan berbisik-bisik tetapi didengar oleh Andre
"Iya, Ma" jawab Indra kepada Reva dengan penuh manja
"Nah, tuh kan barusan mama dan papa nguping" jawab Andre kepada kedua orang tuanya
Lalu tiba-tiba, Reva menarik tangan Indra, dan membawa Indra pergi dari hadapan Andre dan Emir
"Ndre, Mama dan Papa pergi ke sana dulu ya, dah" ucap Reva kepada Andre, sambil menarik tangan Indra, dan membawa Indra pergi dari hadapan Andre dan Emir
"Ya Mir, kita ketahuan" ucap Andre kepada Emir sambil tersenyum
"Hahaha, Mama dan Papa kamu lucu ya Ndre" ucap Emir kepada Andre, dengan tersenyum dan tertawa melihat tingkah kedua orang tua Andre
"Ya udah, kalau gitu kita balik ke kamar masing-masing yuk, waktunya istirahat, besok kita mau nyiapin perlengkapan untuk meeting" ucap Andre kepada Emir
__ADS_1
"Iya, Ndre, Yuk kita ke kamar masing-masing, gue juga mau istirahat dulu nih, udah ngantuk juga" jawab Emir kepada Andre dengan menguap