Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM

Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan MLM
BAB 155 Berhasil Melobi Para Downline Baru


__ADS_3

Waktu terus berjalan, walaupun ada tantangan mendadak yang dialami oleh Emir, tetapi Emir berhasil melewatinya melalui bantuan dan support para sahabat dan kedua adik-adiknya, pada hari ini Emir berhasil melobi para downline baru untuk membeli produk kecantikan MLM, kemudian ia berhasil memberikan bimbingan kepada downline baru pada hari ini.


Tak lama kemudian setelah itu Andre, Alex, Emir, Najwa, Chika, dan Pinkan, duduk bersantai di sebuah Cafe, sambil melepaskan penat mereka masing-masing.


"Alhamdulillah, akhirnya pertemuan hari ini berjalan dengan lancar dengan downline baru, walaupun ada sedikit halangan tetapi gue bisa menyikapi ini semua atas bantuan kalian" ucap Emir kepada Najwa, Chika, Pinkan, Andre, dan Alex, sembari mereka sudah berada di cafe sambil duduk bersantai


"Iya, Mir, syukur alhamdulillah, kita berhasil memberikan bimbingan kepada para downline baru, tapi tadi gue memang kaget sekali, tiba-tiba tante Riris dan tante Farah datang, lalu menampar dan mempermalukan Lo di depan umum" ucap Najwa kepada Emir sembari ia bersyukur, lalu terkejut dengan kedatangan Riris dan Farah


"Ya sudah, nggak apa-apa, gue baik-baik aja kok, yang jelas hari ini misi kita berjalan dengan lancar" ucap Emir kepada Najwa dengan santai


"Jangan lupa berterima kasih kepada si jagoan kita, yaitu Pinkan, hahaha" ucap Andre kepada Emir, Najwa, Alex, dan Chika, sambil bercanda kepada Pinkan


"Oh ya, Pinkan, kok tiba-tiba kamu kepikiran bilang kepada semua orang, kalau tante Riris itu gangguan jiwa, sungguh ngakak banget, jujur aja gue merasa sakit hati iya juga, dengan perlakuan tante Riris dan tante Farah, tapi di satu sisi gue nahan ketawa, lihat tingkah Pinkan pas ngebelain Emir di depan umum, hahaha" ucap Alex kepada Emir, Najwa, Andre, dan Pinkan, sambil menertawakan tingkah Pinkan


"Iya, Lo Bener Lex, gue juga rada-rada bingung, kok tiba-tiba Pinkan mengakui tante Riris dan tante Farah mengalami gangguan jiwa, dan mau kasih obat, hahaha" sambung Najwa kepada Alex sambil tertawa, dengan mengingat tingkah Pinkan membela Emir di hadapan para downline, Riris, dan Farah


"Pinkan, Pinkan, kamu kreatif juga ya, Dek" ucap Andre kepada Pinkan, sambil tersenyum dengan melihat tingkah Pinkan


"Iya, kak, Chika juga bingung sama Pinkan, tapi jujur ngakak banget, hahaha" sambung Chika kepada Andre, sambil tertawa melihat tingkah adik bungsunya

__ADS_1


"Jujur aja ya, Kak, sebenarnya Pinkan emosi dan gemes banget, lihat tingkah tante Riris dan tante Farah menampar Kak Emir, lalu ia mempermalukan Kak Emir di depan para downline lainnya, sumpah Pinkan greget banget, tapi Pinkan mikir lagi, kalau Pinkan menghadapi dua iblis itu dengan emosi, yang ada nantinya rencana bisnis Kak Emir pasti gagal, jadi Pinkan berusaha untuk menenangkan diri dan menyikapi kedua iblis tersebut dengan halus, hehehe" ucap Pinkan kepada Emir, Najwa, Chika, Andre, dan Alex, dengan tersenyum manis kepada mereka semua


"Iya, emang kelihatan kok kalau Pinkan menahan amarahnya, makasih ya, Dek, udah udah belain kakak" ucap Emir kepada Pinkan, dengan mengucapkan terima kasih


"Gue juga mau terima kasih kepada kalian semua, yang udah bantuin gue dan ngebelain gue dari para penjahat itu, kalau nggak ada kalian, mungkin rencana bisnis gue bisa gagal tadi" ucap Emir kepada Andre, Alex, Najwa, dan Chika dengan mengucapkan terima kasih


"Sama-sama, Besti, yang pastinya kita nggak bakal biarin Lo di celakai sama orang" sambung Najwa kepada Emir, sambil mencicipi minuman yang ada di depannya


"Iya, Naj, Alhamdulillah tadi kita berdua berhasil melobi para downline baru, untuk bergabung jadi member kecantikan MLM, dan kita juga berhasil melobi para downline baru untuk membeli produk kecantikan" ucap Emir kepada Najwa dengan bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala


"Dan habis ini kita semua fokus pada perjuangan masing-masing, ada yang fokus untuk wisuda, ada yang fokus untuk ujian Akhir Sekolah, dan ada juga yang fokus untuk mengerjakan tugas kuliah" ucap Alex kepada Emir, Najwa, Andre, Chika, dan Pinkan, sambil mencicipi minuman yang ada di depannya


"Iya, perasaan baru kemarin kita berdua kenalan sama Andre dan Alex ya Naj, ternyata udah banyak yang kita lalui dan sampai juga di titik akhir wisuda, alhamdulillahirobbilalamin, terima kasih ya Allah" ucap Emir kepada Najwa, lalu melirik Andre dan Alex, dengan mengucapkan rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala


"Duh, pengen juga wisuda" sambung Chika kepada Emir, Najwa, Andre, dan Alex, dengan tersenyum manis dan mencairkan suasana


"Makanya kuliah yang rajin, belajar yang pintar kayak kakakmu toh Nduk, hahaha" ucap Najwa kepada Chika, sambil meniru cara bicara Bude Iin


"Waduh, gue denger Lo ngomong, jadi ingat sama Bude Iin" sambung Emir kepada Najwa dengan teringat kepada Bude Iin

__ADS_1


"Iya, Kak" sambung Pinkan kepada Emir


Tak Berapa lama kemudian, tiba-tiba pelayan cafe menghidangkan makanan yang udah dipesan oleh Alex.


"Mbak, Mas, ini makanannya" ucap pelayan Cafe kepada Emir, Najwa, Andre, Alex, Chika, dan Pinkan


"Iya, Mbak, Makasih ya mbak, taruh aja di meja ini" jawab Andre kepada pelayan Cafe


"Ayo, guys, waktunya kita makan, perut gue udah keroncongan nih" ucap Alex kepada Andre, Emir, Najwa, Chika, dan Pinkan, sambil mengelus perutnya yang keroncongan


"Mari kita santap makanannya" sambung Pinkan kepada Alex, sambil tersenyum manis melihat makanan sudah ada di depan matanya


Sembari Emir, Najwa, Andre, Alex, Chika, dan Pinkan, makan bersama di cafe, ternyata Riris, Farah, Eli, Qhira, Siska, dan Fani, mengikuti gerak-gerik Emir dan teman-temannya, lalu kedua adik-adik Emir, tiba-tiba terbesit di benak Riris ingin menghancurkan bisnis kedua orang tua Andre.


"Sekarang kalian bisa tersenyum manis, tapi lihat saja satu persatu saya akan menghancurkan kalian, terutama Andre" ucap Riris kepada Farah, Siska, Eli, Fani, dan Qhira, dengan berbisik-bisik, sambil mengikuti Emir dan teman-temannya serta kedua adik-adik Emir


"Kok, Andre, ma ?" tanya Siska kepada Riris dengan berbisik-bisik


"Karena Andre ia selalu berusaha melindungi Emir, sama halnya dengan Alex, ia selalu melindungi Najwa, jika kita tidak berhasil menghancurkan Emir dan Najwa, maka hancurkan bisnis pasangan mereka" jawab Riris kepada Siska, dengan berbisik-bisik sembari ia menaruh dendam kepada Andre, Alex, Emir, dan Najwa

__ADS_1


"Apa yang dikatakan Jeng Riris itu benar Siska, gantian dong, saatnya kita mencoba untuk menghancurkan Andre" sambung Farah kepada Siska, dengan menaruh rasa sakit hati dan dendam yang mendalam, kepada Andre, Alex, Emir, dan Najwa


__ADS_2