
Keesokan harinya Najwa menyusun rencana dengan Chika untuk menyelidiki Riris, tak berapa lama kemudian, Najwa sampai di rumah Emir untuk menemui Chika.
"Ini pakaian apa dek ?" tanya Najwa kepada Chika
"Kita harus merubah penampilan kita kak, supaya nggak dikenali oleh bu Riris, atau oleh ketiga preman itu" jawab Chika kepada Najwa
"Diem, diem, pintar juga ya kamu" ucap Najwa kepada Chika sambil bercanda
"Kan Chika adiknya Kak Najwa, kalau adiknya Pintar, berarti kakaknya jauh lebih pintar dong, hahaha" jawab Chika sambil merayu Najwa
"Huh, pintar ngerayu nih" ucap Najwa kepada Chika sambil bercanda
"Yuk, kak, kita berangkat" ucap Chika kepada Najwa
"Oke" jawab Najwa kepada Chika
Satu jam kemudian, Najwa, dan Chika, sudah sampai di rumah Riris, kebetulan di depan rumah Riris ada cafe, dan di sanalah Chika dan Najwa nongkrong berdua sambil mengintai Riris, tiba-tiba Chika dan Najwa melihat Papa Siska atau Pak Arman pulang dari luar kota, kebetulan lagi di luar berbicara dengan Riris.
"Kak, target kita ada di luar" ucap Chika kepada Najwa, sembari ia sedang duduk di cafe
"Loh, bukannya itu Papanya Siska ?" tanya Najwa kepada Chika
"Iya, bisa jadi kak" jawab Chika kepada Najwa
"Mungkin, pak Arman itu baru pulang dari luar kota, kayak urusan pekerjaan gitu Chik" ucap Najwa kepada Chika dengan penasaran
"Iya, bener kak, kayaknya begitu" jawab Chika kepada Najwa
Tak Berapa lama kemudian, Arman dan Riris masuk ke dalam rumah, tiba-tiba Chika, Najwa beranjak dari cafe, lalu bergegas menghampiri rumah Riris, tapi sebelum itu Chika dan Najwa tidak lupa untuk mengaktifkan perekam suara dan video di ponselnya.
"Ayo, buruan Chik" ucap Najwa kepada Chika
"Ayo, kak" jawab Chika kepada Najwa
"Ma, gimana keadaan Siska di penjara ?" tanya Arman kepada Riris dengan khawatir
__ADS_1
"Siska baik-baik aja Pa, tapi yang namanya dipenjara, Papa tahu sendiri lah, pasti makanannya tidak terjamin kebersihannya, tidur Siska juga nggak enak, banyak nyamuk juga di sana, Mama yakin anak kita pasti menderita di sana Pa" ucap Riris kepada Arman
"Papa nggak habis pikir sama gadis yang bernama Emir itu, berani-beraninya dia melaporkan anak kita kepada polisi, selama ini nggak ada yang berani menentang kita Ma ?" ucap Arman kepada Riris dengan sombong
"Iya, bener Pa, tapi Papa tenang aja, Mama sudah memberikan pelajaran yang berharga untuk Emir, itu baru awalnya saja" jawab Riris kepada Arman
"Emang Mama melakukan apa sama Emir ?" tanya Arman kepada Riris dengan penasaran
"Mama bekerja sama dengan jeng Farah, jeng Intan, jeng Efni untuk menghancurkan Emir" jawab Riris kepada Arman dengan serius
"Siapa mereka Ma ?" tanya Arman kepada Riris
"Mereka bertiga itu Mamanya Fani, Mamanya Eli, dan Mamanya Qhira" jawab Riris kepada Arman
"Lalu apa yang kalian lakukan dengan gadis yang bernama Emir itu ?" tanya Arman kepada Riris
"Kita bekerja sama dengan tiga orang preman dan, iya bernama Beno, Yudi, dan Erik, barusan kemarin Mama udah kasih mereka uang, karena pekerjaan mereka berhasil, dan sekarang si Emir itu mengalami keterpurukan" ucap Riris kepada Arman
"Bagus, jangan biarkan orang itu semena-mena dengan kita, beraninya mereka menantang kita" ucap Arman kepada Riris
Target kita bukan Emir itu aja Pa, dan target kita selanjutnya adalah Najwa sahabatnya si Emir itu, kita hancurkan Najwa itu dengan keluarganya" ucap Riris kepada Arman dengan menaruh dendam kepada Najwa dan keluarganya
"Mama akan melakukan hal yang sama Pa kepada si Najwa itu, yang lebih parahnya lagi kemarin ia datang ke rumah ini dalam keadaan marah-marah kepada Mama, dan berani mengancam Mama" ucap Riris kepada Arman dengan emosi
"Mama udah nggak sabar, buat hancurin Najwa dan keluarganya" ucap Riris kepada Arman
"Sabar dulu Ma, kita selesaikan dulu satu persatu" ucap Arman kepada Riris dan sambil menenangkan Riris
"Ya udah, kalau begitu Papa mandi dulu ya Ma" ucap Arman kepada Riris
"Iya, Pa" jawab Riris kepada Arman
Tak Berapa lama kemudian, pada detik itu juga, Najwa dan Chika mengirimkan bukti percakapan, antara Arman dan Riris, kepada Emir dan Pinkan, lalu tak lupa pula Najwa mengirimkan bukti percakapan Arman dan Riris, kepada Endah, Yosep, dan bude Iin.
"Alhamdulillah, akhirnya selesai juga Chik" ucap Najwa kepada Chika
__ADS_1
"Iya, Kak, kita harus segera pergi dari sini" jawab Chika kepada Najwa
Najwa dan Chika segera bergegas pergi dari rumah Riris, dan tak lupa pula mereka selalu mengamankan ponselnya, dan selalu waspada dengan kejahatan yang akan menimpa diri mereka masing-masing.
Sebelum Chika dan Najwa beranjak dari rumah Riris, tiba-tiba Riris menelpon Mama Qhira, Eli, dan Fani secara video call.
"Kak, tunggu dulu, kita dengar dulu percakapan Bu Riris dengan para penjahat yang lainnya" ucap Chika kepada Najwa
"Iya, Chik, kamu benar" jawab Najwa kepada Chika
"Halo, jeng, si Emir kan udah dapat ganjarannya, gimana nanti kalau kita berempat kompak untuk membebaskan anak-anak kita, secara gitu suami saya udah pulang" ucap Riris kepada Intan, Efni, dan Farah
"Boleh juga tuh jeng, kasihan anak-anak kita terlalu lama di penjara" jawab Farah kepada Riris
"Iya, gimana kalau nanti malam kita ketemu jeng, jangan lupa bawa suami kita juga" ucap Efni kepada Riris
"Iya, betul, jeng semakin cepat semakin baik" ucap Intan kepada Riris
"Saya setuju jeng, nanti kita kumpul jam berapa ?" tanya Riris kepada teman-temannya
"Gimana kalau nanti kita kumpul jam 07.00 malam aja ?" Jawab Intan kepada teman-temannya
"Oke, setuju" ucap Efni dengan teman-temannya secara serentak
"Oke, kalau gitu saya tutup dulu ya jeng teleponnya" ucap Riris kepada teman-temannya
"Oke, jeng, sampai jumpa nanti malam ya" jawab Intan kepada teman-temannya
Langkah demi langkah dan Detik demi detik dari setiap gerak-gerik Riris diperhatikan oleh Najwa dan Chika, tetapi Najwa dan Chika selalu berusaha hati-hati, dan waspada dengan kejahatan yang selalu merajalela di mana-mana.
"Berarti mereka semua berencana untuk membebaskan anak-anak mereka kak" ucap Chika kepada Najwa
"Iya, betul Chik, nggak apa-apa, setelah anak-anak mereka keluar dari penjara, giliran mereka yang akan masuk penjara, gantian dong, hahaha" ucap Najwa kepada Chika
"Iya, kak, betul kak, ayo kak kita bergegas pergi dari sini" ucap Chika kepada Najwa
__ADS_1
"Ayo, Chik" ucap Najwa kepada Chika
Setelah 1 jam kemudian, Najwa dan Chika sampai di rumah Emir, kebetulan Emir dan Pinkan sudah ada di rumah, Chika dan Najwa menceritakan semua kejadian pada hari ini kepada Emir dan Pinkan, dan tak lupa pula Ketika Najwa sudah sampai di rumahnya, ia juga menceritakan kejadian pada hari ini kepada Endah, Yosep, dan bude Iin.