
"Astaghfirullahaladzim, apa yang terjadi sama kakak ? Kenapa Kakak terluka seperti ini ?" tanya Chika kepada Emir
"Kakak dikejar sama 3 orang preman, dan mereka hampir saja ingin menodai kakak, dan kakak khawatir jika mereka datang ke rumah ini, lalu mengganggu kita berdua" ucap Emir kepada Chika dengan rasa khawatir
"Ya Allah, Kakak tenang dulu ya Kak, minum dulu" ucap Chika kepada Emir
"Kakak nggak bisa tenang Chika, Pinkan di mana ?" tanya Emir kepada Chika
"Pinkan ada di kamarnya Kak" jawab Chika kepada Emir
Tiba-tiba Emir menghampiri Pinkan ke kamarnya dan menyuruh Pinkan untuk keluar dari kamarnya.
"Ya Allah, kak, kenapa Kakak bisa terluka seperti ini ?" tanya Pinkan kepada Emir
"Kakak nggak kenapa-kenapa kok dek, Kakak dikejar oleh tiga orang preman, dan mereka ingin menodai kakak, tapi alhamdulillah Kakak bisa menyelamatkan diri.
"Kakak khawatir preman-preman itu bakal menghampiri ke rumah kita, dan melukai kalian atau menodai kalian, Kakak nggak mau itu terjadi sesuatu sama kalian" ucap Emir kepada adik-adiknya dengan rasa khawatir
"Kakak tenang dulu, tarik nafas dalam-dalam dan keluarkan" ucap Pinkan kepada Emir
"Kakak jangan takut, kita ada di sini untuk belain kakak dan melawan preman itu" ucap Chika kepada Emir
"Tapi mereka berbahaya dek, Kakak nggak mau kalian kenapa-kenapa" ucap Emir kepada Chika
"Tenang saja kak, kita pasti lawan mereka, Kakak nggak usah khawatirkan kita, jika dia datang ke sini, kita udah siap melawannya" ucap Pinkan kepada kakak sulungnya.
"Kakak nggak mau terjadi apa-apa sama kalian" ucap Emir sambil menangis dan memeluk adik-adiknya
Dalam waktu yang bersamaan tiba-tiba Riris menelfon Beno.
"Ya bos" ucap Beno kepada Riris
"Gimana tugas kalian ? apa berjalan dengan lancar ?" tanya Riris kepada Beno
"Maaf Bos, kita gagal melecehkan cewek itu, dan ia berhasil kabur" ucap Beno kepada Riris
"Apaaa !!!" kalian ini memang bodoh dan tidak berguna !!! untuk menangani satu perempuan aja kalian tidak becus !!!" ucap Riris dengan penuh amarah kepada Beno
"Serang Emir ke rumahnya sekarang juga, dasar payah !!!" ucap Riris kepada Beno
"Oke Bos, Siap Bos" jawab Beno kepada Riris
Kemudian setelah itu Beno dan teman-temannya bergegas pergi ke rumah Emir, lalu mereka berusaha untuk melecehkan Emir dan adik-adiknya.
__ADS_1
"Tok tok tok, Woi keluar !!!" ucap Yudi dengan suara keras, dia sambil mengetuk pintu rumah Emir
Emir dan adik-adiknya terkejut, Tapi dibalik itu Emir dan adik-adiknya sudah siap melawan 3 preman itu dengan senjata, seperti ada 3 kursi kayu, tiga panci dari besi, dan sapu.
"Ayo, dek, kita bersiap-siap" ujar Emir kepada adik-adiknya
"Ayo Kak" ucap adik-adik Emir
"Ayo buka pintunya, jangan sampai kita dobrak !!!" ucap Erik dengan suara keras
"Biar Chika yang buka Kak" ucap Chika kepada Emir dan Pinkan
"Hati-hati, dek" jawab Emir kepada Chika
Lalu setelah itu, Chika membuka pintu dan menghempaskan kursi kayu ke badan Beno, hal yang sama pun dilakukan oleh Emir dan Pinkan kepada Yudi dan Erik.
"Nih rasain !!!" ucap Chika kepada Beno sambil membanting kursi kayu kecil ke badan Beno
"Berani-beraninya ya Lo gangguin kakak gue !!!" ucap Pinkan kepada Yudi, sambil membanting kursi kayu kecil ke tubuh Yudi
"Mampus Lo, rasain Lo !!!" ucap Emir kepada Erik sambil membanting kursi kayu kecil ke tubuh Erik
"Aduh, sakit, aw, aw" ucap Erik, Yudi, dan Beno dengan merasa kesakitan di tubuhnya
Lalu tiba-tiba Beno menarik kursi itu dari tangan Chika lalu menarik kursi itu sekuat tenaga sehingga Chika pun terjatuh ke lantai.
"Cantik juga Lo, ucap Beno kepada Chika dan sambil menyentuh dagu Chika
"Lepasin Gue !!!" ucap Chika kepada Beno
Lalu setelah itu, dengan emosi Chika menghantam ******** Beno sehingga Beno merasa kesakitan.
"Nih Rasain Lo !!!" ucap Chika kepada Beno, dan tiba-tiba Chika melarikan diri dari Beno, lalu Beno menarik pergelangan tangan Chika dengan erat sehingga Chika merasa kesakitan
"Aduh, aduh, aduh, lepasin gue !!! aw sakit !!!" teriak Chika dengan merasa kesakitan
Lalu tiba-tiba Chika menginjak kaki Beno, dan melayangkan siku kanannya ke kepala Beno sehingga Beno pun terjatuh, Kemudian Chika berlari dan dikejar oleh Beno, lalu Chika mengambil panci dari besi, Dan memukul wajah Beno dengan panci besi itu.
"Nih, Rasain Lo, pergi nggak dari sini !!!" ucap Chika kepada Beno dengan suara keras
"Aduh !!!" ucap Beno dengan merasakan kesakitan
Lalu setelah itu Chika berlari dan kakinya ditarik oleh Beno sehingga Chika terjatuh
__ADS_1
Tapi Chika pantang menyerah, ia berusaha terus melawan Beno, sehingga kepala Beno ditendang oleh Chika dan wajahnya juga ditendang oleh Chika, sehingga Beno merasa kesakitan dan terjatuh ke lantai
"Aduuuuhhh" teriak Chika sambil merasa kesakitan
"Nih, rasain Lo !!!" teriak Chika dengan menendang kepala Beno, dan menendang wajah Beno sehingga Beno terjatuh
"Aduuuuh" ucap Beno dengan merasa kesakitan
"Mampus Lo !!!" ucap Chika kepada Beno dengan emosi
Lalu setelah itu, Chika mengambil panci yang dari besi untuk memukul Beno kembali secara berkali-kali, sehingga Beno pun tidak berdaya melawan Chika
"Nih, Rasain Lo, berani-beraninya Lo gangguin kakak gue, dan Lo pikir gue akan diam begitu saja Lo gangguin kakak gue, nih rasain rasain, rasain, rasain !!!" ucap Chika kepada Beno sambil memukul Beno dengan emosi
"Aduh, aduh, ampun, ampun, ampun" ucap Beno dengan merasa kesakitan
"Ayo, berdiri !!! jalan !!! jangan sampai gue pukul lagi, jalan !!!" teriak Chika kepada Beno
Lalu Beno berdiri dengan gemetar, karena kaki dan tangannya sakit, habis dipukul oleh Chika dengan panci dari besi, kemudian ia berjalan menuju ruangan depan, hal yang sama dilakukan oleh Emir dan Pinkan, sehingga Erik dan Yudi merasa tubuhnya kesakitan dan tidak sanggup lagi untuk melawan Emir dan Pinkan.
"Sekarang keluar Lo dari sini !!!" ucap Pinkan kepada Yudi dan teman-temannya
"Lo gak denger barusan adik gue bilang apa, keluar !!! sebelum gue panggil masa datang ke sini buat habisin kalian !!!" ucap Emir kepada Erik dan teman-temannya
"Kak, sepertinya mereka ingin nambah dipukul lagi kayaknya" ucap Pinkan kepada Emir dan Chika
"Oh, begitu, kalian mau ditambah lagi pukulannya dengan besi ini ?" ucap Emir kepada Beno dan teman-temannya dengan suara keras
"Ya, kalau gitu kita pukul lagi" ucap Chika dengan emosi
"Nggak, nggak, nggak, kita pergi dari sini" ucap Erik dengan merasa kesakitan
"Ayo kita pergi dari sini" ucap Yudi kepada teman-temannya dengan merasa kesakitan
Beno dan teman-temannya berdiri dengan keadaan tubuh yang memar dan merasakan kesakitan, Lalu setelah itu Beno dan teman-temannya keluar dari rumah Emir, sembari Emir menutup pintu, tiba-tiba Emir mendengar percakapan Beno dengan bosnya.
"Halo, Bos, Maaf Bos, saya dan teman-teman gagal total bos, mereka Bukan Cewek Biasa" ucap Beno kepada Riris dengan nafas yang ngos-ngosan
"Dasar bodoh kalian semua !!!" jawab Riris dengan emosi kepada Beno dan teman-temannya
Lalu tiba-tiba Emir keluar dan memukul kembali Beno dengan panci besi.
"Pergi dari sini !!!" teriak Emir kepada Beno, sambil memukul Beno dengan panci besi
__ADS_1
"Aduh, aw" Beno dan teman-temannya lari terbirit-birit
Lalu setelah itu Emir masuk ke dalam rumah dan mengunci rapat pintu rumah, serta menutup rapat jendela yang ada di rumahnya, tiba-tiba terbesit di hati Emir tentang bos yang dikatakan oleh Beno tadi.