
"Iya, nggak apa-apa Emir, Buktikan kalau kamu tidak bersalah" ucap Reva kepada Emir
"Iya, Tante" jawab Emir kepada Reva
"Baiklah, Bapak, Ibu sekalian, ini adalah bukti rekaman video mamanya Siska, bahwa beliau mengakui, Iya yang merencanakan supaya Beno melecehkan saya, tetapi saya punya bukti satu lagi, bahwa Beno mengakui ini adalah video dan foto settingan, kejadian tersebut diungkap oleh Najwa sahabat saya, Bapak Ibu bisa menyaksikan sendiri apa yang terjadi" ucap Emir kepada rekan-rekan yang ada di ruang presentasi
"Itu semua bohong, dan tidak benar" teriak Siska kepada para rekan-rekan, yang ada di ruang presentasi
"Berikan Emir kesempatan untuk mengungkap semuanya" ucap Upline Rina kepada Siska dengan tegas
Setelah beberapa menit kemudian, Emir selesai menjelaskan kepada para rekan-rekan kerja, Atas kejadian yang sebenarnya, tak Berapa lama kemudian, Najwa langsung menyambung dan menjelaskan kejahatan Siska dan teman-temannya, kepada para rekan kerja yang ada di ruang presentasi
"Dan saya juga punya bukti, atas apa yang sudah dilakukan oleh Siska kepada saya, video dan foto ini, adalah bukti bahwa Beliau pernah meracuni saya, sehingga saya masuk rumah sakit, dan beliau dipenjarakan oleh Emir, wanita yang di depan kita ini, Bapak, Ibu sekalian, dia adalah mantan narapidana, 4 orang yang di depan kita ini, mereka adalah bekas narapidana, Bapak, Ibu, bisa lihat kejadian yang sebenarnya di video ini" ucap Siska kepada para rekan kerja yang ada di ruang presentasi dengan jelas
"Najwaaaa !!!" teriak Siska, dengan tidak tahu malu kepada Najwa di dalam ruang presentasi
"Biarkan Emir dan Najwa mengungkap kejadian yang sebenarnya !!!" ucap Reva kepada Siska dengan tegas
Tak Berapa lama kemudian, Najwa berhasil dan sudah selesai mengungkap kebenaran yang terjadi, dengan dirinya dan Emir, kepada para rekan kerja yang ada di ruang presentasi, dan membuat Reva menjadi geram kepada Fani dan Teman-temannya.
"Halo, satpam segera pergi ke ruang presentasi" ucap Reva dengan menelpon satpam, untuk menahan Siska dan teman-temannya
Tak Berapa lama kemudian, Satpam datang dan masuk ke dalam ruang presentasi.
"Satpam, tahan wanita berempat ini di suatu ruangan, dan jangan sampai lepas, Andre, Alex, Saya minta tolong bantu satpam untuk menahan perempuan berempat ini" ucap Reva kepada satpam, Andre, dan Alex, untuk menahan Siska dan teman-temannya
"Ayo, Lo berempat ikut kita" ucap Andre dengan tegas, kepada Fani dan teman-temannya
"Eh !!! apa-apaan sih kalian !!!" ucap Siska kepada Alex, Andre, dan kedua satpam dengan ketuk
__ADS_1
"Ayo, ikut kita !!!" teriak Alex kepada Siska dan teman-temannya dengan tegas
lalu kemudian setelah itu, Andre, Alex dan kedua satpam, bergegas membawa Fani dan teman-temannya ke dalam suatu ruangan kosong, dan ditahan oleh Andre, Alex, dan kedua satpam lainnya. Setelah 3 jam kemudian, presentasi selesai dilaksanakan dan meeting pun berjalan dengan lancar.
"Baiklah, Bapak, Ibu, sekalian mohon maaf atas apa yang terjadi, apa kita bisa melanjutkan meeting, setelah presentasi selesai dilaksanakan ?" tanya Reva kepada para rekan kerja yang ada di ruang presentasi
"Kita setuju, untuk melanjutkan meeting" jawab Upline Rina kepada Reva
"Ya, kita setuju" sambung Fanya kepada Reva
Tak berapa lama setelah itu, meeting dilanjutkan, para Upline kecantikan, dan pengusaha properti lainnya, setuju dan menandatangani kerjasama antara kedua bisnis kecantikan dan properti.
"Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan lancar, Terima kasih ya Allah" ucap Emir di dalam hatinya, sambil bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala
"Alhamdulillah, Terima kasih ya Allah" ucap Najwa di dalam hatinya, sambil bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala
"Iya, Naj, walaupun ada rintangan yang kita jalani, tetapi Allah selalu melindungi kita, dan memudahkan jalan kita" ucap Emir kepada Najwa dengan penuh
Lalu Emir, dan Najwa berpelukan, dan saling mensuport satu sama lain
"Gue bersyukur sekali Mir" ucap Najwa kepada Emir dengan rasa bersyukur
"Gue juga Naj" jawab Emir kepada Najwa dengan rasa penuh bersyukur
"Emir, Najwa, kalian anak yang baik, dan gadis yang hebat" ucap Vanya kepada Emir dan Najwa, dengan memuji ender dan Najwa
"Nggak kok Bu, kita hanya wanita biasa" jawab Emir kepada Fanya dengan rendah hati
"Emir, Najwa, tetap semangat ya Dek, dan tetap semangat mengeluarkan ide-ide, untuk kemajuan bisnis, supaya kalian berdua bisa menjadi panutan bagi anak muda lainnya, dalam mengelola bisnis, ingat satu hal permainan bisnis ini indah, jika kita melakukan bisnis dengan bersih, maka Allah selalu melindungi kita, seperti yang kalian lakukan pada saat sekarang ini" ucap Upline Elma kepada Emir dan Najwa, dengan menasehati Emir dan Najwa
__ADS_1
"Iya, mbak, makasih banyak atas supportnya Mbak" ucap Emir kepada Upline Elma dengan tersenyum
"Iya, Emir, sama-sama" jawab Upline Elma kepada Emira
"Makasih juga ya MMbak, dah bersedia mendengarkan keluh kesah kami" ucap Najwa dengan berterima kasih kepada Upline Elma, dengan wajah yang tersenyum
"Iya, Najwa, sama-sama" jawab Upline Elma kepada Najwa
Setelah 2 jam kemudian, meeting sudah usai, saatnya Reva dan Indra membuat perhitungan dengan Fani, Siska, Eli dan Qhira, kemudian setelah itu Indra, Reva, Emir, dan Najwa menuju ke tempat ruangan, di mana Fani dan teman-temannya ditahan oleh dua satpam, Andre, dan Alex.
"Emir, Najwa, saatnya kita memberi perhitungan kepada Siska, dan teman-temannya" ucap Reva kepada Emir dan Najwa
"Ayo, kita sekarang ke ruangan, ke tempat di mana mereka ditahan" ucap Indra kepada Emir, Najwa, dan juga Reva, dengan wajah yang penuh dengan emosi
Tak Berapa lama kemudian Indra, Reva, Emir, dan Najwa sudah sampai di ruangan tersebut.
"Apa kalian sadar, dengan tindakan memalukan yang sudah kalian lakukan di perusahaan saya !!!" tanya Indra kepada Fani dan teman-temannya dengan tegas
"Om !!! jangan terlalu percaya dengan mereka !!! mereka ini wanita murahan !!!" ucap Eli kepada Indra, dengan memfitnah Emir dan Najwa
"Cukup !!! video dan foto tadi sudah mengungkap kejahatan kalian sebenarnya !!!dan jangan memfitnah orang dengan sembarangan !!!" ucap Indra kepada Eli dan teman-temannya dengan tegas
"Om, mohon maaf sebelumnya, izinkan Emir untuk mengungkap siapa jati diri Eli sebenarnya, Emir juga punya bukti, kalau dia sering jual diri kepada om-om, di suatu hotel" ucap Emir kepada Indra, dan sambil mengeluarkan hp-nya
"Oh ya, Emir silakan" sambung Reva kepada Emir dengan penasaran
Lalu Emir mengeluarkan ponselnya, dan membuka video yang pernah ia rekam dengan Najwa, Andre, dan Alex, ketika Eli sedang bermesraan dengan om-om di suatu hotel.
"Om dan tante, bisa lihat sendiri, siapa Eli ini sebenarnya, dia selalu memfitnah saya dan Najwa untuk menjual diri, tetapi yang sebenarnya terjadi adalah, dia sendiri yang selalu menjual diri kepada om-om" ucap Emir kepada Indra dan Reva dengan jelas
__ADS_1