
Seiring berjalannya waktu dari hari ke hari, bulan ke bulan, dari tahun ke tahun, tibalah saatnya Emir menaiki level director Diamond, dalam bisnis kecantikan yang ia geluti, lalu Najwa menaiki level director, pada tingkat bisnis kecantikan satu tingkat di bawah Emir.
"Alhamdulillahirobbilalamin" ucap Emir bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, atas level Direktur Diamond yang iya raih, dalam mengelola bisnis kecantikan, sembari ia dengan Najwa duduk di taman kampus
"Alhamdulillah, juga" jawab Najwa bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, atas level director yang ia raih dalam mengelola bisnis kecantikan
Kemudian setelah itu, Emir dan Najwa berpelukan dengan penuh haru atas kenaikan level mereka berdua.
"Besti" ucap Emir kepada Najwa dengan memeluk Najwa
"Iya, besti" jawab Najwa kepada Emir dengan memeluk Emir
Tiba-tiba Andre dan Alex menghampiri Emir dan Najwa di taman.
"Wah, kayaknya kita cemburu Lex, kita kapan dipeluk ya" ucap Andre dengan bercanda kepada Alex, sembari ia menyindir Emir dan Najwa
"Iya, cemburu banget gue Ndre, kapan ya kita dipeluk" ucap Alex kepada Andre, dengan bercanda, sembari ia menyindir Najwa dan Emir
"Oh, ada pangeran kita di sini" ucap Emir kepada Najwa, sembari ia menyindir Andre dan Alex
"Kalian mau dipeluk ?" tanya Najwa kepada Andre dan Alex dengan bercanda
"Halalin kita dulu" ucap Emir kepada Andre dan Alex sambil tersenyum
"Hahaha" Andre, Alex, Emir, dan Najwa tertawa bersama
"Ada apa sih ? kok kalian senang banget ?" tanya Andre kepada Emir dengan serius
"Iya, penasaran gue" ucap Alex kepada Emir dan Najwa dengan serius
"Begini, Lex, alhamdulillah gue sama Emir naik level Director dan Director Diamond, dalam mengelola bisnis yang kita kerjakan selama ini" ucap Najwa kepada Alex dengan jelas
"Wow, selamat para bidadari cantik, kalian hebat" ucap Andre memuji Emir dan Najwa
"Kita hebat karena support dari kalian, By the way, template Alex benar-benar menggoda perhatian viewers kita di media sosial" ucap Emir kepada Andre, Alex, dan Najwa, sembari ia juga memuji karya dari Alex
__ADS_1
"Cie, cie, Alex" ucap Andre kepada Alex, dengan tersenyum bahagia melihat kemajuan dari Alex
"Ya iyalah, Mister Alex" ucap Alex memuji diri sendiri, sembari iya sambil mencairkan suasana untuk bercanda, dengan teman-temannya
"Hasil bisnis template, gue tabung untuk modal melamar Najwa nanti, hehehe" ucap Alex kepada Andre, Emir, dan Najwa, dari hatinya yang paling dalam
"Nah, hasil bisnis properti Lo buat apaan ?" Alex bertanya kepada Andre dengan serius
"Ya untuk modal untuk melamar Emir lah di hadapan adik-adiknya, dan di hadapan tante Endah sama Om Yosep, karena mereka berdua adalah pengganti kedua orang tua Emir, yang sudah meninggal" ucap Andre kepada Alex, dengan jelas dari lubuk hatinya yang paling dalam
"Duh, jadi baper nih gue, besti" ucap Najwa kepada Emir, sembari iya tersenyum bahagia mendengar ucapan dari Andre dan Alex
"Sama, besti, gue jadi baper, bulu kuduk gue merinding nih, hahaha" ucap Emir kepada Najwa, sembari ia tersenyum bahagia mendengar ucapan dari Andre dan Alex
"Bulu kuduk merinding, emang kita setan apa ?" ucap Alex kepada Emir, sambil bercanda
"Ya, Lex, masak setan ganteng kayak gini, kan nggak mungkin" ucap Andre kepada Alex sambil bercanda
"Ada-ada aja kalian" jawab Najwa kepada Andre dan Alex
Tiba-tiba Emir mendapat telepon dari Mbak Ena karyawan pabrik gula
"Krriiing" HP Emir berdering
"Assalamualaikum, mbak" ucap Emir kepada mbak Ena memberikan salam, setelah mengangkat telepon dari Ena
"Waalaikumsalam, Emir" jawab mbak Ena kepada Emir menjawab salam dari Emir
"Apa kabar mbak ?" tanya Emir kepada mbak Ena
"Mir, gue ada berita baik nih buat Lo" ucap Mbak Ena kepada Emir, sembari ia sedang tersenyum bahagia
"Oh ya, kabar baik apa ya mbak ?" Emir berbalik bertanya kepada mbak Ena
"Alhamdulillah, Mir, sekarang posisi gue di bisnis kecantikan, berada di level senior manager" ucap Ena kepada Emir dengan penuh bahagia
__ADS_1
"Alhamdulillahirobbilalamin, selamat ya mbak, pokoknya mbak tetap semangat ya, Insya Allah usaha tidak akan menghianati hasil, dan jangan lupa berdoa juga" ucap Emir kepada mbak Ena, sembari ya tersenyum bahagia mendengar kabar baik dari Ena
"Makasih ya, Mir, atas ilmu yang udah Lo kasih pada kita semua, baik itu secara online, offline, maupun live di tik tok" ucap Mbak Ena kepada Emir, dengan mengucapkan terima kasih
"Sama-sama, Mbak, itu udah kewajiban Emir sebagai upline, Emir ikut bahagia juga, jika downline Emir berhasil, jadi intinya jika kita mengelola bisnis kecantikan, susah senang bareng-bareng, hehehe" ucap Emir kepada mbak Ena dengan penuh bahagia
"Iya, Mir, Lo bener, oh ya gue nggak bisa lama-lama nih teleponan sama Lo, gue tutup teleponnya dulu ya, Assalamualaikum" ucap mbak Ena kepada Emir memberikan salam, setelah selesai berbincang-bincang dengan Emir
"Waalaikumsalam" jawab Emir kepada mbak Ena, menjawab salam dari mbak Ena, sebelum menutup telepon dari Ena
"Kenapa, Mir ?" tanya Andre kepada Emir dengan serius
"Ini, Ndre, ada salah satu downline gue, kasih laporan sama gue, kalau dia udah berada di posisi senior manager, di level bisnis kecantikan" ucap Emir kepada Andre dengan lembut
"Memang luar biasa Ibu upline kita ini" ucap Najwa dengan merayu Emir
"Oh ya, kalian udah penelitian apa belum ?" tanya Alex kepada Emir, Najwa, dan Andre, dengan serius
"Kalau gue sama Emir belum, kemarin kita baru di acc suratnya, dari tempat penelitian kita" jawab Najwa kepada Alex
"Kalian berdua udah sampai di mana penelitiannya ?" Najwa berbalik bertanya kepada Alex dan Andre dengan serius
"Gue sama Alex belum penelitian, sama juga dengan kalian, suratnya baru di-acc di tempat penelitian kita" jawab Andre kepada Najwa dengan serius
"Kira-kira, kalian ada kendala nggak untuk melakukan penelitian besok ?" tanya Alex kepada Emir dan Najwa dengan serius
"Kendalanya, tempat penelitian kita ini jauh di daerah terisolir, walaupun di daerah terisolir, tetapi penduduk mereka banyak, dan rumah mereka berdekatan saling rapat gitu" ucap Najwa kepada Alex dengan jelas
"Bukankah, penelitian alian juga tentang perkembangan produk kecantikan, kok bisa sampai ke daerah terisolir ?" tanya Andre kepada Emir dan Najwa dengan serius
"Ya Kata dosen pembimbing kita, kalau gue sama Najwa penelitian di daerah Kota Jakarta, yang pastinya mereka sudah banyak memakai produk kecantikan yang sedang kita kelola, alangkah baiknya kalau kita meneliti di daerah terisolir, seberapa banyak sih ibu-ibu atau remaja-remaja yang lainnya, memakai produk kecantikan ini" jawab Emir kepada Andre dengan jelas
"Oh gitu, kayak berupa tantangan aja" jawab Andre kepada Emir dengan tersenyum
"Ya, begitulah kira-kira" sambung Alex kepada Andre
__ADS_1