Gairah Cinta Sesaat

Gairah Cinta Sesaat
34. PART 34


__ADS_3

Tuan Rendra merasa geram dengan dokter sendiri yang terlalu ikut campur dalam urusan pribadinya.


"Maaf dokter Sindy, saya rasa tugas anda hanya untuk mengobati istri saya, bukan ranah anda untuk masuk terlalu jauh dengan urusan pribadi saya." Ujar Tuan Rendra.


"Saya tidak ingin ikut campur urusan pribadi Tuan Rendra, jika ini tidak hubungannya dengan kesehatan istri anda. Gadis itu melahirkan di usia muda lima belas tahun. Alat reproduksinya masih terlalu muda untuk siap dibuahi. Yang lebih menyedihkan dia harus mengalami dua kali aborsi yang dilakukan secara ilegal.


Ibaratnya, tumbuhan yang di cabut secara paksa, terus di tanam lagi belum begitu tua umbinya di cabut lagi terus di tanam lagi, akhirnya berbuah dengan baik, tapi tanahnya tidak cukup kuat untuk membiarkan itu tumbuh. Itulah mengapa istri anda mengalami kejang-kejang usai melahirkan.


Jika kami tidak mengetahui titik permasalahannya, bagaimana kami bisa mengobatinya. Kalau anda keberatan dan merasa saya terlalu ikut campur dalam urusan pribadi anda, silahkan pindah ke rumah sakit lain yang akan menjamin keselamatan istri anda." Ucap dokter Sindy memberi ultimatum kepada Tuan Rendra.


"Mohon jangan usir istri saya dari sini dokter!" Tolong rawat dia sampai sembuh, uang tidak menjadi masalah untuk saya, asalkan dua. bisa sembuh dokter." Ucap Tuan Rendra dengan mengatupkan kedua tangannya.


" Anda keliru Tuan Rendra, uang bukan standar jaminan bagi kami untuk melayani semua pasien yang ada di sini. Kami lebih memprioritaskan keselamatan dan kesehatan pasien kami secara optimal." Permisi Tuan Rendra saya harus menangani pasien lain, silahkan kembali ke ruang inap istri anda!" Dokter Sindy sudah muak dengan Tuan Rendra yang terlalu mengandalkan uang untuk menjamin segala sesuatunya menjadi mudah.


"Terimakasih dokter Sindy, saya permisi!" Ucap Tuan Rendra, segera meninggalkan ruang kerja dokter Sindy.


Dokter Sindy mengunjungi pasien yang baru melahirkan bayi mereka satu persatu untuk memberikan vaksin pertama kalinya sebelum mereka dinyatakan pulang.


Para pasien sangat terhibur, bisa melihat dokter Sindy secara dekat. Bagi mereka bisa menatap wajah cantik dokter Sindy seperti punya magic tersendiri untuk mereka.


"Dokter Sindy, setiap kali melihat dokter Sindy, aku merasa sangat tenang dokter. Wajah cantik dokter memberikan lima puluh persen untuk kesembuhan saya." Ucap Nyonya Marta yang dinyatakan oleh dokter Sindy yang sudah bisa pulang hari ini.


"Terimakasih untuk pujiannya nyonya Marta, semoga pelayanan kami di sini tidak mengecewakan anda." Ucap dokter Sindy.


Keluarga nyonya Marta yang saat ini sedang mempersiapkan kepulangan Nyonya Marta, meminta dokter Sindy untuk foto bareng dengan mereka.


"Dokter Sindy, apakah kami boleh minta foto bersama?" Tanya keponakan dari nyonya Marta.


"Silahkan Ade!" Ucap dokter Sindy.


"Alhamdulillah, kapan lagi bisa punya kesempatan foto dengan dokter cantik dan hebat ini." Ujar Ulfa sambil berjingkrak membuat keluarganya yang lain ikut tertawa.

__ADS_1


Dokter Sindy menyambutnya dengan baik tanpa ada penolakan dari dirinya. Itulah mengapa keluarga pasien begitu senang dengan dokter Sindy.


Suatu kebanggaan bagi mereka bisa foto bareng dengan dokter Sindy. Dengan begitu laman Instagram mereka di banjiri oleh pujian dan rasa iri bila mereka bisa foto bersama dengan dokter Sindy sebelum meninggalkan rumah sakit untuk kembali ke rumah mereka masing-masing.


Pengaruh media yang begitu kuat, membuat rumah sakit KAYSAN di gandrungi oleh pasien yang ada di luar kota, untuk sengaja datang memeriksa kehamilannya di rumah sakit dokter Sindy.


🌷🌷🌷🌷🌷


Tiga hari kemudian, Farel menghubungi istrinya. Sejak tiba di Jerman, ia belum sama sekali menghubungi keluarganya karena langsung disibukkan dengan permasalahan perusahaannya yang ada di Jerman.


Perbedaan waktu jualah yang membuat keduanya sulit mengatur waktu untuk bisa berkomunikasi dengan nyaman. Tapi untuk memudahkan komunikasi keduanya meminta satu hari di kosongkan segala aktivitas dengan janjian menentukan waktu yang harus disepakati bersama.


Perbedaan waktu enam jam antara Jerman dan Jakarta. Sindy meminta suaminya menghubunginya sekitar jam empat subuh. Berarti waktu Jerman sekitar jam sepuluh malam.


Di Jakarta waktu subuh untuk mempersiapkan diri untuk beraktivitas, sedangkan di Jerman, jam sepuluh malam waktunya untuk beristirahat.


Perbedaan waktu ini, tidak menjadi penghalang bagi keduanya untuk berkomunikasi karena ingin menuntaskan rindu mereka rasakan saat satu sama lain.


Sindy yang masih menggunakan mukena langsung memperlihatkan senyum terbaiknya dengan mengucapkan salam terlebih dahulu untuk suami tercinta.


"Lagi sholat tahajjud ya sayang?" Tanya Farel yang begitu senang melihat Sindy dengan mukena putihnya.


"Iya papa Farel." Ujar Sindy.


"Kalau melihat wajahmu dengan masih mengenakan mukena, itu sangat membuat mataku terasa sejuk saat menatapmu." Ujar Farel yang sedang menikmati kecantikan alami istrinya tanpa sentuhan makeup.


"Apakah kamu merindukanku?" Tanya Sindy.


"Lebih dari itu sayangkuh. Baru tiga hari di sini rasanya hampir setahun tidak bertemu denganmu." Ucap Farel.


"Aku senang kamu merasa gelisah di sana, dengan begitu kamu akan cepat menyelesaikan pekerjaanmu dan kembali untuk kami." Ujar Sindy.

__ADS_1


"Pintar kamu ya sayang, sudah membuatku tidak betah berjauhan denganmu." Ucap Farel gemas dengan istrinya.


"Memang maunya aku seperti itu sayang. Oh iya aku kirim video untukmu, semoga kamu menyukainya sayang." Ucap Sindy dengan senyum menggoda.


"Apa isinya?" Tanya Farel penasaran.


"Lihat saja sendiri sayang!" Itu kejutan buatmu sebagai pengantar tidur untukmu." Ucap Sindy sambil menahan tawanya.


"Baiklah, nanti aku akan melihatnya. Sekarang aku mau melihat bidadari kecilku dan jagoanku." Pinta Farel yang juga merindukan kedua anaknya.


"Mereka tidur denganku menggantikanmu sayang." Ujar Sindy.


"Itu lebih baik sayang, dari pada kamu terus memikirkanku." Timpal Farel.


Sindy mengarahkan kamera ponselnya ke arah kedua anaknya yang sedang tidur pulas. Farel melihat dua malaikat kecilnya dengan sangat takjub karena Kaysan sedang memeluk adiknya.


Wajah keduanya nampak begitu teduh, wajah yang membuat Farel yang selalu semangat bekerja untuk bisa membuat anaknya hidup dengan kemewahan selain kasih sayang darinya.


"Sudah puas sayang, melihat kedua malaikat kecilmu?" Tanya Sindy.


"Aku tidak pernah puas melihat kalian bertiga, apa lagi mamanya, membuat aku sangat gemas saat ini." Farel menggoda istrinya.


"Sudah dulu ya sayang, sudah azan subuh. Kebetulan wudhunya masih terjaga." Ucap Sindy yang memang belum membuka mukenanya.


"Baiklah sayang, terimakasih untuk waktunya, besok pagi kita akan ngobrol lagi di jam yang sama. Malam ini aku akan tidur dengan nyenyak setelah melihat kalian bertiga," ucap Farel lalu memberikan kecupan mesranya melalui layar ponselnya.


Keduanya mengakhiri video call mereka dengan memberikan senyuman terakhir.


Sindy tersenyum membayangkan bagaimana reaksi suaminya setelah melihat video yang ia kirim.


"Emang malam ini, kamu bisa tidur nyenyak sayang?" Setelah melihat video yang aku kirim?" Sindy bermonolog sambil cekikikan.

__ADS_1


__ADS_2