Gairah Cinta Sesaat

Gairah Cinta Sesaat
63. PART 63


__ADS_3

Dokter Amanda menyadari kalau saat ini Farhan hanya mencari alasan untuk bisa bersama dengannya. Apa lagi didukung oleh sepupunya Farel yang seiya sekata dengan Farhan yang ingin mendapatkan calon istrinya yang juga berprofesi seorang dokter.


Farhan menanggalkan baju koko miliknya didepan dokter Kartika. Dokter Kartika tidak terlalu menggubrisnya karena Farhan menggunakan kaos oblong di dalamnya.


"Boleh kita ngobrol sebentar cantik?"


Farhan mengajak dokter Kartika ke taman belakang yang kelihatan sudah mulai teduh karena senja sudah tiba menyapa bumi.


Tanpa ingin melewatkan waktu bersama dengan pria tampan ini, dokter Kartika mengangguk malu-malu di hadapan Farhan.


Mereka pun mencari tempat duduk yang cukup menjauh dari para tamu undangan yang masih bercengkrama di area mansion.


"Apakah kamu sudah lama bekerja di rumah sakit KAYSAN?"


Farhan berinisiatif untuk berbicara dengan dokter Kartika.


"Sejak rumah sakit itu dibuka pertama kalinya, saya sudah direkrut oleh Tuan Farel sendiri untuk membantu istrinya dokter Sindy."


Ujar Kartika apa adanya." Farhan bukannya menyimak cerita dokter Kartika, ia lebih sibuk memperhatikan wajah cantik Kartika karena kerudung Kartika menghiasi kepala gadis itu yang lebih ia sukai.


"Mengapa dari tadi anda terus memperhatikan wajah saya Tuan? apakah ada yang salah?" Dokter Kartika makin salah tingkah dengan Farhan yang terang-terangan membuatnya makin malu.


"Karena kamu lebih cantik jika menggunakan hijab, wajahmu juga tidak jauh dengan wajah timur tengah. Dan aku tidak ingin gombalin kamu untuk hal ini. Jika kamu tidak punya pacar mari kita menikah, itupun kalau kamu menyukaiku."


Farhan tidak sabar menunggu lebih lama untuk mendapatkan gadis ini.


"What?" Tapi kita baru berkenalan belum sampai satu jam Tuan?" Ini terlalu terlalu cepat anda melamar saya."


Dokter Kartika makin keki dengan sikap Farhan yang tidak sabar memiliki dirinya.


"Semua tentang kepribadianku bisa kamu mengetahuinya setelah menikah. Bukankah jauh lebih terhormat untukmu jika kita belajar saling mengenali saat sudah menikah?"


Farhan ingin meyakinkan bahwa dia bukan lelaki yang buruk untuk dokter Kartika.

__ADS_1


Dokter Kartika meremas jari jemarinya sendiri ketika Farhan terlalu lugas menyatakan keinginannya secepat kilat seperti paket kilat untuk menikahinya.


"Bagaimana menurutmu?" Apakah kamu siap?" Usia kita sudah cukup dewasa dalam membina rumah tangga dan aku sudah menjatuhkan pilihanku Kartika. Aku tidak butuh waktu lama untuk menikahimu, asalkan kamu mencintaiku, paling tidak menyukai aku, kita bisa melanjutkan hubungan ini ke jenjang pernikahan." Farhan serius dengan ucapannya membuat dokter Kartika makin kalap.


"Tidak bisa dia memberiku kesempatan untuk bernafas sebentar?" Ini seperti beli barang dagangan cukup lihat barangnya bagus langsung bawa pulang." Gumam dokter Kartika membatin.


"Baiklah, kalau begitu temuilah kedua orangtuaku di dalam kebetulan mereka juga hadir di acara ini." Tutur dokter Kartika pada akhirnya menerima pinangan Farhan yang terlalu dadakan.


"Di dalam mansion sana sudah terjadi acara lamaran nona Kartika karena kedua orangtua kita sedang diskusi pernikahan kita saat ini."


Dokter Kartika makin tercekat, seakan Farhan sudah merencanakan semuanya diluar dari sepengetahuannya.


"Apakah anda sudah merencanakan ini semua?" Tebak dokter Kartika.


"Tentu saja sayang. Aku cukup mengenalmu sesaat dan langsung menyampaikan tujuanku, asal kamu setuju dengan ideku, dua hari lagi pernikahan akan diadakan secepatnya." Timpal Farhan.


"Bagaimana semua ini diatur sedemikian rapi, hingga aku dijebak seperti ini. Aku seperti pasangan mesum yang ketangkap basah lalu buru-buru dinikahi." Ucap dokter Kartika yang sudah masuk dalam perangkap cinta Farhan.


"Nanti aku akan menjelaskan semuanya sayang, yang paling penting bagiku mendapatkan perasaanmu terlebih dahulu, selebihnya urusan pernikahan biar kedua pihak keluarga kita yang mengaturnya, jadi kesannya kita tidak dijodohkan." Timpal Farhan lagi.


Semua tamu undangan berangsur-angsur meninggalkan mansion milik Farel. Sekarang yang tertinggal hanya keluarga besar Farel dan kedua orangtuanya dokter Kartika yang sedang terlibat obrolan serius.


Kartika mendongakkan kepalanya ke wajah Farhan yang langsung merengkuh pundaknya tanpa rasa canggung di depan keluarganya.


"Alhamdulillah Abi, ummi, Farhan sudah mendapatkan hati dokter Kartika. Sekarang hanya mendapatkan restu orang tuanya saja."


Perbuatan Farhan mengundang gelak tawa keluarga itu. Kartika tertunduk malu dengan kerudung pink yang sengaja diulurnya makin ke depan. Entah seperti apa wajahnya saat ini, yang jelas ia sangat malu dengan ucapan Farhan yang terlalu frontal.


"Eh, loe belum ijab kabul, main rengkuh aja," sanggah Farel yang ingin meledek saudara sepupunya ini.


Dokter Kartika langsung membebaskan dirinya dan lari menuju tempat dokter Sindy yang duduk sambil memangku bayinya.


"Apakah kalian sudah bicara?" Tanya dokter Sindy yang ingin mengetahui hubungan ekspres dokter Kartika dengan Farhan.

__ADS_1


"Ini terlalu cepat dokter Sindy, aku seperti tidak diberi pilihan untuk berpikir." Imbuh dokter Kartika.


"Yang penting kalian sudah sama-sama suka dokter Kartika." Lanjut dokter Sindy.


"Bagaimana ini bisa terjadi dokter Sindy?" Apakah dokter Sindy punya andil di dalamnya?"


Dokter Kartika mulai curiga dengan atasannya ini.


"Kita ke kamarku saja, aku akan menceritakan tentang perjodohan ini."


Kedua wanita yang terpaut usia sekitar tiga tahun ini melangkah ke kamarnya Sindy. Sementara Farhan dan Farel saling bercerita seru membahas dokter Kartika.


Dokter Kartika begitu takjub ketika melihat kamar pribadi yang begitu mewah milik Sindy.


"Ya Tuhan, sekaya apa suaminya hingga membuat kamar mewah seperti ini. Aku seperti berada di dalam negeri dongeng." Gumamnya lirih sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan itu.


"Sini, duduklah!"


Sindy mengajak dokter Kartika duduk menghadap taman yang memiliki beraneka ragam warna bunga segar.


"Begini dokter Kartika, sebelumnya saya minta maaf sudah menjebakmu juga untuk bisa berkenalan dengan dokter Kartika supaya nampak alami tanpa ada unsur perjodohan di dalam rencana kami ini.


Saat farel mengundang sepupunya Farhan yang saat ini bekerja di London Inggris. Di sana ia mengolah perusahaannya sendiri. Kehidupannya sama mewahnya seperti apa yang dimiliki suamiku.


Karena aku pernah bertemu dengan Farhan saat aku menikah dengan Farel di Turki. Keluarganya yang mengurus pernikahan kami.


Farhan begitu iri ketika mengetahui farel menikahi seorang dokter. Ia meminta aku untuk mengenalkan teman dokter lainnya yang saat itu aku tidak memiliki sahabat dokter yang bisa aku kenalkan padanya.


Berjalannya waktu, ia menagih lagi janjinya padaku dan di saat itulah aku ingat kamu karena kamu yang lebih cocok mendampinginya.


Aku mengirim semua data dirimu dan juga fotomu padanya. Ternyata dia langsung jatuh cinta padamu dan momennya sangat tepat untuk bisa mengatur perkenalan kalian berdua.


Awal dia datang tadi, Farel menunjukkan di mana kamu berada. Dengan acara sandiwara segala ia sengaja membuat dirinya ditabrak olehmu dan jadi deh acara perkenalannya. Begitu ceritanya dokter Kartika."

__ADS_1


Sindy mengakhiri ceritanya dan dokter Kartika merasa sangat geli dengan cara dokter Sindy dan suaminya mempertemukan Farhan dan dirinya.


__ADS_2