
Skenario perjodohan yang dibuat oleh Sindy dan Farel untuk Farhan dan Kartika berhasil. Mengetahui perkenalan mereka sudah direncanakan sebelumnya tidak menyurutkan perasaan dokter Kartika pada pria tampan yang berkharisma yaitu Farhan Alfarizi.
Kartika justru bersyukur dokter Sindy memilihnya sebagai teman hidup untuk sepupu suaminya itu.
Masih acara bincang-bincang dengan keluarga besar, Farel menanyakan kesan pertama Farhan bertemu langsung dengan dokter Kartika yang awalnya hanya dilihat dari foto-foto gadis.
"Gimana menurutmu Farhan, apakah dokter Kartika sudah sesuai dengan keinginanmu untuk menjadikan dia sebagai istrimu.
"Sepertinya dia sebelas dua belas dengan kakak ipar" Ujar Farhan sambil tersenyum senang.
"Kapan kamu berencana untuk menikahinya?"
"Kalau bisa malam ini juga?"
"Weh, cinta atau na*su nih?"
Keduanya terbahak menjelaskan hal mendasar yang dibutuhkan lelaki pada wanita.
"Entahlah, lelaki tidak bisa membedakan mana cinta dan mana syahwat, bagi laki-laki keduanya menjadi satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan, karena berawal dari cinta pasti pada akhirnya akan menyalurkan syahwat tentunya dengan jalan yang halal."
Tukas Farhan memberikan pendapatnya tentang kedua hal yang dibutuhkan dalam rumah tangga untuk mencapai SAMAWA.
"Baiklah, lakukan sebisamu dalam mempersiapkan pernikahan dalam tempo cepat. Kami hanya mendukungmu dengan doa." Seloroh Farel menggoda Farhan yang sudah kebelet pingin kawin.
Tidak lama kemudian, kedua orang tua Sindy pamit pulang dengan calon besan. Farhan cepat sigap meminta waktu untuk mengantar dokter Kartika sendiri.
"Maaf mama, papa, bolehkah dokter Kartika saya yang antar pulang? karena masih ada hal yang ingin saya bahas dengannya" Pinta Farhan santun pada calon mertuanya.
"Silahkan nak Farhan, tapi tolong jangan lama-lama bawa pulang Kartika karena status kalian belum sah." Ucap calon Ayah mertua.
Mendapatkan ultimatum seperti itu, Farhan tidak bisa seenaknya memperlakukan dokter Kartika, ia harus menjaga kepercayaan calon mertuanya dari pada endingnya bakal dilarang.
Dokter Kartika sudah mengambil tasnya berniat untuk ikut kedua orangtuanya, namun tangannya langsung ditarik oleh Farhan dan naik ke lantai atas.
"Farhan aku mau pulang." Dokter Kartika protes pada calon suaminya yang begitu over banget hari ini dengan dirinya.
__ADS_1
"Aku sudah minta ijin pada orangtuamu, karena aku sendiri yang akan mengantarkanmu pulang." Jelas Farhan.
"Tapi jam satu malam aku harus tugas jaga malam ini."
Dokter Kartika masih memikirkan tanggung jawabnya sebagai dokter spesialis kandungan di rumah sakit KAYSAN.
"Kalau begitu menginaplah di sini sayang, karena aku juga menginap di sini. Selepas subuh aku akan kembali ke London." Farhan mengecup pipi dokter Kartika saat gadis ini lengah.
Dokter Kartika hanya membelo tanpa kata saat mendapatkan kecupan ringan dari Farhan.
"Boleh aku mencium bibirmu?" Hanya bibir saja Kartika sebagai bekal untukku kembali ke London."
Darah Kartika langsung berdesir mendengar permintaan Farhan yang sangat cepat menurutnya walaupun lelaki ini baru berkenalan dengannya.
"Apakah budaya barat sudah membentuk kepribadianmu seperti ini, Tuan Farhan?" Sindir dokter Kartika kepada Farhan yang begitu obsesi pada dirinya.
"Oh sorry, jika kamu tidak menginginkannya, tidak apa sayang."
Farhan buru-buru membatalkan niatnya untuk mencium dokter Kartika.
"Baiklah, kamu mau nginap di sini atau pulang?" Farhan menawarkan gadis ini untuk tetap bersama dengannya saat ini sampai ia bertolak kembali ke London Inggris.
Keduanya turun ke lantai bawah menuju mobil milik Farel yang di pinjam Farhan untuk mengantarkan wanitanya.
Sepanjang jalan keduanya tidak tahu mau ngomong apa. Keadaan seketika menjadi canggung sejak Kartika menolak untuk dicium Farhan.
Sekitar lima menit mau memasuki gerbang perumahan mewah milik orang tuanya Kartika, gadis ini tiba-tiba meminta Farhan meminggirkan kendaraannya.
"Bisa berhenti sebentar!" Pinta dokter Kartika.
"Apakah ada masalah?" Tanya Farhan bingung sambil menepikan mobilnya.
"Iya, ada masalah dengan hatiku saat ini." Ucap Kartika serius.
Farhan begitu takut jika pada akhirnya perjuangannya untuk mendapatkan wanita ini sia-sia, hanya karena permintaannya yang tadi membuat gadis ini tersinggung.
__ADS_1
"Apakah kamu...?" Kartika menghentikan ucapan Farhan dengan menyumbat bibir lelaki tampan itu dengan bibirnya.
Farhan meresapi ciuman Kartika dan tertawa bahagia didalam hatinya. Ciuman itu dari lembut hingga makin berutal yang dilakukan oleh keduanya hingga tangan Farhan spontan menyentuh belahan dada milik Kartika.
Kartika menahan tangan Farhan untuk tidak melakukan lebih, setelah itu ciuman pun terlepas dan keduanya mengambil lagi pasokan udara segar untuk mengembalikan nafas yang sudah tersalurkan dari mulut ke mulut keduanya.
"Cepatlah mengantarku Farhan, karena aku ingin istirahat sebelum ke rumah sakit!"
Mobil itu kembali bergerak memasuki perumahan mewah itu. Setibanya di depan pagar, dokter Kartika buru-buru turun tanpa mengucapkan sepatah dua kata kepada Farhan yang menatap punggung gadis itu sampai menghilang dibalik pagar.
Farhan tersenyum bahagia lalu memarkirkan mobilnya untuk kembali ke mansion Farel karena ingin istirahat sebelum berangkat ke London usai sholat subuh.
*
*
Sekitar jam setengah satu pagi Farhan sudah lebih dulu menunggu dokter Kartika di tempat parkiran mobil di halaman rumah sakit KAYSAN. Entah mengapa lelaki ini masih belum puas bertemu dengan sang kekasih.
Tidak lama kemudian dokter Kartika datang dengan membawa sedan merah lalu memasuki tempat parkir. Baru saja ingin mencabut kunci mobil, Farhan sudah berdiri di samping pintu mobilnya.
Ia menggedor kaca jendela mobil agar Kartika membuka pintu mobilnya.
"Kau..?"
"Iya sayang, maaf aku sengaja menunggumu untuk memberikan ini, aku belum sempat mengikatmu."
Farhan mengeluarkan kotak cincin berlian untuk sang kekasih. Tangan Kartika diraih lalu ia menyematkan cincin emas putih bermata berlian pada jari manis milik Kartika.
Kartika menerima itu semua dengan jantung yang berdebar kencang. Betapa singkatnya waktu, Farhan memberikannya banyak cinta dalam semalam.
"Aku mencintaimu Kartika, tunggu aku sayang tiga hari aku akan kembali untukmu lagi. Sekarang masuklah ke dalam, aku akan segera ke Bandara, pesawat jet milikku sudah siap karena tidak bisa menunggu waktu subuh." Ucapnya lalu sekilas mengecup bibir Kartika.
Mendengar kata-kata perpisahan dari Farhan, dokter Kartika nampak gelisah. Hatinya merasakan kehilangan sosok pria yang sudah memberinya cinta dalam semalam namun membekas sampai ke Palung hati.
"Benarkah kamu akan kembali secepatnya untuk menikahiku?" Tanya Kartika dengan mata yang sudah berkaca-kaca dan terdengar parau suaranya saat ini.
__ADS_1
"Jangan menangis sayang!" Aku hanya pergi untuk sementara dan tak akan meninggalkanmu selamanya, maka dari itu jaga diri dan hatimu untukku sampai aku kembali menjemputmu sebagai pengantinku." Tandas Farhan.
Tautan bibir kembali terjadi sesaat, setelah itu dokter Kartika melepaskan kepergian sang kekasih hingga mobil itu menghilang dari pandangannya.