Gairah Cinta Sesaat

Gairah Cinta Sesaat
51. PART 51


__ADS_3

Berjalannya waktu, keadaan rumah sakit KAYSAN yang makin membeludak dengan pasien yang sengaja ingin melahirkan di rumah sakit tersebut.


Walaupun demikian, dokter Sindy selalu memprioritaskan terlebih dahulu pasien yang benar-benar membutuhkan perawatan intensif dengan fasilitas yang memadai.


Belajar dari kesalahannya di masa lalu, kini dokter Sindy lebih hati-hati dalam menangani pasien yang bermasalah dengan riwayat penyakit bawaan. CCTV di ruangan itu benar-benar dipastikan untuk selalu merekam setiap tindakan mereka dalam menangani pasien.


Walaupun perut ibu hamil ini, yang saat ini sudah memasuki usia tujuh bulan, namun tidak menghalanginya untuk terus menolong sesama kaumnya dalam memberikan kehidupan pada generasi penerus bangsa ini.


Satu hal yang terlupakan oleh Sindy adalah keberadaan dokter Alea yang sampai saat ini belum terendus olehnya.


Pagi itu Sindy dengan ditemani oleh dua dokter lain bertandang ke rumah dokter Alea yang berada di puncak Bogor.


Setibanya mereka di sana, ketiganya harus menelan perasaan kecewa karena tidak mendapati dokter Alea di kediamannya.


"Mohon maaf ibu, apakah dokter Alea tidak meninggalkan pesan apapun kepada ibu, di saat dia memutuskan untuk meninggalkan rumahnya?" Tanya Sindy pada ibu kandungnya dokter Alea.


"Lea hanya pamit mau bekerja di rumah sakit di Jakarta, kalau nggak salah rumah sakit Medika Alamanda." Ujar ibunya Alea.


"Apa?" Rumah sakit dokter Alan?" Sindy terperanjat ketika mengetahui dokter Alea tiba-tiba saja bekerja dirumah sakit musuh terbesarnya.


"Dokter Sindy, apakah anda memecat putriku? hingga ia harus bekerja di rumah sakit dokter Alan, lelaki yang menjebakmu itu?" Tanya Ambu Murniati.


Baik dokter Sindy, dokter Kartika dan dokter Amanda saling bertatapan. Mereka tidak menyangka dokter Alea tega membohongi ibunya untuk bisa bekerja di rumah sakit milik dokter Alan.


"Tidak ada yang memecatnya Bu." Ucap dokter Amanda.


"Baiklah Bu Munarti, kalau begitu kami permisi. Tolong jangan katakan kedatangan kami pada dokter Alea karena kami ingin memberikan kejutan kepadanya." Ucap Sindy lalu beranjak dari rumahnya dokter Alea kembali lagi ke rumah sakit KAYSAN.


"Mengapa si kunyuk itu tega sekali membohongi ibunya?" Dokter Amanda begitu geram dengan perbuatannya dokter Alea yang tega memfitnah dokter Sindy yang telah memecatnya.

__ADS_1


"Sudahlah, mungkin dia punya alasan sendiri untuk meninggalkan rumah sakit KAYSAN dan bekerja di rumah sakit di Jakarta. Kalian pasti sangat tahu jika keadaan rumah sakit kita saat itu sedang merosot angka pasiennya. Mungkin saja dokter Alea bosan dan memilih pindah di rumah sakit dokter Alan," ucap Sindy untuk menenangkan teman-temannya.


"Dokter Sindy, apakah anda tidak curiga, mungkin saja dokter Alea yang telah memberitahukan keberadaan mendiang nyonya Clara kepada dokter Alan saat almarhumah di rawat di rumah sakit KAYSAN." Ucap dokter Amanda.


"Jangan berprasangka buruk dulu pada dokter Alea, jika belum tahu kejelasan ceritanya, nanti malah terkesan fitnah." Ujar dokter Sindy menasehati teman-temannya.


"Apakah kita perlu menyambanginya ke rumah sakit milik dokter Alan?" Tanya dokter Kartika penasaran.


"Baiklah, kalau begitu kita langsung saja ke Jakarta sekarang!" Titah dokter Sindy pada sopir pribadinya.


Dalam waktu tiga jam, mereka sudah berada di rumah sakit milik dokter Alan. Sindy berusaha tegar ketika mendatangi lagi tempat magangnya dulu yang pernah menjadi saksi bisu kisah cinta yang terjalin antara dirinya dan pemilik rumah sakit itu, yang saat ini sudah menjadi nara pidana atas kasus pembunuhan yang dilakukannya pada istrinya sendiri.


Bukan masalah kisah cintanya yang menjadikan dokter Sindy sedih saat ini, tapi kisah aborsi yang dilakukan dokter Alan padanya beberapa tahun yang lalu.


"Dokter Sindy, apakah anda baik-baik saja?" Tanya dokter Kartika ketika berdiri terpaku menatap gedung rumah sakit tersebut.


"Dokter Sindy, apa kabar!" Sapa dokter Burhan ketika melihat Sindy menuju ruang prakteknya.


"Alhamdulillah, saya sangat baik saat ini dokter Burhan." Ucap dokter Sindy.


"Apa yang membawa anda ke sini dokter Sindy? apa yang bisa saya bantu?" Tanya dokter Burhan.


"Begini dokter Burhan, kami ke sini ingin bertemu dengan dokter Alea, apakah hari ini beliau praktek?" Tanya Sindy.


"Maaf dokter Sindy, keberadaan dokter Alea yang tiba-tiba menghilang selama seminggu ini, kami juga sedang mencarinya.


Beliau tinggal di apartemen yang disewakan oleh dokter Alan sebelum dokter Alan mendekam di penjara atas pembunuhan istrinya itu." Ucap dokter Burhan.


"Maaf Dokter Burhan, ada hubungan apa antara dokter Alea dan Dokter Alan?" Tanya Sindy hati-hati.

__ADS_1


"Menurut rumor yang beredar, keduanya sedang menjalin kasih ketika Nyonya Clara saat itu tiba-tiba kabur dari rumah suaminya dan memilih melahirkan di tempat anda.


Dan setelah seminggu ada perubahan kasus pembunuhan yang awalnya tersangkanya adalah anda, ternyata berbalik pada dokter Alan, rupanya dokter Alea langsung diterima bekerja di rumah sakit ini. Dan sekarang gadis itu mendadak hilang tanpa ada berita apapun untuk kami." Ucap dokter Burhan.


"Apakah dokter memiliki alamat apartemennya?" Tanya dokter Sindy.


"Percuma juga anda ke sana dokter Sindy, karena apartemen itu sudah kosong." Ucap dokter Burhan.


"Ya Allah, apa yang terjadi kepada dokter Alea, mengapa jadi seperti ini?" Ya Allah, jangan sampai gadis itu mengalami sesuatu seperti yang aku alami." Gumam dokter Sindy membatin.


"Kalau begitu kami permisi dulu dokter Burhan!" Ucap Sindy lalu bergerak pergi dari rumah sakit yang meninggalkan kenangan buruk untuk dirinya.


"Dokter Sindy, mengapa dokter Alea menjadi aneh seperti itu? Apakah jangan-jangan dia saat ini sedang hamil anaknya dokter Alan?" Dokter Amanda menebak kondisi sahabatnya Alea yang saat ini menghilang entah kemana.


"Apakah mulutmu tidak bisa berhenti bicara sejenak dengan tidak mencurigai sahabat sendiri?" Dokter Kartika mengumpat dokter Amanda yang terus saja berprasangka buruk kepada dokter Alea.


"Teman-teman, sebaiknya kita mampir makan dulu di restoran Korea di depan sana. Aku ingin sekali makan makanan Korea saat ini." Ucap dokter Sindy.


"Silahkan dokter!" Kami juga dengan senang hati menerima tawaran anda mendapatkan traktir gratis dari bos." Ucap dokter Alea sambil terkekeh.


Mobil itu pun memasuki tempat parkir yang tersedia dipinggir jalan di depan restoran tersebut.


Ketiga dokter cantik itu turun dari mobil dan menghampiri meja-meja yang masih kosong untuk mereka tempati.


Baru saja mereka memesan beberapa menu makanan Korea, tiba-tiba, dokter Kartika melihat sosok yang saat ini sedang mereka cari.


"Dokter Alea!"


Tanpa diduga, dokter Alea menatap mereka dengan wajah yang begitu panik. Ketika gadis itu berdiri, tampak kelihatan dokter Alea saat ini sedang hamil.

__ADS_1


__ADS_2