Gairah Cinta Sesaat

Gairah Cinta Sesaat
54. PART 54


__ADS_3

"Ada apa sayang?" Siapa yang menghubungimu?"


Tanya Farel ketika melihat istrinya hanya termenung usai menerima telepon dari seseorang.


"Alea tidak bisa bekerja lagi di rumah sakit KAYSAN karena ia merasa sangat malu, jika dirinya jadi bahan gosip di rumah sakit kita."


Sindy mengangkat kepalanya dari dada bidang suaminya yang tadi menjadi tumpuan sandarannya.


"Sayang! kamu harus memikirkan bayi kita karena dua bulan lagi kamu akan melahirkan."


Farel menasehati istrinya yang saat ini lebih peduli dengan nasib bawahannya yang sudah mengkhianatinya.


"Sayang!"


"Hmm!"


Sindy seakan ingin mengatakan sesuatu yang sangat berat ia ucapkan kepada suaminya.


"Ada apa?" Apa yang ingin kamu katakan, hmm?"


Farel mengusap perut istrinya sambil menikmati pergerakan putranya di dalam sana yang sedang menendang tangannya.


"Maukah kamu menikahi dokter Alea?" Agar bisa menyelamatkan aibnya."


Farel tersentak mendengar permintaan istrinya yang tidak masuk akal untuk dirinya.


"Jangan gila sayang!" Nanti kamu bisa menyesali perkataanmu sendiri, saat kamu tahu bagaimana sakitnya di madu. Lagi pula, kamu kira aku bisa jadi ban serep untuk sahabatmu yang saat ini lagi kelimpungan mencari titik temu ketika ia ingin menyelamatkan reputasinya?"


Farel menentang keras permintaan Sindy yang tak masuk akal menurutnya.


"Setidaknya ada seseorang yang bisa ia andalkan untuk melindunginya." Ujar Sindy penuh harap.


"Sayang dengarkan aku!"


Jika dulu aku di juluki playboy kelas kakap, aku tidak mempedulikan dengan pandangan buruk orang lain kepadaku karena aku tidak terikat dengan komitmen pernikahan. Tapi semenjak bertemu denganmu, hanya ada satu wanita dalam hidupku dengan satu cinta yang aku punya untuknya.


Hanya ingin mendapatkanmu, aku rela mengurung hasratku untuk tidak menyentuh wanita lain karena aku sudah meminta kepada Allah untuk menjadikan syahwatku terlampiaskan hanya untuk satu wanitaku dan itu adalah pasanganku yang halal untukku dan selain kamu aku menganggap wanita lain adalah tembok bagiku, sehingga syahwatku hilang ketika melihat mereka sekalipun penampilan mereka begitu memukau pandanganku."

__ADS_1


Farel kekeh menolak dengan keras ketika istrinya meminta dirinya melakukan poligami.


Di dalam hati Sindy, gadis ini sangat bahagia mendengar ungkapan tulus suaminya yang tidak ingin membagikan cintanya pada wanita manapun.


"Kalau begitu apa yang harus aku lakukan untuk menolong dokter Alea sayang?"


Senyumnya terbenam kembali kala memikirkan bagaimana dengan kondisi Alea saat ini setelah kehilangan semua miliknya yang sangat berharga dalam hidupnya.


"Aku akan memikirkan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan laki-laki yang bisa menyelamatkan dokter Allea."


Farel ingin menenangkan istrinya yang saat ini ikut merasakan kepedihan nasib dokter Alea.


"Sayang, boleh aku menanyakan sesuatu kepadamu?"


Tanya Sindy dengan menatap mata elang milik suaminya yang sangat meneduhkan hatinya.


Sambil duduk diatas pangkuan suaminya seraya mengalungkan tangannya ke leher suaminya.


"Apa lagi yang ingin kamu tanyakan sayang?" Aku tidak mau jawab jika ini berhubungan dengan dokter Alea." Ucap Farel datar.


"Apakah kamu akan tetap mencariku dan mencintaiku jika aku hamil anak dokter Alan saat itu?" Apakah kamu akan tetap menikahiku?"


"Kamu kira cintaku memiliki alasan untuk membuktikan betapa berartinya dirimu untukku?" Saat kamu menghilang begitu saja tanpa ada pesan untukku, walaupun saat itu tidak ada ikatan cinta antara kita, kecuali permasalahan sepele yang terjadi diantara kita. Itu sudah menunjukkan rasa ketertarikan aku kepadamu.


Kau pergi dengan membawa separuh hatiku dan rasa cinta yang terpendam di dasar hatiku yang selama itu tidak pernah aku berikan kepada gadis manapun yang pernah singgah di hidupku, walaupun hanya sesaat, namun tak berarti dibandingkan bertemu denganmu yang hanya sekejap tapi menorehkan sepenggal kisah itu sampai dasar relung hatiku.


Di saat itulah aku sedang jatuh cinta padamu, tidak peduli bagaimana masa lalu hidupmu karena aku hanya mencintaimu di saat pertemuan pertama kita malam itu.


Hanya satu kesalahan yang kamu buat pada mobilku saat itu, aku sudah menemukan belahan jiwaku, cinta masa depanku yang tak akan pernah usang sejalannya waktu, walaupun kamu mengandung benih dari lelaki lain, itu tidak masalah bagiku karena cintaku tidak memiliki alasan mengapa dan kenapa sayang."


Farel menjelaskan panjang lebar tentang perasaannya pada Sindy, istrinya.


Rasa haru menyelimuti seluruh jiwa Sindy saat ini, karena mendapatkan manusia langka yang menjadi dambaan wanita cantik manapun untuk mendapatkan lelaki hebat ini.


"Terimakasih sayang, atas segala curahan kasih sayangmu padaku dan cinta tulusmu hanya untukku. Semoga ini akan abadi sampai jiwaku terlepas dari ragaku."


Sindy membalas cinta yang sama besarnya untuk suaminya yang saat ini menjadikan dirinya satu-satunya wanita dalam hidup dari ayah dua anak ini.

__ADS_1


Ia tidak peduli lagi dengan restu kedua orangtuanya Farel padanya yang sampai saat ini enggan menerima dirinya menjadi menantu karena terlalu mengagungkan kasta.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Di perusahaan milik Farel, pria tampan ini sudah berada di ruang kerjanya namun belum memulai apapun untuk mengawali aktivitasnya.


Ia juga ingin menolong istrinya yang saat in sedang mencarikan suami untuk sahabatnya dokter Alea.


Cek.. lek.


"Permisi bos!"


Rendy membawa beberapa berkas yang harus diparaf oleh bosnya ini.


"Ini kontrak kerjasama kita dengan beberapa perusahaan yang ada di negara Adi daya itu, Tuan."


Rendy menunjukkan di tempat mana saja yang harus Farel tandatangani. Rendy yang melihat Farel kurang bersemangat pagi itu, menanyakan apa yang membebani pikiran bosnya saat ini.


"Apakah anda baik-baik saja Tuan?" Tanya asisten Rendy.


"Tidak Rendy. Suasana hatiku saat ini sangat kacau. Aku semalam berselisih paham dengan istriku hanya karena masalah orang lain yang menyita pikirannya saat ini. Padahal dirinya saat ini sedang hamil dan aku tidak mau itu berpengaruh pada tumbuh kembang bayi kami yang sebentar lagi akan lahir."


Ungkap Farel yang saat ini sedang gundah gulana karena masalah orang lain.


"Apakah sangat rumit masalah orang itu hingga kalian berdebat?"


Rendy ingin mengetahui permasalahan yang dihadapi bosnya saat ini.


"Sindy memintaku untuk menikahi sahabatnya yang saat ini sedang hamil muda dan lebih menyakitkan adalah gadis itu mengandung anak dari musuhku yang ingin ku habisi nyawanya."


Farel mengepalkan kedua tangannya dengan mengatupkan rahangnya mengeras, mengenang bajingan itu yang telah menghancurkan hidup istrinya.


"Apakah sahabatnya itu salah satu dokter yang bekerja di rumah sakit KAYSAN?"


Tebak Rendy yang sudah tahu siapa gadis yang dimaksudkan oleh bosnya.


"Iya Rendy. Kamu tahu sendiri bahwa cintaku pada istriku tak akan tergantikan oleh wanita manapun yang menduduki hatiku sampai kapanpun. Demi dirinya untuk bisa terus menatap senyum cantik diwajahnya, aku rela melakukan apapun untuk bertahan hidup saat kecelakaan naas itu."

__ADS_1


Farel mencurahkan perasaannya kepada asistennya Rendy.


__ADS_2