Gairah Cinta Sesaat

Gairah Cinta Sesaat
77. PART 77


__ADS_3

Sejalannya waktu, hubungan Farel dan Sindy tidak lagi renggang. Keduanya nampak akur dan selalu mendukung satu sama lain. Hal ini dilakukan Sindy karena dia tidak ingin hidup sendiri walaupun hatinya belum bisa menerima masa lalu Farel yang saat ini sudah memiliki anak dari wanita lain.


Kadang kecemburuan itu selalu datang menganggu pikirannya, namun Sindy selalu menepis godaan itu untuk tidak membenci perbuatan suaminya.


Kini Farel putra Luna sudah menyelesaikan sekolah tingkat dasar. Putra pertama Farel ini meminta ibunya untuk kembali lagi ke Amerika karena dia tidak merasa nyaman sekolah di Indonesia.


"Mami, bagaimana kalau kita pindah lagi ke Amerika?" Farel tidak ingin berada di sini. Walaupun ini tanah air kita tapi Farel merasa sangat asing dengan tempat ini." Ucap Farel yang sedang merayu ibunya.


"Sayang, hidup di luar negeri itu nggak gampang, semuanya sangat beda dari segi budaya. Apa lagi biaya hidup di sana sangat besar, mami tidak bisa mencari uang yang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan hidup kita." Luna memberikan pengertian kepada putranya.


"Kalau begitu kenapa mami nggak menikah saja lagi, supaya ada yang membantu mami untuk menutupi kebutuhan kita." Farel masih memohon kepada sang ibu yang tidak lagi berminat untuk kembali ke Amerika.

__ADS_1


"Sayang, mami tidak ingin menikah lagi karena cinta dan kasih sayang mami hanya untuk kamu, jika mami menikah lagi, belum tentu kamu mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah tiri. Jadi lupakan saja ide gila kamu untuk meminta mami menikah lagi, apa lagi harus kembali ke Amerika." Ujar Luna tegas pada putranya Farel.


Farel memasang wajah angkernya. Berada di Jakarta dan mencari sekolah yang jauh cukup sulit karena ia tidak tega meninggalkan ibunya sendirian di apartemennya.


"Apakah aku sendiri saja yang harus mencari suami untuk mami. Selama ini mami sudah berusaha memberi yang terbaik untukku, mungkin sudah saatnya mami harus memikirkan kebahagiaannya. Mami masih sangat muda dan sangat cantik. Tidak sulit bagi mami untuk mendapatkan calon suaminya." Ujar lirih sambil mencari aplikasi perjodohan di internet.


Luna memikirkan kembali permintaan putranya yang ingin dirinya menikah lagi. Dalam hatinya ia juga merindukan sosok seorang pria yang bisa memanjakan dirinya di atas kasur. Tapi entah mengapa, hatinya masih terpaut pada pesona Tuan Farel yang tidak bisa ia lupakan.


"Aku sangat merindukanmu Tuan Farel. Aku tidak pernah menyesal telah melahirkan dan membesarkan putramu segenap jiwaku," Luna bermonolog.


Siang itu udara sangat panas. Farel mengajak asistennya Faiz untuk makan siang di sebuah restoran. Keduanya sepakat memilih restoran mewah yang tidak jauh dari perusahaannya Farel.

__ADS_1


Tidak di sangka di restoran itu, Luna sedang bertemu dengan salah satu kline perusahaannya tempat ia bekerja.


Rupanya kline Luna sangat tampan dan juga sangat lihai untuk menaklukkan hati wanita.


Di saat tuan Fauzi menatap lebih dalam wajah Luna, di saat yang sama Tuan Farel menatap juga gadis yang pernah singgah dalam hidupnya itu.


"Nona Luna, apakah anda masih sendiri atau sudah menikah?" Tanya Tuan Fauzi yang ingin melakukan pendekatan dengan Luna.


"Maaf Tuan, saya sudah memiliki seorang putra yang saat ini menjelang remaja, saya juga seorang singel parents." Ucap Luna jujur.


"Apakah anda tidak berniat untuk berumah tangga lagi?" Tanya Tuan Fauzi seraya menyentuh tangan Luna.

__ADS_1


"Maaf tuan, urusan saya dan anda sudah selesai, saya harus segera kembali ke perusahaan karena saat ini jam makan siang sudah usai."


Luna menarik tangannya, berusaha menolak perlakuan lembut dari Tuan Fauzi.


__ADS_2