
Para pemburu berita sudah memenuhi halaman rumah sakit dan polres Jakarta Selatan usai penangkapan dokter Sindy atas praduga penyalahgunaan obat terlarang pada tubuh pasien Nyonya Clara, istri dari dokter Alan.
Yang mengejutkan dari pernyataan dokter Alan yang mengatakan tentang statementnya kepada para wartawan tersebut, yaitu dokter Sindy sengaja melakukan pembunuhan kepada istrinya nyonya Clara karena memiliki dendam pribadi dirinya yang telah menikahi Sindy saat mereka menjalin hubungan terlarang dulu, sebelum dokter Sindy menikahi Tuan Farel Alfarizi.
Pasca pernyataan Dokter Alan yang menjatuhkan nama baik Sindy, banyak sekali pasien yang membatalkan kunjungan mereka ke rumah sakit milik Sindy. Rasa benci mereka pada Sindy yang dianggap sebagai pelakor dengan berpura-pura memperbaiki imagenya untuk menyelamatkan nyawa para ibu-ibu yang pernah bersalin di rumah sakit miliknya.
Atas kejadian itu rumah sakit KAYSAN seketika menjadi sepi dari pasien. Dampak dari kejadian yang paling dirasakan saat ini adalah para dokter dan perawat yang sudah tujuh tahun mengabdi di rumah sakit KAYSAN.
Kepiawaian Dokter Alan yang memfitnah Sindy membawa keberuntungan pada dirinya pasalnya, rumah sakit miliknya yang awalnya sepi kini dibanjiri oleh pasien yang datang berobat maupun bersalin dirumah sakit miliknya.
Tapi kesalahan dokter Alan yaitu membiarkan bayi nyonya Clara yang masih berada di rumah sakit KAYSAN.
Dokter Kartika dan dokter Amanda mengunjungi Sindy yang masih di tahan di polres setempat usai para wartawan tidak lagi mendatangi rumah sakit milik mereka.
"Apa kabar dokter Sindy!" Sapa dokter Kartika dengan memeluk erat tubuh dokter Sindy.
"Alhamdulillah saya dalam keadaan baik, seperti yang kalian lihat saat ini.
"Bagaimana keadaan rumah sakit?" Tanya dokter Sindy kepada dua bawahannya ini.
Dokter Amanda dan dokter Kartika saling menatap lalu memutuskan untuk mengatakan apa adanya kepada bos mereka.
"Rumah sakit kita mulai sepi dari pasien, dokter Sindy pasca pernyataan dokter Alan yang menjatuhkan nama baik anda." Ucap dokter Amanda.
__ADS_1
"Apa yang dilakukan oleh bajingan itu?" Bukankah saat ini penyelidikan atas kasus itu masih dilakukan oleh tim forensik dan pengacaraku?" Tanya Sindy.
"Bukan masalah kasus kematian istrinya yang dia permasalahkan olehnya tapi, dia membuka skandal anda yang pernah terlibat cinta segitiga antara dokter Sindy dan dirinya ketika anda masih singel dulu." Ujar dokter Kartika.
"Apa?" Jadi dia mengatakan itu pada wartawan?" Sindy ingin memastikan lagi ucapan dokter Kartika.
"Iya dokter Sindy. Katanya, anda memiliki dendam pribadi dengannya karena cinta anda telah ditolak oleh dirinya, makanya anda sengaja membunuh nyonya Clara hingga ia koma dan tewas di rumah sakit kita." Ujar dokter Kartika.
"Astaghfirullah!" Aku bahkan yang jadi korban dari bujuk rayunya, mengapa sekarang aku yang dilimpahkan semua kesalahan dirinya padaku. Ternyata gairah cinta sesaat yang sudah berlalu dalam hidupku kini kembali tercuat karena ulah manusia keji seperti bajingan dokter Alan." Ucap dokter Sindy dalam diamnya.
"Sekarang, aku ingin meminta tolong kepada kalian, untuk menyelidikinya bagaimana dokter Alan bisa mengetahui keberadaan nyonya Clara ada di rumah sakit kita, padahal identitas nyonya Clara dirahasiakan oleh aku!" Pinta dokter Sindy kepada kedua temannya ini.
"Baiklah dokter Sindy, kami akan menyelidiki orang yang sudah membuat anda di penjara." Ujar dokter Amanda.
"Satu hal lagi. Jika ada teman-teman yang ingin mengundurkan diri dari rumah sakit kita karena sepinya pasien, lakukanlah sesuai prosedur yang telah ditetapkan oleh rumah sakit KAYSAN." Ujar dokter Sindy kepada kedua temannya ini.
Mendengar penuturan dokter Amanda tentang para staffnya membuat Dokter Sindy sangat terharu.
"Gunakan sumber keuangan yang masih dimiliki oleh rumah sakit kita. Tetap bayar upah kalian sesuai standar yang berlaku. Kita masih memiliki alokasi dana untuk satu tahun ke depan, dalam mengantisipasi hal yang terburuk dari peristiwa apapun di rumah sakit itu yang akan kita hadapi, contohnya saat ini." Kalau begitu tolong rekam pernyataan dariku untuk diberikan kepada para teman-teman!" Titah Sindy kepada kedua temannya.
Dokter Amanda dan dokter Kartika sangat antusias dengan pernyataan Sindy yang tetap memikirkan kesejahteraan mereka ditengah kemelut kasusnya yang sedang bergulir saat ini.
Kamera ponsel diarahkan ke Sindy untuk melakukan rekaman atas pernyataannya untuk para staffnya yang ada di rumah sakit KAYSAN.
__ADS_1
"Assalamualaikum Wt. Wb.
Saya dokter Sindy yang merupakan pemilik dan sekaligus direktur utama rumah sakit KAYSAN yang saat ini sedang menjalani proses hukum.
Kepada kalian semua, yang saat ini tetap bertahan denganku, entah sampai kapanpun itu, sambil menunggu proses hukum ini berlanjut, saya ingin mengatakan terimakasih banyak atas dukungan dan doa terbaik dari kalian semua yang tetap memilih setia dengan saya.
Kalian tidak usah cemas dengan upah kalian, karena rumah sakit tetap membayar kalian tanpa mengurang sesen pun dari gaji kalian walaupun saat ini rumah sakit kita sepi dari pasien yang berkunjung di rumah sakit kita.
Ini semua ujian untuk kita dan Insya Allah, ada hikmah yang besar yang Allah janjikan untuk keluarga saya dan saya pribadi.
Saya mohon maaf atas ketidak nyamanan kalian atas kasus ini. Saya yakin Allah akan memberikan kita petunjuk walaupun banyaknya fitnah dan cercaan yang saat ini datang kepada saya.
Saya memohonkan maaf karena kalian terkena imbas dari kasus yang menimpa saya. Dengan keyakinan yang kuat atas kebesaran Allah yang akan melindungi saya dan keluarga walaupun kekuatan hukum dunia membelenggu kebebasanku saat ini.
Mohon bantuannya untuk tetap kompak, solid dan saling bahu membahu untuk tetap menunjukkan eksistensi kita pada masyarakat bahwa setiap tuduhan yang datang pada kita saat ini akan berlalu dengan cara Allah menyelesaikan kasus ini.
Saya bukan orang hebat dan kuat, tapi saya bisa lebih hebat karena kekuatan doa dan dukungan yang kalian berikan kepada saya. Terimakasih banyak sudah memilih setia pada saya.
Tolong jaga rumah sakit kita dan saya titip keluarga saya terutama kedua anak saya, mungkin diantara kalian yang ingin menemani kedua anak saya secara bergantian, silahkan lakukan jika kalian punya waktu dan mau melakukannya dengan suka rela." Ucap Sindy dalam rekaman itu.
Usai memberikan pernyataannya, kedua staffnya itu pamit kepada Sindy dan kembali ke rumah sakit.
Dokter Sindy tetap di proses di polres dengan melakukan interogasi setiap waktu oleh dua orang polisi yang bertugas dalam menangani kasusnya.
__ADS_1
Walaupun adanya bukti obat morfin yang terdapat di tubuh pasien hingga over dosis yang menyebabkan kematian pada dokter Clara, namun dokter Sindy tetap membantah atas tuduhan itu.
Kasus pun bergulir di meja hijau. Dokter Sindy menjalaninya tanpa kenal lelah walaupun kehamilannya saat ini sudah memasuki empat bulan. Wanita tangguh ini tetap tidak menyerah demi memperjuangkan kebenaran atas tindakannya menolong pasiennya saat itu.