Gairah Cinta Sesaat

Gairah Cinta Sesaat
67. PART 67


__ADS_3

Penerbangan menuju London Inggris, cukup melelahkan bagi pengantin baru ini. Kartika melakukan bulan madu di apartemen milik suaminya sendiri, karena Farhan belum melakukan rencana bulan madu mereka karena jadwal pekerjaannya yang begitu padat.


"Apakah kamu baru pertama kali ke negara London sayang?" Tanya Farhan sambil memperhatikan wajah cantik istrinya yang sedang melihat kota London dari jendela kamar apartemennya.


"Iya sayang, ini sangat menakjubkan untukku." Ucap Kartika seraya menatap wajah tampan suaminya.


"Apakah kamu ingin tetap bekerja sebagai dokter spesialis kandungan?"


Farhan ingin memastikan dulu aktivitas istrinya, agar gadis ini tidak mudah bosan.


"Apakah kamu akan mengijinkan aku untuk tetap menekuni profesiku sebagai dokter spesialis kandungan?" Tanya Kartika agar bisa mendapatkan ijin dari suaminya.


"Lakukan apapun yang menjadi tujuan muliamu, tapi ingat keluarga tetap harus nomor satu." Ujar Farhan yang mengingatkan kewajiban istrinya atas dirinya.


"Insya Allah, kamu adalah prioritas ku, aku tidak akan menduakan pekerjaanku dengan kebutuhanmu." Ujar Kartika mantap.


Keduanya terkekeh dan saling memuji satu sama lain. Kota London di malam hari, terlihat lebih keren dari atas balkon kamar apartemen milik Farhan.


Pasangan pengantin ini, menunaikan kewajiban mereka sebagai suami istri untuk melepaskan masa lajang keduanya.


Farhan sangat paham bagaimana caranya untuk menyenangkan istrinya. Kartika menikmati semua sentuhan dari suaminya dengan mengeluarkan des*an yang membuat dirinya terbuai dan terbang ke awan biru.


Teriakan kecil namun berat terdengar jelas oleh Kartika dari mulut sang suami yang sudah membuka segel pertama sang istri.


Geraman berat dengan mata sayu menatap tubuh indah sang istri yang terus ia puja tanpa henti.


Rasa sakit dan perih yang tak tertahankan oleh Kartika, namun gadis ini tidak ingin menghentikan suaminya untuk terus menyemangati suaminya.


"Sayang, kamu yang terbaik, kamu segalanya bagiku, aku sangat beruntung menemukan kamu dalam keadaan masih sempurna menjadi wanita yang terjaga kesuciannya."

__ADS_1


Puji Farhan ketika keduanya sudah menyelesaikan ritual ibadah suami istri itu.


Senyum mengembang dengan bulir bening yang masih tersisa di pipinya yang mulus dikecup mesra oleh sang suami.


"Aku menjaga ini semua agar kehormatanku bisa aku persembahkan untuk suami yang benar-benar aku cintai." Ujar Kartika lembut.


"Apa yang aku miliki adalah milikmu, jadi manfaatkan semuanya tanpa perlu minta ijin padaku kecuali kamu keluar rumah." Seru Farhan seraya memberikan nomor brangkas miliknya di tempat yang aman.


Kartika merasa sangat tersanjung karena ia mendapatkan impiannya seperti halnya Sindy.


"Ya Tuhan, beginikah rasanya menjadi seorang nyonya jutawan?" Gumamnya membatin.


"Apakah masih ada yang kamu inginkan selain apa yang aku miliki saat ini?" Tanya Farhan.


"Tidak, semuanya sudah lebih dari cukup sayang. Jangan melakukan apapun lagi karena yang saat ini apa yang aku lihat sudah memuaskan mataku."


Ucap Kartika yang tidak ingin buru-buru meminta hal yang banyak yang tersimpan dalam impiannya.


Kartika tersipu malu lalu menutupi wajahnya dengan selimut.


"Kenapa malu sayang?" Katakan apa saja yang menjadi keinginanmu, maka aku akan memenuhi semuanya." Ujar Farhan sambil sesekali mencium harum tubuh istrinya.


Kartika tidak ingin menjawab, ia hanya ingin memeluk suaminya lalu kembali memagut ciuman mesra.


Malam panjang itu hanya terisi dengan kenikmatan yang takkan pernah habisnya oleh pengantin baru ini, hingga keduanya menyerah dan memilih tidur berpelukan sambil menunggu datangnya pagi.


🌷🌷🌷🌷🌷


Pagi itu Farhan berencana mengajak sang istri melihat perusahaan miliknya dan sekaligus memperkenalkan Kartika kepada segenap seluruh karyawan perusahaan.

__ADS_1


Seperti biasa dokter cantik ini tampil dengan anggun dengan mengenakan pakaian simpel dibalut Coat coklat dan sepatu boot.


Sang suami yang begitu terkesan dengan penampilan sang istri sedikit protes pada Kartika.


"Sayang!"


"Hmm!"


"Jika seperti ini, aku jadi rugi memperkenalkan kamu kepada para karyawan perusahaan." Ujar Farhan terdengar cemas.


Kartika mengernyitkan dahinya menatap sang suami sedikit bingung.


"Apakah ada masalah?" Apa yang kamu kuatirkan?" Tanya Kartika menunggu jawaban dari sang suami atas pertanyaannya.


"Kamu terlalu cantik, membuatku takut para karyawan akan menatap wajah cantikmu dengan intens." Jujur Farhan dengan senyum terselip di bibir tipisnya.


"Kau..!"


Cubitan kecil itu hinggap juga diatas paha Farhan dengan gemasnya.


"Berhentilah menggoda aku, suamiku. Kau membuatku makin merona dengan setiap pujianmu." Seru Kartika sambil tersenyum malu.


"Auhhgt!"


Apakah kamu sedang menggodaku?" Boleh kita berciuman sebentar?" Farhan menepikan mobilnya untuk mencium bibir istrinya yang saat ini menjadi candunya.


Tengkuk Kartika ditahan lembut dan keduanya tidak begitu peduli pandangan banyak mata yang menatap mereka karena ciuman yang menghanyutkan yang dilakukan oleh keduanya, mengingat dunia barat tidak mempersoalkan hal itu, apa lagi pasangan sah bebas melakukan apapun di tempat umum dan itu suatu yang lumrah dan membahagiakan.


Nafas keduanya hampir habis, setelah buaian ciuman itu terlepas begitu saja dengan lipstik Kartika yang sudah tidak membekas lagi di bibirnya yang sensual karena perlakuan suaminya.

__ADS_1


Tawa kecil Farhan merasa sangat puas bisa melunturkan riasan istrinya. Raut wajah protes yang di perlihatkan Kartika ketika menyadari penampilannya berantakan.


"Nanti saja tiba perusahaan kamu dandan lagi di mobil sayang, sekarang biarkan aku menatap wajah cantikmu tanpa riasan dan itu membuatku suka." Ujar Farhan makin membuat Kartika menarik nafas berat berkali-kali.


__ADS_2