Gairah Cinta Sesaat

Gairah Cinta Sesaat
75. PART 75


__ADS_3

Perdebatan itu berakhir juga setelah Farel meyakinkan istrinya bahwa dia tidak peduli dengan masa lalu yang telah menghasilkan seorang putra dari wanita lain walaupun putranya Luna yang wajahnya sangat mirip dengan dirinya.


Walaupun seperti itu, Sindy tidak ingin tidur berdua dengan Farel karena hatinya belum siap untuk memaafkan suaminya begitu saja.


Sementara di sisi lain, putranya Luna Farel bertengkar hebat dengan ibunya.


"Mami, apakah Tuan Farel itu ayah kandungku?" Tanya Farel ketika keduanya sedang makan malam.


"Uhuk..uhuk!"


Luna tersedak mendengar pertanyaan putranya tentang lelaki yang telah mengambil kesuciannya.


"Tidak sayang, mengapa kamu menanyakan hal itu? bukankah mami sudah mengatakan kepadamu bahwa kalian hanya kebetulan mirip tetapi tidak ada hubungan darah diantara kalian." Ujar Luna tanpa menatap wajah putranya.

__ADS_1


"Benar juga, lagi pula mami sudah mengatakan kepadaku kalau papiku sudah tiada sebelum aku lahir karena kecelakaan. Tapi sampai saat ini, mami belum pernah membawaku untuk berziarah ke makamnya. Kapan kita akan ke sana mami?" Mami!" Apakah mami tidak mendengar pertanyaanku?" Bentak Farel saat melihat ibunya sedang melamun.


"Iya sayang!" Luna termangu ketika mendengar bentakan putranya yang saat ini masih saja penasaran dengan keberadaan ayah kandungnya.


"Selesaikan makan malammu Farel dan kerjakan tugas sekolahmu. Mami juga mau istirahat karena hari ini mami sangat lelah." Luna sengaja menghindari pertanyaan susulan dari putranya.


"Mami belum menjawab pertanyaan Farel." Farel masih protes pada ibunya yang mengabaikan pertanyaan darinya.


"Kita masih bisa bahas ini di lain waktu Farel, tolong jangan sekarang karena mami sangat mengantuk." Ucap Luna sambil berlalu dari hadapan putranya dan menuju ke kamarnya.


*


*

__ADS_1


Tuan Farel tidur di sofa di sudut kamarnya sambil membayangi wajah Luna dan putranya Farel. Sedikitpun lelaki ini tidak menyimpan cinta untuk gadis itu walaupun ia menyadari Luna makin cantik dengan usianya yang masih muda.


Tapi jauh dalam hati kecilnya, Farel tidak bisa menepis darah dagingnya begitu saja. Apa lagi wajah Farel seperti fotocopy dirinya. Terbetik niatnya mengambil Farel dan mengakui Farel adalah putra kandungnya namun hal itu tidak akan bisa ia lakukan karena Sindy tidak akan memaafkan dirinya jika dia nekat mengadopsi anak kandungnya sendiri.


"Ya Allah, mengapa menjadi serumit ini?" Tanyanya sambil berusaha memejamkan matanya.


Baru saja ia ingin memejamkan matanya, ia melihat Sindy sedang mengganti baju tidur di hadapannya hingga memperlihatkan tubuh polos itu sedang memanggilnya untuk mendekati istrinya.


Farel berjalan pelan mendekati Sindy lalu memeluk istrinya dari belakang. Sindy yang mengira suaminya sudah tidur sangat kaget dan berusaha melepaskan dekapan suaminya pada pinggangnya.


"Lepaskan!"


Aku tidak mau di sentuh oleh kamu." Ucap Sindy sambil berontak dalam dekapan Farel yang sudah menghimpit tubuhnya dari belakang.

__ADS_1


Satu tangan Farel sudah berhasil masuk ketempat sensitif milik istrinya hingga membuat Sindy mend*s*h panjang. Mulutnya memang berkata tidak namun tubuhnya sangat menginginkan sentuhan dari suaminya, apa lagi sudah hampir dua Minggu mereka belum melakukan ibadah ritual sebagai suami istri.


Melihat istrinya sedang menikmati sentuhan darinya Farel tersenyum penuh kemenangan karena ia sangat hafal Sindy tidak mampu menolaknya jika dirinya sudah mengusai tubuh Sindy dengan cara lembut yang selalu membuat istrinya terlena dalam sentuhan panasnya.


__ADS_2