Gairah Cinta Sesaat

Gairah Cinta Sesaat
82. PART 82


__ADS_3

Luna berusaha menyentuh bibir Tuan Farel, namun Farel menghindar ciuman dari Luna.


"Maafkan aku Luna!"


Aku tidak akan mengkhianati istriku Sindy.


"Bukankah dia tidak tahu kamu datang menemuiku?" Timpal Luna dengan wajah bersemu merah karena menahan malu.


"Walaupun ia tidak tahu, tapi aku harus tetep menjaga kepercayaan cintanya. Kamu adalah gadis terakhir yang aku tiduri, setelah itu aku bertemu dengan istriku Sindy dan sejak saat itu aku tidak lagi mengulangi kebiasaanku bercumbu dengan wanita manapun karena hatiku telah terkunci oleh pesona Sindy." Ujar tuan Farel jujur pada Luna.


"Apakah tidak ada sedikitpun cinta yang kamu miliki untukku tuan Farel?"


"Tidak ada Luna, cinta itu sudah ku curahkan semuanya untuk keluargaku."


"Bahkan untuk putraku Farel tidak ada cinta untuknya darimu sebagai seorang ayah?"


"Aku mencintai putraku Farrel tapi tidak untuk ibunya."


Deggg!"

__ADS_1


Luna sangat sakit mendengar pengakuan Farel yang tidak memiliki cinta untuknya. Ia berusaha tegar untuk menerima semua ini karena hidupnya sendiri tidak mendapatkan cinta yang ia harapkan sebelum bertemu dengan Farel.


"Kalau begitu lupakan permintaanmu tuan Farel karena aku tidak akan pindah ke manapun bersama dengan putraku. Ini tanah kelahiranku, dan kedua orangtuaku di makamkan di sini." Luna menolak dengan tegas permintaan Farel karena lelaki ini juga menolak keinginannya untuk bercinta dengannya malam ini.


"Baiklah Luna, aku tidak akan memaksamu, tapi ingat aku tidak lagi berurusan denganmu setelah ini dan aku tidak akan menganggap putramu Farel adalah anak kandungku."


Duaarrr...


Ucapan Farel yang terakhir secara tidak langsung terdengar oleh putranya Farel yang baru saja membuka pintu apartemen itu.


"Apa?" Apakah yang barusan aku dengar adalah kebenaran mami?" Benarkah tuan ini adalah ayah kandungku?" Tanya Farel dengan gugup bercampur rasa kecewa.


Luna menghampiri putranya dan ingin menjelaskan keadaan sebenarnya namun Farel putranya sudah terlanjur terluka.


"Sayang, tolong dengarkan penjelasan mami tentang tuan Farel!"


"Bukankah aku pernah bertanya tentang ayahku?" Mengapa mami tidak berkata jujur ketika ayah Kaysan pernah datang ke sekolah ku dulu?" Tanya Farel dengan mata berkaca-kaca.


"Farel, tidak mudah bagi mami mengungkapkan kebenaran itu karena ayahmu memiliki keluarga lain dan kamu hanya anak...?

__ADS_1


"Anak haram, begitu maksud mami?" Timpal Farel sarkas.


"Tidak sayang, setiap anak yang lahir di muka bumi ini bukanlah anak haram karena yang haram itu adalah hasil perbuatan kedua orangtuanya yang menjalin hubungan tanpa menikah." Tuan Farel mencoba menenangkan putranya.


"Iya, aku tahu tuan, kau hanya menganggap ibuku tidak lebih dari seorang pelac**r bukan?"


Plakkk..!" Tamparan keras mendarat di pipi Farel dari tangan ibunya.


Farel memegang pipinya yang terasa sangat panas.


"Aku benci kalian berdua, aku juga tidak ingat dilahirkan dengan cara seperti itu mami, apa lagi kehadiranku tidak diakui oleh ayah kandungku sendiri." Teriak Farel lalu keluar lagi dari kamar apartemennya.


"Farel, tunggu sayang!" Jangan pergi!" Tuan Farel dan Luna segera mengejar putra mereka yang pergi dalam keadaan kesal.


"Ya Tuhan apa yang telah aku lakukan?" Sesal Tuan Farel yang telah mengucapkan perkataan yang menyakiti hati putra pertamanya itu.


Luna dan Tuan Farel melihat putra mereka yang terus berlari ke arah jalan raya yang nampak lengang, namun sayang Farel yang saat itu di kuasai amarah tidak melihat arah mobi yang datang berlawanan hingga menabrak tubuhnya hingga terpental mengenai bahu jalan.


"Farelll!"

__ADS_1


Teriak Luna histeris ketika melihat tubuh putranya sudah terkapar di atas jalan raya.


__ADS_2