
Luna meninggalkan restoran menuju ke tempat parkir mobil miliknya. Tuan Fauzi tidak tinggal diam, ia masih berusaha mengejar Luna. Farel yang melihat Luna di kejar oleh Tuan Fauzi berusaha menyusul Luna.
"Nona Luna, aku mohon tolong jangan salah paham kepadaku. Aku hanya ingin kita saling mengenal terlebih dahulu sebelum kita memulai hubungan." Ujar Tuan Fauzi seraya menahan pintu mobil Luna.
"Aku tidak punya waktu untuk memikirkan hubungan dengan pria manapun karena di hidupku hanya ada satu orang yang aku cintai, dia adalah putraku. Tidak ada tempat di hatiku untuk laki-laki lain." Ujar Luna berusaha mendorong tubuh Tuan Fauzi dari pintu mobilnya.
Tuan Fauzi masih saja merayu Luna, hingga membuat Luna sangat tidak nyaman.
"Ada masalah bung?" Tanya Tuan Farel yang ikut nimbrung diantara keduanya.
"Maaf!" Tolong jangan ikut campur urusan kami Tuan!" Ujar Tuan Fauzi menantang Tuan Farel.
"Sebaiknya anda lepaskan nona Luna karena dia tidak menyukaimu." Ujar Farel.
"Luna masuklah ke mobilmu!" Dan anda tolong tinggalkan dia!" Titah tuan Farel menatap tajam wajah tuan Fauzi.
__ADS_1
"Siapa dia nona Luna?" Apakah kamu mengenalnya?" Tuan Fauzi tidak gentar dengan tantangan Tuan Farel padanya.
Luna tidak bisa berkata apapun karena ia tidak tahu harus jawab apa. Luna lalu masuk ke mobilnya namun di cegah oleh Fauzi.
Atas perintah asisten Rendy pada anak buahnya untuk memberi pelajaran pada tuan Fauzi yang masih ngotot untuk menahan Luna pergi.
Farel masuk ke mobil Luna dan membawa gadis itu pergi dari tempat itu.
"Mengapa anda menolongku Tuan Farel?" Tanya Luna setelah tiba di depan tempat kerjanya.
Farel turun dari mobil Luna, namun tangannya ditahan oleh Luna.
"Apakah kamu mencintaiku tuan Farel?" Tanya Luna.
"Maaf Luna!" Aku hanya tahu kamu adalah ibu dari putraku, hanya itu, tidak lebih. Jadi, aku berharap kamu tidak salah paham dengan kebaikan yang aku berikan kepadamu hari ini." Ujar Farel membuat Luna sangat malu dan menyesal telah melontarkan pertanyaannya yang sangat bodoh pada Tuan Farel barusan.
__ADS_1
"Berikan nomor rekening milikmu!" Aku harus bertanggungjawab atas kehidupan putraku walaupun aku tidak bisa menjadi ayah yang diimpikannya." Ujar Tuan Farel.
"Kami tidak butuh bantuanmu untuk bertahan hidup, sebaiknya lupakan saja niat baikmu itu tuan Farel." Silahkan keluar dari mobilku!"
Luna memejamkan matanya, menahan bulir bening yang hampir tumpah dari bola matanya. Ia tidak menyangka, Farel hanya mempedulikan hidup putranya saja bukan dirinya.
Farel meninggalkan kartu namanya dan juga cek kosong untuk Luna. Suami dari Sindy ini turun dari mobil Luna dan menuju ke mobilnya sendiri karena Rendy sedang menunggunya di samping mobil Luna.
"Dasar bajingan!" Kamu tidak akan bahagia Tuan Farel karena aku dan putraku perlahan-lahan akan masuk dalam pikiranmu hingga kamu sendiri yang akan datang pada kami setelah mendapatkan penolakan dari istrimu." Ucap Luna penuh dengan kebencian.
"Tuan Farel, apakah Anda mengenal gadis itu?" Tanya asisten Rendy.
"Dia adalah salah satu gadis yang pernah singgah di hidupku Rendy. Setelah sekian lama kami tidak. bertemu, ternyata Luna telah melahirkan putraku dan kini sudah berusia tiga belas tahun." Ujar Farel.
"Apakah nyonya muda Sindy mengetahui hal ini?" Tanya Rendy yang begitu syok mengetahui jika bosnya ini memiliki putra dari wanita lain.
__ADS_1
"Aku harap kamu jangan menceritakan hal ini, pada istrimu dokter Alea. Aku tidak mau istriku menjadi bahan gosip di kalangan para tim medis di rumah sakit KAYSAN." Pinta Farel pada asistennya Rendy.