Gairah Cinta Sesaat

Gairah Cinta Sesaat
79. PART 79


__ADS_3

Luna tidak menginginkan uang dari Tuan Farel. Yang ia inginkan saat ini mendapatkan cinta Farel untuk dirinya dan juga putranya Farel.


"Aku tidak bisa jatuh cinta pada lelaki manapun tuan Farel karena dirimu. Aku merindukan sentuhanmu. Walaupun saat itu menjual diriku padamu diusia mudaku, namun kau memperlakukan aku begitu lembut." Luna mengenang masa kebersamaannya dengan Tuan Farel walaupun hanya terlibat dalam gairah cinta sesaat namun membekas sampai saat ini di dalam benaknya.


Pesona Farel tidak mampu digantikan oleh pria manapun walaupun ia sudah berusaha membuka hatinya pada pria lain.


Di mansion miliknya tuan Farel, Sindy dan Farel terlibat pertengkaran. Sindy mendapatkan video kiriman dari seseorang yang tidak ia kenal.


"Farel, apa ini?" Tanya Sindy seraya memperlihatkan video pertengkaran Farel dengan laki-laki lain bersama Luna di halaman parkiran restoran.

__ADS_1


"Sayang, ini tidak seperti yang kamu kira. Saat itu aku dan Rendy sedang makan siang dan tidak sengaja melihat Luna digoda oleh lelaki itu. Aku melihat Luna tidak nyaman dengan laki-laki itu, akhirnya aku berusaha menolongnya. Itu hanya bentuk kemanusiaan saja sayang, ku mohon percayalah padaku." Farel berusaha menjelaskan kronologi kejadian yang terjadi di tempat parkir restoran saat mereka sedang makan siang.


"Untuk apa kamu peduli padanya, sedangkan dia bukan siapa-siapa bagimu." Timpal Sindy makin geram dengan perhatian suaminya pada Luna.


"Bagaimana pun juga, dia adalah ibu dari putraku juga, walaupun aku tidak mencintainya sama sekali, tapi aku masih berkewajiban melindungi kehormatannya dari laki-laki yang tidak ia sukai. Jika saja ia menyukai laki-laki itu, aku malah mendukungnya agar iabisa memulai hidup baru bersama dengan pria lain." Ungkap Farel.


"Dengan perhatian kecil darimu, sama saja kamu sudah memberikan harapan untuknya, agar dia bisa mendapatkan cintamu Farel, mengapa kamu tidak sadar juga." Ucap Sindy berapi-api.


Jangan biarkan orang luar mengambil kesempatan ini dari kemelut rumah tangga kita sayang. Dengar!" Aku hanya mencintaimu saja dan tidak ada tempat lain di hatiku." Farel meyakinkan Sindy yang hampir terkecoh dari kiriman video tersebut.

__ADS_1


"Kenapa tidak sekalian saja kamu menikahinya, dengan begitu kamu memiliki hak penuh pada dirinya." Ujar Sindy makin sewot.


"Apakah kamu sedang menyuruhku untuk menikahinya?" Apakah kamu mengijinkannya? Apakah kamu siap untuk di madu?" Farel balik menantang ibu dari ketiga anaknya ini.


"Silahkan!"


Aku masih bisa menghidupi diriku dan juga ketiga anakku." Timpal Sindy tidak gentar dengan tantangan Farel.


"Sekarang keluar dari kamar ini!" Pergi saja ke Luna dan tidur dengannya." Titah Sindy sambil mendorong tubuh suaminya.

__ADS_1


"Kamu marah seperti ini padaku dan mengusirku dari sini, berarti kamu membiarkan wanita itu menang karena mampu merebut aku darimu. Sekarang kamu masih menginginkan aku atau kamu mau aku tidur dengannya malam ini?" Farel sudah tidak mampu menghadap kecemburuan Sindy yang tidak bisa memberinya kepercayaan.


"Bukankah itu adalah bagian dari hidupmu yang selalu di kelilingi oleh para wanita cantik. Dan Luna adalah salah satu pelanggan terbaikmu bukan, hingga ia rela menjual kesuciannya padamu dan mungkin hanya dua yang bisa mempersembahkan kesuciannya padamu dan aku tidak bisa memberikan itu padamu." Tangis Sindy pecah karena merasa minder dengan Luna yang mempertahankan tubuhnya hanya untuk satu lelaki yaitu suaminya Farel.


__ADS_2