Gairah Cinta Sesaat

Gairah Cinta Sesaat
66. PART 66


__ADS_3

Sesuai janji Farhan, pernikahannya dengan dokter Kartika akan berlangsung dua hari lagi. Persiapan pernikahan hampir sempurna sekitar 90%.


Pernikahan secara agama di kediaman kedua orang tua mempelai wanita Kartika. Pernikahan yang digelar yang dihadiri oleh kedua keluarga dan kolega.


"Sayang, aku ingin melihatmu melalui video call." Pinta Farhan saat keduanya sedang masa pingit.


"Dua hari lagi kita akan ketemu, mengapa kamu tidak sabaran." Tolak Kartika.


"Tapi kangennya sekarang, sudah sampai di ubun-ubun." Ucap Farhan setengah memaksa.


"Kalau begitu, pernikahan kita dibatalkan saja karena aku tidak mau kita kualat melanggar norma adat istiadat."


Kartika mengancam calon suaminya ini.


"Tidak-tidak..!" Jangan lakukan itu, aku hanya becanda!" Tawa kecil Farhan terdengar garing di telinga dokter Kartika.


Ponsel ditutup sepihak oleh Kartika. Farhan meradang dengan tingkah calon istri yang begitu tegas pada dirinya.


Wajahnya nampak gusar dengan mulut komat kamit, entah apa yang ia ucapkan. Farel yang geli melihat tingkah sepupunya itu makin ingin menggoda Farhan.


"Emang enak dicuekin." Ledek Farel.


"Apakah semua gadis Indonesia seperti itu, seenaknya saja mengabaikan perasaan calon suaminya." Gerutu Farhan.


"Bukan mengabaikan, tapi lebih kepada menjaga tata krama budaya yang sudah dijunjung oleh lapisan masyarakatnya yang menganggap itu suatu bagian ritual yang tidak boleh dilanggar oleh kedua pihak pengantin."


Farel menjelaskan adab dan budaya Indonesia yang kental dengan ritual budayanya.


"Tapi aku sangat merindukan Kartika, aku tergila-gila kepadanya." Jelas Farhan tanpa merasa malu pada Farel.


"Lebih baik persiapkan saja tubuh dan mentalmu untuk malam pengantin nanti." Farel menasehati sepupunya yang makin gelisah.

__ADS_1


"Dua hari lagi seperti kiamat bagiku, terlalu lama Farel. Apa lagi melihat jam dinding itu, dari menit satu ke menit lainnya seakan berhenti." Gerutu Farhan.


"Ah itu hanya perasaan kamu saja Farhan, mengapa jam dinding yang kamu salahkan. Sabar bro, semuanya akan berakhir indah."


Farel menepuk lembut pundak Farhan.


Sementara di kediamannya Kartika, dokter Amanda dan dokter Diana menemani gadis itu yang sedang berbahagia. Mereka mengobrol apa saja yang menyangkut masalah pengantin dan permasalahan rumah tangganya.


"Kartika, bukankah nanti usai menikah kamu akan diboyong suamimu ke London Inggris?" Berarti kamu tidak akan kerja lagi di rumah sakit KAYSAN?"


Tanya dokter Amanda sedih. Kartika memegang tangan sahabatnya ini, iapun membalas perkataan yang sama pada dokter Amanda.


"Bukankah kamu juga akan meninggalkan rumah sakit KAYSAN karena seorang pangeran Romy itu juga akan membawamu ke New Zealand?"


Amanda juga terlihat sedih karena mereka akan meninggalkan dokter Sindy yang selama ini sudah banyak memberi ilmu dalam menangani pasien bermasalah.


Setidaknya tiga orang kepercayaan dokter Sindy ini, yang akan meninggalkan rumah sakit KAYSAN demi mengabdi pada suami mereka kelak.


"Begitu pula saya, hampir semua balita menggemaskan itu selalu diam saat aku memeriksa keadaan mereka dengan segala keluhan yang disampaikan oleh ibu mereka." Ujar dokter Amanda sebagai dokter spesialis anak.


"Kalian berdua bahkan bertiga mendapatkan suami tajir, bagaimana dengan nasibku yang sampai saat ini masih betah jomblo karena nggak ada yang lirik gue" Gerutu dokter Diana yang merupakan dokter psikiater di rumah sakit KAYSAN.


"Sabar dokter Diana, semua ada masanya, di mana cinta itu datang sesuai dengan apa yang telah Tuhan rencanakan untuk kita, jadi harus sabar dan tetap berdoa. Selain itu jangan galak-galak jadi cewek cantik, nanti nggak laku."


Tawa ketiganya mendengar celotehan dokter Amanda hingga terdengar dari luar kamar pengantin milik Kartika.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Suasana khidmat terjadi di pagi Ahad. Sekitar pukul sepuluh pagi acara sakral yang ditunggu-tunggu pengantin akhirnya terjadi juga. Ijab kabul yang dibacakan Farhan demikian lantang dan fasih dalam satu tarikan nafas.


Dia dipanjatkan oleh penghulu usai akad nikah itu berlangsung. Prosesi acara secara adat mengandung haru menyentuh jiwa, kala kedua pengantin melakukan sungkeman kepada kedua orang tua masing-masing.

__ADS_1


Nasehat terbaik dari kedua orangtua untuk keberlangsungan hidup keduanya sangat kental dengan kebijakan yang merunut pada keluarga terbaik yang dibina oleh Rosulullah dengan para istrinya.


"Jadikan keluarga Rosulullah sebagai barometer dalam menjalankan rumah tangga. Tidak ada lagi yang lebih baik keluarga Samawa kecuali keluarga Rosulullah yang patut kita teladani." Ucap doktor Handoko selaku Ayah kandung Kartika.


Tangis Kartika pecah karena ia harus segera meninggalkan kedua orangtuanya dan harus terbang ke kota London Inggris sebagai tempat bernaungnya bersama sang suami tercinta.


"Terimakasih papa, mama telah membesarkan Kartika dengan baik. " Ujar Kartika sesenggukan.


"Jaga putriku Farhan karena Kartika Putri kami satu-satunya yang paling berharga. Mendapatkan dia setelah sepuluh tahun berumah tangga. Itulah sebabnya Kartika menjadi anak yang sangat istimewa yang kami miliki." Ucap ibunda Kartika ketika menyerahkan putrinya pada Farhan.


Di sudut ruangan itu, Sindy menangis pilu. Ia merasa iri pada Kartika yang masih memiliki kedua orangtuanya yang melepaskan kepergiannya dengan berat hati.


"Sayang, apakah kamu sangat sedih karena kehilangan dokter terbaik KAYSAN?" Tanya Farel sambil menyeka air mata istrinya dengan tisu.


"Bukan itu Farel, aku justru bahagia, Kartika menemukan jodohnya. Aku hanya iri suasana seperti ini, di mana kedua orangtua dari pihak perempuan masih lengkap, tidak denganku yang begitu hampa kasih sayang orang tua." Sindy mengeluarkan unek-uneknya pada suaminya.


"Sayang, setiap orang punya takdirnya masing-masing. Dan aku berharap adanya aku sudah mewakili kehilangan kedua orang tuamu yang tidak sempat memberikan kasih sayang mereka yang utuh untukmu." Farel merangkul pundak istrinya untuk tidak larut dalam kesedihannya.


Tidak lama kemudian, kedua pengantin menuju ke tempat mereka. Sindy dan Farel terkesiap melihat kedua pengantin langsung memeluk mereka untuk berpamitan.


"Dokter Sindy, terimakasih sudah memberikan aku banyak ilmu, kepercayaan dan rasa persaudaraan yang kuat diantara kita. Mungkin selama aku mengabdi di rumah sakit KAYSAN, banyak sekali kesalahan yang pernah aku lakukan kepadamu." Ujar dokter Kartika.


"Tidak ada yang perlu di maafkan dokter Kartika karena aku tidak melihat ada kesalahanmu yang membuat aku marah padamu. Kita adalah keluarga di rumah sakit KAYSAN, jadi hal yang remeh temeh adalah hal yang biasa yang dilalui oleh manusia dalam mengembangkan tugasnya.


Hanya saja, aku pasti kehilangan dokter terbaik yang pernah rumah sakit Kaysan miliki. Selamat menempuh hidup baru, semoga langgeng sampai menua bersama."


Keduanya berpelukan dan sambil menangis.


"Terimakasih bro untuk kelancaran jodohku hingga acara pernikahan ini. Semoga kamu dan kakak ipar selalu sehat dan bahagia." Ucap Farhan kepada sepupunya Farel.


"Aku tunggu kabar selanjutnya, semoga cepat dapat jagoan dan bidadari cilik karena ketiga anakku butuh teman main jika bertemu lagi nanti." Ucap Farel basa-basi kepada Farhan.

__ADS_1


__ADS_2