
Dokter Amanda dan dokter Kartika pamit pulang kepada dokter Alea, menyusul dokter Sindy yang sudah lebih dulu menuju tempat parkiran mobil.
"Dokter Alea, kami pulang dulu, kami menunggumu di rumah sakit KAYSAN. Ambil kesempatan ini untuk memulai lagi hidupmu. Jangan pernah putus asa karena kami semua mendukungmu." Ucap dokter Kartika lalu cipika cipiki dengan sahabatnya ini.
Kini giliran dokter Amanda yang ingin menasehati sahabatnya yang saat ini sedang mengalami dilema dalam kehidupan yang telah melenyapkan semua impian masa mudanya.
"Jangan biarkan setan mempengaruhi akal sehatmu, lebih baik melangkah ke depan dari pada melihat lagi hal yang pernah terjadi di hidupmu karena itu sangat menyakitkanmu." Ucap Dokter Amanda memberi semangat kepada dokter Alea.
Dokter Alea hanya mengangguk lemah ketika melepaskan kepergian teman-temannya yang masih mau peduli pada dirinya walaupun ia sudah menyakiti dokter Sindy.
Pintu kamar apartemennya di tutup rapat dan iapun kembali meraung menyesali perbuatannya dan juga merasa sangat bersalah karena dokter Sindy tidak menghukumnya sama sekali bahkan mau menerima dirinya kembali bekerja di rumah sakit yang telah membesarkan namanya.
"Ya Allah, apakah aku masih pantas menerima semua kesempatan yang diberikan oleh dokter Sindy yang sangat baik itu. Justru kebaikannya membuat aku makin malu mengangkat kepalaku dihadapannya dan ini adalah hukuman terberat untukku." Ucap dokter Alea lirih.
Dalam perjalanan pulang menuju rumah sakit KAYSAN di daerah kota Bogor, dokter Amanda yang belum mengerti dengan sikap Sindy bosnya ini, menanyakan apa yang membuat dokter Sindy begitu baik, hingga mau menerima lagi dokter Alea bekerja di rumah sakitnya setelah mengetahui bagaimana dokter Alea yang tega mengkhianatinya.
"Dokter Sindy, maaf kalau aku lancang menanyakan ini kepadamu, tapi aku hanya ingin tahu saja apa niatmu untuk menerima kembali dokter Alea bekerja di rumah sakit KAYSAN?" Tanya dokter Amanda.
"Dokter Alea hanya korban dari tujuan dokter Alan yang ingin menghancurkan hidupku. Gadis itu di manfaatkan oleh bajingan itu hanya ingin balas dendam kepada aku." Ucap dokter Sindy.
"Apakah kalian sedang bermusuhan hingga kalian berdua memiliki dendam pribadi?" Tanya dokter Amanda.
"Bukankah kamu pernah mendengar bahwa dulu aku dan dokter Alan pernah menjalin cinta segitiga saat aku magang di rumah sakit maka miliknya?"
"Bukankah itu hanya gosip murahan?" Ujar dokter Amanda.
__ADS_1
"Itu adalah kebenaran. Demi ingin mendapatkan aku lagi dia sengaja menjebakku dengan cara membunuh istrinya. Jika aku mau kembali kepadanya setelah dia mengetahui suamiku saat itu tidak bisa ditemukan pasca kecelakaan pesawat naas itu, maka aku akan dibebaskan dari tuntutan hukum dan memilih jalan damai, dengan syarat mau dinikahi olehnya." Ucap Sindy menceritakan niat busuk dokter Alan pada dirinya.
"Astaga!" Jadi, dokter Alan itu hanya memanfaatkan dokter Alea demi ambisinya untuk bisa mendapatkan lagi dokter Sindy?" Tanya dokter Kartika yang ikut menyimak kisah cinta antara dokter Alan dan bosnya tersebut.
"Apakah Tuan Farel mengetahui cerita ini, dokter Sindy?" Tanya dokter Amanda.
"Tidak ada rahasia antara aku dan suamiku tentang apapun. Kami selalu terbuka satu sama lain untuk mencari solusi bila menemukan hal yang menganggu hubungan cinta kami." Ujar Sindy.
"Hebat Tuan Farel, ia sangat keren bisa mengolah hati dan pikirannya untuk bisa melindungi wanitanya dari bajingan seperti dokter Alan." Ujar dokter Amanda.
Sementara di sisi lain, tepatnya di dalam apartemen, Alea sedang memikirkan kondisi kehamilannya yang saat ini memasuki usia empat bulan. Kehamilan yang tidak diinginkannya dan akan menimbulkan masalah baru untuk masa depannya.
"Bagaimana bisa aku kembali lagi bekerja di rumah sakit KAYSAN dengan membawa perutku yang saat ini hamil tanpa ada ikatan pernikahan?" Bukankah semua orang nanti akan mencemooh diriku. Mengapa dokter Sindy tidak memikirkan kondisi saat ini?" Dokter Alea menemui jalan buntu dalam menanggulangi permasalahannya yang belum bisa berakhir hanya dengan mendapatkan maaf dari bosnya, dokter Sindy.
Iapun kemudian segera menghubungi dokter Sindy yang saat ini sedang bercengkrama dengan suaminya usai pulang dari Jakarta menemui dokter Alea.
"Sayang, biarkan saja, jangan dulu di angkat!" Pinta Farel yang masih membutuhkan istrinya untuk melepaskan kerinduan mereka.
"Iya sayang!" Ucap Sindy yang tidak ingin merusak mood suaminya yang sedang bercinta dengannya saat ini.
Beberapa kali, panggilan yang dilakukan oleh dokter Alea untuk menghubungi bosnya itu tidak terhubung juga. Ia pun menundanya sesaat.
"Mungkin dokter Sindy saat ini sedang sibuk, sebaiknya aku tunggu beberapa menit lagi." Ucap dokter Alea lalu beralih ke aktivitas lainnya.
Usai menunaikan urusan ranjang, dokter Sindy yang saat ini sedang dimanjakan lagi oleh suaminya dengan melakukan mandi bersama.
__ADS_1
"Hati-hati sayang!" Pinta Farel ketika melihat istrinya berjalan terburu-buru keluar dari walk in closet.
"Maaf sayang, aku hanya ingin melihat siapa yang menghubungi aku tadi." Ucap Sindy yang sudah duduk di sofa seraya membuka notifikasi ponselnya.
Baru saja dia melihat beberapa panggilan yang tidak terjawab dari dokter Alea, tiba-tiba ponsel itu berbunyi lagi.
Sindy buru-buru menerima panggilan itu, yang kelihatannya sangat penting.
"Hallo dokter Sindy!" Sapa dokter Alea.
"Hallo dokter Alea. Apakah kamu baik-baik saja?" Tanya dokter Sindy kuatir.
"Maaf dokter Sindy, jika aku menganggumu." Ujar dokter Alea sekedar basa-basi pada Sindy sebelum menyampaikan isi hatinya yang saat ini sedang menganggu pikirannya.
"Katakan saja dokter Alea, apa yang sedang kamu butuhkan!" Titah dokter Sindy.
"Maaf dokter Sindy, aku lupa mengatakan sesuatu kepadamu tentang hal yang saat ini tidak memungkinkan aku untuk kembali bekerja di rumah sakit KAYSAN karena aku malu bekerja di rumah sakit milikmu dengan kondisi tubuhku yang saat ini sedang hamil dan itu akan menimbulkan rumor baru di rumah sakit KAYSAN.
Jadi aku merasa tidak nyaman dan juga kasihan kepadamu yang pastinya akan mendapatkan masalah baru jika aku bekerja di sana lagi." Ucap dokter Alea.
"Ya Tuhan, kenapa aku tidak memikirkan ke arah itu, jika gadis ini sedang hamil di luar nikah." Gumam dokter Sindy membatin.
"Mohon maaf ya dokter Sindy, mungkin untuk sementara waktu aku belum bisa menerima tawaranmu lagi untuk bekerja di rumah sakit KAYSAN, sampai aku melahirkan bayiku." Ucap dokter Alea.
"Dengar dokter Alea!" Aku mohon kamu jangan panik dulu. Aku akan mencari solusi yang tepat untuk dirimu dengan kondisimu yang saat ini sedang hamil muda." Ujar dokter Sindy menenangkan anak buahnya ini.
__ADS_1
"Baik dokter Sindy, terimakasih, mohon maaf jika aku menyusahkan anda." Ucap Dokter Alea yang tidak enak hari.