Gairah Cinta Sesaat

Gairah Cinta Sesaat
6. PART 6


__ADS_3

Farel kembali ke mansionnya dan menghempaskan tubuhnya dengan kesal. Entah mengapa ia makin terobsesi dengan Sindy, gadis yang telah menghancurkan kaca spion mobilnya.


"Ya Tuhan, ku mohon tolong mempertemukan kembali aku dan gadis itu, aku sangat merindukannya. Jika nanti aku bertemu dengannya, aku berjanji akan menikahinya walau apapun yang terjadi sekalipun ia akan menjadi istri orang, aku akan tetap memilikinya." Ucap Farel.


Farel menghubungi asistennya Rendy untuk mencari tahu keberadaan Sindy. Ia belum tenang sebelum mengetahui keberadaan gadis itu.


"Hallo Rendy!"


"Hallo Tuan!" Apakah ada tugas untukku? Tanya Rendy yang selalu sigap jika mendapatkan tugas dari bosnya.


"Aku ingin kamu menyelidiki keberadaan seorang gadis yang bernama Sindy, nanti identitas pribadinya akan saya kirim lewat email." Ucap Farel.


"Apakah saat ini gadis itu sedang berada di luar negeri Tuan?"


"Menurut informasi yang saya dengar bahwa gadis itu sedang berada di Eropa hanya saja tempat pastinya saya tidak tahu."


"Baiklah Tuan!" Saya akan segera mendapatkan keberadaan gadis itu untuk Tuan.


Keduanya mengakhiri pembicaraan dan kembali ke aktivitas sebelumnya.


"Sekarang aku baru ingat malam itu, keadaan gadis itu sangat tidak baik, wajahnya yang sembab dan sangat pucat dengan telapak tangan yang begitu dingin, sepertinya dia sedang mengalami suatu masalah tapi apa masalahmu sayang? mengapa sekarang aku malah sangat merindukanmu dan peduli akan hidupmu, mengapa Sindy?" Farel masih saja menanyakan banyak hal tentang gadisnya yang sudah membuat hidupnya setengah gila saat ini.


#


#


Tidak terasa, sudah hampir setahun Sindy berada di Paris Perancis, yang kini beralih profesi menjadi seorang model. Didukung tubuh yang profesional dan wajah yang cantik serta kecerdasan yang berada di atas rata-rata, membuat Sindy diterima dengan baik di agensi yang sedang bernaung di bawah manajemen artis.


Hanya saja ketika ditawari dirinya menjadi seorang artis, Sindy tidak ingin mengambil kesempatan itu karena dirinya tidak ingin bercuap-cuap di depan kamera dengan berbagai ekspresi wajah sesuai tuntutan peran yang diberikan oleh sutradara.

__ADS_1


Sindy yang tinggal sendiri di apartemennya saat ini sedang menikmati liburannya karena baru saja melakukan pemotretan di berbagai daerah wisata yang ada di kota Paris Perancis untuk sebuah majalah.


Tapi suasana rumah tidak bisa membuat ingatan masa lalunya pergi begitu saja. Untuk menghilangkan perasaan sakitnya malam itu Sindy berniat makan di sebuah restoran mewah yang ada di sudut kota Paris Perancis.


Malam itu Sindy berdandan sangat cantik seolah ia sedang janjian kencan buta dengan seorang pria tampan. Entah mengapa malam ini ia menggunakan aksesoris perhiasan yang mewah yang sedikit glamor untuk menambah kesan elegan bak seorang ratu dari kalangan bangsawan.


Setibanya di restoran ia mencari tempat yang sedikit menjauh dari pengunjung yang lain. Karena dirinya sudah terlatih sebagai model papan atas hal-hal yang berbau tata Krama dalam setiap tindakan seperti saat duduk dengan anggun menikmati makan malamnya, bagi Sindy tidak begitu sulit dilakukan, malah jika ada yang melihat dirinya seperti ini, orang akan menyangka Sindy adalah keturunan bangsawan. Dan lebih anehnya lagi, dia memesan dua menu yang sengaja diletakkan di seberang mejanya seakan ada yang akan menemaninya makan malam saat ini, seperti kencan buta.


Setiap potongan daging stik sudah masuk ke dalam mulutnya. minuman ringan non alkohol sebagai pembilas sisa makanan dan juga melegakan tenggorokannya. Usai menikmati hidangan penutup Sindy membayar makanannya dan meminta pelayan untuk menghabiskan makanan yang ada di seberang mejanya.


"Kekasihku tidak jadi datang, itu buat kamu saja," ucapnya lalu mengeluarkan beberapa lembar uang yang diselipkan di bil.


Sindy berjalan menyusuri tiap meja untuk kembali ke apartemennya. Baru beberapa langkah ia berjalan dari jauh tampak sosok seorang yang sangat ia kenal dan sekaligus membuat ia muak.


"Dokter Alan?" Sindy bingung harus berbuat apa untuk menghindari dokter Alan yang datang bersama istrinya Clara.


Sindy yang melihat seorang lelaki yang duduk sendirian yang saat ini sedang memunggungi dirinya. Ia pun langsung menyapa lelaki itu dengan mesra tanpa melihat wajah lelaki itu, hanya karena tidak ingin terlihat oleh dokter Alan bahwa saat ini ia masih jomblo alias tidak laku.


"Farel?" Pekiknya kaget dan ingin beranjak pergi dari lelaki itu, namun dokter Alan makin dekat di meja yang ia saat ini duduki bersama Farel.


"Sindy?" Farel pun sama terkejutnya dengan kehadiran Sindy yang tiba-tiba muncul dihadapannya.


"Sayang aku merindukanmu," ucap Sindy sangat mesra tepat disaat dokter Alan melewati mejanya.


"Hei lihat sayang bukankah dia adalah asisten dokter kamu Sindy?" Clara mengingatkan suaminya dan melihat ke arah Sindy yang sedang bermesraan dengan Farel.


"Hai Sindy, rupanya kamu di sini? dan ini kekasihmu ya?" Tanya Clara dengan sikap manisnya.


Farel baru mengerti Sindy sedang memanfaatkan dirinya untuk membalas dendam pada suami dari Clara yaitu dokter Alan.

__ADS_1


"Maaf nyonya saya suaminya," Farel berdiri memperkenalkan diri pada dokter Alan dan Clara sebagai suaminya Sindy.


Dokter Alan yang melihat perubahan penampilan Sindy yang makin cantik bahkan sangat cantik nampak terpukau dengan Sindy sampai lupa mengedipkan matanya.


"Sayang!" Clara mencubit pinggang suaminya karena menatap Sindy begitu intens.


"Oh iya, Sindy apa kabar!" Apakah kamu sedang...? Belum sempat dokter Alan menyelesaikan kalimatnya, Farel langsung menimpali pertanyaan dokter Alan.


"Saat ini kami sedang menikmati bulan madu...iyakan sayang?" Farel mengecup bibir Sindy di depan dokter Alan untuk meyakinkan hubungan mereka.


"Iya..."Jawab Sindy gugup karena baru saja mendapatkan ciuman dari Farel.


"Silahkan diteruskan, kami permisi," ucap dokter Alan dengan wajah sangat kecewa melihat mantan kekasihnya sudah menikah dengan pria yang lebih tampan dan gagah dari pada dirinya.


Setelah melihat dokter Alan makin menjauh, Sindy berniat kabur lagi dari Farel, namun laki-laki tampan ini tidak mau kecolongan kedua kalinya karena saat ini ia menggenggam tangan wanitanya sangat erat.


"Lepaskan aku Farel!" Ucap Sindy berusaha melepaskan diri dari genggaman tangan Farel.


"CK, kamu hampir membuatku gila karena mencarimu dan sekarang Kamu meminta aku untuk melepaskanmu, hmm!" Aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi dari hidupku." Ucap Farel lalu menarik tangan gadisnya membawanya pulang ke Apartemennya.


"Kamu mau bawa aku ke mana hah?" Sindy begitu ketakutan karena ia tidak ingin hidupnya hancur untuk kedua kalinya.


"Tentu saja membawamu ke penghulu sayang, karena aku sudah berjanji pada Tuhan jika aku dipertemukan lagi denganmu, aku akan menikahimu suka atau tidak sukanya kamu padaku." Ucap Farel yang sudah geram sama gadis ini.


"Tidak... siapa yang ingin menikah denganmu? jangan berlagak seperti kau bisa mendapatkan aku, seperti kamu bisa mendapatkan semua yang kau inginkan di dunia ini dengan uang yang kamu punya." Ujar Sindy sarkas.


Tanpa memperdulikan perkataan Sindy padanya, Farel tetap menarik tubuh gadis yang telah membuat hidupnya hancur untuk membawa ke mobilnya.


"Lepaskan aku Farel, ini sakit!" Sindy berusaha berontak karena kuatnya pegangan farel pada pergelangan tangannya.

__ADS_1


Tubuh Sindy di dorong masuk ke dalam mobil, ia langsung membawa gadisnya ke apartemen miliknya yang ada di Paris. Tidak disangka apartemen yang dituju oleh Farel sama dengan yang Sindy tempati saat ini.


__ADS_2