Gairah Cinta Sesaat

Gairah Cinta Sesaat
9. PART


__ADS_3

Sindy membantu gadis muda itu melahirkan secara darurat. Ia meminta petugas aquarium itu untuk menyiapkan air panas dan kain.


Kebetulan Sindy selalu membawa perlengkapan medis di tasnya. Itu semua dilakukan agar ia bisa menolong orang yang membutuhkan tenaganya kapan saja dan di mana saja walaupun tanpa harus dibayar.


Tidak lama berselang, gadis muda itu melahirkan dengan selamat, seorang bayi perempuan. Sindy menggendongnya dan tidak lama juga mobil ambulans tiba di tempat lalu mengevakuasi ibu muda itu dan bayinya untuk di bawah ke rumah sakit.


Sindy memberikan bayi itu pada ibunya. Ibu muda itu meminta petugas ambulans untuk berhenti sesaat.


"Siapa namamu nona?" Tanya ibu muda itu kepada Sindy.


"Sindy!" Jawab Sindy dengan senyum haru.


"Aku akan memberi nama bayiku seperti namamu. Bukan hanya wajahmu saja yang cantik tapi hatimu lebih cantik, senang berkenalan denganmu Sindy, terimakasih." Ucap Rebecca yang juga memperkenalkan dirinya pada Sindy.


Sindy melambaikan tangannya kepada pasien pertamanya itu ketika dibawa ke dalam mobil ambulans.


Momen berharga itu direkam oleh Farel. Farel memeluk kekasihnya itu dengan erat.


"Kamu telah kembali pada jati dirimu yang sebenarnya sayang, pekerjaanmu ini lebih mulia ketimbang kamu menjadi model." Ujar Farel.


"Model juga pekerjaan Farel, kenapa bisa dibedakan begitu." Sindy protes dengan ocehan Farel.


"Sayang, kamu adalah milik Farel seutuhnya dan aku tidak mau kecantikanmu menjadi tontonan puluhan juta umat sedunia." Ucap Farel serius.


"Tapi aku sudah terikat kontrak dalam setahun ini Farel." Timpal Sindy dengan banyak memberikan alasan pada Farel.


"Selesaikan kontrak kerjamu dan kembali lagi ke profesimu yang sebenarnya." Titah Farel yang saat ini sedang dibakar oleh rasa cemburu.


Sindy hanya diam membisu, ia tidak ingin lagi berdebat dengan Farel.


Mobil itu melaju sampai ke bandara karena mereka harus kembali ke Paris Perancis.


Sindy tidak tahu ada kejutan lain yang disiapkan oleh Farel untuknya. Farel tidak langsung berangkat ke Paris Perancis tapi ia malah menuju ke Turki.


"Apakah kita harus jalan-jalan lagi ke Turki?" Tanya Sindy ketika ko pilot menyampaikan tujuan mereka.


"Iya sayang, aku ingin membawamu keliling dunia." Ucap Farel.


Tidak lama pesawat mereka tiba di bandara setempat. Farel dan Sindy menuju ke salah satu hotel yang terkenal dan termewah di Turki. Keesokan harinya, di sana anak buahnya sudah menunggu dan Sindy diberi baju pengantin yang sangat mewah.


"Kenakan gaun pengantin ini sayang, kita akan menikah sekarang, ada MUA di sini untuk membantu merias wajahmu." Farel menyerahkan gaun pengantin kepada Sindy yang masih mematung di tempatnya.


"Silahkan nona, kami akan merias anda." Ucap dua orang perias yang akan membantu Sindy.


Sindy meminta izin untuk mandi sebentar. Setelah bersih ia melihat semua perlengkapan pakaian dalam wanita yang disiapkan Farel untuknya.


Dalam satu jam Sindy sudah disulap menjadi seorang putri kerajaan. Kecantikan yang terpancar dari wajahnya membuat Farel menahan nafasnya sesaat, melihat Sindy berjalan ke arahnya.


Di meeting room hotel, keduanya mengikat janji suci pernikahan melalui ijab qobul yang diucapkan oleh Farel pada gadis yatim-piatu ini.


Sindy merasa sangat terharu, ternyata sumpah Farel untuk mempercepat proses pernikahan mereka.

__ADS_1


Cincin pernikahan di sematkan dan mas kawin diberikan kepada Sindy berupa aset milik Farel untuknya dengan nominal tidak terbatas.


Sindy mencium tangan suaminya dan mereka melakukan pesta kecil-kecilan dengan teman-teman Farel yang ada negara Turki karena Farel memiliki darah Turki dan seorang ibu Indonesia.


🌷🌷🌷🌷


Usai pesta pernikahan, Farel dan Sindy menuju kamar pengantin mereka yang sudah didekorasi secantik mungkin oleh pihak hotel untuk mereka bulan madu.


"Farel, ini sangat indah" Ucap Sindy ketika mendapati kamar pengantin yang sangat mewah yang dulu hanya dilihatnya melalui televisi.


"Kamu suka sayang?" Farel mengecup lembut tengkuk istrinya.


"Aku bahkan tidak berani bermimpi bisa mendapatkan semua ini apa lagi bertemu denganmu. Apakah kamu tidak menyesal Farel menikahi aku yang sudah tidak lagi..?" Perkataan Sindy terhenti karena mendapat serangan dari suaminya.


Farel menyumbat bibir Sindy agar gadis ini tidak meneruskan perkataannya yang membuat hatinya sangat sakit. Ia tidak ingin Sindy mengenang potongan kenangan menyakitkan itu lagi.


Dua tangannya berusaha membuka gaun pengantin indah itu. Setelah menyelamatkan gaun itu dari tubuh istrinya, kini berganti dengan mahkota rambut yang bertahtakan berlian juga di lepas oleh Farel.


Sekarang tinggal pakaian dalam yang masih menempel di badan Sindy. Farel memperhatikan dengan seksama, tubuh indah nan menggiurkan dirinya untuk menjelajahi keseluruhannya. Sindy. membantu membuka pakaian yang masih melekat pada tubuh suaminya.


Sindy menunggu dengan dada berdebar, mungkin ini bukan lagi pertama kali untuk dirinya, namun ia saat ini melakukannya dalam keadaan sadar berarti dia bukan ahli dalam menyenangkan seorang lelaki dan Farel tahu itu.


Tubuh Sindy yang sangat gemetar menghadapi Farel yang sudah berpengalaman dalam hal percintaan. Ia tahu bagaimana memanjakan seorang wanita, walaupun ini bukan pengelaman pertamanya namun bisa mendapatkan gadis unik ini adalah kebanggaannya.


"Jangan takut sayang, rileks saja. Hmm!" Ucap Farel lalu membawa wanitanya di atas tempat tidur.


Bagian atasan Sindy sudah dilepas, lalu Farel bermain dengan belahan dada milik istrinya secara bergantian.


Tangan Farel memasuki area terhormat milik istrinya dengan melebarkan kedua paha itu, untuk menatap sesaat, lalu mencoba memberikan kenikmatan disana dengan mengeksplor permainan lidahnya di tempat sempit itu.


"Akhhh!" Sindy meremas rambut Farel ketika lelaki tampan ini lebih dalam memasuki lidahnya pada bagian sempit itu.


Kedua kakinya sangat menegang dengan membusung dadanya lebih tinggi ketika melakukan pelepasan.


"Farel... akkkkhh, augghttt!"


Erangan panjang Sindy dengan menjauhi tubuhnya dari suaminya setelah mendapatkan or***me pertamanya.


Farel membiarkan istrinya merasakan kenikmatan itu sebelum melanjutkan serangannya kembali. Mata Sindy kelihatan makin sayu menatap suaminya yang tersenyum manis padanya.


"Ini belum apa-apa sayang." Ucap Farel lalu menarik lagi tubuh polos itu untuk melakukan pendakian selanjutnya.


Melihat milik suaminya, Sindy mengigit bibir bawahnya karena milik itu terlalu besar yang akan memasuki miliknya sesaat lagi.


"Ini hanya sebentar sayang, jangan takut." Bujuk Farel lalu memasukkan miliknya pada milik istrinya secara perlahan.


Lagi-lagi Sindy memekik keras karena merasa sangat kesakitan. Farel memagut lagi bibir kenyal itu dengan menautkan tangan mereka agar Sindy pasrah menerima hujaman demi hujaman pada miliknya yang lama-lama berangsur nikmat.


"Faster baby!" Titah Sindy ketika hampir mencapai puncak kenikmatan selanjutnya.


Dari tangis kesakitan kini bergantian dengan lenguhan erotis membakar gairah suaminya untuk terus menggempur miliknya yang sudah menyembur lahar hangat ke tempat yang paling suci milik istrinya.

__ADS_1


"Akkhhh, tubuh keduanya kembali menegang hingga akhirnya jatuh terkulai dengan peluh di sekujur yang terdapat di sekujur tubuh keduanya.


Kelelahan yang tiada tara tergambar jelas di wajah keduanya, namun rasa manisnya malam pertama dengan ikatan suci pernikahan mengalahkan segalanya.


Ucapan Sindy yang pernah mengatakan kepadanya, bahwa nikmatnya bercinta dengan pasangan yang sah jauh lebih puas ketimbang memilih zina sebagai pelarian tak akan mampu menaklukkan rasa manisnya percintaan dengan sebuah pernikahan.


Farel baru merasakan kepuasan yang selama ini yang ia cari setiap tubuh wanita cantik yang ia bayar untuk menghangatkan tubuhnya namun tidak memberinya kebahagiaan sejati.


Apa yang telah ditetapkan Allah atas aturan dengan jalannya pernikahan itu sebagai janjiNya atas tiga perkara yang akan didapatkan hamba yang taat kepadaNya yaitu ketenangan, cinta kasih dan rahmat. Tiga kata kunci yang menjadi tonggak kebahagiaan yang bisa diraih oleh pasangan yang sudah menikah atas ridho Illahi.


"Sayang!" Farel mengelus punggung istrinya yang sudah kering dari peluh yang sempat menghiasi tubuh indah itu.


"Hhhmm!" Ujar Sindy singkat.


"Kamu hebat sayang." Ujar Farel barusan membuat Sindy tidak mengerti, apa maksud perkataan Farel dengan kata hebat itu yang disemaikan kepadanya.


"Kamu hebat dengan kata-kata yang pernah kamu ucapkan tiga hari yang lalu saat kita pertama baru bertemu." Ujar Farel.


"Aku tidak ingat, perkataanku yang hebat menurutmu, yang mana sayang?" Tanya Sindy lagi.


Farel bangkit dengan posisi tidur menelungkup menghadap ke tubuh istrinya yang terlentang.


"Tentang kepuasan. Kamu pernah bilang, jika aku bisa mendapatkan kepuasan yang sesungguhnya dalam melakukan percintaan hanya dengan satu cara yaitu melalui pernikahan.


Karena sebanyak apapun, wanita dalam hidupku yang ingin aku dapatkan dalam cinta satu malam tidak akan aku dapatkan selain kehampaan. Karena dilakukan tanpa ikatan pernikahan.


Justru denganmu, apa lagi melakukan dengan halal, aku mendapatkan sesuatu yang selama ini aku cari yaitu kepuasan yang sesungguhnya.


Di tambah lagi kehebatanmu yang lain yaitu, kamu mempertahankan hasratmu dengan prinsip yang kamu miliki untuk menjaga dirimu dari jamahan laki-laki manapun walaupun bajingan itu pernah menghancurkan hidupmu, tapi kamu tetap memiliki pendirian untuk menjaga kehormatanmu tanpa membangun cela yang baru hanya ingin mendapatkan gairah cinta sesaat." Ujar Farel.


Sindy tersenyum lalu menatap wajah tampan itu.


"Kamu pasti lebih paham dariku Farel karena keluargamu yang memiliki keturunan darah arab, akan memahami ilmu agama yang pernah kamu kenyam sebelumnya. Hanya saja kamu tidak mengindahkan peringatan Allah karena uang yang menjadi raja yang bisa mengusai dirimu tanpa mengandalkan logika dan iman, itulah kelemahan orang kaya sepertimu Farel." Ucapan Sindy barusan seperti tamparan keras baginya.


Bagaimana tidak, ibunya saja tidak pernah mengingatkan dirinya yang selalu bergonta ganti wanita mana saja untuk menundukkan syahwatnya di atas ranjang hampir setiap malam ia lakukan tanpa mengikat mereka dengan pernikahan.


Farel bangkit dari tidurnya dan berdiri di sisi tempat tidurnya lalu meminta Sindy ikutan berdiri bersamanya dengan tubuh yang masih polos.


"Ada apa Farel?" Tanya Sindy karena dirinya di minta berdiri.


"Aku sangat mencintaimu sayang, Sindy istriku. Aku sangat beruntung bertemu denganmu. Tidak cinta yang begitu sempurna yang aku pernah dapatkan selain cintamu malam ini Sindy. Kamu segalanya bagiku sayang." Ucap Farel lalu memagut lagi bibir itu.


Tubuh Sindy di peluk dengan erat seakan begitu takut untuk kehilangan lagi wanita yang satu ini.


"Kau adalah milikku yang sangat berharga, yang akan menyelamatkan aku dari lembah hitam indahnya dosa. Kau adalah tiketku untuk menuju surga tempat yang diidamkan sejuta umat di dunia ini." Farel membisikkan kata-kata itu di kuping Sindy.


Keduanya tersenyum penuh makna.


"Bangunlah cinta kita bersama Sindy karena rumah tanggaku akan bahagia memiliki wanita sepertimu yang akan menjadi seorang ibu yang akan melahirkan keturunanku yang hebat seperti ibunya." Ucap Farel lalu memeluk lagi istrinya.


Permainan panas itu dilanjutkan kembali sampai pukul dua dini hari keduanya baru menyerah dan tidur.

__ADS_1


__ADS_2