
Sambil menunggu kepastian kabar dari Hamburg Jerman, tentang badan pesawat suaminya yang belum ditemukan sampai saat ini, Sindy tetap menjalani aktivitasnya sebagai sebagai seorang dokter.
Sebagai seorang ibu, ia juga menghubungi ponsel putranya namun, ponsel putranya sudah di sita oleh Nyonya Alya. Ibu mertuanya itu seakan ingin memperebutkan hak asuh kedua anaknya darinya saat ini.
"Ya Allah bagaimana nasib anak-anakku saat ini?" Keluhnya
Sindy mencoba mendatangi kediaman keluarga suaminya karena sudah satu Minggu ini, ia sangat merindukan kedua anaknya.
"Bagaimana dengan Afta? apakah saat ini dia dipaksa untuk minum susu formula?" Tanya Sindy dalam diamnya.
Sindy diantar oleh sopir pribadinya ke mansion Tuan Rasya, ayah dari suaminya Farel Alfarizi.
Tiba di gerbang utama mansion, Sindy sempat berdebat dengan penjaga pintu gerbang yang melarang ia menemui kedua anaknya.
"Jika kamu melarangku menemui kedua anakku, aku akan melaporkan kalian ke polisi!" Sindy mengancam penjaga itu dengan nada kesal.
"Baiklah Nyonya, silahkan!" Pintu gerbang utama di buka, sindy diperbolehkan masuk oleh para penjaga yang menjaga mansion mertuanya.
Kebetulan kedua mertuanya tidak ada di mansion, itu berarti Sindy bisa bertemu dengan kedua anaknya.
Ketika melihat kedatangan mamanya dari balkon atas kamarnya, Kaysan memanggil Sindy.
"Mama!"...Teriak Kaysan yang memanggil mamanya dengan sangat gembira.
"Kaysan!" Sindy merentangkan kedua tangannya.
Kaysan yang baru ingin menemui Sindy, ternyata di cegat oleh dua pelayannya karena sudah diwanti-wanti oleh majikan mereka agar tidak di perbolehkan sindy menemui anaknya.
"Mama!" Teriak Kaysan yang ingin melepaskan diri dari dua orang pelayan yang menahan tubuhnya.
__ADS_1
"Lepaskan putraku!" Apakah kalian tidak punya orangtua atau ibu kandung kalian. Bagaimana kalau kalian jadi anakku atau aku yang tidak boleh bertemu ibu atau anaknya sendiri oleh ancaman orang lain?" Tanya Sindy kepada dua orang pelayan itu.
"Maaf nyonya, kami hanya menjalankan tugas kami, jika kami melanggar kami akan dipecat nyonya." Ucap pelayanRodyah ketakutan.
"Kalian bisa bekerja di mansionku dengan mendapatkan dua kali lipat gaji yang dibayarkan oleh majikan kalian" Ucap Sindy.
"Benarkah nyonya muda?" Tanya Muntamah setengah tak percaya pada perkataan Sindy pada mereka.
"Aku dokter Sindy, saat ini sopir pribadiku sedang merekam perbuatan kalian pada putraku yang masih berusia lima tahun, jika kalian masih melarangku untuk menemui kedua anakku, aku akan melaporkan kalian kepada pihak berwajib dan KOMNASHAM." Sindy mengancam kedua pelayan itu.
Karena ketakutan ancaman dari Sindy dengan bukti rekaman yang dilakukan oleh sopir pribadi Sindy, akhirnya kedua pelayan itu melepaskan putranya Sindy yang bernama Kaysan.
"Mama, aku mau pulang!" Kaysan takut sama opa dan Oma yang selalu membentak Kaysan." Ucap Kaysan sambil memeluk erat tubuh ibunya.
"Mana baby Afta sayang?" Tanya Sindy pada putra pertamanya itu dengan perasaan kuatir karena belum melihat putrinya sampai sekarang.
"Baby Afta sakit mama, kemarin sempat diare karena tidak biasa minum susu formula." Ujar Kaysan yang kemarin sempat mendengar obrolan dokter dengan Omanya.
"Kami tidur satu kamar mama!" Ucap Kaysan lalu mengantar mamanya menemui adiknya yang saat ini sedang tidur di kamarnya Kaysan.
Sindy berjalan cepat menuju kamar putranya karena ingin bertemu dengan putri kecilnya itu.
Ketika melihat putrinya tidur dengan tubuh yang sangat lemah, sindy berteriak histeris ketika menggendong putrinya dengan tubuh yang masih demam tinggi dibiarkan tidur sendirian tanpa ditemani para pelayan itu.
"Astaga!" Ya Allah, anakku demam." Tangis Sindy pecah ketika mengetahui anaknya sangat lemah saat ini, karena diare yang dialami putrinya.
"Rekam semuanya pak Agus!" Ini adalah bukti keteledoran keluarga suamiku yang telah mengabaikan putriku hingga demam tinggi seperti ini." Ucap Sindy didepan kamera yang sedang menyala yang tersambung langsung ke aplikasi YouTube hingga masyarakat tahu upaya Sindy menyelamatkan kedua anaknya yang telah dibawa paksa oleh kedua mertua.
"Kalian akan berurusan dengan hukum karena telah membiarkan putriku tidur seorang diri dalam keadaan sakit." Ucap Sindy kepada para pelayan mansion milik mertuanya.
__ADS_1
Sindy berlari menuju mobilnya sambil mengendong putrinya yang makin lemah menuju rumah sakit terdekat karena keadaan putrinya yang sangat kritis.
"Cepat pak Agus!" Aku takut melihat keadaan putriku." Ucap Sindy sambil menangis.
"Iya nona." Ujar pak Agus mempercepat laju kendaraannya.
Setibanya di rumah sakit, dokter Sindy meminta dokter spesialis anak untuk menangani keadaan putrinya.
Dokter itupun tercengang melihat dokter Sindy yang saat ini yang masih viral di media mendatangi rumah sakit mereka dengan membawa putrinya yang saat sedang kritis.
"Apa yang terjadi dokter Sindy?" Mengapa anda mendatangi rumah sakit kami?" Tanya dokter Ardi sambil memeriksa keadaan baby Afta.
"Aku sedang berada di rumah mertuaku yang ada di Jakarta. Jadi aku langsung membawa anakku ke sini, jika membawa pulang ke Bogor akan memakan waktu yang sangat lama." Ucap dokter Sindy.
"Anda boleh berada di sini dokter untuk memantau putri anda ketika kami menanganinya. Kedatangan anda ke rumah sakit ini, adalah suatu kehormatan kami di datangi orang hebat seperti anda.
Di tempat yang berbeda, kedua mertua Sindy marah besar kepada semua pelayannya ketika tidak menemui kedua cucu mereka.
"Mengapa kalian membiarkan wanita ja***ng itu masuk ke rumah ini dan membawa kedua cucuku!" Bentak Nyonya Alya kepada para pelayannya.
"Maaf Nyonya besar, baby Afta demamnya makin tinggi, dan kondisinya sangat kritis hingga membuat kami takut melarang ibunya menemui putrinya yang saat ini sedang sakit keras." Ucap pelayan Rodyah.
"Apa?" Cucuku demam lagi?" Tanya nyonya Alya.
"Iya Nyonya, sepertinya baby Afta menderita dehidrasi karena mengalami diare yang terus menerus karena tidak terbiasa dengan susu formula.
Tidak lama kemudian sebuah pesan masuk ke notifikasi ponsel milik nyonya Alya.
"Jika terjadi sesuatu kepada putriku, aku akan menuntutmu secara hukum ibu mertua yang terhormat. Semua bukti sudah aku bagikan ke channel you tube pribadiku." Tulis Sindy pada pesan singkat yang ditunjukkan kepada ibu mertuanya dengan mengancam kedua mertuanya itu yang sudah mendzolimi kedua anaknya.
__ADS_1
Nyonya Alya, sangat syok melihat YouTube yang berlangsung secara live saat ini, bagaimana Sindy menceritakan semua keburukannya sebagai mertua yang telah bertindak sewenang-wenang terhadap menantu dan kedua cucu mereka.
"Kurangajar!" Rupanya si ja**ng itu mengancamku dengan gosip murahan seperti ini, kamu kira aku takut padamu Sindy. Kamu hanya mendompleng nama besarmu untuk mendapatkan empati masyarakat yang saat ini sedang mengelu-elukan dirimu di media. Aku akan meruntuhkan kesombonganmu karena tanpa putraku Farel kamu bukan apa-apa, ja**g!" Ujar Nyonya Alya.