Gairah Cinta Sesaat

Gairah Cinta Sesaat
69. PART 69


__ADS_3

Setelah mendengar pengaduan putranya tentang kakak kelas yang mirip dengan Kaysan, Farel merasa sangat gelisah. Untuk memastikan kemiripan wajah Kaysan dengan Farel kakak kelasnya, ayah dari Kaysan ini mengantarkan Kaysan ke sekolahnya sambil menunggu anak tersebut di depan gerbang sekolah.


"Apakah papa ingin melihat Farel kakak kelas Kaysan?" Tanya Kaysan saat melihat ayahnya sedang memperhatikan satu persatu wajah siswanya.


"Iya nak, papa ingin tahu seberapa mirip dia dengan dirimu." Ujar Farel dengan tetap memperhatikan para siswa yang memasuki gerbang utama sekolah.


"Papa itu orangnya!"


Farel melihat ke arah siswa yang baru turun dari mobil sedan hitam yang di antar oleh seorang wanita cantik.


Farel nampak membelo ketika mengetahui ibu dari kakak kelas putranya Kaysan.


"Luna!" Dan itu putranya."


Tubuh Farel hampir limbung ketika keduanya sedang berjalan ke arahnya.


"Kaysan, sebaiknya kamu segera masuk ke kelasmu!" Farel membalikkan tubuhnya dan mengantarkan putranya ke dalam kelas.


Jalannya begitu cepat seakan ia sedang melihat hantu.

__ADS_1


"Papa, ini masih lama masuknya, mengapa papa terburu-buru." Protes Kaysan yang tidak bisa mengimbangi langkah kaki papanya.


"Baiklah, kalau begitu papa langsung balik ke perusahaan, kamu belajar yang rajin dan hindari pertengkaran dengan teman-teman mu saat kamu dibully." Ucap Farel lalu kembali lagi ke mobilnya.


Kaysan masuk ke kelasnya menemui teman-temannya yang sudah duduk di bangku mereka masing-masing sambil membuka buku pelajaran karena hari itu akan diadakan ulangan.


Sementara di luar gerbang sekolah, Farel sengaja menunggu Luna dekat dengan mobil gadis itu.


Luna yang tidak menyadari kehadiran Farel, membuka pintu mobilnya dan Farel dengan cepat ikut membuka pintu mobil milik Luna sebelum Luna menjalankan kendaraannya.


Melihat seseorang ikut masuk ky mobilnya, seketika Luna tersentak melihat sosok laki-laki yang pernah tidur dengannya 12 tahun silam.


"Tuan Farel!"


Keduanya sama-sama canggung namun berusaha mengendalikan perasaan mereka.


"Baik Tuan!" Ucap Luna dengan wajah tertunduk.


"Apakah Farel adalah putraku?" Tanya Farel to the point, karena ia tidak ingin berbasa-basi sebelum semuanya terungkap atas dosa masalalunya.

__ADS_1


"Tidak, dia bukan putramu, wajah dan nama kalian saja yang mirip tapi dia bukan putramu. Sekarang turun lah dari mobilku karena aku harus bekerja." Jawab Luna lalu meminta Farel untuk turun dari mobilnya.


"Kamu kira aku bodoh?" Kamu pikir aku tidak bisa membedakan mana putraku dan bukan?" Jawab Luna!" Bentak Farel kasar pada gadis ini.


Merasa posisinya sangat tidak nyaman, Luna akhirnya balik bertanya untuk status putranya.


"Jika dia adalah putramu, apakah kamu ingin mengakuinya kepada dunia? atau setidaknya kamu berkata jujur kepada istrimu bahwa kamu memiliki putra dari wanita lain. Apakah kamu berani dan siap atas segala resikonya?" Luna menantang balik Farel yang diam membisu tanpa menjawab pertanyaan Luna kepadanya.


Luna tersenyum kecut melihat keberanian Farel yang terlihat pengecut.


Ia pun turun dari mobil Luna tanpa menjawab pertanyaan gadis itu. Rasa bingung dan juga sedih melanda dirinya saat ini. Ternyata gairah cinta sesaat, bukan hanya dinikmati untuk memuaskan syahwatnya saja, tapi dosa itu sudah membuktikan dengan hadirnya seorang anak dari kisah masa lalu yang kelam yang akan siap menghancurkan masa depan rumah tangganya.


Ketika Farel turun dari mobil Luna, gadis ini langsung menjalankan mobilnya dengan membawa sesak didadanya. Ia tidak menyangka akan bertemu lagi dengan lelaki yang telah mengambil kesuciannya.


Farel mengakui bahwa semua wanita yang pernah menghangatkan ranjangnya, hanya Luna yang saat itu masih perawan.


Gadis itu menjual dirinya karena membutuhkan uang untuk biaya kuliahnya dan juga biaya pengobatan ibunya yang saat itu sedang sakit keras.


Ia tidak peduli lagi dengan masa depannya ketika ia sangat membutuhkan uang yang bisa menyelamatkan hidupnya.

__ADS_1


Luna harus bekerja keras menghidupi dirinya dan ibunya saat itu. Ia pun mengenang kembali masalalunya yang pahit ketika ia nekat menebus tubuhnya dengan uang tiga milyar dari Farel Alfarizi.


Luna yang saat itu baru menamatkan sekolah menengah pertama ingin melanjutkan kuliah namun harus terbentur biaya karena ibunya hanya kuli cuci.


__ADS_2