
Pukul 18.00
Carissa sudah bersiap untuk acara makan malam bersama Devian.
Carissa tampak sangat anggun dengan balutan sabrina dress warna hitam sepanjang lutut. Gaun yang mengekspos tulang selangkanya. Carissa menyanggul rambut panjangnya dan menambahkan aksen kepangan yang membuatnya terlihat sangat cantik. Menampilkan leher jenjang Carissa menambah kesan seksi. Carissa memadukan sepatu platform heels warna hitam serta sling bag warna senada.
Suara deru mobil memasuki halaman rumahnya, Carissa bergegas turun.
Di ruang tamu sudah ada Cakra dan Allisa yang sepertinya menunggu Carissa turun.
"Malam, Ma Pa." sapa Carissa dengan mengulas senyum manis.
"Malam, Sayang. MasyaAllah cantik sekali anak Mama." puji Allisa yang melihat penampilan putrinya malam ini.
"Assalammu'alaikum." sapa Devian yang sudah berdiri di depan pintu.
Sesaat Devian terpana dengan penampilan cantik Carissa.
"Ehm. Sudah kalau terus pandang-pandangan kapan berangkatnya." ucap Cakra yang membuat kedua anak muda itu canggung.
"Dev izin mengajak Rissa dinner ya Om, Tante." ucap Devian setelah menetralkan perasaannya dan dijawab anggukan kepala Cakra dan Allisa.
"Assalammu'alaikum, Ma Pa." pamit Carissa bergegas keluar.
Devian menyimpul senyum tipis memandang Carissa yang sudah berjalan didepannya. Devian sangat terpukau dengan penampilan kekasihnya malam ini.
Devian bergegas membukakan pintu mobil untuk Carissa sebelum menuju resto yang sudah ia pesan.
"Kau sangat cantik." puji Devian ketika sudah berada di kursi kemudi lalu segera melajukan mobilnya.
Carissa menoleh dan mengulas senyum lembut.
"Kau juga sangat tampan malam ini." puji Carissa lalu menyembunyikan wajahnya yang sudah merona.
Devian terkekeh pelan melihat tingkah kekasihnya yang malu-malu itu.
Devian menggunakan kaos v neck putih yang dibalut dengan jas semi formal warna hitam dan celana crop pants warna senada. Tak lupa Devian memadukannya dengan sepatu loafers warna hitam yang menambah kesan maskulin pada Devian. Rambutnya dengan style comma hair ala opa-opa Korea membuat tampilan Devian semakin menawan.
Carissa sangat menyukai gaya Devian malam ini.
"Aku suka gaya rambutmu." ucap Carissa yang menatap lembut Devian.
Devian seketika menoleh dan mengulas senyum tipis.
"Baiklah, mulai sekarang dan seterusnya aku akan menggunakan gaya rambut ini." ucap Devian lalu kembali fokus ke jalan.
"Tidak. Hanya aku yang boleh melihatmu dengan gaya rambut ini. Jika di perusahaan kau seperti biasanya saja." Carissa tak rela jika wanita lain menikmati ketampanan Devian.
Devian terkekeh mendengar ucapan Carissa yang membuatnya sangat bahagia dan puas.
"Seperti yang kau inginkan, Sayang." sahut Devian dengan senyuman lembut.
__ADS_1
15 menit perjalanan, tibalah Devian dan Carissa di sebuah resto mewah. Carissa menatap sekeliling, tidak ada pengunjung. Hanya mobil Devian yang terparkir di depan resto itu.
"Dev, kenapa sepi sekali?" tanya Carissa penasaran.
"Aku sudah menyewa resto ini hanya untuk kita berdua." jawab Devian yang sudah membuka pintu mobil Carissa dan mengulurkan tangannya.
Carissa menatap wajah Devian lalu menerima uluran tangan pria tampan itu. Devian mengulas senyum kebahagiaan.
"Kau tak perlu menghabiskan banyak uang, Dev. Lebih baik kau simpan untuk masa depan anak kita." gerutu Carissa pelan namun masih terdengar di telinga Devian.
Devian tertawa kecil lalu mengeratkan genggaman tangannya.
"Kau tak perlu khawatir, Sayang. Semua uangku akan menjadi milikmu. Tentu saja aku lakukan ini untuk membahagiakan wanita yang aku cintai. Untuk masa depan anak kita, kau tenang saja aku sudah mempersiapkannya." sahut Devian penuh semangat.
Devian mengajak Carissa untuk menaiki tangga menuju lantai 2 resto mewah itu. Terdapat dekorasi cantik dengan bunga mawar merah yang menghiasi ruangan itu. Hanya terdapat sebuah meja bundar yang sudah terdapat lilin menyala diatasnya dan dua buah kursi yang dibalut selendang merah. Romantis, satu kata yang bisa menggambarkan suasana makan malam Devian dan Carissa.
Devian menyeret kursi lalu mempersilahkan Carissa duduk, lalu disusul Devian yang duduk saling berhadapan. Dengan cepat para pelayan menyajikan hidangan untuk Devian dan Carissa lalu meninggalkan ruangan itu hanya untuk dua sejoli yang sedang dimabuk cinta.
Carissa mulai makan dengan perlahan sembari menikmati keindahan dekorasi ruangan yang membuatnya takjub.
"Kau mengatur semua ini, Dev?" tanya Carissa penasaran.
Devian menganggukkan kepalanya dan mengulas senyum tipis.
"Kau pria yang sangat romantis. Aku tak menyangka kau punya sisi seperti ini." ucap Carissa bahagia.
"Akan banyak kejutan setelah kita menikah, Sayang. Aku akan membuatmu semakin jatuh cinta padaku setiap hari." sahut Devian mantap.
"Baiklah, aku akan menantikannya." ucap Carissa lalu melanjutkan makannya.
10 menit kemudian, Carissa dan Devian sudah selesai makan. Devian memanggil pelayan untuk membersihkan mejanya. Setelah bersih, Devian membungkuk dan mengambil sebuah bucket bunga mawar merah yang kemudian diserahkan kepada Carissa.
"Waw, sangat cantik. Terimakasih Dev." ucap Carissa dengan binar bahagia dan mengambil bucket bunga itu dengan penuh semangat.
Devian tersenyum senang, dalam hati ia berjanji akan sering melakukan hal ini.
Devian menarik tangan Carissa untuk berdiri didekatnya. Hal itu membuat dua pasang mata saling bertemu. Carissa menatap wajah Devian lekat, begitu juga sebaliknya.
Terdengar alunan lagu Marry Me-Train.
...Forever can never be long enough for me...
...Feel like I've had long enough with you...
...Forget the world now, we won't let them see...
...But there's one thing left to do...
...Now that the weight has lifted...
...Love has surely shifted my way...
__ADS_1
...Marry me...
...Today and every day...
...Marry me...
...If I ever get the nerve to say hello in this cafe...
...Say you will...
...Mm-hmm...
...Say you will...
...Mm-hmm...
Devian berlutut dihadapan Carissa lalu membuka sebuah kotak kecil merah yang berisi sebuah cincin berlian yang sangat cantik.
"Carissa Elvina, maukah kau menghabiskan sisa hidup bersamaku? Melewati suka duka bersama. Saling mendukung apapun yang terjadi. Hanya kau satu-satunya wanita yang mengisi hatiku, dan berharap aku adalah satu-satunya pria yang mengisi hatimu. Maukah kau melalui hari-hari dimasa depan bersamaku? Menjadi ibu dari anak-anakku. Rissa, will you marry me?" ucap Devian dengan tatapan penuh cinta.
Carissa terkejut dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Carissa menatap wajah Devian dengan penuh haru.
"Yes, I will." jawab Carissa yang menitikkan air mata bahagianya.
Saat itu rasanya Devian ingin sekali berteriak bahagia.
Dengan lembut Devian menyematkan cincin di jari manis tangan kiri Carissa lalu berdiri dan memeluk Carissa erat.
"Terimakasih, Sayang. Aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia." ucap Devian penuh haru dan menghujani kecupan di pucuk kepala Carissa.
Carissa membenamkan wajahnya di dada bidang Devian. Carissa juga merasa sangat bahagia.
"Seperti permintaanmu, kita akan menikah minggu depan." ucap Devian menguraikan pelukkannya dari Carissa.
"Kamu serius?" tanya Carissa mendongakkan kepalanya dan menatap mata Devian.
"Ya, Sayang. Kedua orangtua kita sudah setuju. Tapi maaf, kita hanya akan melakukan akad minggu depan. Untuk resepsi kita tetap melaksanakannya bulan depan sesuai rencana yang sudah ku atur sebelumnya." ucap Devian tak enak hati.
"Tak masalah, Dev. Aku senang jika pernikahan kita dipercepat. Aku tidak mau kita semakin jatuh dalam kubangan dosa." ucap Carissa yang memang tidak ingin berlama-lama berpacaran dengan Devian. Bisa saja mereka terjebak dalam rayuan setan yang membuat mereka melakukan kesalahan fatal.
"Terimakasih, Sayang. Aku sudah tidak sabar untuk menjadi suamimu." sahut Devian kembali memeluk erat tubuh Carissa.
Carissa terkekeh pelan. Ia merasa sangat nyaman berada dalam pelukkan hangat Devian. Pelukkan yang akan selalu ia butuhkan saat sudah berumah tangga dengan Devian. Carissa sangat berharap pelukkan Devian yang akan selalu menjadi tempat ternyaman untuk pulang. Dan menjadi obat paling mujarab saat permasalahan hadir dalam hubungan mereka.
"Aku berharap kau adalah pria yang bisa kuandalkan, Dev. Menghabiskan hari-hariku bersamamu, merawat dan membesarkan anak-anak kita, saling mencintai sampai maut memisahkan kita berdua." harap Carissa dalam hati.
-BERSAMBUNG
*
*
__ADS_1
*
*