Gejolak Cinta Tuan Dan Nona Muda

Gejolak Cinta Tuan Dan Nona Muda
Kejutan dari Suami


__ADS_3

"Dev.." panggil Carissa lirih.


"Dev, bangun." ucap Carissa lagi membuat Devian mengerjapkan matanya mencoba mengumpulkan kesadarannya.


"Hm.. Sudah bangun, Sayang?" tanya Devian pada istrinya yang masih berada dalam dekapannya.


"Aku lapar." ucap Carissa mendongakkan wajahnya menatap Devian.


"Mau aku pesankan?" tanya Devian menatap wajah cantik istrinya khas bangun tidur.


"Kita makan di resto saja, masa menginap di resort mewah hanya di kamar terus." jawab Carissa membuat Devian terkekeh pelan.


"Baiklah, istriku. Kita bersih-bersih dulu ya." ucap Devian kemudian mengecup lembut kening istrinya.


"Aaaa...." pekik Carissa saat tiba-tiba Devian membuka selimutnya dan berada diatas tubuhnya.


"Dev, jangan macam-macam! Badanku masih sakit karna seranganmu berkali-kali." gerutu Carissa kesal membuat Devian tertawa kecil.


Cup!


Devian mengecup kening istrinya cukup lama.


"Aku hanya menggodamu, Sayang. Aku tau badanmu pasti masih sakit kan. Aku bantu kamu mandi ya?" tawar Devian membuat Carissa mengernyitkan dahinya curiga.


"Tenang saja aku tidak akan memakanmu." ucap Devian mencubit pelan kedua pipi istrinya yang menggemaskan.


"Awas saja kalau kamu membohongiku, Dev." sahut Carissa membuat Devian tersenyum.


Devian bergegas masuk ke kamar mandi kemudian menyalakan air hangat didalam bath up. Setelah penuh, ia keluar dari kamar mandi dan menghampiri istrinya.


Dengan sigap Devian menggendong tubuh Carissa ala bridal style menuju ke kamar mandi.


"Aku bisa jalan sendiri, Dev." ucap Carissa meronta.


"Tenanglah, biarkan aku memanjakan istriku." sahut Devian membuat Carissa mengalah dan menuruti perlakuan suaminya.


"Kita berendam air hangat dulu ya. Bisa membantumu merilekskan tubuh." ucap Devian yang dijawab anggukan kepala Carissa.


Setelah keduanya melepas pakaian keduanya pun berendam. Dengan telaten Devian menggosok punggung istrinya membuat Carissa sangat nyaman.


"Dev, terimakasih. Aku tidak menyangka ternyata kamu punya sisi seperti ini." ucap Carissa membuat Devian tersenyum.


"Kamu suka, Sayang?" tanya Devian memastikan.


"Tentu, setelah ini biar aku gantian menggosok punggungmu." jawab Carissa membuat Devian memeluk tubuh polos istrinya itu.


"Terimakasih, Sayang. Aku akan selalu berusaha membahagiakanmu dan membuatmu merasakan banyak kejutan hidup bersamaku." ucap Devian membenamkan wajahnya pada ceruk leher Carissa.


Carissa menyimpulkan senyum manis kemudian memutar tubuhnya menghadap Devian.

__ADS_1


"Sekarang gantian tugasku ya." sahut Carissa yang sudah berada dibelakang tubuh Devian.


Dengan lembut menggosok punggung suaminya itu.


"Ayo kalau sudah kita keluar, aku sudah lapar." ajak Carissa.


"Baiklah, aku ambilkan bathrope dulu." ucap Devian kemudian membilas tubuhnya di bawah shower.


Carissa tersenyum memandang suaminya yang begitu memperhatikannya.


"Aku tidak menyangka dirimu punya sisi lembut seperti ini, Dev. Aku ingin lihat berapa banyak kejutan kita di tahun-tahun berikutnya." batin Carissa.


Devian menarik tangan Carissa, mengajaknya untuk membilas diri lalu mengenakan bathrope warna putih itu kepada istrinya.


"Terimakasih suamiku." ucap Carissa kemudian mengecup pipi Devian.


Tiba-tiba Devian menarik tengkuk leher Carissa dan ******* bibir ranum istrinya itu.


"Dev, kamu ini." protes Carissa membuat Devian terkekeh.


"Maaf, Sayang. Kamu yang duluan menggodaku." sahut Devian membela diri.


"Hem sudahlah. Ayo ganti baju, aku sudah sangat lapar." ajak Carissa bergegas mengganti pakaian kemudian segera menuju resto.


"Resort ini mewah sekali, Dev. Tempatnya sangat strategis, pemandangannya juga indah." ucap Carissa terpukau.


"Resort ini adalah milikmu, istriku." ucap Devian membuat Carissa membelalakkan matanya.


Carissa mencoba mencerna perkataan suaminya untuk memastikan bahwa dirinya tidak salah dengar. Melihat kebingungan diwajah Carissa, Devian pun segera mengajak istrinya untuk duduk di kursi resto yang sudah ada di depannya.


"Dev, kamu bercanda?" tanya Carissa memastikan.


Devian menggelengkan kepalanya membuat Carissa menepuk-nepuk pipinya.


"Apa yang kamu lakukan, Sayang?" tanya Devian bergegas menarik tangan Carissa.


"Aku tidak sedang bermimpi, kan?" tanya Carissa lagi membuat Devian terkekeh.


"Tidak, Sayang. Aku memang sudah membeli resort ini atas namamu." jawab Devian membuat Carissa tak bisa berkata-kata.


"Dev, kamu gila? Membeli resort mewah ini pasti dengan dana sangat besar kan? Kenapa kamu membuang uang sebanyak ini?" tanya Carissa memberondong.


"Dev, aku tidak butuh seperti ini. Aku sudah cukup dengan apa yang kita miliki." ucap Carissa tak enak hati.


"Istriku, aku hanya ingin memberikan hadiah untukmu tidak boleh? Lagipula ini bisa menjadi bisnismu dan juga investasi kita dimasa depan." kata Devian membuat Carissa tertegun.


"Dev, tapi ini terlalu..."


"Ssstt! Tidak, Sayang. Kamu pantas mendapatkannya. Jika kamu keberatan menerimanya, kamu bisa memikirkan ini adalah aset anak-anak kita nantinya." potong Devian sembari menggenggam tangan Carissa lembut.

__ADS_1


"Kamu memang selalu banyak kejutan, Dev. Seberapa berharganya aku dimatamu, Dev?" tanya Carissa menatap lekat wajah suaminya.


"Kamu sangat berharga dan tidak ternilai, Sayang. Aku harap kita bisa melalui segala problema kehidupan berdua hingga ajal menjemput." jawab Devian membuat Carissa terharu dan tak terasa menitikkan airmatanya.


"Kenapa kamu menangis, Sayang?" tanya Devian panik lalu menghapus airmata Carissa dengan ibu jarinya.


Carissa langsung memeluk erat tubuh Devian dan menangis dalam pelukan suaminya.


"Sayang, kamu tidak menyukainya?" tanya Devian membingung.


Carissa hanya menggelengkan kepalanya membuat Devian kebingungan.


Carissa menguraikan pelukannya kemudian menatap lekat paras tampan Devian.


"Aku tidak menyangka bisa menikahi pria sepertimu, Dev. Aku berjanji akan selalu menemanimu, mendukungmu dalam keadaan apapun. Kita hadapi dunia bersama ya?" ucap Carissa membuat Devian tertegun.


"Tentu, Sayang. Kita jalani berdua." kata Devian kemudian mendekap erat Carissa dan membelai lembut rambut panjang istrinya.


Tak lama kemudian hidangan makan pagi sudah tersaji diatas meja. Pasangan muda itu pun menikmati makan diselingi perbincangan hal pribadi lainnya.


"Sayang, setelah ini mau keliling resort?" tanya Devian menawarkan.


"Boleh, Sayang." jawab Carissa yang membuat Devian tersenyum puas.


Setelah selesai sarapan, pasangan muda itu pun berjalan untuk berkeliling resort.


"Dev resort ini sepertinya akan membawa banyak keuntungan untuk kita di masa depan." ucap Carissa.


"Tentu saja." sahut Devian.


"Memang tidak perlu diragukan lagi otak bisnis suamiku ini." puji Carissa pada suaminya.


"Kamu bisa datang kesini seminggu sekali. Dan untuk masalah butik, aku sudah menemukan tempat yang cocok untukmu, Sayang." ucap Devian membuat Carissa terkejut.


"Dev? Kamu serius?" tanya Carissa memastikan dan dijawab anggukan kepala Devian.


"Aku tidak mengerti kenapa kamu melakukan semua ini, Dev." ucap Carissa lirih.


"Memangnya butuh alasan untuk membuat wanita yang kucintai bahagia?" tanya Devian membuat Carissa tersenyum.


"Terimakasih banyak, Dev. Aku mencintaimu." jawab Carissa memeluk erat Devian.


"Kamu jangan ragu untuk mengandalkanku ya." ucap Devian membalas pelukan Carissa dan membelai lembut kepala istrinya.


"Hem.. Aku percaya padamu." sahut Carissa.


"Banyak sekali kejutan yang kau siapkan untukku, Dev. Aku pasti akan melakukan hal yang sama denganmu. Kita lihat saja." batin Carissa.


-BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2