
Menjelang sore akhirnya acara selesai. Devian dan Carissa memutuskan untuk bermalam disebuah hotel yang sudah dipesan oleh Cakra.
"Kamu hari ini sangat cantik." puji Devian yang sudah berada di kamar Carissa.
"Berhenti menggodaku. Tolong bantu aku melepaskan baju ini." ucap Carissa yang kesulitan membuka gaun yang menempel ditubuhnya.
"Kau yakin meminta bantuanku? Kau tidak takut aku kelewatan?" goda Devian mengedipkan mata genit kepada Carissa.
"Ayolah, Dev. Aku sangat lelah." pinta Carissa dengan raut wajah cemberut.
"Baiklah." Devian menghampiri Carissa lalu membuka resleting gaun di punggung Carissa.
"Terimakasih." ucap Carissa kemudian berlari menuju kamar mandi menenteng pakaian ganti dan menguncinya.
"Kau mungkin bisa menghindar dariku saat ini tapi nanti malam kau takkan bisa kabur dariku." gumam Devian menyeringai.
Deg Deg Deg
Carissa menyandarkan tubuhnya pada dinding kamar mandi.
"Bagaimana aku menghadapinya nanti malam kalau begini saja aku sudah sangat gugup." ucap Carissa dalam hati.
Ceklek!
20 menit kemudian Carissa keluar dari kamar mandi dengan dress santai tanpa lengan sepanjang lutut dan balutan handuk di rambutnya.
"Kau sudah selesai, Sayang?" tanya Devian sembari mendekati Carissa dan membelai lembut pipi Carissa.
"Lebih baik kau mandi dulu." ucap Carissa menghindari Devian.
"Baiklah." ucap Devian yang kemudian tanpa malu melepas pakaiannya didepan Carissa. Hanya meninggalkan boxer yang ia kenakan.
"Dev!" teriak Carissa yang terkejut.
Devian berjalan santai menuju kamar mandi dengan senyum menyeringai di wajahnya.
"Dia terus menggodaku." batin Carissa sedikit kesal.
Carissa segera membuka koper Devian dan menyiapkan baju ganti Devian.
"Sayang, tolong ambilkan handuk." teriak Devian dari kamar mandi.
Carissa mengetuk kamar mandi.
Ceklek!
"Aaaaaa...!" teriak Carissa yang tiba-tiba ditarik Devian ke kamar mandi.
"Dev apa yang kamu lakukan?" tanya Carissa kesal.
Devian tak menjawab, ia membawa Carissa di bawah guyuran shower.
"Aku kan sudah mandi, Dev!" ucap Carissa semakin kesal karena pakaian yang baru saja ia kenakan basah.
Devian tak menjawab, ia meraih tengkuk Carissa dan ******* bibirnya ganas. Carissa mencoba melawan namun tak berhasil akhirnya hanya pasrah menikmati ciuman Devian.
Devian menekan tubuh Carissa pada dinding tembok dan memeluk pinggang Carissa erat.
"Bernafaslah, Sayang." ucap Devian lembut dan melepaskan pagutannya dari bibir seksi Carissa.
"Kau tiba-tiba menyerangku. Aku tidak punya persiapan." ucap Carissa malu-malu.
Devian terkekeh lalu mengecup bibir Carissa sekilas.
"Hem.. tolong bantu bersihkan punggungku." pinta Devian yang sudah membalikkan badannya memunggungi Carissa.
Carissa sesaat menelan ludah melihat tubuh polos Devian.
"Dia sengaja menggodaku." batin Carissa kesal.
Carissa menggosok punggung Devian dengan lembut.
__ADS_1
10 menit kemudian dua sejoli sudah keluar dari kamar mandi.
Devian memakaikan handuk kimono pada Carissa lalu dengan telaten mengeringkan rambut Carissa.
"Kau sangat lelah?" tanya Devian yang hanya dijawab anggukan Carissa.
"Apa sebaiknya kita bermalam disini saja?" tanya Devian lagi.
"Tidak, Papa sudah memesankan kamar hotel untuk kita. Lebih baik kita bermalam disana." jawab Carissa yang membuat Devian menyeringai senang.
"Baiklah. Kita harus segera bersiap." ucap Devian bersemangat.
Carissa mengangguk dan segera mengganti pakaiannya dan meraih koper kecil yang berisi baju gantinya dan Devian.
"Biar aku yang bawa." ucap Devian merebut koper dari Carissa lalu menggandeng tangan Carissa.
Carissa melemparkan senyum pada Devian. Mereka berdua menuruni tangga dengan senyum mengembang.
"Kalian mau berangkat sekarang?" tanya Papa Cakra yang berada di ruang tamu bersama Mama Allissa, Ayah Adhitama dan Bunda Tamara.
"Iya, Pa." jawab Devian.
"Baguslah. Segera buatkan kami cucu." ucap Adhitama yang sontak membuat Devian dan Carissa saling menatap lalu menundukkan wajah karena malu.
"Sudah jangan menggodaku anakku. Tidak usah buru-buru, Nak. Kalian berdua habiskan saja waktu untuk saling mengenal lebih dalam dulu." ucap Tamara agar dua anak muda itu tidak terlalu canggung.
"Baik, Bun." sahut Carissa lembut.
"Hati-hati di jalan, Nak." ucap Mama Allisa yang memeluk tubuh Carissa lalu mengecup kening putri semata wayangnya.
Devian dan Carissa berpamitan lalu segera menuju hotel bintang lima yang tak jauh dari pusat kota.
20 menit kemudian mereka sampai di hotel dan menuju kamar presidential suite di lantai 10.
Setelah meletakkan koper Devian segera menghampiri Carissa yang duduk di soffa kamar.
"Terimakasih, Sayang. Akhirnya kita sudah sah menjadi suami istri." ucap Devian menggenggam tangan Carissa.
"Dev terimakasih sudah memilihku." ucap Carissa lalu menyandarkan kepalanya pada dada bidang Devian.
Devian membelai lembut rambut panjang Carissa.
Kruk Kruk Kruk
Suara perut Carissa terdengar nyaring yang membuat Devian tertawa.
"Maaf." ucap Carissa malu lalu menyembunyikan wajahnya pada dada Devian.
"Kau lapar Sayang? Ayo kita makan malam dulu." ajak Devian kemudian menuju resto private di rooftop hotel yang sudah disiapkan Papa Cakra.
"Selamat datang Tuan dan Nyonya Devian." sapa pelayan wanita yang kemudian mengantarkan pasangan pengantin baru ke meja yang sudah disiapkan.
"Terimakasih." ucap Carissa lembut.
10 menit kemudian hidangan sudah tersaji di meja Devian dan Carissa.
"Buka mulutmu." ucap Devian menyodorkan potongan daging ke mulut Carissa.
Carissa membuka mulutnya lalu mengunyah daging yang diberikan Devian dengan senyum bahagia.
"Sekarang giliranmu." ucap Carissa yang bergantian menyuapi Devian.
Tak lama kemudian mereka sudah selesai dengan makan malam.
"Kau sudah kenyang, Sayang?" tanya Devian yang dijawab anggukan kepala Carissa dan senyuman manis.
"Ayo kita kembali ke kamar." Devian menggandeng tangan Carissa dengan penuh semangat.
"Sekarang giliran aku yang akan memakanmu." bisik Devian yang sudah berada di dalam lift, membuat tubuh Carissa meremang.
Carissa menundukkan wajahnya yang sudah semerah tomat.
__ADS_1
Devian tersenyum geli melihat wajah istrinya yang tersipu malu.
Pintu lift terbuka, Devian segera menggandeng tangan Carissa menuju kamar.
"Apa kau sudah siap, Sayang?" tanya Devian menunggu persetujuan Carissa.
"Sebentar aku mau ganti baju dulu." ucap Carissa menyambar sebuah pakaian lalu masuk ke kamar mandi dan menguncinya.
10 menit berlalu namun Carissa belum keluar dari kamar mandi membuat Devian gelisah.
"Sayang kenapa lama sekali? Apa kau baik-baik saja?" tanya Devian khawatir.
"Aku baik-baik saja. Aku hanya malu, Dev." jawab Carissa dari kamar mandi.
"Kita kan sudah suami istri. Kau tak perlu malu padaku, Sayang. Apakah kau takut padaku?" tanya Devian lagi.
"Tidak, Sayang. Aku akan keluar tapi jangan menertawakanku." jawab Carissa.
Carissa memandangi tubuhnya dari cermin kemudian mengatur nafasnya. Carissa sangat gugup malam ini. Carissa akan menyerahkan mahkotanya pada pria yang ia cintai.
Ceklek!
Devian seketika terpana melihat Carissa yang memakai lingerie hitam tipis yang menampilkan bentuk tubuh Carissa. Devian tak berkedip sambil menelan ludahnya.
"Apa aku terlihat aneh?" tanya Carissa yang melihat Devian tanpa gerakan.
Carissa sontak terkejut ketika Devian tiba-tiba menggendongnya tanpa aba-aba.
"Kau sangat cantik, Sayang." bisik Devian ke telinga Carissa yang membuat tubuh Carissa meremang.
Devian duduk diatas kasur dan masih dengan posisi menggendong Carissa. Devian meraih tengkuk Carissa lalu mencium bibirnya dengan penuh hasrat. Carissa tidak menolak dan menikmati ciuman yang semakin panas itu. Tangan Devian mulai menjelajahi tubuh Carissa. Ciuman Devian semakin liar. Tangan Devian mulai meremas benda kenyal yang ada didada Carissa yang menimbulkan suara ******* dan membuat hasrat Devian semakin memuncak.
"Kau sudah siap, Sayang?" tanya Devian melepaskan ciumannya dari bibir Carissa.
Carissa hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Devian semakin bersemangat. Devian membaringkan tubuh Carissa dengan perlahan lalu mulai mencumbu leher wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu dan meninggalkan beberapa tanda merah disana.
Carissa mulai mendesah dan mencengkeram rambut Devian erat. Devian sudah tidak sabar lalu membuka kain tipis yang masih menutupi bagian intim Carissa dengan hati-hati.
Gleg!
Devian terpesona dengan tubuh indah Carissa. Dengan penuh semangat Devian melucuti pakaiannya.
"Kau sangat menggoda, Sayang. Aku akan melakukannya dengan lembut." ucap Devian yang membuat tubuh Carissa merasakan hawa panas.
Carissa memandang tubuh atletis Devian yang sangat menawan.
Suara ******* dan raungan dari pasangan baru mulai terdengar memenuhi ruangan.
"Terimakasih, Sayang. Aku mencintaimu." ucap Devian mengecup kening Carissa lalu merebahkan tubuhnya disamping Carissa.
Devian menarik tubuh Carissa dan memeluknya erat.
"Aku juga mencintaimu, Dev." jawab Carissa yang membuat hasrat Devian kembali memuncak.
"Kita lakukan lagi ya?" tanya Devian yang langsung dijawab anggukan oleh Carissa.
Hingga dini hari, kedua pasangan itu baru menghentikan kegiatan bercintanya. Devian merasa sangat puas. Berbeda dengan Carissa yang merasakan tubuhnya sangat lemas. Devian mengecup wajah Carissa yang sudah terlelap karena kelelahan.
"Maafkan aku, Sayang." ucap Devian lalu memeluk tubuh Carissa dan mulai memejamkan matanya.
Malam pertama yang sangat menyenangkan!
-BERSAMBUNG
*
*
*
__ADS_1