Gejolak Cinta Tuan Dan Nona Muda

Gejolak Cinta Tuan Dan Nona Muda
Serangan Devian


__ADS_3

"Sayang, aku akan langsung ke dapur. Kau mandi dulu saja." ucap Devian saat sampai dirumah.


"Tidak. Aku mau ikut ke dapur. Aku ingin melihat langsung bagaimana suami tampanku ini memasak." sahut Carissa sembari tersenyum manis kepada Devian.


"Baiklah." ucap Devian yang tidak tahan dengan ekspresi istrinya yang menggemaskan.


"Biar aku bantu." tawar Carissa namun ditolak oleh Devian.


"Tidak. Kau duduk saja menikmati betapa lihainya suami tampanmu ini didapur." ucap Devian tersenyum.


"Hem yasudah kalau begitu." kata Carissa yang berpindah posisi duduk di kursi bar.


Carissa melihat Devian yang sedang membongkar kantor belanjaan lalu mengambil beberapa bahan yang akan Devian masak. Daging dan beberapa sayur segar, Carissa jadi penasaran bagaimana suaminya akan mengolah makanan itu.


Dengan teliti Devian mencuci bahan yang telah ia pilih, kemudian mulai memotong menjadi beberapa bagian. Carissa dapat melihat keterampilan Devian dengan pisau tajamnya.


"Suamiku jadi semakin tampan." gumam Carissa.


Devian melirik Carissa yang sedang mengamatinya dengan terpesona hanya tersenyum senang.


"Akan kutunjukkan padamu bakat terpendam yang aku miliki. Kau pasti akan semakin tergila-gila padaku, istriku." batin Devian penuh percaya diri.


Carissa yang tidak betah hanya duduk diam akhirnya beranjak dari kursinya.


"Sayang aku bosan. Aku juga ingin membantu." ucap Carissa lirih.


"Tidak perlu, Sayang. Kali ini biarkan aku sendiri yang membuatkanmu makanan spesial." kata Devian yang sudah mulai sibuk menumis beberapa bumbu.


"Kalau begitu aku mandi dulu saja." ucap Carissa.


"Iya mandi dan dandanlah yang cantik istriku. Agar saat kau turun makanan ini sudah siap." kata Devian memberikan senyuman menawan kepada istrinya.


"Baiklah." sahut Carissa yang tak lupa memberi kecupan singkat ke pipi Devian kemudian bergegas menuju kamar.


"Istriku sudah berani ya. Aku pasti akan meminta imbalannya nanti malam." batin Devian sembari tersenyum nakal.


Setelah itu Devian kembali fokus dengan alat masak dihadapannya. Dengan terampil Devian memasukkan bahan-bahan kedalam wajan dan mengolahnya bak koki profesional. Devian memang bukanlah seorang anak konglomerat yang dimanjakan dengan kemewahan. Fasilitas memang telah diberikan kedua orangtuanya namun bukan berarti Devian harus berpangku tangan dan selalu mengandalkan para pelayan. Devian juga harus bisa melakukan pekerjaan sehari-hari dan menyiapkan kebutuhan pribadinya sendiri. Seperti saat ini, akhirnya keterampilannya berguna juga untuk menyenangkan istrinya. Jadi bukanlah merupakan hal baru untuk Devian jika harus berkutat di dapur.


30 menit berlalu, Devian sudah mulai menata makanan diatas meja. Bersamaan dengan kehadiran Carissa yang mencium aroma sedap membuatnya tidak sabar ingin mencicipi masakan suaminya.


"Wow! Ini benar-benar hasil tanganmu, Dev? Aku tidak menyangka ternyata kau ahli memasak." puji Carissa saat melihat tampilan makanan diatas meja yang membuatnya meneteskan air liur.


"Kau makan saja dulu. Aku mau mandi karena tubuhku berkeringat." ucap Devian tersenyum.


"Kita makan bersama saja. Tapi jangan biarkan aku dan anakmu ini menunggu terlalu lama." kata Carissa dengan ekspresi yang terlihat imut.


"Baiklah. Tunggu aku." ucap Devian kemudian mengecup kepala istrinya.


15 menit kemudian Devian sudah selesai membersihkan diri.


"Ayo kita makan." ajak Devian yang disambut dengan senyum bahagia Carissa.


Dengan cepat Carissa mengambil daging dan sayuran terlebih dulu untuk merasakan masakan suaminya.


"Wow! Ini lezat sekali. Kau benar-benar mahir, Dev. Tidak kalah dengan rasa masakan koki yang bekerja di restoran bintang lima." puji Carissa takjub.

__ADS_1


Carissa sudah terpesona dengan tampilan makanan yang dibuat Devian dan kali ini semakin tidak menyangka dengan rasanya yang benar-benar enak.


Devian menatap istrinya yang tiba-tiba berubah ekspresi menjadi murung.


"Ada apa, Sayang? Apa masakanku tidak enak?" tanya Devian khawatir.


"Tidak. Ini sangat enak. Aku hanya merasa malu, ternyata masakanku tidak ada apa-apanya denganmu." jawab Carissa sedih.


Devian tersenyum kemudian menggeser kursinya agar semakin dekat dengan istrinya. Devian meraih tangan Carissa kemudian menggenggam dan membelainya dengan lembut.


"Aku suka masakanmu. Apapun yang kau buatkan untukku pasti akan aku habiskan. Kalau kau mau, setiap malam aku bisa memasak untuk makan malam kita." ucap Devian mencoba menghibur istrinya.


"Benarkah?" tanya Carissa dengan wajah berbinar.


"Iya istriku." jawab Devian mengecup tangan istrinya.


"Setuju." ucap Carissa bahagia kemudian berhambur memeluk suaminya.


GLEG!


Devian menelan salivanya saat merasakan sesuatu yang menonjol menggesek dadanya. Dress tanpa lengan berbentuk v-neck yang dikenakan Carissa juga mengekspos sedikit bagian dada Carissa.


"Sial! Kenapa istriku malah menggodaku seperti ini." batin Devian yang merasakan hasratnya mulai membuncah.


"Sayang ayo kita makan dulu sebelum dingin." ucap Devian mencoba melepaskan diri.


"Oh iya aku hampir lupa. Ayo sayang makan, tapi kau harus suapi aku ya." pinta Carissa dengan ekspresi yang benar-benar membuat Devian semakin tidak tahan.


"Baiklah." ucap Devian berusaha menahan dan menuruti keinginan istrinya.


"Setelah ini jangan salahkan aku meminta imbalannya langsung, istriku. Makanlah yang banyak." batin Devian nakal.


"Kau juga harus makan, suamiku." ucap Carissa yang bergantian menyuapi Devian.


Devian tersenyum kemudian melanjutkan adegan suap menyuap di ruang makan malam itu. Setelah keduanya kenyang dan meneguk air, Carissa yang berniat membereskan piring kotor langsung dengan cepat ditahan oleh Devian.


"Ah Dev! Aku mau membersihkan piring-piring ini dulu." kata Carissa terkejut saat tangannya tiba-tiba ditarik oleh Devian.


Saat ini posisi Carissa sudah berada dipangkuan Devian.


Tanpa aba-aba Devian langsung menyerang Carissa, ******* bibir ranum istrinya itu hingga keduanya hampir kehabisan oksigen.


"Dev, hentikan. Kita bersihkan dulu dapurnya." ucap Carissa mencoba melepaskan diri.


"Tidak usah. Aku akan membersihkannya besok pagi. Ada hal yang lebih mendesak daripada itu." kata Devian setengah berbisik dengan nada menggoda membuat tubuh Carissa seketika meremang.


"Dev, kita masih didapur." ucap Carissa gugup.


"Tidak masalah. Kita belum pernah melakukannya disini bukan? Sepertinya kita butuh hal baru." kata Devian membuat Carissa semakin tegang.


"Dev..." panggil Carissa yang terdengar begitu menggoda ditelinga Devian.


Dengan cepat Devian mengangkat tubuh istrinya dan meletakkannya diatas meja. Devian mulai meraba punggung istrinya dan membuka resleting dress Carissa. Devian juga memberikan ciuman yang terasa semakin ganas bagi Carissa.


Suara lenguhan Carissa semakin meningkatkan hasrat Devian untuk segera melepaskan pertahanannya. Devian membuka pakaian Carissa dengan perlahan, mata Devian berbinar saat melihat dua bongkahan daging kenyal yang sudah menyembul keluar dibalik kain berwarna hitam yang tidak mampu lagi menampungnya. Devian menciumi kemudian meremas daging kenyal itu yang membuat Carissa mengeluarkan suara yang begitu menggoda. Devian membuka kain hitam itu dan mulai menghisap lembut bergantian. Tubuh Carissa sudah mulai menggelinjang merasakan sentuhan lidah dan hisapan yang dilakukan Devian. Carissa yang awalnya merasakan geli kali ini malah ingin mendapat perlakuan lebih dari suaminya.

__ADS_1


"Sayang... Aahhh.." suara Carissa yang mendesah kembali membangkitkan hasrat Devian.


Dengan cepat Devian melepaskan dress Carissa yang saat ini menyisakan kain segitiga hitam yang menutupi bagian bawah istrinya. Devian segera melepaskan pakaiannya dan bertelanjang bulat. Carissa dapat melihat pusaka Devian yang sudah tegak berdiri.


Devian berdiri lalu memagut bibir Carissa sambil tangannya melepaskan kain penutup dan mulai bermain menjelajahi milik istrinya. Carissa merasakan sensasi yang luar biasa saat jari Devian merogoh dan mengobrak-abrik miliknya.


"Aaahh..." desah Carissa lagi.


Carissa merasakan ada sesuatu yang aneh masuk kedalam tubuhnya. Gerakan jari Devian yang semakin cepat dan dalam membuatnya semakin mengeluarkan lenguhan yang begitu menyenangkan ditelinga Devian.


"Dev ah.. Lebih cepat." pinta Carissa yang merasakan sesuatu akan keluar dari tubuhnya.


Devian tersenyum senang kemudian menuruti permintaan istrinya.


"Uuh aaahhh..." teriak Carissa yang tiba-tiba tubuhnya terasa lemas.


"Apa kau puas, Sayang?" tanya Devian sembari menciumi wajah istrinya.


Jari Devian bisa merasakan bahwa cairan keluar dari milik Carissa yang menandakan istrinya sudah mendapatkan kenikmatan yang luar biasa.


"Aah.. kau jahat Dev." ucap Carissa lirih.


"Sekarang giliranku ya. Kuharap kau bisa menahannya." bisik Devian kemudian menarik tubuh istrinya mendekat kearahnya.


"Apa yang kau lakukan, Dev?" tanya Carissa bingung.


"Kita pindah posisi ya. Aku akan melakukannya dengan lembut." jawab Devian yang membantu Carissa berdiri dan meminta istrinya berbalik badan.


Dengan lembut Devian menggesekan pusakanya sebelum memasuki lubang milik Carissa.


"Pelan-pelan sayang." pinta Carissa dengan suaranya yang sudah serak semakin terdengar seksi ditelinga Devian.


"Tenang saja, Sayang. Kau hanya perlu menahan gempuran dariku." ucap Devian yang mulai memasukkan pusakanya ke milik Carissa.


Hentakan yang awalnya pelan lama kelamaan menjadi lebih cepat.


"Ah Dev.. lebih pelan." pinta Carissa yang merasakan bagian bawahnya mulai terkoyak.


"Tahan sayang. Sebentar lagi." bisik Devian yang semakin mempercepat temponya.


Carissa pasrah dan menikmati permainan suaminya diringi suara ******* yang keluar dari mulutnya.


"Aaaah...." desah Devian lega saat berhasil menuntaskan hasratnya.


"Terimakasih sayang." ucap Devian kemudian menciumi tengkuk Carissa dengan lembut.


"Hemm..." sahut Carissa yang sudah tidak bertenaga.


"Aku puas." bisik Devian kemudian membalikkan tubuh istrinya.


Carissa tersenyum hangat kemudian mengecup pipi Devian cukup lama.


"Aku mengantuk, Dev." ucap Carissa lemah.


"Ayo kita istirahat." sahut Devian kemudian menyambar pakaiannya dan juga istrinya.

__ADS_1


Dengan cepat Devian menggendong istrinya yang kelelahan menuju ke kamar akibat serangan ganas darinya.


-BERSAMBUNG


__ADS_2