
"Sayang, ada sesuatu yang terjadi?" tanya Devian saat Carissa sudah kembali.
"Ehm. Tidak. Hanya saja tadi cukup antre di toilet." jawab Carissa.
Devian menyadari ada sesuatu yang terjadi melihat ekspresi Carissa yang tidak tenang. Namun Devian tidak ingin menanyakan lagi agar istrinya tidak canggung.
"Kembali ke butik?" tanya Devian lagi.
"Tidak. Aku mau pulang ke rumah saja." jawab Carissa.
"Baiklah. Aku akan mengantarmu." ucap Devian.
Devian segera memacu mobilnya menuju rumah. Di perjalanan Devian mendapati Carissa yang tidak seperti biasanya. Carissa diam seribu bahasa dengan ekspresi kosong.
15 menit perjalanan, tibalah di depan rumah pasangan muda itu.
Carissa terkejut saat tiba-tiba tangan Devian menggenggam tangannya dengan lembut. Carissa menoleh dan menatap wajah suami tampannya itu.
"Aku tidak tau apa yang kau pikirkan. Ceritalah jika itu bisa membuatmu lebih tenang." ucap Devian dengan sorotan matanya yang teduh.
Carissa menghela nafas, ia tidak tau haruskah ia menceritakan pertemuannya dengan pria misterius tadi atau tidak. Carissa sendiri berusaha untuk mengingat sosok pria itu namun tidak berhasil.
"Maaf." hanya itu yang diucapkan Carissa.
"Tidak apa-apa. Istirahatlah dengan baik." ucap Devian lalu membelai lembut pucuk kepala istrinya.
"Terimakasih, Dev." kata Carissa.
"Hemm.. Aku kembali ke perusahaan dulu." pamit Devian kemudian mengecup kening istrinya cukup lama.
Carissa memejamkan matanya merasakan hangat bibir Devian menempel dikeningnya.
"Aku mencintaimu, Dev." ucap Carissa membuat Devian terkejut kemudian menampakkan senyumnya.
"Aku juga mencintaimu istriku." balas Devian kemudian memeluk erat tubuh Carissa.
Setelah cukup lama berpelukkan, Carissa turun dari mobil kemudian melambaikan tangannya dan masuk ke dalam rumah.
Devian melajukan mobilnya kembali ke perusahaan.
Carissa merebahkan tubuhnya diatas kasur. Carissa memejamkan matanya dan munculah bayangan pertemuannya dengan pria misterius tadi.
Carissa mencoba mengingat, namun ia tidak pernah punya hubungan dengan pria manapun.
"Apa maksud perkataan pria itu?" tanya Carissa.
"Kenapa aku tidak mengingatnya sama sekali?"
Karena lelah dengan pertanyaan dan tak mendapatkan jawabannya, Carissa pun terlelap.
*
*
*
"Lex, ke ruanganku sekarang." ucap Devian saat bertemu dengan Alex di lobby.
Alex menganggukkan kepalanya kemudian menyusul Devian memasuki lift.
"Ada apa?" tanya Alex.
"Kita bicara diruanganku saja." jawab Devian membuat Alex kebingungan.
__ADS_1
"Apa sesuatu besar terjadi?" gumam Alex.
Ting!
Pintu lift terbuka, dengan cepat Devian keluar dan menuju ke ruangannya.
"Huft." Alex menghembuskan nafas kasar berjalan dibelakang Devian.
Devian duduk dan menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya, diikuti Alex yang duduk dihadapannya.
"Ada apa? Wajahmu jelek sekali." tanya Alex dengan nada sedikit mengejek.
"Jangan menghinaku. Aku butuh bantuan." jawab Devian membuat Alex mengernyitkan dahinya.
"Bantuan?"
"Untuk apa? Tidak biasanya kau bersikap formal padaku." ucap Alex yang merasa aneh dengan sahabat sekaligus atasannya itu.
"Ini tentang istriku." jawab Devian kemudian menghembuskan nafas kasar.
"Istrimu marah denganmu?" tanya Alex namun dijawab gelengan kepala Devian.
"Lalu?" tanya Alex lagi semakin penasaran.
"Tadi waktu makan siang di resto, dia ke toilet. Tapi setelah dari toilet, ekspresinya berubah seperti ada sesuatu yang mengancamnya." jawab Devian membuat Alex tambah bingung.
"Tunggu tunggu. Lalu apa hubungannya meminta bantuanku?" tanya Alex.
"Aku ingin kamu mengecek CCTV disana. Agar aku tau apa yang sebenarnya terjadi." jawab Devian membuat Alex membulatkan matanya.
"Kenapa kau tidak memintanya sendiri dengan petugas keamanan di resto itu?" tanya Alex kesal.
"Tadi aku juga berpikiran begitu. Tapi takut istriku tersinggung karena dia lebih memilih merahasiakannya dariku." jawab Devian membuat Alex menghela nafas.
"Bagaimana dengan bayarannya?" tanya Alex dengan senyum licik.
"Tenang saja. Aku akan membayar sesuai dengan kinerjamu." jawab Devian dengan seringai diwajahnya.
"Sialan kau!" umpat Alex.
"Yasudah, aku akan ke resto itu." ucap Alex berpamitan dengan wajah kesal.
"Terimakasih sahabatku." kata Devian sambil melambaikan tangannya kepada Alex.
"Cih!"
Alex berjalan keluar ruangan dan segera menuju ke restoran tempat Devian dan Carissa makan siang tadi.
Butuh waktu 10 menit perjalanan untuk Alex sampai ke restoran. Alex menemui petugas keamanan dan membicarakan apa yang terjadi sesuai cerita Devian.
"Maaf, Pak. Untuk melihat rekaman CCTV itu harus mendapatkan izin dari pengelola resto." ucap pria berbadan gempal.
"Cih! Ribet sekali." batin Alex.
Alex mengeluarkan ponselnya menghubungi seseorang dan tak lama seorang wanita muda datang menghampirinya.
"Bapak Alex?" tanya wanita itu.
"Iya." jawab Alex datar.
"Baik. Silahkan ke ruang keamanan." ucap wanita muda itu lalu memberi instruksi kepada pria berbadan gempal yang merupakan petugas keamanan.
"Kejadiannya jam berapa ya, Pak?" tanya wanita muda.
__ADS_1
"Sekitar jam 1 siang tadi. Di depan toilet." jawab Alex.
Petugas keamanan itu pun dengan cepat melihatkan rekaman CCTV sesuai yang diminta Alex di layar komputer.
Dengan teliti Alex menatap layar itu.
Pada layar itu menampakkan Carissa yang sudah keluar dari toilet dan juga sosok pria berpakaian serba hitam. Tampak mereka sedang berbincang cukup lama kemudian pria itu meninggalkan Carissa yang nampak kebingungan.
"Bisa saya minta salinan rekaman ini?" tanya Alex.
"Tentu, Pak." jawab si wanita muda.
Alex mengeluarkan flash disk kemudian menyalin rekaman CCTV untuk diberikan kepada Devian.
"Siapa pria yang bertemu dengan Carissa? Mencurigakan sekali." gumam Alex.
Setelah selesai menyalin rekaman, Alex mengucapkan terimakasih dan berpamitan untuk kembali ke MF Group.
"Dev, ini rekaman yang kau minta." ucap Alex kemudian menyerahkan sebuah flash disk kepada Devian.
Devian dengan cepat menerimanya dan langsung menancapkannya ke laptop.
Devian melihat rekaman itu dengan seksama. Pandangan matanya tertuju pada wajah Carissa yang nampak terkejut dan kebingungan. Sayang sekali Devian tidak bisa mengetahui pembicaraan istrinya dengan pria misterius itu.
"Siapa pria itu?" tanya Devian.
"Sepertinya dia sangat mencurigakan." sahut Alex yang juga ikut penasaran.
Devian masih fokus melihat video itu hingga ia melihat Carissa yang memungut sebuah sapu tangan dan memasukkannya ke dalam tas.
"Atau jangan-jangan dia mantannya istrimu?" tebak Alex yang membuat Devian hampir tersedak air liurnya sendiri.
"Hem. Bisa jadi." ucap Devian yang wajahnya sudah berubah masam.
"Aku hanya asal menebak. Jangan berpikir negatif dulu." kata Alex merasa bersalah.
"Kalau istrimu mengenalnya, pasti dia tidak akan kebingungan seperti itu." kata Alex lagi membuat Devian menyetujuinya perkataannya.
"Siapa pria itu? Apakah dia punya niat jahat?" tanya Devian dalam hati.
-BERSAMBUNG
*
*
*
*
*Terimakasih readers sudah setia mengikuti kelanjutan kisah Devian dan Carissa.
Kira-kira siapa ya sosok pria misterius itu?
Apakah dia seseorang yang memiliki hubungan dengan Carissa di masa lalu?
Apakah dia pria yang punya niat jahat?
Ikuti terus ya kelanjutan novel ini.
Tambahkan sebagai favorit, jangan lupa like dan komen biar Minthor semakin semangat up ceritanya.
Terimakasih 🖤*
__ADS_1