Gejolak Cinta Tuan Dan Nona Muda

Gejolak Cinta Tuan Dan Nona Muda
Suami Tajir


__ADS_3

"Dev, kenapa harus pakai pesawat pribadi sih? Buang-buang uang saja." protes Carissa.


Saat ini Devian dan Carissa sedang dalam perjalanan menuju tempat bulan madu.


"Sayang, kau masih saja memikirkan masalah uang? Ternyata aku baru tahu kalau istriku ini sangat suka berhemat." ucap Devian.


"Kan masih banyak maskapai umum yang menyediakan rute perjalanan kita ini. Lagipula hanya kita berdua dalam pesawat ini rasanya aneh sekali." kata Carissa jujur.


"Memangnya kau tidak suka berduaan dengan suamimu sendiri?" tanya Devian memasang wajah cemberut.


"Bukan begitu sih." jawab Carissa bersalah.


"Istriku, kau sedang hamil. Aku ingin membuatmu nyaman selama perjalanan. Aku juga tidak suka kalau terlalu banyak orang, aku ingin menikmati waktu berdua denganmu. Memangnya kau tidak punya keinginan seperti itu?" kata Devian.


Carissa menghela nafas kemudian mengecup pipi suaminya.


"Terimakasih, suamiku. Maaf kalau aku terlalu banyak protes. Baiklah aku akan menurutimu. Aku tahu kau ingin memberikan yang terbaik untukku dan juga si kecil ini." ucap Carissa sembari mengelus perutnya yang masih terlihat rata.


"Terimakasih Sayang. Aku mencintaimu." kata Devian sembari memeluk erat Carissa.


Butuh waktu 2 jam penerbangan untuk sampai di tujuan Devian dan Carissa. Setelah itu mereka harus menaiki kapal untuk menuju sebuah pulau yang menjadi tujuan pertama mereka.


"Perjalanan yang cukup melelahkan tapi terbayar dengan pemandangan indah ini." ucap Carissa.


"Tentu saja. Ayo kita abadikan momen ini." ajak Devian sembari menyalakan ponselnya lalu selfie dengan Carissa.


"Istriku cantik sekali." puji Devian.


"Suamiku juga tampan." balas Carissa kemudian keduanya tertawa kecil bersamaan.


Devian dan Carissa menginap disebuah villa mewah yang ada dipulau itu. Keduanya sampai saat hari menjelang sore.


"Pas sekali. Kita bisa menikmati sunset dihari pertama." ucap Devian antusias.


"Ya, tapi aku lapar. Bisakah kita makan dulu?" tanya Carissa.


"Bukannya selama diperjalanan kau tidak berhenti mengunyah?" tanya Devian heran.


"Iya memang, tapi entah kenapa aku masih saja merasa lapar." jawab Carissa jujur.

__ADS_1


"Baiklah. Aku akan meminta koki disini menyiapkan makan untukmu." ucap Devian lembut.


"Dev benar juga sih. Padahal selama dipesawat aku sudah makan, di kapal juga begitu. Apa ini karena aku hamil ya? Aduh sepertinya berat badanku akan cepat bertambah dalam waktu dekat." gumam Carissa.


"Ayo kita istirahat dulu. Kau pasti sangat lelah." ajak Devian yang diangguki kepala Carissa.


"Dev, kau pasti menghamburkan uang lagi kan?" tanya Carissa penuh selidik saat melihat bangunan villa yang sangat mewah begitu juga dengan kamar utama yang akan mereka tempati.


"Tidak, Sayang. Setelah aku tahu kalau kau menyukai tempat ini, maka aku membelinya atas namamu. Jadi kita bisa berkunjung kesini kapanpun kau mau." jawab Devian membuat Carissa terkejut.


"Astaga, Dev. Sebenarnya berapa banyak uang yang kau miliki? Jangan bilang pulaunya juga kau bayar?" tanya Carissa tak percaya.


"Termasuk pulau, Sayang. Anggap saja ini hadiah pernikahan untukmu." jawab Devian santai.


"Kau benar-benar gila, Dev." sahut Carissa.


"Aku bekerja dan mengumpulkan uang kalau bukan untukmu dan anak kita lalu untuk siapa lagi?" ucap Devian.


"Kau benar. Tapi tak perlu sampai membeli pulau seperti ini. Kau bisa menggunakan uang itu untuk bisnis bukannya malah menghamburkan uang begini." protes Carissa.


"Kata siapa aku menghamburkan uang, sayang? Justru pulau ini juga bisa dijadikan bisnis. Aku sudah memperkerjakan beberapa orang untuk mengelola pulau dan villa ini. Jadi semua keuntungannya akan langsung masuk ke rekeningmu." kata Devian membuat Carissa tercengang.


"Hey.. Jangan membuatku seperti suami yang tidak berguna, Sayang. Aku tahu kau adalah wanita mandiri, tapi sebagai suamimu aku juga ingin memberikan yang terbaik untuk membahagiakanmu. Apakah aku salah?" ucap Devian menyentil hidung mungil Carissa.


"Baiklah. Aku menghargai dan menerima semua usaha suamiku untuk membuatku bahagia. Tapi lain kali tolong diskusikan dulu denganku. Aku tidak butuh hadiah mewah apapun. Asal kau selalu mendukung dan mencintaiku, itu sudah cukup bagiku." kata Carissa membuat Devian tersenyum.


"Oke oke. Aku akan menuruti permintaan istriku. Tapi kau juga tidak boleh menolak apapun yang kuberi untukmu, bisa kan?" ucap Devian.


"Yasudah terserah kau saja." sahut Carissa yang tidak bisa lagi berkata-kata.


"Percuma aku berbicara, pasti kau selalu saja punya alasan." gumam Carissa yang sudah paham dengan sifat Devian yang mendominasi.


30 menit kemudian seorang pria muda mengetuk pintu kamar, dengan membawa beberapa macam hidangan seafood.


"Setelah ini aku dan istriku akan berkililing pantai. Tolong kau siapkan." titah Devian.


"Baik Tuan." sahut pria itu kemudian bergegas melaksanakan tugasnya.


"Sepertinya ini lezat sekali." ucap Carissa yang sudah tidak sabar untuk menyantap makanan dihadapannya.

__ADS_1


"Iya, aku memilih koki dengan kemampuan masak terhebat. Tapi ingat kau tidak boleh makan seafood berlebihan, kau sedang hamil." kata Devian mengingatkan.


"Baik, suamiku." sahut Carissa setelah itu langsung mengambil kepiting asam manis yang sudah tersaji dihadapannya.


"Pelan-pelan. Aku tidak memintanya." ucap Devian saat melihat Carissa makan dengan sangat lahap.


"Ini enak sekali." kata Carissa dengan mata berbinar.


Devian tersenyum puas melihat istrinya makan dengan lahap.


"Aku akan selalu berusaha membahagiakanmu, istriku. Aku ingin terus melihat senyumanmu itu." tekad Devian dalam hati.


"Kau tidak makan?" tanya Carissa melihat Devian yang sedari tadi belum menyentuh makanan sama sekali.


"Aku menunggumu saja. Aku takut jika kau nanti mengurangi porsimu." jawab Devian.


"Kau kira aku serakus itu. Ayo makanlah, katanya setelah ini mau berkeliling menikmati sunset? Kau juga harus mengisi tenagamu." kata Carissa dengan mulutnya yang penuh.


"Kau meremehkan suamimu ini? Lagipula bukan makanan yang mengisi tenagaku tapi dirimu." bisik Devian dengan nada menggoda.


"Dev!" pekik Carissa yang wajahnya langsung memerah.


"Haha.. Istriku masih saja malu-malu. Bukankah kita sudah sering melakukannya, Sayangku?" goda Devian lagi.


"Dev.. Hentikan." protes Carissa.


"Aduh reaksi istriku imut sekali." kata Devian sambil terkekeh.


"Sudah aku tidak akan menggodamu lagi. Ayo makan setelah itu kita berkeliling." kata Devian tak ingin istrinya kesal.


"Lebih baik seperti itu." sahut Carissa melanjutkan makannya.


"Istriku ini benar-benar menggemaskan. Aku jadi ingin menyimpannya dirumah saja. Melihat reaksinya yang malu-malu itu membuatku ingin memakannya saja." batin Devian dengan senyum menyeringai.


"Ada apa dengan ekspresimu itu? Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Carissa mendapati ekspresi aneh Devian.


"Wow, istriku ini hebat sekali. Sepertinya kau sudah bisa menebak apa yang sedang kupikirkan, benar kan?" kata Devian dengan mengedipkan matanya.


"Astaga sejak kapan dia punya sifat genit seperti itu?" tanya Carissa dalam hati.

__ADS_1


-BERSAMBUNG


__ADS_2