
Hari-hari berlalu, Carissa yang sibuk menyiapkan gaun-gaun untuk dijual dibutiknya begitu juga dengan Devian yang sibuk menyelesaikan pekerjaan untuk 2 minggu kedepan.
Seperti biasa, Devian akan menjemput Carissa setelah dari perusahaan. Lalu keduanya makan malam diluar atau bahkan dirumah sesuai dengan permintaan Carissa.
"Malam ini mau makan apa, Sayang?" tanya Devian yang langsung memeluk istrinya saat sudah masuk diruangan pribadi Carissa didalam butik.
"Kau lagi-lagi mengagetkanku, Dev. Bisa tidak kalau berjalan tidak perlu mengendap-endap seperti itu." gerutu Carissa.
"Maafkan aku, Sayangku." ucap Devian.
Devian duduk dikursi lalu menarik istrinya sehingga berada dipangkuannya. Tanpa aba-aba, Devian menarik tengkuk Carissa dan ******* bibir merah istrinya secara brutal. Carissa sempat terkejut tapi kemudian mengikuti permainan suaminya. Mendapat respon dari Carissa, Devian semakin bersemangat untuk melakukan hal lebih. Tangan Devian mulai bergerak untuk meremas benda kenyal istrinya yang semakin hari bertambah besar ukurannya.
Untung saja ketika datang, Devian langsung mengunci pintu agar tidak ada yang berani mengganggu Devian melepaskan rasa rindunya.
"Uuh.. Dev.." lenguh Carissa membuat Devian tersenyum.
Dengan cepat Devian membuka kancing kemeja Carissa. Mata Devian berbinar melihat dua benda cantik milik istrinya yang dibalut kain berwarna merah. Tampak keduanya menyembul keluar seolah kain yang menutupinya sudah tidak mampu menopangnya.
"Cantik sekali, Sayang." puji Devian.
Devian menciumi ceruk leher Carissa membuat istrinya itu mulai merasa panas. Setelah puas Devian turun menciumi benda kenyal milik Carissa dengan lembut.
"Uuhhh..." lenguh Carissa.
Devian menurunkan Carissa lebih dulu, kemudian melepaskan pakaiannya dan membuangnya kesembarang arah hanya menyisakan boxer yang menutupi benda pusakanya. Devian kembali meletakkan Carissa diatas pangkuannya dengan posisi menghadapnya. Devian sudah tidak sabar untuk melihat dengan jelas benda cantik yang disembunyikan istrinya.
Devian mulai meremas kedua benda kenyal itu dengan lembut. Devian melepaskan kemeja Carissa dan melemparkannya begitu saja. Devian melepaskan tali pengikat berwarna merah yang menampakkan kecantikan tubuh Carissa dengan sempurna.
"Kau cantik sekali, istriku." puji Devian sembari meremas dan menghisap dua buah milik Carissa secara bergantian.
Carissa menikmati hisapan dan permainan Devian yang membuatnya terbuai. Carissa bisa merasakan benda pusaka Devian yang mulai mengeras menggesek bagian bawahnya.
Lenguhan Carissa sudah mulai tak terkendali saat Devian membalikkan tubuhnya dan tangan Devian mulai merogoh masuk kedalam roknya. Devian mengangkat tubuh Carissa lalu menarik roknya sehingga menyisakan segitiga berwarna merah. Tangan Devian bergerak menembus kain yang menutupi bagian penting milik Carissa sembari terus meremas buah kenyal istrinya.
Devian memutar tubuh istrinya agar menyamping dan dia bisa menghisap dada Carissa sembari bermain dengan lubang istrinya. Carissa bisa merasakan kenikmatan yang luar biasa hanya dengan permainan tangan Devian.
Devian menggendong Carissa menuju ranjang, dengan cepat ia melepaskan boxer dan ****** ***** istrinya. Devian mengangkat kaki istrinya kemudian menekuknya. Devian bisa melihat bendah indah milik Carissa yang membuat hasratnya semakin memuncak.
Devian memasukkan jarinya dengan perlahan sebagai pemanasan untuk membuat istrinya puas.
"Sayang, aku akan memuaskanmu." ucap Devian.
"Emmhh.." sahut Carissa yang merasakan gelora aneh didalam tubuhnya.
Kali ini Devian menurunkan kepalanya kearah vital Carissa, lalu menjulurkan lidahnya.
"Aah.. Dev.." ucap Carissa mendesah.
__ADS_1
Devian semakin bersemangat memainkan lidahnya menyentuh milik istrinya. Tubuh Carissa mulai menggelinjang merasakan nikmatnya sentuhan dibagian bawahnya.
"Lebih cepat, Dev.. Sedikit lagi." desah Carissa merasa ada sesuatu yang akan terlepas dari miliknya.
Devian semakin mempercepat lidahnya untuk segera memberikan kenikmatan tiada tara kepada istri tercintanya.
"Aah.. Uuuhh... Dev!" erang Carissa.
"Aaaahhhh...." desah Carissa saat dirinya berhasil mengeluarkan cairan kenikmatan.
Devian tersenyum lalu bergegas mengambil tisu untuk membersihkan cairan kental milik istrinya.
"Kau suka, Sayang?" tanya Devian.
"Lagi-lagi kau membuatku lemas." gerutu Carissa tak bertenaga.
"Tapi kau puas bukan? Sekarang giliran dia memasukimu." bisik Devian kemudian mulai menggempur Carissa.
"Dev, pelan sedikit." lirih Carissa yang merasakan gempuran suaminya semakin cepat dan brutal.
"Tahan sebentar, istriku. Aku akan pelepasan." ucap Devian sembari ******* bibir merah istrinya.
BYUR!
Devian berhasil menuntaskan hasratnya. Devian mengecupi wajah istrinya dengan lembut.
"Aku juga terimakasih, kau selalu bisa menguras energiku." cibir Carissa membuat Devian terkekeh.
"Maaf sayang. Tubuhmu benar-benar membuatku candu. Aku tidak bisa menahannya apalagi kalau kau sudah telanjang bulat seperti ini. Jika tidak ingat kau saat ini sedang mengandung, aku akan menggempurmu lagi." ucap Devian.
"Huh! Kau jahat sekali." gerutu Carissa kesal.
"Aku mencintaimu sayangku." ucap Devian mengecup bibir istrinya.
"Iya, aku juga mencintaimu." balas Carissa.
"Kita makan malam diluar saja." ajak Devian.
"Baiklah." sahut Carissa.
Keduanya bangun dan membersihkan diri. Untung saja Carissa mempunyai pakaian ganti di ruangannya. Akibat serangan Devian, pakaiannya terkoyak tak terbentuk.
Carissa memakai dress warna sage sepanjang lutut, sedangkan Devian memakai t-shirt warna navy dan celana jeans. Hari sudah mulai gelap, para karyawan juga sudah pulang. Bukan mereka tidak sopan, hanya saja sebelum Devian masuk keruangan Carissa telah memberikan instruksi kepada mereka untuk tidak mengganggu waktunya bersama istrinya.
Devian dan Carissa menuju ke restoran mewah berlantai lima yang menyediakan pemandangan indah kota dimalam hari. Devian sudah memasan lantai lima secara khusus untuk dirinya dan istrinya. Lilin-lilin kecil sudah tertata dilantai berbentuk hati. Terdapat hanya satu meja dan dua kursi yang sudah didekor serba putih.
"Kau sengaja menyiapkan ini, Dev?" tanya Carissa takjub.
__ADS_1
"Kapan kau melakukannya?" tanya Carissa lagi.
"Aku punya hadiah untukmu. Kita duduk dan makan malam dulu ya." ajak Devian lalu menggandeng tangan istrinya.
Devian menarik kursi dan mempersilahkan Carissa duduk terlebih dahulu.
"Terimakasih." ucap Carissa dengan senyum manisnya.
Selang beberapa menit para pramusaji datang lalu menata hidangan untuk Devian dan juga Carissa.
"Ini hari apa, Dev? Aku rasa aku ataupun kamu tidak sedang berulang tahun." tanya Carissa penasaran.
Devian tersenyum kemudian menggenggam lembut tangan Carissa.
"Aku akan menjawabnya setelah kita makan malam. Aku harap kau sabar untuk menunggu jawabanku." jawab Devian membuat Carissa semakin penasaran.
"Baiklah, ayo kita makan." ajak Carissa yang sudah tidak sabar menanti jawaban suaminya.
Devian terkekeh kecil melihat tingkah lucu istrinya, lalu mulai menyantap hidangan dihadapannya.
Setelah keduanya selesai dengan makanan masing-masing, Carissa menatap Devian penuh arti.
Devian tahu kalau istrinya ini sudah tidak sabar menunggu jawabannya.
Devian bangkit dari duduknya kemudian mengulurkan tangan kepada Carissa.
"Berdansalah denganku." ajak Devian lembut dengan senyuman yang membuatnya terlihat semakin menawan.
"Maaf seharusnya aku tidak berpakain seperti ini." ucap Devian yang sadar jika dirinya sudah salah kostum.
"Tidak. Kau terlihat sangat tampan. Aku bosan melihatmu dengan setelan jas setiap hari. Aku menyukai style suamiku yang seperti ini." kata Carissa memuji suaminya.
"Kau serius?" tanya Devian memastikan.
Carissa memberi anggukan kepalanya sebagai jawaban.
Carissa dengan berani mencium bibir Devian sekilas.
"Kau menggodaku lagi, tidak takut aku akan memakanmu malam ini?" tanya Devian menyeringai.
"Hem.. Aku tidak takut. Ayo kita berdansa." ajak Carissa mengingatkan Devian.
"Mulai." ucap Devian lalu lampu sorot menyinari keduanya dan alunan musik romantis mulai terdengar.
"Dev, kau sungguh suami yang manis sekali." puji Carissa membuat Devian tersenyum senang.
Keduanya mulai bergerak mengikuti alunan musik. Keduanya saling memandang dengan penuh cinta. Sungguh pasangan yang romantis.
__ADS_1
-BERSAMBUNG