
Setelah cukup puas bersenda gurau, Saras kembali ke ruangannya karena masih ada pekerjaan yang harus ia selesaikan.
Carissa yang masih diruangan kerja Aninda hanya bisa menyimak sahabatnya yang sedang sibuk dengan laptop dihadapannya.
"Membosankan sekali." batin Carissa.
Carissa merupakan wanita mandiri dan pekerja keras. Berdiam diri tanpa beraktivitas apapun bukanlah tipe Carissa.
"Nin, aku ke ruangan suamiku dulu ya." pamit Carissa.
"Iya, maaf ya. Aku tidak bermaksud mengabaikanmu. Pekerjaanku masih banyak." ucap Aninda tak enak hati. Dia sangat tahu karakter Carissa, pasti sangatlah bosan menunggu tanpa melakukan apapun.
"Santuy saja." ucap Carissa setelah itu keluar dari ruangan Aninda dan menuju ruangan Devian.
Ruangan itu kosong, Devian belum kembali dari meeting bersama kliennya.
"Kenapa tiba-tiba aku ngantuk sekali." kata Carissa yang menguap.
"Lebih baik aku tidur sebentar daripada gabut menunggu Devian."
Carissa merebahkan dirinya di kasur yang memang tersedia diruang istirahat Devian. Tak butuh waktu lama, Carissa pun terlelap.
2 jam kemudian Devian sudah selesai meeting. Awalnya ia pikir Carissa tidak ada diruangannya dan ingin menuju ruang Aninda untuk menemui istrinya. Namun saat ia melepas jasnya malah mendapati Carissa tertidur pulas di ruang istirahatnya.
"Pasti istriku lelah sekali." gumam Devian dengan tersenyum lalu mengecup kening istrinya.
"Tidurlah yang nyenyak Sayang, nanti kalau hari mau gelap baru aku membangunkanmu." ucap Devian kemudian kembali mengecup pipi kanan kiri Carissa.
Carissa merasa terusik, ia pun perlahan membuka matanya.
"Ah maafkan aku istriku. Aku tidak bermaksud untuk mengganggu tidurmu." ucap Devian merasa bersalah.
"Jam berapa ini, Dev?" tanya Carissa yang berusaha mengembalikan kesadarannya.
"Jam 4, istriku." jawab Devian.
"Astaga. Ternyata aku tidur sudah 2 jam? Untung saja kau membangunkanku." ucap Carissa yang heran dengan dirinya bisa tertidur selama itu.
"Pasti kau lelah sekali, istriku. Apa kau masih ingin tidur lagi?" tanya Devian lembut.
"Aih, tidak. Sudah cukup, jika tidur lagi bisa-bisa nanti malam aku begadang sampai besok pagi." jawab Aninda.
"Istriku mau aku pijat?" tawar Devian.
"Ehm, tidak sayang. Harusnya aku yang memijatmu. Kamu baru saja selesai bertemu klien, pasti lelah kan? Maaf aku tidak menyambutmu malah tertidur disini." ucap Carissa tak enak hati.
"Istriku ini lucu sekali. Aku dengan senang hati melakukannya." kata Devian yang tangannya sudah memijat kepala Carissa.
"Terimakasih suamiku. Aku beruntung menjadi istrimu." ucap Carissa lirih, ia benar-benar diratukan oleh Devian.
"Aku juga beruntung menjadi suamimu, Sayangku. Aku tahu pasti sangat membosankan untukmu menungguku disini. Jadi terimakasih istriku, sudah mau bersabar." kata Devian sangat lembut dengan sorotan mata yang menenangkan.
Carissa menyingkirkan tangan Devian dari kepalanya kemudian duduk lalu mengecup pipi suami tampannya itu. Carissa menampakkan senyum cantiknya kemudian kedua tangannya menangkup wajah pria tampan yang saat ini berada dihadapannya.
__ADS_1
"Suamiku tenyata manis sekali. Terimakasih sayangku." ucap Carissa kemudian mengecup bibir suaminya.
Kali ini kecupannya berubah menjadi ciuman panas. Setelah keduanya kehabisan oksigen barulah mereka melepaskannya dan meraup udara sebanyak-banyaknya.
"Kita harus melanjutkannya nanti malam." kata Devian dengan senyum nakalnya.
"Terserah kau saja." balas Carissa yang sudah paham dengan maksud suaminya.
Drt Drt
Ponsel Devian bergetar, terdapat panggilan dari Bunda Tamara.
"Assalammu'alaikum, Bunda." sapa Devian.
"Wa'alaikumsalam, Nak. Nanti setelah selesai bekerja ajak istrimu kerumah ya. Kita makan malam bersama." ucap Bunda Tamara.
"Lho... Bunda sudah pulang? Kenapa tidak memberi kabar? Kan Dev bisa jemput di bandara." tanya Devian.
"Iya Bunda, Ayah dan mertuamu sudah pulang tadi siang. Kami tidak mau mengganggu waktu kalian lagipula sudah ada sopir pribadi yang jemput." jawab Bunda Tamara.
"Tapi kan..."
"Bunda bukan anak kecil, Sayang. Lagipula kau harus lebih memperhatikan dan meluangkan waktu untuk istrimu. Kami yang sudah tua begini saja masih honeymoon, kapan kau mengajak istrimu untuk bulan madu?"
Pertanyaan Bunda Tamara membuat Devian tersentak.
"Astaga. Bodoh sekali aku! Kenapa sampai lupa hal sepenting itu." umpat Devian dalam hati karena kecerobohannya.
"Tenang saja, Bun. Aku sudah mempersiapkannya." jawab Devian berbohong karena ia tak mungkin jujur dengan kebodohan yang telah ia lakukan. Bisa-bisa ia akan dimaki oleh Bunda Tamara habis-habisan.
"Bunda sudah pulang, Sayang? Berarti Papa dan Mama juga sudah pulang dong?" tanya Carissa dijawab anggukan kepala Devian.
"Kenapa mereka tidak menghubungiku dan memberi kabar?" tanya Carissa lagi.
"Entahlah sayang. Aku juga tidak tau apa yang orangtua pikirkan." jawab Devian.
"Oh iya, Bunda minta kita mampir kerumah dan makan malam disana." ucap Devian lagi.
"Ya baiklah, sayang. Tapi kita pulang kerumah dulu ya. Aku mau mandi dan ganti pakaian." kata Carissa yang merasa sangat gerah.
"Yasudah kalau begitu ayo kita pulang." ajak Devian menggandeng tangan istrinya.
Saat mobil Devian hendak meninggalkan perusahaan MF Group, mata Carissa tertuju pada Saras yang sedang berdiri di pinggir jalan.
"Sayang, sepertinya itu Saras. Kita hampiri sebentar ya. Siapa tau dia butuh tumpangan." ucap Carissa.
"Baiklah." sahut Devian menuruti permintaan istrinya.
Namun mobil yang melaju didepan Devian berhenti tepat dihadapan Saras, dan wanita itu masuk kedalam mobil itu.
"Eh, Saras masuk ke mobil siapa itu?" tanya Carissa penasaran.
"Kamu tau itu mobil siapa itu, Sayang?" tanya Carissa kepada suaminya.
__ADS_1
"Sebentar. Sepertinya itu mobil milik HRD kita." jawab Devian membuat Carissa menganga dan membulatkan matanya.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Devian panik, ia segera menepikan mobilnya.
"Istriku, kamu tidak apa-apa kan?" tanya Devian lagi menggenggam tangan istrinya.
Carissa pun tersadar lalu mengatur nafasnya.
"Kamu tidak salah kan, Sayang? Itu mobil Pak Dewa?" tanya Carissa memastikan.
"Iya tentu saja. Aku tidak mungkin salah." jawab Devian yakin membuat Carissa mengulum senyumnya.
"Wah, ada gosip baru nih. Hoho sepertinya sahabatku yang satu lagi juga akan melepas masa lajangnya."
Perkataan Carissa membuat Devian semakin bingung.
"Sebenarnya ada apa, Sayang?" tanya Devian lagi.
"Tidak apa-apa, suamiku. Aku tadi hanya terkejut saja melihat Saras ternyata satu mobil dengan Pak Dewa." jawab Carissa yang masih tersenyum.
"Memangnya ada apa dengan mereka?" tanya Devian lagi.
"Sepertinya sedang dalam fase pendekatan." jawab Carissa.
"Oh.. Jadi itu sebabnya istriku hampir membuatku panik setengah mati?" sindir Devian.
"Maaf suamiku. Aku tadi benar-benar terkejut." ucap Carissa merasa bersalah kemudian mengecup kening Devian.
"Maafkan aku ya, Sayang?" Carissa meraih tangan Devian dan merayu pria itu agar tidak marah.
"Hem. Tapi jangan lagi seperti itu ya, aku sungguh takut jika terjadi sesuatu denganmu tadi." ucap Devian lirih.
Carissa pun sadar, ternyata Devian begitu tulus mencintainya. Meskipun berawal dari pertemuan yang sangat menyebalkan, namun ternyata berubah menjadi hubungan yang sangat indah. Apalagi Carissa selalu mendapat kejutan ketika mengenal sifat Devian lebih dalam.
"Terimakasih atas cintamu, Sayang. Ayo pulang." ajak Carissa tak lupa mengecup bibir Devian sekilas agar pria itu kembali normal.
Jujur saja, Carissa dan Devian belum pernah mengalami pertengkaran didalam rumahtangganya. Akankah kedepannya akan terus baik-baik saja atau akan melalui badai sehingga cinta keduanya benar-benar teruji.
-BERSAMBUNG
*
*
Terimakasih DevRissa Lovers yang masih setia menunggu kelanjutan kisah Gejolak Cinta Tuan dan Nona Muda π€
Maaf kalau Minthor belum bisa update tiap hari ya.
Tapi Minthor usahakan ceritanya akan semakin seruπ€
Jangan lupa tinggalkan like, komen dan dukungannya ya Readers π€
Jadikan favorit kalau ingin dapat notif update episode terbaru.
__ADS_1
Terimakasih π