Gejolak Cinta Tuan Dan Nona Muda

Gejolak Cinta Tuan Dan Nona Muda
Suami Protektif


__ADS_3

Hari pertama Butik Carlvi dibuka banyak sekali pengunjung yang sudah memenuhi butik itu padahal hari masih menunjukkan pukul 10 pagi. Beberapa karyawan langsung melayani dengan ramah, begitu juga dengan Carissa yang ikut turun tangan berhadapan langsung dengan pengunjung. Dari wanita muda hingga tua, mereka terlihat antusias dengan gaun-gaun karya Carissa. Tidak perlu menunggu lama, beberapa gaun sudah laku terjual. Ada yang membeli dua sampai lima potong gaun untuk satu orang. Banyak pujian yang terlontar dari mulut pengunjung untuk gaun buatan Carissa. Mulai dari gaun santai, formal bahkan gaun pesta juga tersedia di butik itu.


Tak terasa hari berlalu begitu cepat, hari sudah menjelang sore. Hari yang sangat sibuk, Carissa sampai merasa kewalahan dengan antusias pengunjung. Carissa tidak pernah membayangkan bahwa antusias pelanggan dihari pertama akan begitu luar biasa.


"Hari ini ramai sekali. Cukup melelahkan." gumam Carissa yang baru saja duduk di kursi ruang kerjanya. Sedari pagi, Carissa memang terus berdiri untuk melayani pengunjung yang datang silih berganti. Bahkan ia belum sempat makan siang karena tidak punya waktu untuk istirahat.


Drt Drt


Ponsel Carissa bergetar, terdapat sebuah pesan masuk yang berasal dari suaminya.


"Sayang, bagaimana harimu?" tulis Devian.


"Cukup melelahkan. Pengunjung hari ini banyak sekali." balas Carissa.


"Semangat istriku. Aku akan menjemputmu setelah meeting." Carissa tersenyum membaca pesan dari suaminya yang diakhirnya tersemat emoticon hati.


"Oke. Aku akan menunggumu, suamiku." balas Carissa bersemangat.


Cukup dengan pesan singkat dari suaminya sudah menjadi moodboster bagi Carissa.


Setelah meneguk air, Carissa keluar dari ruangan pribadinya untuk menemui para karyawan.


"Terimakasih atas kerja keras kalian hari ini." ucap Carissa sebagai apresiasi untuk para pekerjanya.


Ucapan Carissa disambut tepuk tangan para karyawan.


"Hari ini kita cukup sampai disini. Sampai jumpa esok hari rekan-rekan semua." tutup Carissa mempersilahkan para karyawan untuk pulang.


Para karyawan menghela nafas lega kemudian berpamitan untuk undur diri kepada Carissa. Setelah para karyawan meninggalkan ruangan, Carissa melihat isi ruangan. Mata Carissa tertuju pada beberapa manekin yang sudah polos tanpa busana kemudian menyunggingkan senyumnya.


"Sepertinya aku harus bekerja lebih keras lagi." gumam Carissa kemudian menghela nafas kasar.


Carissa bergegas menuju ke ruangannya, ia menyeduh teh untuk melepas sedikit penat dan menyegarkan kembali pikirannya.


Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Tanpa sadar Carissa sudah terlelap dalam tidurnya.


Di sisi lain, Devian yang sudah selesai meeting bergegas menuju ke butik istrinya. Tak bisa dipungkiri walaupun sudah hidup bersama satu atap, namun rasa rindu selalu hinggap dihati Devian saat tak berada disamping istrinya.


Tak perlu menunggu waktu lama, Devian sudah memarkirkan mobilnya dihalaman parkir butik istrinya. Devian melihat tulisan closed sudah terpasang. Untung saja Devian memiliki kunci cadangan jadi ia bisa langsung masuk ke dalam butik.


"Pasti istriku tidur." gumam Devian menebak.


Benar saja saat Devian masuk ke ruangan khusus istrinya, ia mendapati Carissa sedang tertidur pulas di ranjangnya.


"Hemm.. Sudah kuduga." ucap Devian tepat seperti dugaannya.


Devian tersenyum kemudian menghampiri istrinya. Devian dapat melihat raut lelah diwajah istri cantiknya itu.


"Wanitaku ini memang pekerja keras." bisik Devian kemudian merapikan rambut yang menutupi wajah istrinya.


Devian melepas jasnya kemudian ikut berbaring diranjang sambil memeluk Carissa dari belakang. Devian selalu merindukan kontak fisik istrinya, sepertinya tubuh Carissa sudah menjadi candu baginya.


Sepertinya pelukan Devian yang terlalu erat mengusik istirahat Carissa.


"Emm..."


Carissa perlahan membuka matanya, ia sempat terkejut dengan tangan yang melingkar ditubuhnya. Namun saat mencium aroma tubuh suaminya, Carissa menjadi tenang.

__ADS_1


"Maaf, Sayang. Aku mengganggumu ya?" tanya Devian yang menelusupkan wajahnya ke ceruk leher istrinya.


Devian semakin mengeratkan pelukannya membuat Carissa hanya bisa membuang nafas kasar untuk mengembalikan kesadarannya.


"Sepertinya harimu sangat melelahkan ya?" tanya Devian penasaran.


"Mau aku pijat?" tanya Devian lagi.


Carissa membalikkan badannya sehingga posisi dua sejoli itu saling berhadapan.


Dengan cepat Carissa menempelkan wajahnya di dada bidang suaminya dan memeluknya erat membuat Devian terkejut kemudian membalas pelukan istrinya. Devian membelai lembut punggung istrinya penuh dengan kasih sayang membuat Carissa sangat nyaman.


Tidak ada pembicaraan, mereka hanya diam menikmati pelukan untuk saling mengisi energi masing-masing.


Setelah puas barulah mereka saling melepaskan diri.


"Istriku pasti lelah ya hari ini?" tanya Devian yang dijawab anggukan kepala Carissa dengan cepat.


Kruk


Kruk


Devian mendengar suara nyaring dari perut Carissa.


"Hemm.. Jangan bilang kalau hari ini istriku belum makan siang?" tanya Devian menarik dagu Carissa untuk melihat wajah istrinya itu.


Carissa hanya tersenyum kaku kemudian menganggukkan kepalanya dengan rasa bersalah.


Devian langsung bangun dari tidurnya kemudian membangunkan istrinya.


"Ayo kita pergi makan." ajak Devian tanpa menunggu persetujuan Carissa.


Tidak ada obrolan selama perjalanan, Devian hanya fokus dengan kemudinya. Hanya butuh waktu 5 menit, mobil berhenti didepan restoran cepat saji yang dekat dari butik Carissa. Dengan cepat Devian turun dan membukakan pintu mobil untuk istrinya setelah itu menggandeng tangan istrinya masuk ke dalam restoran itu.


"Duduklah disini. Aku yang akan memesan." ucap Devian menunjuk kursi untuk istrinya. Setelah itu Devian langsung memesan makanan.


Carissa hanya mengangguk mengikuti perintah suaminya. Baginya wajar jika suaminya bersikap seperti itu. Pasti suaminya sangat khawatir kalau asam lambungnya kambuh. Bagaimanapun ini adalah kelalaian Carissa.


Tak perlu menunggu waktu lama, Devian sudah datang dengan membawa nampan yang berisi dua porsi makanan cepat saji dan juga dua gelas minuman.


"Maaf, resto yang terdekat hanya ini. Aku tahu ini tidak sehat tapi setidaknya bisa mengisi perutmu terlebih dahulu." ucap Devian membuat Carissa tertegun.


Carissa menatap wajah suaminya lekat. Harusnya dirinyalah yang meminta maaf bukanlah Devian. Carissa meraih tangan Devian kemudian mengenggamnya dengan erat.


"Sayang, aku yang harusnya minta maaf." ucap Carissa bersalah.


"Terimakasih banyak karena kau selalu saja memperhatikanku. Maaf hari ini aku ceroboh, tidak memikirkan kesehatanku sendiri sehingga membuatmu khawatir." tambah Carissa.


Devian membalas genggaman tangan istrinya kemudian tersenyum dan membelai lembut pipi Carissa.


"Sudahlah. Lain kali lebih perhatikan lagi kesehatanmu, oke? Kau boleh melakukan apa saja asal tidak melupakan jam makanmu. Aku tidak ingin kau sakit, paham?" kata Devian yang langsung disetujui oleh Carissa.


"Maaf kalau tadi aku bersikap kasar denganmu." ucap Devian merasa bersalah.


"Tidak, suamiku. Wajar kalau kau marah, aku memang salah. Terimakasih, Sayang." balas Carissa kemudian keduanya saling bertatapan dan tersenyum.


"Yasudah ayo kita makan." ajak Devian yang disetujui Carissa dengan anggukan.

__ADS_1


Setelah berbicara dari hati ke hati, keduanya langsung fokus dengan makanannya masing-masing dan makan dengan lahap.


Setelah selesai makan, keduanya memutuskan untuk segera kembali kerumah.


"Sayang, aku siapkan air hangat dulu ya supaya bisa merilekskan tubuhmu." kata Devian yang sudah berada dikamarnya.


"Tidak perlu, Sayang. Harusnya aku yang menyiapkan untukmu." tolak Carissa.


"Tidak. Kita suami istri. Aku juga ingin memanjakan istriku." ucap Devian membuat Carissa terkekeh.


"Kenapa kau tertawa? Memangnya ada yang lucu?" tanya Devian heran.


"Tidak. Lakukan saja seperti yang kamu mau. Percuma juga aku membantahnya." jawab Carissa membuat Devian paham.


"Baiklah. Kalau begitu kau tunggu disini saja. Suamimu ini juga ingin memanjakan ratunya." ucap Devian kemudian berlari ke kamar mandi.


Carissa hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kelakuan suaminya.


Tak perlu menunggu waktu lama, Devian sudah keluar dari kamar mandi.


"Sayang, airnya sudah siap." ucap Devian memberitahu istrinya, tak lupa membawa bathrope untuk Carissa.


"Aaaaaa!"


Carissa berteriak mendapati suaminya yang hanya menggunakan ****** *****.


"Astaga, Dev! Mana pakaianmu?" tanya Carissa kaget.


"Sudah aku lepas. Kan kita mau mandi." jawab Devian santai dengan senyum yang menampakan gigi putihnya.


"Dasar kau ini." gerutu Carissa kemudian mengambil bathrope dari tangan suaminya dan memakainya.


"Aku mandi sendiri saja." ucap Carissa yang ingin bergegas menuju kamar mandi.


Carissa tahu jika bersama Devian pasti tidak hanya mandi yang akan mereka lakukan.


Namun dengan cepat Devian menghadang langkah Carissa.


"Tidak! Kita harus mandi bersama." kata Devian kekeh.


"Tidak mau. Kau pasti punya niat lain." ucap Carissa yang sudah paham dengan niat terselebung suaminya.


Tanpa pikir panjang Devian langsung menggendong tubuh istrinya itu membuat Carissa langsung melingkarkan tangannya di leher suaminya erat.


"Dev, kau ini." ucap Carissa kemudian menghembuskan nafas kasar.


Carissa hanya bisa pasrah dan mengikuti keinginan suaminya itu.


-BERSAMBUNG


*


*


*


...Terimakasih DevRissa Lovers yang masih menunggu kelanjutan cerita ini. Maaf mungkin kedepannya Minthor akan jarang update karena ada kesibukan yang memang tidak bisa ditinggal....

__ADS_1


...Tapi Minthor usahakan untuk up episode di waktu luang agar ceritanya tetap lanjut ya....


...Mohon like, komen dan supportnya ya kak 🤗...


__ADS_2