
"Sayang, kamu sidah siap?" tanya Mama Allisa menghampiri Carissa yang berada di ruang rias.
"Insha Allah siap Ma." jawab Carissa dengan gugup.
Hari ini adalah hari yang ia tunggu-tunggu bersama Devian. Hari ini ia akan menjadi istri dari pria yang ia cintai. Carissa tidak menyangka akan menghabiskan hidupnya bersama pria menyebalkan yang ia temui tanpa sengaja. Pria dingin dan narsis, begitu kesan penilaian awal Carissa kepada Devian.
Carissa sudah bersiap dengan gaun putih yang membalut tubuhnya. Carissa berdiri dan mengatur nafasnya yang tak beraturan. Carissa menggapai tangan Mama Allisa yang telah menunggunya di pintu ruang rias.
"Kamu cantik sekali, Sayang." ucap Mama Allisa takjub dengan penampilan putrinya.
Carissa hanya tersenyum dan menyembunyikan wajahnya yang tersipu.
"Papamu sudah menunggumu di bawah." Allisa menuntun putrinya untuk menuruni tangga dengam hati-hati.
Pernikahan ini diadakan di kediaman Carissa. Rumahnya cukup untuk menerima tamu dari keluarga besar dan rekan bisnis. Walaupun hanya akad tapi dekorasi dan perayaan untuk pernikahan Carissa dan Devian tidak bisa dibilang sederhana.
"Putri Papa cantik sekali." puji Cakra ketika melihat Carissa sudah berada dihadapannya.
Carissa mendongakkan kepalanya dan menatap wajah pria paruh baya yang sudah mulai keriput. Carissa segera memeluk tubuh Cakra dengan erat. Tanpa ia sadari, Carissa menangis sesenggukan.
"Jangan menangis, Sayang. Ini adalah hari bahagiamu." ucap Cakra yang juga ikut meneteskan air mata.
Allisa yang melihat momen haru suami dan putrinya pun tak ketinggalan ikut memeluk dan meneteskan air mata.
"Aku tak menyangka waktu sangat cepat berlalu. Putriku akan menghabiskan hidup bersama pria lain. Aku harap kau selalu bahagia, Nak." ucap Cakra lagi.
Cakra melepaskan pelukkannya dari Carissa.
"Ayo kita ke depan. Devian sudah menunggumu." Cakra menggandeng tangan putrinya.
Allisa menghapus airmata Carissa dengan sangat hati-hati agar tidak merusak make up yang sudah menempel di wajah Carissa.
"Kenapa aku sangat gugup, Pa." ucap Carissa yang sedari tadi merasakan dentuman kencang didadanya.
Cakra dan Allisa terkekeh mendengar ucapan putrinya.
"Atur nafasmu, Sayang. Ini hari bahagiamu." Mama Allisa mengecup kedua pipi dan kening Carissa.
Carissa melemparkan senyum tipis lalu menghela nafas yang sudah mulai teratur. Carissa berjalan bergandengan dengan Cakra diikuti Allisa.
Di halaman rumah yang sudah disulap menjadi tempat untuk acara akad, Carissa mendapati Devian sudah duduk di bangku. Carissa terpesona dengan Devian yang juga menggunakan pakaian putih, semakin menawan.
Carissa duduk bersama Mama Allisa di kursi yang ada di belakang Devian yang berjarak kurang lebih 5 meter. Cakra menuju kursi yang ada dihadapan Devian, ia sendiri yang akan menikahkan putrinya dan menjabat tangan calon menantunya.
"SAH!" seru para saksi dan juga para tamu.
Seketika Carissa menitikkan airmatanya penuh haru kemudian memeluk tubuh Mama Allisa. Perasaannya yang daritadi berkecamuk, saat ini sudah sangat lega.
"Kamu sekarang sudah sah menjadi istri Devian Mahendra, Nak." ucap Mama Allisa yang menangis bahagia dan juga sedih. Sedih putri semata wayangnya akan meninggalkan dirinya.
"Rissa menantuku." ucap Tamara yang segera menghampiri dan memeluk Carissa.
"Sekarang kamu panggil saya Bunda ya." Tamara juga meneteskan air mata kebahagiaannya.
"Baik, Bunda." balas Carissa.
"Selamat bergabung dengan keluarga Mahendra, Nak." sambut Adhitama yang juga memeluk Carissa.
__ADS_1
"Terimakasih Om, maaf Ayah." ralat Carissa yang disambut tawa kecil 4 orang paruh baya.
Carissa menatap Devian yang berjalan menghampirinya. Carissa merasakan kegugupan kembali menyerang dirinya.
"Cium tangan suamimu, Nak." ucap Mama Allisa.
Carissa menoleh menatap wajah Mama Allisa lalu menatap Devian yang sudah berdiri dihadapannya.
Carissa melemparkan senyum tipis lalu meraih tangan Devian dan mencium punggung tangannya.
"Sekarang giliran kamu Dev, cium kening Carissa." ucap Tamara menggoda putranya.
Deg!
Devian merasa desiran aneh mengalir di darahnya. Devian juga tak kalah gugup dengan Carissa. Pasangan pengantin baru ini terlihat sangat malu-malu yang disambut tawa kecil para orangtua.
Devian menatap wajah Carissa, kemudian dengan lembut menempelkan bibirnya ke dahi Carissa.
Prok Prok Prok!
Tepuk tangan meriah untuk menyambut kebahagiaan pasangan pengantin baru.
Devian meraih tangan Carissa lalu mengajaknya untuk ke atas panggung. Disana sudah banyak orang yang menunggu untuk mengucapkan selamat.
"Rissa! Congrats ya." ucap Aninda yang langsung memeluk tubuh Carissa.
"Terimakasih, Nin." balas Carissa.
"Kau curang! Aku yang lebih dulu tunangan dengan Alex, tapi kau malah menikah duluan." protes Aninda tapi bercanda.
Carissa terkekeh pelan.
"Baiklah tak apa, aku sangat bahagia atas pernikahanmu, Riss. Aku akan berdoa kau selalu bahagia bersama Pak Devian. Cepet berikan aku keponakan ya!" do'a Aninda dengan penuh semangat.
Kalimat terakhir Aninda membuat Carissa dan Devian tersipu malu.
"Selamat Dev. Akhirnya ada juga wanita yang mau menerimamu." ucap Alex yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Devian.
"Sialan!" umpat Devian meninju pelan perut Alex.
Carissa terkekeh pelan.
"Selamat Rissa. Aku doakan semoga kamu kuat bersama pria dingin ini." ucap Alex sambil tertawa kecil.
Carissa terkekeh lalu menatap wajah Devian yang menahan amarah.
"Sudah. Alex kan sahabat sekaligus asistenmu. Dia hanya bercanda." ucap Carissa menggenggam lembut tangan Devian.
Seketika Devian mengatur emosinya dan melemparkan senyum lembut kepada Carissa.
"Memang hanya kau yang sanggup menaklukan serigala buas Devian." bisik Alex yang membuat Carissa tertawa kecil.
Devian memicingkan matanya.
"Sayang, ayo kita turun sebelum serigala mengamuk dan memangsa kita." ajak Alex lalu menggandeng tangan Aninda untuk turun dari panggung.
"Rissa jangan lupa gaunku ya." ucap Aninda sebelum meninggalkan Carissa dan Devian yang dibalas anggukan kepala Carissa.
__ADS_1
"Apa yang Alex katakan padamu?" tanya Devian penuh selidik.
"Tidak ada." jawab Carissa.
"Lalu kenapa kau tertawa?" tanya Devian penasaran.
"Hemm.. kau mau mendengarnya?" tanya Carissa yang dibalas anggukan Devian.
"Alex bilang hanya aku yang bisa menaklukan serigala buas sepertimu." jawab Carissa menatap wajah Devian tanpa ekspresi.
"Yang dikatakan Alex memang benar." gumam Devian lalu mengecup lembut kening Carissa.
"Ada apa, Dev? Kau tidak marah?" tanya Carissa penasaran.
"Tidak. Memang hanya kau yang bisa menaklukanku. Bahkan bisa membuatku tergila-gila padamu." jawab Devian yang membuat wajah Carissa bersemu merah.
"Sepertinya sejak aku pergi ke New York, kau semakin pintar merayu Dev." ucap Carissa lalu memeluk pinggang pria yang sudah menjadi suaminya.
"Tentu. Aku tidak akan membiarkanmu meninggalkanku lagi. Maka dari itu aku belajar merayumu agar kau tak bisa jauh dariku." sahut Devian antusias.
Carissa terkekeh mendengar ucapan Devian lalu mengecup pipi Devian sekilas.
"Rissa, Pak Devian selamat ya." ucap Saras menghampiri pasangan pengantin baru itu.
"Terimakasih, Saras." balas Carissa.
"Dua sahabatku sudah menemukan pasangannya. Bagaiman nasibku yang masih jomblo ini?" bisik Saras membuat Carissa tertawa.
"Sepertinya kau harus mempertimbangkan tawaranku waktu itu." Carissa berbisik pelan lalu melirik Dewa yang akan naik ke panggung.
"Maksudmu? Pria galak itu?" tanya Saras dengan nada lumayan keras.
"Selamat Pak Devian dan juga Carissa. Semoga langgeng dan bahagia selalu." ucap Dewa yang membuat Saras terkejut dan merasakan hawa dingin menyelimuti dirinya.
Carissa terkekeh melihat Saras tak berkutik, padahal hanya mendengar suara Dewa.
"Sepertinya Tuhan memang sudah mengaturnya." bisik Carissa yang membuat Saras tersadar lalu dengan cepat turun dari panggung meninggalkan Carissa tanpa menoleh kebelakang.
"Dia kenapa seperti sedang ketakutan?" gumam Dewa dalam hati lalu turun dari panggung.
"Selamat Pak CEO, Bu CEO." ucap Tiara memberikan selamat.
"Jangan memanggilku begitu, panggil namaku saja." protes Carissa.
Tiara menggelengkan kepalanya.
"Kau memang pantas dipanggil Bu CEO kan sudah menjadi istrinya Pak CEO." jawab Tiara kekeh.
Carissa menghela nafas.
"Terserah kau saja." ucap Carissa pasrah.
Beberapa tamu undangan bergantian memberikan selamat kepada Devian dan Carissa. Para tamu itu adalah rekan bisnis dari Cakra, Adhitama dan juga Devian.
-BERSAMBUNG
*
__ADS_1
*
*