
"Sayang ayo pulang." ucap Devian membuat para pekerja serempak memberikan hormat kepada CEO MF Group.
"Sudah selesai pekerjaannya?" tanya Carissa menyambut kedatangan suaminya.
"Sudah. Ayo kita pulang." jawab Devian kemudian menggandeng istrinya.
"Kalian lanjutkan saja besok pagi. Saya pulang duluan ya." pamit Carissa kepada para karyawan yang membantu pembuatan gaun milik Aninda.
Pasangan suami istri itu berjalan berdampingan keluar dari perusahaan.
"Sayang, minggu depan adalah resepsi kita. Bagaimana apa ada yang kurang?" tanya Carissa saat sudah berada dalam mobil.
"Kamu tenang saja sayang. Semua sudah siap." jawab Devian mengulas senyum kepada istrinya.
"Hem.. Kamu tidak mengizinkanku membantu persiapan sama sekali. Bahkan aku tidak tau besok akan seperti apa acaranya." gerutu Carissa.
"Kamu adalah ratu di hari itu sayang. Jadi aku hanya ingin kamu tidak ikut pusing memikirkan persiapannya." ucap Devian mengecup kening istrinya.
"Kita mampir ke rumah Papa dan Mama ya." kata Carissa yang dijawab anggukan kepala Devian.
Devian melajukan mobilnya menuju kediaman mertuanya.
Tak butuh waktu lama, mobil Devian sudah memasuki pekarangan rumah orangtua Carissa.
"Lho Rissa dan Dev berkunjung kenapa tidak memberi kabar Mama?" sambut Mama Allisa yang senang dengan kedatangan anak dan menantunya.
"Kalau tau kalian datang kan Mama bisa minta Mbok Asih memasak lebih banyak." ucap Mama Allisa lagi.
"Jangan repot-repot, Ma. Papa dimana Ma?" tanya Carissa.
"Biasa, Papamu sibuk di ruang kerjanya." jawab Mama Allisa kemudian memeluk putri semata wayangnya.
"Ma, Rissa dan Dev ke kamar dulu ya." ucap Carissa membuat Mama Allisa menguraikan pelukannya.
"Yasudah kalian istirahat saja dulu. Nanti makan malam bersama ya." pinta Mama Allisa.
"Baik Ma." sahut Carissa dan Devian kompak.
Carissa dan Devian menaiki tangga menuju kamar dilantai dua.
"Mau mandi dulu sayang?" tanya Carissa kepada suaminya.
"Iya sayang, disini ada pakaian gantiku tidak?" tanya Devian memastikan.
"Ada kok. Sana mandi dulu." jawab Carissa.
"Kenapa tidak mandi bersama saja? Ayo kita mandi sayang." kata Devian dengan senyum nakalnya.
"Tidak sayang, aku sedang haid. Kamu mandi sendiri saja." sahut Carissa menolak ajakan suaminya.
"Jadi aku beberapa hari ini harus puasa dulu? Menyedihkan sekali." ucap Devian dengan wajah sedih.
"Sudah sudah jangan memasang wajah seperti itu. Cepat mandi, aku punya kejutan untukmu." kata Carissa membuat ekspresi Devian berubah senang dan bergegas masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
Carissa hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kelakuan unik suaminya.
15 menit kemudian, Devian sudah keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang terlilit di bagian pinggangnya. Mata Carissa tertuju pada tubuh atletis suaminya yang terlihat menggoda.
Devian berjalan mendekat ke arah istrinya. Devian sengaja menggoda istrinya.
"Sepertinya istriku sayang suka sekali menikmati tubuhku ini." ucap Devian berbisik ke telinga Carissa.
Carissa tersadar dan tersipu malu.
"Tidak usah malu sayang. Aku adalah suamimu, bahkan kita sudah sama-sama tahu bagaimana bentuk tubuh kita tanpa tertutup apapun." ucap Devian membuat Carissa meremang.
"Sudah hentikan. Itu salahmu Dev, kenapa keluar kamar mandi tanpa pakaian. Membuat mataku tergoda saja." kata Carissa membuat Devian terkekeh.
"Istriku ini memang sangat pemalu. Kita kan sudah sering melakukan adegan tanpa pakaian." ucap Devian membuatnya mendapatkan cubitan di perutnya.
"Cepat pakai baju. Kalau masih terus meledekku, aku tidak jadi menunjukkan kejutan yang telah aku siapkan." kata Carissa kesal.
Devian tersenyum lalu bergegas memakai kaos dan celana yang telah disiapkan istrinya.
"Aku semakin penasaran dengan kejutan yang telah istriku siapkan." ucap Devian sembari melingkarkan tangannya ke perut istrinya membuat Carissa geli.
"Ayo ikuti aku." ajak Carissa menggandeng tangan suaminya menuju walk in closet miliknya.
Ternyata dibalik walk in closet itu terdapat sebuah pintu yang terhubung dengan ruangan lain di kamar Carissa.
Devian membulatkan matanya melihat isi dalam ruangan itu. Sebuah gaun berwarna abu muda yang sangat cantik dan juga tuxedo warna senada.
"Ini?" tanya Devian menatap Carissa yang tersenyum kepadanya.
"Maaf hanya bisa membuat yang sederhana seperti ini." jawab Carissa.
Devian menarik tubuh Carissa dan memeluk erat istrinya.
"Ini sangat sangat membuatku takjub sayang. Kemampuan istriku memang tidak diragukan lagi." ucap Devian mengecup puncak kepala istrinya.
"Tapi kamu belum menjawab pertanyaanku sayang. Kapan kamu membuat ini semua?" tanya Devian melepaskan pelukannya.
Carissa tersenyum manis kemudian mengajak Devian duduk di soffa yang terdapat dalam ruangan itu.
"Sebenarnya aku sudah menyiapkan ini semua sebelum kita menikah sayang. Bahkan sebelum kamu menyatakan perasaanmu padaku." jawab Carissa membuat Devian membelalakan matanya.
"Maksudmu?" tanya Devian terkejut dengan jawaban istrinya.
"Iya, setelah aku mengetahui bahwa pria yang dijodohkan denganku adalah kamu, aku sudah menyiapkan ini semua. Entah kenapa aku terlalu percaya diri kalau kamu benar-benar akan menjadi suamiku." ucap Carissa terkekeh membuat Devian tersenyum.
"Terimakasih istriku. Maaf sudah merepotkanmu. Pasti tidak mudah kan membuat ini?" tanya Devian yang kagum dengan karya tangan istrinya.
"Kita impas sayang. Kamu juga tidak mudah kan menyiapkan pesta pernikahan kita? Bahkan kamu melarangku untuk pusing memikirkannya." ucap Carissa membuat Devian terharu.
"Kamu memang istri yang sangat baik sayang. Aku sangat beruntung memilikimu." kata Devian kemudian mendekap tubuh istrinya erat.
Carissa membenamkan wajahnya pada dada bidang suaminya. Pelukan hangat yang selalu Devian berikan kepadanya.
__ADS_1
"Aku mencintaimu Dev." ucap Carissa membangkitkan gairah Devian.
"Bagaimana kalau kita bermain satu ronde sayang?" ajak Devian dengan senyum nakalnya.
"Hem kau lupa ya? Aku sedang datang bulan, kau harus menahannya beberapa hari lagi suamiku." kata Carissa membuat Devian lesu.
Carissa terkekeh melihat ekspresi sedih Devian yang malah terlihat menggemaskan bagi Carissa.
"Tapi kita tetap bisa melakukan ini." ucap Carissa memagut bibir suaminya.
Devian menarik tengkuk Carissa dan ******* bibir ranum istrinya.
"Terimakasih sayang sudah menghiburku. Aku akan menahannya beberapa hari kedepan." ucap Devian setelah keduanya kehabisan oksigen.
Carissa membalasnya dengan senyuman kemudian mengecup pipi Devian dengan lembut.
"Aku mandi dulu sayang." kata Carissa kemudian keduanya keluar dari ruangan itu dan kembali ke kamar Carissa.
*
*
*
"Sayang, lihat ini undangan pesta pernikahan Rissa dan Pak Devian." ucap Aninda seraya menyodorkan undangan itu kepada Alex.
Malam ini dua sejoli itu memang berjanjian untuk dinner di sebuah caffe di pusat kota.
"Iya aku sudah tau." sahut Alex.
"Kamu lihat saja undangannya aja mewah seperti ini. Bagaimana dengan pestanya? Pasti akan sangat mewah dan meriah kan?" gumam Aninda membuat Alex tersenyum kecil.
"Beruntung sekali sahabatku ini." ucap Aninda membuat Alex mengerutkan keningnya.
"Kamu cemburu?" tanya Alex tiba-tiba membuat Aninda tertawa kecil.
"Apa yang kamu bicarakan sayang? Rissa adalah sahabatku. Tentu saja aku bahagia dia bisa menikah dengan pria yang membuatnya menjadi ratu. Lagipula mereka pasangan yang sepadan." jawab Aninda.
"Lalu bagaimana dengan kita?" tanya Alex membuat Aninda tersenyum.
"Tentu kita juga seperti itu sayang. Terimakasih sudah memilihku. Aku harap rencana kita akan berjalan lancar. Dan kita bisa menghabiskan waktu bersama dalam ikatan yang halal." jawab Aninda membuat Alex tersenyum puas.
"Sepertinya kamu sudah tidak sabar untuk menjadi istriku?" goda Alex.
"Tentu saja. Memang kamu tidak begitu?" tanya Aninda membuat Alex terkekeh.
"Aku sudah tidak sabar sayang. Apalagi malam pertama kita." ucap Alex yang berbisik tepat di telinga Aninda.
Aninda bisa merasakan nafas Alex menyentuh wajahnya seketika membuatnya merasakan desiran aneh pada tubuhnya. Aninda segera mendorong tubuh Alex untuk menjauh darinya. Aninda segera menundukkan wajahnya yang sudah memerah.
Alex terkekeh dengan reaksi lucu calon istrinya.
"Tunggu malam itu sayang. Aku akan melahapmu sampai habis." batin Alex dengan senyum seringai nakalnya.
__ADS_1
-BERSAMBUNG